
Hari bahagia yang dinantikan semua orang pun tiba. Sebuah ikatan dan kisah baru akan dimulai sebentar lagi. Reyhan berdiri di samping ayahnya sambil terus menatap kearah tangga. Pemuda itu terlihat gagah berbalutkan setelan jas pengantin berwarna putih. Senyuman bahagia tak pernah surut dari wajah tampannya.
Kenzi turun dari tangga dengan perlahan di dampingi ibunya. Gaun pengantin berwarna putih yang selaras dengan Jas yang Reyhan gunakan melekat di tubuh gadis itu dengan sempurna. Penampilannya hari ini benar-benar menghipnotis semua orang. Di ujung tangga, Devano menantinya sambil mengulurkan tangan kiri. Kenzi menerima uluran tangan itu dengan senang hari.
Devano menggiring Kenzi untuk duduk di samping Reyhan, menyerahkan adik kecilnya kepada seseorang yang diharapkan bisa menjaga adiknya dengan sepenuh hati sampai seumur hidup. Berhadapan dengan orang tua, saksi, dan juga penghulu, Reyhan dan Kenzi duduk berdampingan di kursi pelaminan. Dua buku bergambar garuda dan juga sepasang cincin berlian sudah di depan mata. Ribuan tamu undangan yang hadir akan menjadi saksi dimana hubungan mereka akan diresmikan dihadapan tuhan.
William mengulurkan tangan kanannya kepada Reyhan. Dengan penuh keyakinan dan juga kemantapan hati, Reyhan menerima uluran tangan pria itu, pria yang akan menjadi ayah juga untuknya.
Seseorang yang duduk di samping William bertugas memegangi mike agar suara pria itu dapat terdengar dengan jelas.
"Reyhan Saputra Alexander Bin Raymond Alexander, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya Kenzia Nastasya Aleskey Binti William Aleskey dengan mas kawin seperangkat alat sholat, dan uang 1 milyar rupiah dibayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Kenzia Nastasya Aleskey Binti William Aleskey dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" Ikrar pernikahan sudah berhasil Reyhan ucapkan dengan lancar dalam sekali tarikan nafas. Semua saksi saling pandang sebelum akhirnya kata 'SAH' terucap dari mulut mereka.
Jabatan tangan antara Reyhan dan William terlepas. Pemuda itu mengucap syukur dalam hati. Ia berkali-kali menarik nafas panjang untuk menetralkan detak jantungnya yang menggila. Tatapannya kemudian beralih pada Kenzi yang juga sedang menatapnya, gadis itu tersenyum bahagia dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Prosesi tukar cincin pun dilangsungkan, dan untuk pertama kalinya Kenzi menjabat tangan Reyhan lalu mencium tangan pemuda itu penuh kasih. Seorang pemuda yang kini sudah menjadi imamnya dan juga pendampingnya seumur hidup. Sebuah kecupan Reyhan hadiahkan di kening Kenzi. Raut wajah bahagia jelas tersirat di wajah keduanya. Hari yang mereka nanti akhirnya tiba. Perjalanan yang penuh lika-liku akhirnya berhasil mereka lewati.
"My wife" bisik Reyhan di telinga Kenzi yang membuat wajah gadis itu semakin berseri.
"My husband" bisik balik Kenzi dengan senyuman bahagia.
**************
Malam mulai tiba, gedung besar nan megah itu sudah dipenuhi oleh tamu undangan yang hadir untuk menyaksikan acara resepsi pernikahan putra dan putri dari dua keluarga konglomerat itu. Acara ijab-kabul dan juga resepsi memang diadakan di gedung yang berbeda. Maklum orang kaya:v.
Di bawah sinar lampu gantung yang terang, Reyhan dan Kenzi memasuki area gedung diatas gulungan karpet merah. Pasangan pengantin baru itu memang terlalu memukau untuk disebut manusia. Mereka nampak serasi dengan gaun panjang berwarna peach dan Reyhan yang menggunakan Jss Tuxedo warna hitam.
Kenzi menggandeng lengan Reyhan dengan mesra sambil terus menebar senyum manis semanis gula aren. Reyhan pun tak kalah bahagianya. Senyumannya tak pernah luntur sejak tadi pagi.
Mereka sampai di kursi pelaminan, duduk bersanding layaknya raja dan ratu. Seorang MC memberi sambutan ringan, lalu beralih pada prosesi potong kue. Reyhan dan Kenzi berdiri bersandingan dengan tangan yang menggenggam sebuah pisau roti. Kue pernikahan itu didesain bertingkat dengan krim berwana putih, di bagian depan tertulis nama Reyhan dan Kenzi dengan sangat indah. Kenzi dan Reyhan memotong kue itu dengan tangan yang menggenggam pisau yang sama. Tepuk tangan yang bergemuruh mengiringi setiap gerakan pengantin itu saat mereka saling menyuapkan kue.
Dan malam itu, diiringi alunan piano yang merdu, Kenzi dan Reyhan berdansa di hadapan semua tamu undangan. Menunjukkan jika merekalah pasangan yang paling bahagia malam ini. Reyhan menempelkan keningnya di kening Kenzi, kedua tangannya melingkar di pinggang gadis itu dengan sempurna.
"Aku bahagia punya kamu" ucap Reyhan tanpa merubah posisinya. Kenzi dapat merasakan deru nafas pemuda itu karena jarak mereka yang sangat dekat.
