
Quality time bersama pacar adalah hal yang paling membahagiakan bagi kebanyakan pasangan. Itulah yang dirasakan oleh Kenzi. Waktu kebersamaannya bersama Reyhan adalah waktu yang paling ia sukai. Apalagi pemuda ini selalu bisa membuatnya bahagia dengan caranya sendiri, dengan cara yang tak pernah ia duga.
"Kita mau kemana sih?" tanya Kenzi di tengah-tengah perjalanan. Suara angin yang bergemuruh membuatnya sedikit mengeraskan volume suara agar Reyhan dapat mendengar ucapannya dengan jelas.
Reyhan menghela nafas panjang dibalik helm full face-nya. Entah sudah berapa puluh kali gadis ini menanyakan hal yang sama.
"Nanti kamu juga tau, sayang. Lebih baik kamu diem, terus pegangan yang kenceng biar nggak jatoh. Kalo kamu jatoh terus benjol kan aku yang kena hukuman jadi samsaknya Bang Devan" jawab Reyhan yang membuat Kenzi mendengus malas.
Dengan wajah cemberut, ia melingkarkan tangannya di perut Reyhan dan menyandarkan dagunya di pundak pemuda itu. Reyhan tersenyum geli saat melihat wajah masam kekasihnya dari kaca spion. Ia melepas tangan kirinya dari setir kemudian beralih mengelus tangan Kenzi yang berada di perutnya. Sentuhan lembut yang selalu menjadi mood booster untuk Kenzi. Wajah yang tadi di tekuk kayak kain pel sekarang langsung tersenyum secerah matahari.
"I love you, boy" ucapnya pada Reyhan.
"I love you more, baby" ucap Reyhan yang membuat Kenzi dibanjiri kebahagiaan. ia kembali menyandarkan kepalanya. Dengan posisi seperti ini ia bisa menghirup aroma maskulin khas Reyhan.. Aroma yang begitu ia sukai.
Reyhan memarkirkan motornya di depan sebuah cafe yang terdapat di dekat area menuju hutan sehingga udaranya begitu sejuk, berbanding terbalik dengan keadaan di pusat kota yang begitu panas dan gersang. Namun meski terletak di dekat hutan, cafe ini sangat ramai pengunjung. Buktinya banyak sekali anak-anak muda yang makan atau sekedar nongkrong disini.
"Love destiny Cafe" Kenzi membaca nama yang tertera di depan cafe tersebut. Tulisannya yang begitu besar dan indah membuat mata langsung tertuju padanya saat pertama kali melihat tempat ini.
"Itu nama cafenya" ucap Reyhan. Kenzi manggut-manggut mengerti. Reyhan menggandeng tangan Kenzi mengajak gadis itu untuk masuk. Kenzi pun hanya mengikuti kemana Reyhan mengajaknya melangkah. Kali-kali jadi anak baik yekann:/.
"Gila..." gumam Kenzi saat dirinya melihat dekorasi cafe yang begitu memukau. Cat dinding berwarna peach dipadukan dengan berbagai hiasan dinding yang indah. Lampu-lampu gantung di desain berbentuk love serta terdapat lampu-lampu kecil yang di tempelkan di sudut-sudut dinding, sepertinya tempat ini memang di buat untung pasangan muda. Kursi-kursi didesain seperti kursi taman dengan tambahan pohon hias disekitarnya. Dibagian depan, terdapat sebuah panggung yang biasa digunakan untuk para band manghibur tamu yang datang.
"Ini bagus banget!" girang Kenzi sambil menatap Reyhan yang berdiri disampingnya.
"Kamu suka?" tanya Reyhan yang langsung dibalas anggukan semangat oleh Kenzi.
"Ya suka lah. Kok kamu bisa nemu tempat sebagus ini sih?, aku aja nggak tau" ucap Kenzi dengan mata yang terus memindai setiap sudut ruangan.
"Tempat ini baru buka 1 minggu yang lalu. Udah yuk duduk!. Kamu mau jadi patung pancoran disini?" ajak Reyhan. Tanpa menunggu jawaban apapun, ia langsung menarik tangan Kenzi dan mengajaknya untuk duduk di salah satu kursi di dekat panggung.
"Mau pesan apa mas, mbak?" seorang pelayan langsung datang saat melihat Reyhan dan Kenzi sudah duduk manis di tempat.
"Kamu mau pesen apa, yang?" sebagai lelaki sejati, Reyhan lebih dulu menanyakan pesanan Kenzi setelah itu baru dirinya. "Ladies first" itulah yang selalu ia tanamkan pada dirinya. Lebih mendahulukan dan mengutamakan perempuan. Andai punya cowok kek gitu, udah gue bungkus jadiin suami#author.
Mengambil buku menu, Kenzi mulai memilih dan memilah makanan yang ingin ia pesan.
"Saya pesen cheese cake sama cappucino ice" ucap Kenzi. Pelayan itu dengan sigap mencatat pesanan pelanggannya.
"Saya coffe latte satu" ucap Reyhan.
"Di tunggu sebentar ya mbak, mas" ucap pelayan itu yang diangguki oleh Reyhan dan Kenzi. Setelah itu, pelayan itu pergi untuk mengantarkan daftar pesanan pelanggannya ke juru masak cafe ini.
"Disini rame ya" ucap Kenzi sambil mengamati sekeliling yang kebanyakan diisi oleh pasangan muda yang sedang dimabuk asmara. Kayak dia mungkin mwehehee.
"Iya, dan disini yang dateng kebanyakan couple-couple gitu. Tempatnya kan temanya romance, jadi mendukung kalo dibuat pacaran. Kayak kita ya kan, yang?" ucap Reyhan sambil menaik turunkan alisnya menggoda Kenzi.
