
Kenzi duduk di kursi taman mansionnya sambil bermain ponsel untuk mengurangi rasa jenuh karena menunggu Reyhan yang tak kunjung datang. ia melirik jam tangannya, sudah 20 menit lamanya ia menunggu namun pemuda itu tak kunjung menunjukkan batang hidungnya.
"Reyhan belum dateng?" Devano tiba-tiba datang dan langsung duduk di samping Kenzi.
"Belum" jawab Kenzi. Devano manggut-manggut mengerti. ia menengok ke samping untuk menatap Kenzi.
"Reyhan gak pernah nyakitin lo kan?" tanya Devano dengan wajah serius. Kenzi menoleh kearah Devano, menatap lekat ke wajah rupawan kakak tercintanya.
"Nggak kok Bang, dia baik kok. Sejauh ini, gak ada masalah serius antara gue dan Reyhan." jawab Kenzi. Devano merangkul bahu Kenzi hingga kepala gadis itu bersandar di dadanya.
"Lo adalah adek paling nyebelin yang pernah ada!" Kenzi mencebikkan bibirnya saat mendengar ucapan Devano, namun ia hanya diam menunggu reaksi selanjutnya dari pemuda itu.
"Tapi gue sayang sama lo, sayang....banget. Kenzia my little princess hehee. Gak ada yang boleh nyakitin princess gue, cuma gue yang boleh" Devano terkekeh dengan ucapannya sendiri, Kenzi mencubit pinggang Devano dengan kesal hingga pemuda itu meringis kesakitan.
"Dasar abang luckn*t!!" cebik Kenzi, Devano tertawa kecil dibuatnya.
"Tapi beneran kok!! gue nggak rela liat lo disakitin sama siapapun!. Apalagi Reyhan. Dulu dia udah terang-terangan ngakuin lo sebagai pacar di depan gue, dan dia juga minta supaya gue izinin hubungan kalian. Gue turutin itu, asalkan dia nggak nyakitin princess kecilku ini. Kalo lo bahagia, gue ikut bahagia. Kalo lo sakit, gue jauh lebih sakit lagi. Lo adalah cinta kedua gue setelah mommy, Ken. Gue mau lo selalu bahagia, dengan siapapun itu. Dan kalo sampek Reyhan nyakitin lo, lo tau kan harus mengadu ke siapa dulu?" ucap Devano lembut sambil tersenyum dan menunduk untuk menatap wajah adiknya.
Kenzi tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Devano.
"Ya, lo adalah tempat pertama yang selalu gue datengin saat gue seneng, sedih, dan terluka. Lo adalah sandaran gue sejak dulu, Bang. Abangku yang tersayang...." ucap Kenzi. Devano mengelus rambut Kenzi dengan sayang. ia selalu suka saat Kenzi bermanja-manja padanya seperti ini.
"Andai lo bukan adek gue, mungkin lo udah gue jadiin pacar sejak lama. Huh, tapi ternyata tuhan malah ngeribetin kisah cinta gue dan malah jadiin lo sebagai adek. Anjim emang!" ucap Devano ngaco yang membuat Kenzi tertawa. ia melepas pelukannya.
"Cari pacar sana!!,....daripada halu mulu, sampek-sampek adek sendiri mau dijadiin pacar!" ledek Kenzi dengan wajah minta ditinju. Devano berdecak kesal, ia mengacak-acak rambut Kenzi hingga berantakan.
"DEVANO......Anjing lo ya!!!!" sentak Kenzi dengan kesal. Sedangkan Devano langsung berlari masuk ke dalam mansion sebelum mendengar teriakan Kenzi yang cetar membahana dan dapat membuat gendang telinga jebol saat itu juga.
Dengan kesal, Kenzi merapikan rambutnya kembali diiringi mulutnya yang komat-kamit mencibir kakaknya yang nggak ada akhlak.
"Kalo bukan kakak gue, udah gue lempar lo ke kandang dugong, Bang!!. Biar jadi dayangnya sekalian!" gumam Kenzi kesal.
Tinn...tin..
Suara klakson mobil menghentikan aksi menggerutu Kenzi. Ia segera menoleh ke depan gerbang. Dan benar saja, Reyhan melambaikan tangannya lewat kaca mobil yang terbuka. Kenzi cepat-cepat menghampiri Reyhan. Tanpa banyak bicara, Kenzi segera masuk ke dalam mobil itu.
"Maaf ya nunggu lama, tadi di jalan macet banget soalnya" ucap Reyhan yang merasa tak enak hati karena telah membuat Kenzi menunggu. ia menyadari hal itu karena memang saat ini sudah lewat dari jam yang ia janjikan kepada Kenzi tadi.