"Aku juga bahagia. Sangat bahagia" sahut Kenzi.
Reyhan menjauhkan kepalanya. Ia menarik dagu gadis itu agar sedikit mendongak. Mata mereka bertemu, sorot mata penuh cinta terpancar dengan sempuna dari mata keduanya. Pemuda itu sedikit menunduk, Ia menempelkan bibirnya di bibir Kenzi. Mencium bibir gadis itu untuk pertama kalinya. Selama berpacaran, Ia selalu menahan diri untuk tidak melakukan hal itu karena menurutnya ia masih belum pantas mendapatkan itu dari Kenzi disaat status mereka masih berpacaran. Tapi sekarang, gadis itu adalah miliknya, miliknya seutuhnya.
Kenzi memejamkan matanya saat merasakan tindakan pemuda itu. Berusaha menikmati dan mengimbangi permainan lidah Reyhan. Pekikan histeris terdengar dari mulut jomblo alay yang hadir disana. Niatnya pengen cari pasangat ternyata malah melihat orang berciuman. Nasib jomblo yang malang.
Setelah berciuman beberapa menit, Reyhan melepas pagutannya. Ia menangkup pipi Kenzi dengan lembut. Menatap gadis itu penuh cinta.
"I love you my wife" bisik Reyhan di depan wajah istrinya.
"I love you more, my husband" sahut Kenzi diiringi senyuman manisnya.
Sahabat, kerabat, dan juga kolega bergantian maju untuk mengucapkan selamat kepada pengantin yang sedang berbahagia.
"Ken, happy wedding my baby" Renata, Tasya, dan Andien datang dan kompak memberi ucapan selamat untuk temannya yang sudah tidak lajang.
"Thanks udah dateng" sahut Kenzi saat pelukan sudah terlepas.
"Bro, congrats yaa. Wahh, gue kesalip sih ini mah" Reza, Vicky dan Ariel menghampiri Reyhan dan memeluk pemuda itu dengan erat.
Reyhan menepuk bahu teman-temannya pelan.
"Thanks ya. Cepetan nyusul, kasian Renata, Tasya, sama Andien kalo lo semua gantungin. Keburu diambik orang entar nangis!!" sahut Reyhan diiringi tawa kecil.
"Gue bulan depan bakal nikah, barengan sama dua curut ini. Biar kayak nikahan massal zaman now, entar biaya gedung sama dekornya patungan" timpal Reza dengan gobloknya.
"Gila lo!!!. Dasar nggak modal!!" hardik Reyhan sambil geleng-geleng kepala. Merasa takjub dengan tingkah temannya yang nggak waras sejak lahir.
.
.
.
Malam semakin larut namun tamu undangan masih ada yang berdatangan. Dengan menahan pegal mati-matian, Kenzi tetap berdiri sambil menampilkan senyum manis meskipun kakinya linu akibat memakai heels 10 cm.
"Kalo pegel, kamu duduk aja" ucap Reyhan yang mengerti keadaan Kenzi. Raut wajah gadis itu sudah menunjukkan jika ia sanfat kelelahan.
Kenzi menggeleng ringan, tidak enak rasanya jika ia duduk sedangkan acara masih berlangsung.
"Nggak usah, masa tamunya pada dateng tapi aku malah duduk" sahut Kenzi
"Yakin?" tanya Reyhan memastikan dan Kenzi mengangguk sebagai jawaban.
Tepat pukul 03.00 pagi, pesta lekas usai hingga membuat semua irang benar-benar kelelahan. Dengan tangan yang meneteng hak heels, Kenzi berjalan menuju kamar diikuti Reyhan dibelakangnya. Pemuda itu membantu menjinjing gaunnya yang menjuntai di lantai. Namun bukannya merasa terbantu, Kenzi malah merasa kesal karena tingkah Reyhan. Bagaimana tidak, pemuda itu mengibas-ngibaskan gaunnya keatas dan kebawah hingga gaun itu mirip gorden yang di terpa angin.
Dengan perasaan kesal, Kenzi membuka pintu kamar yang sudah disiapkan khusus untuk mereka. Saat pintu terbuka, Reyhan segera menghempas gaun Kenzi ke lantai. Ia masuk terlebih dahulu mendahului Kenzi dan langsung merebahkan tubuhnya di ranjang yang dipenuhi bunga-bunga itu.
"Mandi dulu Rey!!" tegur Kenzi sambio berkacak pinggang seperti emak-emak komplek yang mau tawuran.
"Mau mandi bareng nggak?" gida Reyhan dengan senyum jahilnya.
"Ihhh, dasar mesum!!" Dengan perasaan dongkol, Kenzi berjalan masuk ke kamar mandi meninggalkan Reyhan yang tengah dalam mode nggak waras.
Reyhan tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Kenzi yang menurutnya lucu.
"Kamu itu polos atau pura-pura nggak tau sih Ken?!" gumam Reyhan yang masih terus tertawa.
*************
Huaa, happy wedding buat Reyzi😫. Nggak kerasa ya kalian udah nikah sedangkan yang nulis aja masih jomblo. Terharu banget liat kalian:(.
Like coment-nya di kasih yukk, biar aku semangat up.
Jangan lupa tinggalkan jejak man teman, happy reading 😘