"Iya deh, aku mah selalu iya kalo kamu yang nanya" jawab Kenzi sambil terkekeh kecil.
"Yahh aku-nya GR lho, yang" ucap Reyhan receh yang membuat Kenzi tersenyum geli.
Kenzi menggapai tangan kanan Reyhan lalu menggenggam tangan pemuda itu di atas meja.
"Aku bahagia punya kamu. Kamu yang pengertian dan selalu bisa bikin aku bahagia setiap saat. I Love You my Boy. Terima kasih untuk 11 bulan penuh warna ini. 11 bulan bersama kamu adalah hal paling indah yang pernah aku rasain" ucap Kenzi dengan senyum manisnya.
"Tumben kamu ngomong gini?!" dan lihatlah, bagaimana Reyhan merusak suasana. Bukanya terharu atau terhura, ia malah menempelkan punggung tangannya di kening Kenzi.
"Nggak panas tuh, kamu nggak kerasukan arwahnya dilan kan?. Astaga, ada apa dengan Kenzi" tambahnya dengan wajah terkejut dan telapak tangan ia letakkan di mulut. Kenzi benar-benar kesal sampai ke ubun-ubun. Di tariknya hidung mancung Reyhan hingga pemiliknya kesakitan.
"Sakit, sayang!" keluh Reyhan seraya memegangi hidungnya yang terasa panas dan sudah bisa dipastikan jika warnanya pasti kemerahan.
"Kamu nyebelin banget sih!!. Nggak bisa baca situasi banget deh!!. Mellow dikit kek, atau apa gitu?!. Ini malah ngaco sambil bawa-bawa dilan. Dilan belum mati bambangg!!" tukas Kenzi kesal.
"Kamu beneran bahagia punya aku?" tanya Reyhan sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Hmm" Kenzi hanya membalas dengan deheman malas.
"Buktinya mana?" tanya Reyhan lagi sambil tersenyum penuh arti. Kini giliran Kenzi yang mengangkat sebelah alis.
"Bukti, ya?" tanya balik Kenzi.
"Yes, baby" jawab Reyhan seraya menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
"Wait!" Kenzi bangkit dari duduknya lalu pergi entah kemana. Reyhan mengangkat sebelah alisnya bingung. Namun ia menuruti permintaan Kenzi untuk diam dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh gadis itu selanjutnya.
Cukup lama Reyhan menunggu, hingga tiba-tiba lampu padam. Semua pengunjung yang ada disana saling berbisik bingung. Begitupun dengan Reyhan, namun ia hanya diam. Sesaat kemudian, lampu sorot menyorot pada panggung yang terdapat seorang gadis. Kenzi, dia duduk anggun disana sambil memangku sebuah gitar. Reyhan menopang dagunya untuk menyaksikan pertunjukan yang akan ditampilkan kekasihnya itu.
"Selamat siang semuanya. Maaf mengganggu waktu kalian. Disini, saya hanya ingin menampilkan sebuah penampilan khusus untuk seseorang. Seseorang yang teramat spesial bagi saya. He's my boyfriend." semua pengunjung bersorak dan bertepuk tangan saat mendengar pembukaan Kenzi. Tak jarang dari mereka yang penasaran dengan siapa sosok yang dibicarakan oleh gadis itu.
Kenzi mulai memetik gitarnya dengan syahdu. Ia benar-benar berbakat dalam hal ini.
*Saat kutenggelam dalam sendu
Waktu pun enggan untuk berlalu
Kuberjanji 'tuk menutup pintu hatiku
Semakin kulihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat 'ku melihat senyummu.
Dan kau hadir
Merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku
Setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna.
Dan membuatku utuh
'Tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku
Kini kuingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
'Kan kupetik satu untukmu
Dan kau hadir
Merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku
Setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna
Dan membuatku utuh
'Tuk menjalani hidup
Berdua denganmu…
Selama-lamanya...
Kau lah yang terbaik untukku*
Suara Kenzi begitu mengalun merdu. Selama ia bernyanyi, tatapannya tak lepas dari Reyhan, begitupun sebaliknya.
"Cinta itu indah. Jika kita jatuh cinta pada orang yang tepat dan disaat yang tepat. Dan akan berubah menyakitkan jika kita jatuh cinta dengan orang yang salah. Mencintai itu manusiawi, tapi tergantung gimana kita mengutarakan cinta itu. Jika kalian bertanya pada saya apa itu cinta?, jelas saya tidak tau. Karna saya tidak mengenal cinta secara teori. Saya hanya mengenal cinta berupa bukti dan wujud. Dan yang saya tau. Cinta itu, dia.
Kamu adalah definisi dari cinta.
Kamu adalah cinta yang sebenarnya.
Kamu itu sebuah rasa, rasa dari cinta. Sebuah kisah cinta indah yang kamu ciptakan sangat sulit untuk terlupakan.
Kamu adalah cinta.
Dan cintaku adalah kamu, Reyhan" Semua orang bersorak dan bertepuk ria mendengar ucapan Kenzi. Reyhan bahkan tidak bisa berkata-kata. ia hanya bisa tersenyum sambil terus menatap Kenzi. Dalam benaknya ia bingung, baru kali ini ia menemukan sisi romance seorang Kenzia. Dan dia sangat menyukai hal itu.
Ya, Reyhan adalah cinta.
Dan cintanya Reyhan adalah Kenzia. Begitupun sebaliknya. Reyhan dan Kenzi adalah sebuah kisah cinta. Kisah cinta manis yang endingnya hanya author yang tau, wkwkwk.
Kenzia Nastasya Aleskey
Reyhan Saputra Alexander