Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
With Boyfriend



Tak bisa dipungkiri jika hari minggu adalah hari yang paling membahagiakan bagi hampir seluruh umat manusia. Salah satunya adalah Kenzi dan Reyhan. Dua sejoli ini berjalan bersama mengelilingi taman. Suasana pagi yang agak dingin tak berpengaruh pada Kenzi saat telapak tangan gadis itu digenggam hangat oleh tangan Reyhan.


"Mau sarapan dimana?" tanya Reyhan sambil menatap Kenzi disampingnya.


"Mau bubur ayam" jawab Kenzi antusias. Reyhan tersenyum lalu mengacak rambut gadis itu gemas.


"Sesuai permintaan princess" ucap Reyhan.


"Kamu beli sendiri aja, aku tunggu disini. Capek Rey..." rengek Kenzi seperti anak kecil.


Reyhan menghela nafas panjang, tidak ada pilihan lain selain menuruti permintaan Tuan putrinya.


"Oke, kamu tunggu disana. Jangan kemana-mana!" ucap Reyhan sambil menunjuk kursi taman yang terletak di bawah pohon rindang. Kenzi mengangguk dengan senyum. ia berjalan ke kursi yang ditunjuk Reyhan dan duduk tenang disana. Setelah memastikan Kenzi aman, Reyhan pergi mencari tukang bubur ayam seperti pesanan Kenzi.


Cukup lama ia berkeliling, akhirnya ia menemukan penjual bubur dipinggir jalan. Dengan cepat, Reyhan langsung menuju penjual itu.


"Pak, bubur ayam dua porsi" Reyhan berucap bersamaan dengan seseorang. ia menengok kesamping bersamaan dengan orang itu yang juga melihatnya.


"Sella" ucap Reyhan.


"Hay" sapa Sella sambil tersenyum. Reyhan hanya membalas dengan anggukan.


"Jadi siapa dulu nih yang saya buatkan?" tanya penjual itu.


"Cowok ini dulu aja pak, saya setelah dia aja gapapa" jawab Sella.


"Lo beneran gapapa?"tanya Reyhan yang merasa tak enak hati.


"Udah santai aja!" jawab Sella sambil tersenyum.


"Oke" ucap Reyhan singkat. ia beralih menatap penjual itu yang sangat lihai dalam melayani pembeli.


"Sendirian aja, mau gue temenin?" ucap Sella bergurau. Reyhan menoleh kearahnya.


"Nggak perlu, gue sama Kenzi" jawab Reyhan. ia kemudian kembali menatap depan.


"Ohh, gue kirain lo sendirian" ucap Sella yang tak direspon sama sekali oleh Reyhan.


"Btw, gue boleh gabung nggak?" tanya Sella lagi. Reyhan menghela nafas panjang. ia menatap Sella dengan wajah datar tanpa ekspresi.


"Gue paling nggak suka sama yang namanya pengganggu!..dan gue harap, lo cukup sadar diri sama pertanyaan yang lo tanyain ke gue, Rosella!" ucap Reyhan dingin.


"Mas ini pesanannya" ucap penjual itu sambil menyerahkan dua box bubur ayam yang sudah dibungkus kantong plastik. Reyhan mengalihkan pandangannya dari Sella.


"Ini uangnya pak" ucap Reyhan seraya menerima box itu dan menyerahkan selembar uang seratus ribuan.


"Waduhh, belum ada kembalian mas" ujar penjual itu.


Reyhan tersenyum lalu meletakkan uangnya di tangan sang penjual.


"Kembaliannya buat bapak aja" ucap Reyhan.


"Tapi mas, ini...-


"Saya permisi ya pak, semoga dagangannya laris manis" potong Reyhan lalu berlalu pergi meninggalkan penjual itu yang masih terbengong. Setelah kesadarannya kembali, penjual itu menatap Reyhan yang sudah berjalan agak jauh dari tempatnya.


"Mas, terimakasih ya!!" teriak penjual itu yang pasti sudah tidak terdengar oleh Reyhan.


Semua kejadian itu tak lepas dari pengamatan Sella. Gadis itu menatap punggung Reyhan yang semakin menjauh.


