
Waktu sudah menunjukkan pukul 07.15 . Tapi gadis cantik bermata biru itu masih bergulat dengan selimut tebalnya.
Ceklekk
Pintu kamar terbuka memperlihatkan seorang pemuda tampan sedang membawa segelas air.
Byurr
Disiramnya wajah cantik sang adik hingga membuatnya terjingkat.
"Aaaa kebakaran.....tolong guee gak bisa berenang....momy..dady..bang Devan...tolonggg!!!" Histeris gadis itu sambil masih memejamkan matanya. Siapa lagi kalau bukan Kenzi.
"Eh ogeb, bangun...masih merem aja lo" Seru Devano sambil menggoyang-goyangkan tubuh adiknya. Seketika Kenzi pun langsung membuka matanya dan menatap Devano bingung.
"Loh, bang devan..sejak kapan disini?" Tanya kenzi polos sambil mengucek-ngucek matanya.
"Liat tuh jam. Udah jam 7 lewat neng....lo gak sekolah? Pakek acara ngigo gak jelas lagi. Mana ada pas kebakaran ngeluhnya gak bisa berenang. Hadeh...punya adek kok somplak amat" Ucap Devano.
"Heheee ya maap bang" cengir kenzi.
"Serah lo. liat tuh jam lo. Gue mau berangkat ke kampus..bye" tukas Devano sambil melenggang pergi dari kamar Kenzi.
Kenzi melihat jam ponselnya, ia langsung membulatkan matanya saat melihat bahwa saat ini sudah jam 07.20. ia langsung ngacir ke kamar mandi untuk melaksanakan ritual mandi bebeknya.
****
Mansion Keluarga Alexander
"Si Rey udah berangkat mah?" Tanya Raymond pada istrinya, Raisa
"Belum pah, tumben tuh anak belum keliatan. Bentar mama liat dulu ke kamarnya" Jawab Raisa. Ia pun segera menuju ke kamar putra semata wayangnya yang terletak di lantai dua.
Ceklekk
Pintu kamar terbuka, Kamar bernuansa abu-abu terlihat sangat elegan untuk ukuran kamar seorang laki-laki.
Betapa terkejutnya Raisa saat melihat ternyata putranya masih tidur, jam segini? oh no...ini bukan kebiasaan anaknya.
"REYHAN...INI JAM BERAPA KAMU KOK MASIH TIDUR...CEPETAN BANGUN ATAU MAMA POTONG UANG JAJAN KAMU" Teriak Raisa hingga membuat Reyhan terbangun seketika.
"Ck, apa sih ma...pagi² udah teriak-teriak" Jawab Reyhan dengan suara seraknya.
"Pagi palamu, ini udah jam 07.25 Reyhan"Geram Raisa
"Hah!! mama serius? kenapa gak bilang daritadi" Tukas Reyhan. ia pun langsung pergi ke kamar mandi.
*****
SMA Dharma Bangsa
Kenzi sedang berada di luar gerbang sekolah. Pintu gerbang sudah di tutup sejak 20 menit yang lalu. dan saat ini sudah jam 07.50. itu artinya....udah telat banget bree.
Tak lama, datang seorang siswa dengan seragam yg sama dengan Kenzi, sepertinya dia juga telat.
"Loh, Rey.....lo telat juga?" Tanya Kenzi.
"Hehe...iya. Gara² pulang kemaleman jadi gue kesiangan deh" cengir Reyhan sedangkan Kenzi hanya ber-oh ria.
"Manjat Kuy" seru Kenzi sambil terus menatap gerbang didepannya.
"What!? lo serius?" pekik Reyhan.
"Ya iyalah. napa, lo takut?" ledek Kenzi.
"Bukan gitu, lo kan cewek. Masa' iya lo manjat" Jawab Reyhan.
"Liat aja nanti" Ucap Kenzi sambil menyeringai. ia mulai memanjat gerbang setinggi 10 meter itu. Reyhan tertohok melihat aksi Kenzi yang menurutnya spektakuler. Bagaimana tidak, cewek? manjat? limited edition ini mah.
