Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Teman lama atau musuh lama?



^Tak semua yang indah akan bertahan lama. Terkadang hal yang menurutmu paling istimewa, adalah hal yang bisa memberimu luka yang paling parah^


~Suci Aulia


Happy Reading


Kelas X Ipa 1


"Gila....akhirnya sampek kelas juga. Gerah banget gue. Eh Bell, nyalain dong AC-nya" Ucap Renata.


Bella pun langsung bangkit dari duduknya dan mengambil remote Ac di meja guru. ia menghidupkan AC sehingga ruangan tersebut sejuk seketika.


"Btw, Bu Anggun kemana? tumben tuh orang belum nongol" Ucap Kenzi


"Suaranya serak kali. Kan dia habis jadi reporter dadakan tadi" balas Tasya.


"Semoga aja tuh orang nggak ngajar. Pusing gue liat angka² di papan tulis. Mana tuh orang kalo udah ngomong panjang banget lagi kek kereta api" Tambah Andien yang dibalas anggukan setuju oleh teman temannya.


Tak lama setelah itu, Raffa selaku ketua kelas masuk ke dalam kelas sambil membawa catatan.


"Perhatian semuanya!!. Karena Bu Anggun sedang ada kegiatan di luar sekolah, jadi beliau tidak bisa mengajar dan.."


"Yeyyyy, akhirnya tuh guru killer kagak ngajar" belum sempat Raffa menyelesaikan ucapannya, Kenzi Dkk sudah terlebih dahulu bersorak kegirangan.


"Ck, lo pada bisa diem dulu nggak. Gue belum selesai ngomong" geram Raffa.


"Iya iya. Silahkan dilanjut pak ketua" Sahut Kenzi sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Raffa. Raffa yang melihat hal itu jadi salah tingkah.


"Ciee pak ketu Salting ni yeee" Ledek Renata.


"Ehemmm, ada yang kesemsem nih sama si Ken" Tambah Andien


"Wah, ada Fans tambahan guys" Timpal Tasys


Sedangkan Kenzi hanya tersenyum miring karena berhasil menjahili Raffa.


"Cih, gitu doang aja udah baper" Batin Kenzi.


"Udah, kok pada nyorakin gue sih" seru Raffa ssmbil menutupi rasa gugupnya.


"Fa, lo tadi mau ngomong apaan. Lama banget sih tinggal ngomong juga. ini malah sibuk caper sama Calon pacar gue" Ucap Dika teman satu kelas Kenzi Dkk.


"Oke², back to topic. Jadi karena Bu Anggun gak bisa hadir, kita dusuruh membaca materi halaman 122 terus mengerjakan halaman 125. Hari ini dikumpulkan" Ucap Raffa.


Kenzi dkk langsung berdecak kesal. Pasalnya, guru itu tidak ada pun tetap menyusahkan mereka. Benar benar menyebalkan.


"Shttt, Ken lo mau ngerjain tugas?" Tanya Andien pada kenzi.


"Emm, berhubung gue anak baik. Gue gak suka Bully sesuatu. Jadi gue nggak ngerjain tugas, kan kasian tugasnya. Dia kan gak salah apa², masak dikerjain." Ucap Kenzi sok polos dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari teman temannya.


Pletakk


Satu jitakan dari Renata mendarat mulus dikening Kenzi


"Aduh,,sakit ogeb. Main asal jitak aja lo" Ketus Kenzi sambil mengelus keningnya yang memerah.


"Abisnya lo tuh punya otak kok dodol banget sih"Hardik Renata.


"Eh, lo tuh harus bisa bedain dong. Yang mana otak, yang mana dodol" Ucap Kenzi tak mau kalah.


"Ya gak bisa lah. karna otak lo tuh terbuat dari dodol. Yang melarnya sampek ke ubun-ubun." Ledek Renata yang disertai tawa Andien dan Tasya.


"Shit, Renata!!! sialan lo yaaa" Teriak Kenzi. Renata yang melihat kekesalan Kenzi pun langsung pergi berlari keluar kelas sambil terus tertawa. Kenzi segera mengejar Renata sambil membawa penggaris untuk memukulnya.


Saat tengah berlari, dari sebelah kanan muncul Reyhan yang berjalan keluar dari perpustakaan sambil membawa buku. Karena berlari cukup kencang, Kenzi tidak bisa menghentikan kakinya dengan cepat sehingga dia menabrak tubuh Reyhan hingga oleng dan hampir terjatuh. Dengan sigap, reyhan menghempas buku-buku yang ia bawa dan beralih memegang pinggang ramping Kenzi agar tidak terjatuh.


Kini jarak antara wajah Reyhan dan Kenzi hanya tersisa beberapa senti saja. Mata hitam pekat milik Reyhan menatap mata biru laut milik Kenzi. Begitupun sebaliknya.


"Astaga, jantung gue kok dangdutan gini sih"Batin Kenzi


"Anjayy, jantung gue maraton'"Batin Reyhan


Saat mereka berdua tengah asik tatap-tatapan, Renata segera mengambil ponsel dari sakunya dan membuka aplikasi kamera.


"Gue gak boleh lewatin moment langka nih. Emang ya, anak baik emang selalu beruntung." Gumam Renata sambil memotret kebersamaan Kenzi dan Reyhan.


Selang beberapa waktu, Kenzi tersadar akan apa yang tengah terjadi. Perlahan dia melepaskan diri dari dekapan Reyhan.


