
Kenzi dan Reyhan berjalan beriringan menuju kelas Kenzi. Setiap gerakan mereka tak lepas dari kamera pengawas para murid SMA Dharma Bangsa. Tapi bukan Kenzi dan Reyhan namanya jika memperdulikan tatapan mereka. Duo santuy itu terus berjalan seolah tak melihat dan mendengar apapun.
"HALLO EVERYBODY" Teriakan Kenzi menggelegar saat dirinya tiba di kelas X Ipa 1.
"Anjayy, toa berjalan dateng" ucap Andien sambil menggosok-gospng kupingnya yang terasa pengang.
"Sekate-kate banget lo ngomong, orang suara gue merdu gini kok dibilang toa" sahut Kenzi.
"Iya suara lo merdu, MERusak DUnia" timpal Renata sambil tertawa. Yang lainnya ikut tertawa saat mendengar ucapan Renata.
"Cih, dasar temen durjana" desis Kenzi dengan muka cemberut.
"Udah sayang, anggep aja angin lewat. Gak usah digubris" ucap Reyhan sambil merangkul pundak Kenzi. Kenzi menoleh ke arah Reyhan dengan senyum manisnya.
"SAYANG?!" pekik Renata, Tasya, dan Andien bersamaan. Mereka kompak menatap ke arah Kenzi dan Reyhan.
"KALIAN PACARAN?" Ucap mereka serempak lagi. Reyhan dan Kenzi mengangguk dengan senyum. Renata, Tasya, dan Andien melebarkan mata selebar-lebarnya saat mendengar pengakuan Reyhan dan Kenzi.
"Omg gue nggak mimpi kan?" ucap Tasya sambil menepuk-nepuk pipinya.
"Pj-nya coyy" seru Andien.
"Iya, ntar gue traktir permen satu-satu" balas Kenzi dengan kekehan.
"Dih traktiran apaan tuh, tampang konglomerat masak cuma nraktir permen" hardik Renata.
"Tenang aja, ntar gue bonusin kacang" timpal Reyhan sambil tertawa bersama Kenzi.
"DASAR PASANGAN GILA" hardik Renata, Tasya, dan Andien bersamaan.
Ting....
Bel tanda masuk berbunyi, seluruh siswa SMA Dharma Bangsa berbondong-bondong masuk ke kelas masing-masing.
"Aku ke kelas dulu ya" ucap Reyhan lembut sambil mengusap pipi Kenzi dengan ibu jarinya.
"Iya, belajar yang semangat oke?!" Ucap Kenzi dengan senyum manisnya.
"Omg, gue jadi jomblo teraniaya disini" seru Andien dengan suara yang sengaja di keraskan.
"Maklum orang lagi kasmaran, serasa dunia milik berdua" timpal Renata.
"Yang lainnya mah ngontrak" sambung Tasya dan mereka bertiga tertawa bersama.
Tiba-tiba guru olahraga datang. Kelas yang tadinya ricuh menjadi hening seketika.
"Selamat pagi anak-anak" sapa Pak Ferry selaku guru olahraga.
"Pagi pak" all
"Loh Reyhan, ngapain kamu disini?"tanya Pak Ferry saat melihat Reyhan duduk di samping Kenzi.
"Lagi nemenin calon istri pak, takut digodain sama buaya" jawab Reyhan dengan cengir watadosnya. Kenzi memukul lengan Reyhan pelan.
"Apasih sayang..?" ucap Reyhan dengan nada manja dan menoleh kearah Kenzi. Kenzi melipat kedua tangannya diatas meja dan menyembunyikan wajahnya disana. Reyhan benar-benar membuatnya malu saat ini.
"Dasar anak muda, pacaran gak tau tempat. Ini itu tempat buat belajar bukan buat pacaran" tegas Pak Ferry.
"Lah, emang ini tempat buat belajar. siapa juga yang bilang ini tempat buat belanja" sahut Reyhan sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Kamu ini ya, udah salah pake ngebantah lagi. Kamu ini sama aja kayak Kenzi. Sama-sama susah diatur. Kenzi aja yang aneh mau sama cowok kayak kamu. Saya yakin, selain Kenzi pasti nggak ada yang mau sama kamu" ucap Pak Ferry.