"Woyy, lo jangan ngintip yaa. Awas aja kalo lo berani ngintip, gue congkel mata lo" Ancam Kenzi. Reyhan pun menelan ludahnya kasar. ia tidak berani menatap atas, takut Kenzi mengiranya mengintip. ia masih sayang dengan matanya, kan nggak lucu, seorang Reyhan gak punya mata.
"Tenang aja, gue gak bakal ngintip lo" jawab Reyhan sambil menatap bawah. Kenzi tersenyum miring saar melihat Reyhan yg ketakutan karena ancamannya. Beberapa saat kemudian, ia sudah berhasil loncat dari pagar itu.
"Woy!! lo gak manjat?" tanya Kenzi dari sebrang gerbang.
"Iya,, tungguin gue" sahut Reyhan. ia pun mulai memanjat. Tak butuh waktu lama, ia sudah berdiri disamping Kenzi.
"Yaudah yuk, ke kelas" Ajak Reyhan. Kenzi pun mengangguk. Mereka berjalan beriringan karena kebetulan kelas mereka bersebelahan.
Tok Tok Tok
Kenzi mengetuk pintu kelasnya. Terlihat ada bu anggun tengah mengajar.
"Maaf bu saya telat" ucap Kenzi malas.
"Kenapa kamu telat?" Tanya bu anggun.
"Kamu ini ditanya malah nanya balik. Pake bahasa kayak begitu lagi. Dasar gak punya sopan santun. Saya ini guru kamu" Geram bu anggun.
"Yang bilang ibu temen saya itu siapa?. Lagian saya juga gak mau punya temen kayak ibu" Jawab Kenzi sambil terkekeh.
"Kamu ini ya. Udah telat, bukannya minta maaf malah mancing emosi orang" marah bu anggun.
"Lah, tadi kan saya udah minta maaf. Ibu gimana sih. Lagian bu, saya nggak mancing emosi ibu kok, buktinya saya gak bawa pancingan" Ucap Kenzi dengan wajah sok polosnya.
"CUKUP!!....keluar kamu dari kelas saya. Kamu saya hukum hormat bendera sampai jam istirahat" Bentak Bu Anggun. Tanpa babibu lagi, Kenzi langsung berjalan menuju lapangan.
Saat tiba di lapangan, ia melihat Reyhan yang hormat bendera. Sepertinya, ia juga dihukum.
"Lo dihukum juga?" Tanya Kenzi sambil berdiri disamping Reyhan dan memulai hukumannya.
"Iya" jawab Reyhan singkat.
Sudah 30 menit mereka berdiri disitu. Matahari semakin terik membuat tubuh mereka bercucuran keringat.
"Duh panas banget sih" Lirih Kenzi tapi masih bisa didengar oleh Reyhan, sesekali ia mengusap Keringatnya menggunakan sapu tangan yang ia bawa. Sesaat kemudian, Kenzi tidak merasakan panas sinar matahari membakar kulitnya. Ia mendongakkan kepalanya, terlihat wajah tampan Reyhan yang berdiri di depannya menghalau sinar matahari agar tidak mengenai Kenzi.
"Udah gak panas kan?" tanya Reyhan.
"Iya, tapi kan punggung lo yang kepanasan" ucap Kenzi.
"Udah gapapa" Jawab Reyhan sambil tersenyum.
"Duh jantung gue dangdutan. Reyhan ganteng banget sih kalo kayak gini. Arghhh....mikir apaan sih gue" batin Kenzi sambil terus menatap Reyhan intens.
Cukup lama mereka dalam posisi seperti ini, hingga tiba² Kenzi merasakan tubuhnya lemas dan kepalanya berkunang-kunang. Mungkin karena dia tak sempat sarapan tadi. Kenzi memegangi kepalanya, Reyhan yang melihat itu jadi Khawatir.
"Ken lo nggak papa?" Tanya Reyhan cemas.
"Gue nggak papa kok" sahut Kenzi sambil memaksakan senyumnya. Tiba2 ia merasa sekelilingnya gelap dan
Brughh
Kenzi pingsan dan terjatuh dipelukan Reyhan. Dengan sigap Reyhan menangkapnya dan membawa ke pangkuannya.