"Emm ssorryy yaa. Gu gue gak sengaja" Ucap Kenzi terbata-bata. ia segera berlalu begitu saja menutupi rasa malu dan gugupnya. Ditambah lagi jantungnya yang berdegup sangat Kencang.


"Oh shit, jantung diem dong. Lama-lama gue tuker nih jantung. Makin kesini makin gak beres" batin Kenzi sambil memegangi dadanya.


Selain Renata, ternyata juga ada siswi lain yang melihat kejadian itu. Dia adalah Siska teman Rossa, Sonya, Dan prisilla. Dia juga mengambil gambar Saat Kenzi dan Reyhan berpelukan untuk diperlihatkan kepada Rossa. Karena Rossa begitu menyukai Reyhan.


Kelas X Ips 3


"Ros, lo harus liat ini" Ucap siska sambil menyodorkan ponselnya ke Rossa.


"Apasn sih" Ucap Rossa sambil mengambil Ponsel Siska. Seketika matanya membulat saat melihat siapa yang ada difoto itu.


"Dia" Lirih Rossa tapi masih bisa di dengar oleh Prisilla.


"Lo kenal?" Tanya prisilla. Tapi Rossa tidak menjawab, membuat Prisilla tidak bertanya lagi.


"Dia, bagaimana bisa dia ada disini. Kenapa lo selalu hadir dalam hidup gue dan merusak segalanya Ken. Gue benci sama lo. Gue gak bakalan biarin lo rebut Reyhan dari gue." Batin Rossa.


Kriiingggg......


Bel tanda istirahat berbunyi. Kenzi Dkk langsung meluncur ke Kantin untuk memberi makan cacing di perut mereka yang sejak tadi demo.


Setelah memesan, mereka duduk di kursi yang sudah disediakan. Tak lama, pesanan mereka datang dan mereka langsung memakan makanannya.


Setelah selesai makan, keempat gadis itu memutuskan untuk kembali ke kelas. Namun, tiba tiba ada yang mencekal tangan Kenzi sehingga Kenzi menoleh Kebelakang. Awalnya ia terkejut saat melihat siapa irang yang berani menyentuhnya. Tapi sesaat kemudian dia segera mengubah ekspresinya menjadi sedatar mungkin.


"Hy friend, masih inget gue nggak?" tanya orang itu sambil tersenyum devil. siapa lagi kalau bukan Rossa.


"Jelas gue pasti masih inget lo. Mana mungkin tampang seorang pengkhianat macam lo bisa dengan mudah hilang dari memory gue" ucap Kenzi sinis.


"Oh ya? senang bertemu denganmu lagi teman lama, ups!!. Ralat, maksud gue musuh lama" Ucap Rossa sambil tersenyum miring.


"Ya ya ya. Emang sih banyak banget fans yang pengen ketemu sama gue. Contohnya lo" Sahut kenzi sambil tertawa mengejek.


"Gak usah sok deh lo. Sekarang lo boleh seneng dulu, tapi ingat permainan akan segera di mulai" sarkah Rossa.


"Apa mau lo" Tanya Kenzi to the point


"Jauhi Reyhan" Tekan Rossa


"Hahaa,,, Rossa...Rossa. Ya jangan salahin gue dong kalo Reyhan dateng ke gue. Secara, dia normal, punya mata, punya otak, dan pastinya bisa mikir. Jadi kalo dia lebih milih dateng ke gue daripada ke elo, itu berarti pikirannya dia berjalan dengan normal sehingga dia lebih memilih berlian kayak gue daripada sampah kayak lo" Sinis Kenzi


"Skakmat" Batin Renata, Andien, dan Tasya bersamaan.


Plakk


Satu tamparan mendarat mulus di pipi kiri Kenzi hingga ke merahan.


"Jaga mulut lo ya. Lo yang sampah, lo yang gak pantes buat Reyhan, Reyhan punya gue, milik gue. Dan lo, gak pantes buat dia" Ucap Rossa sambil emosi dan menunjuk-nunjuk muka Kenzi hingga mrmbuat Kenzi geram.


Plakk


Satu tamparan Kenzi mendarat mulus di pipi kiri Rossa, bahkan lebih keras dari yang Rossa berikan kepadanya.


"Ini buat lo yang udah berani nampar gue dengan tangan kotor lo itu" Ucap Kenzi sambil mencengkram kuat dagu Rossa lalu menghempaskannya dengan Kasar.


Plakk


Kini tamparan beralih ke pipi kanan Rossa.


"Ini buat lo yang udah berani menghina gue menggunakan mulut sampah lo itu" tambah Kenzi.


Plakk


Kini tamparan mendarat kembali di pipi kiri Rossa hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"dan ini sebagai hadiah atas pertemuan kita" ucap Kenzi sambil menyeringai


"Oh ya dan satu lagi, apapun permainan yang bakal lo lakuin gue tunggu tanggal mainnya" ucap Kenzi sambil menyeringai iblis.


"Yuk guys cabut, kayaknya gue harus beli antiseptik deh. Takutnya ada virus j*lang yang nempel di kulit gue" tambahnya.


Rossa hanya terdiam melihat kepergian Kenzi Dkk.


"Tunggu pembalasan gue Kenzi" batin Rossa sambil mengepalkan tangannya.


**Tandai typo. Thanks yang udah mampir.


Jangan lupa like, coment, and vote ya guys. 😍


Happy reading 😘**