"Goodboy"


*****


Kenzi duduk sambil memainkan ponselnya. Karena merasa bosan, ia membuka aplikasi intagram yang ia miliki. Akun IG miliknya sudah mencapai 2.5 juta followers, sedangkan akun yang ia follow hanya sekitar 20 akun. Dan itu hanya akun milik Reyhan, keluarga dan sahabat-sahabatnya.


Saat ia men-scrool beranda, tak sengaja ia menemukan akun atas nama "R'Sella_Florenz". Iseng-iseng, Kenzi melihat akun milik Sella. Disana banyak postingan yang dibuat oleh gadis itu. Foto-foto bersama keluarga dan teman lama juga ada disana. Akun IG milik Sella memiliki 1 jt followers dan ada sekitar 60 akun yang ia follow. Kenzi sedikit terkejut saat nama Reyhan masuk dalam daftar akun yang diikuti oleh Sella sedangkan temannya yang lain tidak. Namun Kenzi tak mau berprasangka buruk.


"Mungkin cuma kebetulan" gumam Kenzi.


ia kemudian keluar dari akun Sella dan beralih melihat-lihat akun artis idolanya.


"Baby, I'm coming!!" Reyhan tiba-tiba datang dan langsung duduk disamping Kenzi.


"Lama banget sih!" cebik Kenzi sambil menatap sebal kearah Reyhan.


"Kan belinya agak jauh Ken, aku nyari ini juga susah lho" jawab Reyhan memberi pengertian.


"Ya ya ya, makasih ya my boyfriend, my love, and my prince. You are the best" sahut Kenzi sambil mencubit kedua pipi Reyhan.


"Demen banget nyubitin pipi orang!!. Tapi demi kamu, jangankan cubit pipi, cium bibir pun aku kasih" ucap Reyhan sambil terkekeh.


Kenzi melepas cubitannya dari pipi Reyhan dan beralih memukul dada pemuda itu agak keras hingga membuat ia meringis.


"Modus deh!!" tukas Kenzi dengan mata melotot kearah Reyhan. Reyhan tertawa kecil melihat wajah Kenzi.


"Emang kalo aku kasih, kamu nggak mau?" goda Reyhan dengan senyum jahilnya. Dengan kesal, Kenzi mencubit pinggang Reyhan dengan agak keras.


"Aws sakit, sayang" ringis Reyhan sambil mengelus pinggangnya yang terasa panas karena cubitan Kenzi.


"Sadis banget jadi cewek, gue jadiin bini juga lama-lama" gumam Reyhan kesal. Kenzi sebenarnya mendengar apa yang pemuda itu katakan, namun ia bersikap seolah tak mendengar apapun dan terus melanjukan makannya.


*******


Kenzi dan Reyhan duduk bersandingan ditepi pantai. Menikmati angin sejuk dan deburan ombak yang menerpa tubuh mereka. Waktu sudah agak sore, namun dua sejoli ini belum ada niatan untuk pulang ke rumah.


Reyhan bangkit dari duduknya, Kenzi yang tadinya menyandarkan kepalanya di bahu Reyhan langsung mendongak menatap pemuda itu penuh tanya.


"Kenapa?" tanya Kenzi.


Reyhan menunduk untuk menatap Kenzi.


"Kamu tunggu disini, cuma sebentar kok" setelah mengucapkan itu, Reyhan pergi ngacir entah kemana. Kenzi yang masih bingung hanya mendengus malas melihat tingkah kekasihnya. Tak mau ambil pusing, Kenzi berjalan ke bibir pantai. Diambilnya sebuah ranting kayu yang tergeletak disana. ia menggoreskan ranting itu ke pasir menuliskan sesuatu disana.


Hingga karyanya selesai, Kenzi mengamati hasil karyanya.


Renzi Forever ♡


Always Renzi and Only Renzi


Kenzi melihat ada gulungan ombak yang datang dari kejauhan. Ombak itu semakin dekat, semakin dekat, dan sangat dekat hingga akhirnya menyapu tulisan yang Kenzi buat. Sudut bibir Kenzi membentuk sebuah senyuman tipis.


"Aku harap, hubungan kita nggak seperti tulisan ini Rey. Yang harus hilang dan musnah hanya karena sebuah ombak kecil. Aku harap, hubungan kita bisa seperti batu karang. Yang tetap kuat walau diterjang oleh ombak dan badai" gumam Kenzi.