"Gue colok juga tuh mata. Lo mau ambil dia?, baku hantam dulu sama gue!!" desis Kenzi dengan tatapan tak suka pada Ritta. Ritta yang ditatap seperti itu jadi takut dan segera mengalihkan pandangannya dari Reyhan.
"Reyhan, keluar dari sini sekarang!!" seri Pak Ferry dengan tatapan tajam kearah Reyhan
"Yah pak, saya kan pengen nemenin Kenzi" keluh Reyhan.
"Kamu keluar sendiri apa saya seret?!" Pak Ferry marah, bahkan rahangnya mengetat karna dia menahan emosi.
"Tenang Pak, saya bukan karung beras. Jadi gak usah diseret. Saya bisa jalan sendiri" jawab Reyhan santai.
"Sayang, aku keluar dulu ya. Jangan kangen!" pamit Reyhan. ia beranjak dari duduknya. Sebelum pergi, ia mencuri cium di pipi Kenzi lalu berjalan santai keluar kelas seperti tak terjadi apa-apa. Sedangkan Kenzi, ia masih terbengong sambil memegangi pipi kanannya. Siswa kelas X Ipa 1 menyoraki mereka berdua.
Setelah kejadian heboh itu, suasana Kelas X Ipa 1 kembali hening karena Pak Ferry sudah memperingati mereka semua. Pembelajaran mulai berlangsung dengan tertib.
~skip Kantin
Setelah menjalani olahraga yang melelahkan, kini The Most Wanted Girl SMA Dharma Bangsa sedang makan santuy di Kantin.
"Ken, ntar makanannya lo bayarin ya. Lo jan udah jadian sama Reyhan" ucap Renata disela-sela makannya.
"Makan aja, ntar biar gue yg bayar" jawab Kenzi membuat sahabatnya bersorak senang. Mereka memesan makanan sepuasnya, mumpung gratisan hehe 😂.
Tak lama, Kantin yang tadinya tenang mendadak ricuh oleh teriakan para siswi saat melihat kedatangan The Most Wanted Boy.
"Aaaa ganteng banget sih"
"Reza, senyummu bikin aku meleleh"
"Reyhan, Love you"
"Jangan gitu woy, dicincang Kenzi baru tau rasa lo"
"Vicky, sini dong aku traktir"
"Ariel....aku kangen"
dan masih banyak lagi ocehan para siswi saat melihat kedatangan 4 cowok kece itu. Sedangkan yang disoraki hanya acuh dan terus berjalan ke meja Kenzi dkk.
"Wihh, makan-makan nih!" seru Vicky saat dirinya sudah mendudukan dirinya di depan Kenzi dkk diikuti Reyhan dan yang lain.
"Iya, ditraktir sama Kenzi. PJ-nya dia sama Reyhan" jawab Renata. Sontak Vicky, Ariel, dan Reza menoleh kearah Reyhan yang sedang disuapi bakso oleh Kenzi. Mendapat tatapan seperti itu, Reyhan menghentikan aktivitas mengunyahnya.
"Iya" jawab Reyhan tanpa mendengar pertanyaan dari teman²nya karena dia sudah bisa menebak apa yang akan mereka tanyakan.
"Wahh parah lo. Jadian nggak ngomong-ngomong" ucap Reza sambil memukul kepala belakang Reyhan.
"Sakit bangst" kesal Reyhan sambil mengelus-elus kepalanya.
"Mana yang sakit?" tanya Kenzi lembut.
"Kepala aku sakit, habis dipukul sama babang Eza" Reyhan mengadu kepada Kenzi dengan nada manja.
"uuu sini aku elusin" Kenzi mengelus kepala Reyhan dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya terulur untuk mengeplak kepala Reza.
"Anjayy, pawangnya ngamuk" pekik Reza sambil mengelus kepalanya yang terasa panas. Sedangkan Reyhan tersenyum puas saat Reza kesakitan.
Tandai typo, jangan lupa like, coment and vote ya guys!!!!
Happy Reading 😘