"Ya, kamu telat 30 menit. Dan kamu harus terima hukuman!" ucap Kenzi dengan nada kesal.
"Kejam banget sama pacar sendiri!" cebik Reyhan. ia mulai menginjak pedal gas dan mobil berjalan dengan kecepatan normal.
"Bodo!" jawab Kenzi acuh yang membuat Reyhan memutar bola matanya malas.
"Oh ya, kita ke rumah Sella dulu loh. Jangat lupa!" ucap Kenzi sambil menoleh kearah Reyhan.
"Tadi dia udah shareloc rumahnya ke aku, jadi kita kesana dulu" tambahnya.
"Kamu kenapa sih kok izinin aja dia gabung sama kita?!, jujur aku nggak terlalu srek sama dia!" jawab Reyhan sambil menoleh sebentar ke Kenzi lalu kembali fokus menyetir.
Kenzi menghela nafas panjang.
"Rey, menurut aku dia baik kok. Buktinya dia tadi nolongin aku. Kalo dia tadi nggak nolongin aku, mungkin tadi aku udah......ya gitu lah. Pokoknya aku udah anggep dia sebagai sahabat Rey, jadi nggak ada alasan buat aku untuk nggak suka sama dia!" jawab Kenzi.
"Ya itu terserah kamu!. Aku cuma mau ngingetin, orang yang baik di depan, belum tentu baik di belakang. Terkadang, orang yang kamu anggap sebagai rekan itu justru adalah musuh kamu yang sebenarnya!" ucap Reyhan dengan serius tanpa menoleh kearah Kenzi. Kenzi terdiam sejenak memikirkan ucapan Reyhan.
"Aku ngerti kok maksud kamu, tapi bolehkan aku berteman sama dia?!. Toh selama ini dia nggak nunjukin sikap yang aneh-aneh ke kita semua" ucap Kenzi berusaha meyakinkan Reyhan. Lebih tepatnya meyakinkan dirinya sendiri, meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.
Reyhan menghela nafas sejenak. Di depan lampu merah, ia menghentikan mobilnya.
"Aku harap penilaian kamu kali ini nggak salah" ucap Reyhan penuh arti. Kenzi mengangguk dengan senyum yang dipaksakan. Lampu kembali hijau, Reyhan pun kembali melajukan mobilnya.
Kini mobil Reyhan dan Kenzi berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar. Rumah ber-cat putih itu terlihat bersih dan asri dengan pepohonan di sekitarnya. Sella menghampiri mereka dengan senyum.
"Hay!" sapa Sella.
"Hay..." sahut Kenzi, sedangkan Reyhan hanya diam.
"Ya udah yuk!!, berangkat sekarang. Si Tasya keburu ngoceh kalo kita kelamaan dateng!" ajak Kenzi.
"Emm, Ken. Gue boleh duduk di depan nggak?. Soalnya gue selalu mual kalo duduk di belakang" pinta Sella.
Kenzi menatap Reyhan yang juga menatapnya. Mereka sama-sama memberi tatapan memohon. Reyhan memohon agar Kenzi tidak mengizinkan Sella duduk di depan, sedangkan Kenzi memohon agar Reyhan mengiyakan permintaan gadis itu.
"Iya, gapapa kok" jawab Kenzi yang membuat Reyhan mendelik kesal.
"Gapapa Rey?" tanya Sella pada Reyhan.
"Terserah!' ketus Reyhan dan langsung melangkah pergi masuk ke dalam mobil.
Sella dan Kenzi sama-sama menatap kepergian Reyhan.
"Udah, gapapa kok. Yuk masuk!" ajak Kenzi. Sella mengangguk. Mereka masuk ke dalam mobil. Sella duduk di samping kursi kemudi sedangkan Kenzi duduk di kursi belakang.
Reyhan hanya diam membisu, ia kemudian melajukan mobilnya menuju rumah Tasya. Tak ada percakapan yang tercipta, tiga makhluk itu hanya diam membisu. Reyhan dengan wajah datarnya fokus menyetir, sedangkan Sella, gadis itu sesekali mencuri-curi pandang pada Reyhan. Senyuman tipis terbit di bibir mungilnya.
Hal itu tak luput dari penglihatan Kenzi. ia memang memegang ponsel, tapi matanya dengan teliti mampu melihat keadaan sekitar tanpa harus melihatnya secara terang-terangan.
Aku harap penilaian kamu kali ini nggak salah
Ucapan Reyhan kembali terngiang-ngiang di kepala Kenzi. ia pun segera menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan fikiran-fikiran negatif yang tak memiliki bukti.
"Semua akan baik-baik aja!" yakin Kenzi dalam hati.