Kenzi merasa ada sesuatu yang menimpuk kepalanya. Saat ia melihat ke bawah, ada sebuah kertas kecil yang tergeletak disamping kakinya. Kenzi mengambil kertas itu lalu membacanya.


*untuk tuan putri cantik dipinggir pantai ♡*



*Ikuti langkahku, dan percaya padaku.



\#9 langkah ke utara*


Kenzi membaca surat itu, keningnya berkerut saat melihat isinya. ia mengamati sekitar, hanya ada beberapa orang disana yang sedang bersenang-senang dengan keluarga masing-masing. Tak mau ambil pusing, Kenzi mengikuti intruksi sesuai dengan isi dari surat yang ia bawa.


"Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan" Kenzi menghitung langkahnya. Hingga dia berhenti di depan sebuah pohon yang besar namun berdahan pendek. Tepat di depan wajahnya, ada sebuah kertas yang tergantung disana. Kenzi mengambil kertas itu lalu membacanya.



*Si cantik yang penurut ♡



Kebahagiaan itu butuh proses dan perjuangan. Setiap langkah yang kamu ambil adalah sebuah proses, salah satunya proses untuk menemukanku.



\#20 langkah ke timur*



Kenzi kembali mengikuti intruksinya. ia melangkah sesuai arahan dari surat yang ia baca. Setelah 20 langkah ia ambil, Kenzi berhenti di depan sebuah karangan bunga. Ada sebuah bunga yang di letakkan paling atas diantara bunga-bunga yang lain.


*Ambil aku*


Kenzi mengambil bunga mawar yang terdapat tulisan tersebut. Dibawah bunga itu, ternyata ada tulisan lagi. Kenzi mengambilnya.


*Sedikit lagi, sayang


Dan kita, akan bersama



\#10 langkah ke selatan*


Lagi-lagi Kenzi mengikuti petunjuk surat itu sambil membawa setangkai bunga mawar merah ditangannya. Kenzi melangkah sebanyak langkah yang tertulis disurat itu. Hingga dia berhenti. Netranya melihat sekumpulan anak kecil tengah tertawa sambil berlarian membawa layangan. Kenzi ikut tertawa melihat tingkah lucu mereka.


"Kak!..." seorang anak kecil laki-laki memanggil Kenzi sambil menarik ujung kaos yang Kenzi kenakan. Kenzi melihat bocah itu, ia kemudian berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan bocah itu.


"Kenapa, dek?" tanya Kenzi lembut. Dengan senyum, bocah itu menunjuk keatas. Kenzi mengikuti arah tunjuk bocah itu.ia baru menyadari jika disetial layangan yang dibawa oleh anak-anak itu terdapat satu huruf yang tertulis disana.


Anak-anak itu berbaris dengan rapi. Kenzi berdiri sambil menyusun setiap huruf yang tertulis disana.


I-L-O-V-E-Y-O-U-K-E-N-Z-I-A


Kenzi tersenyum lebar saat membaca tulisan itu secara lengkap.


"Kamu suka?" suara bariton terdengar dari belakang Kenzi. Kenzi bisa menebak suara siapa ini. Dengan cepat, ia membalikkan badannya dan langsung memeluk Reyhan erat.


"I love you too, I love you so much" ucap Kenzi sambil memeluk erat pinggang Reyhan. Reyhan tersenyum lalu mengelus rambut panjang Kenzi.


"Kamu tau?, memiliki kamu adalah hal terindah yang pernah aku rasain. Only you in my heart, baby. Hanya kamu, Kenzia" bisik Reyhan ditelinga Kenzi. Kenzi tersenyum dalam pelukannya, ia meregangkan pelukannya lalu mendongak untuk menatap Reyhan.


"Sekarang aku tau, kalo kamu itu ternyata lebih romantis dari dilan" ucap Kenzi sambil terkekeh. Reyhan ikut tertawa, ia kembali menarik Kenzi ke dalam pelukannya. Rasanya ia tak mau lepas dari gadis ini. Cintanya cukup untuk Kenzia, dan hanya untuk Kenzia.