"Ken, Kenzi...heyy...sadar dong. Ken please buka mata lo" Ucap Reyhan sambil menepuk-nepuk pipi Kenzi. Tak ada jawaban, membuat Reyhan kalang kabut. Apalagi kondisi lapangan yang sepi karena ini waktunya pembelajaran. Reyhan langsung menggendong Kenzi ala bridal style untuk membawanya ke uks.
Sesampainya di Uks, perlahan ia membaringkan tubuh Kenzi di atas brankar. ia lalu mengambil minyak kayu putih dan mengoleskannya di hidung dan tengkuk Kenzi. Setelah selesai, ia menggeser kursi dan mendudukkan dirinya di samping brankar Kenzi. Terlihat sorot kekhawatiran yang mendalam di mata Reyhan. ia lalu menggenggam tangan Kenzi dengan erat seakan tak ingin gadis itu pergi.
Selang beberapa menit, Kenzi membuka matanya. ia mengedarkan pandangannya sambil memegangi kepalanya yang masih pusing. Hal pertama yang dia lihat adalah sosok Reyhan yang tersenyum kearahnya.
"Lo udah sadar?" Tanya reyhan.
"Hah?" tanya Kenzi cengo.
"Lo tadi pingsan di lapangan, trus gue gendong kesini. Gimana, badan lo masih sakit nggak?, kepala lo pusing?, perut lo mual?, atau apa? lo bilang sama gue"beo Reyhan.
"Gue nggak papa kok. Cuma lemes aja gara² belum sarapan" jelas Kenzi sambil menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang.
"Yaudah kalo gitu gue beliin lo makanan dulu. lo tunggu disini" Ucap Reyhan.
"Nggak us.." belum sempat Kenzi menyelesaikan ucapannya, Reyhan sudah terlebih dahulu ngacir ke kantin. Kenzi tersenyum simpul.
Tak begitu lama, Reyhan sudah kembali sambil membawa 1 box nasi goreng dan 1 cup teh hangat.
"Nih makananya sudah datang" seru Reyhan sambil duduk di samping ranjang Kenzi.
"Yaudah siniin makanannya" Kenzi hendak mengambil makanan itu tapi dihalangi oleh Reyhan.
"Gak, gue yang suapin lo" Ucap Reyhan.
"Nggak usah, gue bisa makan sendiri" Tolak Kenzi.
"Gue nggak menerima penolakan" Tegas Reyhan sedangkan Kenzi hanya mendengus malas.
"Aaaa buka mulut lo" ucap Reyhan sambil menyodorkan satu sendok nasi goreng ke mulut Kenzi, Kenzi pun menerimanya.
"Udah gede, makan kok masih belepotan" Kekeh Reyhan. ia pun membersihkan bibir kenzi yang terkena noda makanan dengan ibu jarinya. Kenzi tertegun mendapat perlakuan manis dari Reyhan, jantungnya serasa ngefly di tempat. Tak sengaja, manik mata hitam pekat milik Reyhan menatap Manik biru laut milik Kenzi. Begitu pun sebaliknya. Tak terasa terukir sebuah senyuman dibibir mereka berdua.
Kenzi mengalihkan pandangannya dari Reyhan.Menatap Reyhan terlalu lama, tidak baik untuk kesehatan Jantungnya.
"Nih makan lagi" Ucap Reyhan memecah keheningan. Lalu ia kembali menyuapkan nasi goreng ke mulut Kenzi.
"Lo juga belum sarapan kan, jadi lo juga harus makan bareng gue" Ucap Kenzi. Ia merebut Box nasi goreng dari tangan Reyhan lalu bergantian menyuapkan nasi goreng ke mulut Reyhan. Reyhan tersenyum lalu menerima suapan dari Kenzi. Alhasil mereka makan dari sendok yang sama.
**Aaaa so sweet, author jomblo jadi iri 😂.
Tandai typo....budayakan like setelah baca ya guys. Sebagai salah satu bentuk apresiasi untuk tangan author yang pegel ngetik 😂.
happy Reading.😘**