Mobil Reyhan berhenti di depan rumah Tasya. Gadis itu sudah menunggu di halaman rumahnya. Kenzi, Reyhan, dan Sella turun dari mobil bertepatan dengan Tasya yang menghampiri mereka.
"Wellcome to my home, guys!" girang Tasya karena ini pertama kalinya Kenzi datang ke rumahnya.
"Wiih, gue dateng langsung disambit!" ucap Kenzi sambil terkekeh.
"Disambut, dodol!!" tukas Tasya kesal. Kenzi tertawa dibuatnya.
"Yaudah ayok masuk!" ajak Tasya. ia berjalan di depan bersama Kenzi sedangkan Sella dan Reyhan berjalan di belakang mereka.
Dan disini lah mereka sekarang. Di taman belakang rumah Keluarga Dirgantara. Empat remaja itu duduk melingkar di atas tikar dengan peralatan dan tanah liat di depannya.
"Si Farhan nggak dateng?" tanya Reyhan
"Nggak, katanya dia ada urusan mendadak jadi nggak bisa dateng" jawab Tasya.
"Ohh, terus sekarang kita bikin apa?" tanya Kenzi.
"Gucci aja gimana?" usul Sella.
"Nah, boleh tuh. Gucci kan agak gampangan dikit buatnya" jawab Tasya sambil terkekeh.
"Yaudah siniin bahannya, biar gue yang bikinin" ucap Reyhan.
"Emang lo bisa?" tanya Tasya dengan wajah seolah tak percaya.
"Yeee, lo jangan ngeremehin gue ya!. Keturunan Raymond Alexander itu punya darah seni yang kental" ucap Reyhan menyombongkan dirinya.
"Iyain biar cepet!" sahut Kenzi dan Tasya bersamaan. Reyhan terkekeh melihat kekompakan kekasih dan sahabatnya itu
"Ken, temenin gue ambil cemilan di dalem yuk!" ajak Tasya.
"Yuk!" Kenzi segera berdiri dari duduknya diikuti Tasya. Mereka lalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Reyhan dan Sella di halaman belakang.
"Mau gue bantu nggak?" tanya Sella memecah keheningan. Reyhan bergeming, ia menoleh kearah Sella.
"Ambilin tanah liat dikarung itu!" ucap Reyhan seraya menunjuk sebuah karung berukuran sedang yang berisi tanah liat dibawah sebuah pohon. Sella mengangguk, ia berjalan kearah pohon itu. Diangkatnya karung yang dimaksud oleh Reyhan. Namun ekspektasinya tentang karung itu tidak sesuai dengan realita. Karung itu sangat berat hingga Sella kesusahan untuk membawanya.
Reyhan menyunggingkan senyuman sinis saat melihat Sella kesusahan. ia memang sengaja melakukan itu untuk memberi pelajaran agar gadis itu tak selalu mencari perhatian terhadap dirinya.
Merasa kasihan melihat Sella yang nampak mulai kelelahan, Reyhan berdiri dan berjalan menghampiri gadis itu.
"Kalo emang nggak bisa, nggak usah sok-sokan!" sindir Reyhan seraya membantu Sella membawa karung. Sella terkesiap melihat Reyhan yang membantunya. ia menatap wajah pemuda itu dengan lekat. Karena terlalu fokus dengan Reyhan, Sella tidak terlalu mengamati jalan hingga kakinya tersandung batu. Tubuhnya hampir terjatuh, dengan sigap Reyhan melepas pegangannya pada karung tanah liat itu dan beralih memegang pinggang Sella agar gadis itu tidak terjatuh.
Sella tertegun melihat wajah Reyhan dari dekat. Wajah mereka dekat, sangat dekat. Mereka saling tatap dalam diam. Kenzi tiba-tiba datang sambil membawa nampan berisi minuman segar. Langkahnya yang tadi lebar-lebar kini berhenti seketika saat dirinya melihat Reyhan berpelukan dengan gadis lain. Hatinya terasa seperti teriris-iris melihat kejadian itu. Kenzi menunduk sambil menggigit bibir bawahnya.
"Ekhem!!" deheman Kenzi membuyarkan lamunan Reyhan dan Sella. Reyhan sangat terkejut saat melihat Kenzi yang tengah menatapnya. Dengan gerakan kilat, Reyhan langsung melepas pegangannya dari pinggang Sella.
"Ken, aku bisa jelasin!. Ini nggak seperti yang...-
"Gue bawain minuman dari nyokapnya si Tasya, nih diminum" potong Kenzi lalu meletakan nampan itu diatas tikar. Reyhan menatap Kenzi dengan tatapan bersalah. Gadis itu memang bersikap biasa saja, namun Reyhan tau bahwa Kenzi memendam rssa yang dirasakan saat ini.
Tasya kemudian datang sambil membawa nampan berisi makan ringan.
"Nih guys, nyokap gue yang buatin. Spesial!" ucap Tasya sambil meletakkan nampan itu. Semua hanya terdiam. Hal itu membuat Tasya bingung.
"Kalian kenapa sih?" tanya Tasya dengan kening mengkerut.
"Kita mulai buatnya sekarang aja yuk, biar cepet selesai!" Kenzi mengalihkan pembicaraan sambil memaksakan senyuman di bibirnya. Tasya mengamati wajah Kenzi. Sekuat apapun gadis itu menutupinya, Tasya tetap tau apa yang dirasakan Kenzi saat ini.
"Apa terjadi sesuatu?" batin Tasya.
"Biar gue aja yang bikin" Reyhan mulai membuat gucci itu menggunakan bahan dan peralatan yang sudah di sediakan oleh Tasya. Dan dengan lihainya, Reyhan mengoleskan tanah liat itu ke cetakan dan memutar-mutarnya.
Sella terus mengamati setiap gerakan Reyhan. ia kemudian menunduk untul menyembunyikan senyumannya. Kenzi yang melihat itu langsung menggenggam kuat jemari tangannya berusaha untuk menahan emosi dan tidak berbuat hal yang memalukan di rumah orang.
"Semua akan baik-baik aja!" yakin Kenzi pada dirinya sendiri.
Tasya melihat kearah Kenzi yang nampak menahan amarah. ia mengikuti arah pandang gadis itu. ia beralih menatap Sella yang nampak menahan senyuman sambil menatap Reyhan.
"Nggak, Nggak, Nggak..Gue harap, hal itu nggak terjadi!"
******
Sepulang dari rumah Tasya, tak ada percakapan antara Reyhan dan Kenzi. Mobil berjalan diiringi keheningan. Reyhan melirik ke Kenzi yang sedang menatap keluar jendela tanpa mau menatapnya.
Reyhan mengulurkan tangan kirinya untuk menggenggam tangan Kenzi. Namun hal itu langsung ditepis oleh Kenzi. Reyhan menghela nafas berat saat melihat sikap acuh Kenzi terhadapnya.
"Sayang, maaf..." ucap Reyhan dengan lembut. ia tau ia salah, dan ia mengakui hal itu. Kenzi tak menjawab, ia hanya diam.
"Aku tau kamu marah, tapi ini nggak seperti yang kamu pikirin...! Aku tadi cuma nolongin dia, tadi...-
"Stop Rey!!, anter aku pulang!" potong Kenzi tanpa menoleh. Reyhan kembali menghela nafas panjang. ia pun diam dan kembali fokus menyetir.
Mobil Reyhan sudah terparkir di depan gerbang mansion Kenzi. Kenzi melepas sabuk pengamannya dan bergegas turun tanpa mengucapkan sepatah katapun. Reyhan dengan sigap ikut turun, dengan setengah berlari Reyhan menyusul Kenzi dan langsung mencekal tangan gadis itu. Kenzi berhenti tanpa berbalik.
"Ken, please jangan gini!. Aku bisa jelasin semuanya.... Dia tadi hampir jatoh, dan aku cuma bantu dia aja nggak lebih!" jelas Reyhan dengan wajah memelas
Kenzi membalikan badanya untuk menatap pemuda itu.
"Haruskah dengan memeluk?" sinis Kenzi.
"Terus kalo nggak gitu harus gimana lagi buat nolonginnya, Ken?" ucap Reyhan yang mulai frustasi.
"Ya apa gitu!! Atau biarin aja dia jatoh!. Kamu harus inget Rey, kamu itu udah punya pacar!! Bilang aja kamu emang kegatelan pas liat cewek cantik!!. Alah udahlah, capek aku ngomong sama kamu!" sentak Kenzi dengan kesal. ia segera masuk tanpa memperdulikan Reyhan yang terus memanggil namanya.
Reyhan menatap punggung Kenzi yang semakin menjauh dan kemudian menghilang seiring pintu tertutup.
"Arghhh!!" teriak Reyhan kesal sambil mengacak rambutnya frustasi. Ini adalah kali pertama ia bertengkar sampai bermarahan dengan Kenzi. Dan ia tak sanggup akan hal itu. Reyhan kemudian memilih masuk ke dalam mobilnya dan pergi menuju mansionnya sendiri.
**Hay semua, author comeback nihhh.. Atas nama aku pribadi, aku mau mengucapkan selamat hari raya imlek bagi yang merayakan 📣
Happy reading untuk semua, jangan lupa like, coment and vote ya...
see you next time**:)