Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
P3K



"RENATA!!" pekik mereka bersama. Semua langsung panik seketika saat mengetahui bahwa Renata tidak ada.


"Pak, ini gimana. Temen saya kurang satu!!" ucap Reyhan pada salah satu pemandu yang mengikuti mereka.


Pemandu itu melihat arlojinya seraya berkata.


"Ini sudah 2 jam 20 menit. Tangki oksigen sudah habis sejak 20 menit yang lalu. Seharusnya teman kalian sudah muncul dari tadi" ucap pemandu itu.


"Terus ini gimana dong....Kalo Renata kenapa-napa gimana?" cemas Tasya. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca saking khawatirnya.


"Tenang, Tas. Renata pasti baik-baik aja" ucap Andien sambil mengelus bahu Tasya berusaha menenangkan gadis itu padahal hatinya juga tidak tenang.


"Pak, lakuin sesuatu kek. Jangan diem aja!!" kesal Kenzi karena pemandu itu tak kunjung melakukan tindakan penyelamatan untuk Renata.


Byurr


Seketika semua langsung menoleh saat mendengar ads sesuatu yang terjatuh ke dalam air.


"Vickyy!!" teriak mereka bersama saat melihat Vicky menceburkan dirinya ke laut tanpa mengenakan peralatan apapun.


"Tuh anak gila kali ya!!" kesal Ariel.


"Yang satu belum ketemu, yang satunya lagi malah ikutan nyebur." timpal Tasya tak kalah kesalnya.


"Pak, lakuin sesuatu dong. Kalo bapak diem aja, temen saya keburu sekarat dalam air." Kenzi terus mendesak pemandu itu.


"Kami sudah menghubungi rekan kami mbak, karena saat ini peralatan yang kami bawa tidak memadai untuk melakukan penyelamatan. Jadi mohon bersabar sebentar" jelas pemandu itu.


Kenzi mengacak rambutnya frustasi saat mendengar penjelasan pemandu itu.


"Terus kita sekarang harus gimana?" tanya Andien pada teman-temannya dengan nada cemas.


"Mau gimana lagi, kita nggak ada pilihan lain selain menunggu. Kita berdoa aja semoga Vicky sama Renata nggak kenapa-napa" sahut Reyhan.


***


Di dalam air, Vicky berenang semakin dalam untuk menemukan keberadaan Renata.


"Lo dimana sih Ren, gue harap lo baik-baik aja"


Hingga akhirnya, mata tajam Vicky menangkap sosok gadis yang tengah lemas dengan kaki yang terlilit tumbuhan air. Tanpa pikir panjang, Vicky langsung menghampiri gadis itu. Sesuai dengan dugaannya, Renata tengah tak sadarkan diri. ia menepuk-nepuk pipi Renata berharap gadis itu membuka matanya walau hasilnya nihil.


Pandangannya beralih pada kaki Renata. Tangannya terulur mencoba untuk melepaskan liliran dari kaki gadis itu. Namun semakin ia mencoba, lilitan itu malah semakin kuat.


Sepertinya keberuntungan sedang berpihak kepada Vicky. Saat ia mulai menyerah, tiba-tiba ia melihat ada silauan dari sela-sela terumbu karang. Saat diamati, ternyata itu adalah sebuah serpihan kaca. Tak ingin membuang waktu lama, Vicky langsung mengambil serpihan itu lalu mengarahkannya ke lilitan yang berada di kaki Renata. ia melakukan dengan cepat namun hati-hati agar tak menggores kaki gadis itu.


Vicky mempercepat gerakannya saat dirinya juga merasa sesak akibat terlalu lama di air. Usahanya tak sia-sia. Lilitan itu berhasil ia lepaskan. ia menarik Renata ke dalam pelukannya lalu membawa gadis itu untuk berenang ke permukaan.


Saat dirinya sudah berada di permukasn air, ia melambaikan tangannya agar terlihat oleh orang-orang yang berada di kapal.


"GUYS...." Vicky berteriak sekencang mungkin.


Mendengar ada sebuah teriakan, Reza menoleh kearah sumber suara. Betapa terkejutnya dia saat melihat Vicky berenang di tengah lautan sambil mengapit Renata.


"Ehh itu Vickyy!!" seru Reza sambil menunjuk kearah Vicky. Sontak mereka semua langsung mengalihkan atensinya kearah tunjuk Reza. Para pemandu yang baru saja tiba dengan sigap membantu Vicky dan Renata untuk naik ke kapal.


"Gila, kuat banget tuh anak" ucap Reyhan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dia kan waktu SMP salah satu atlet renang. Makanya jago" timpal Ariel. Reyhan manggut-manggut mengerti.


Vicky langsung membaringkan Renata perlahan saat dirinya sudah berada diatas kapal.


"Ren, Renataa. Sadar Ren.." ucap Vicky sambil menepuk-nepuk pipi Renata yang nampak pucat. Tak ada respon, semua orang kalang kabut dibuatnya.


Vicky mencoba menekan dada Renata dengan teratur. Hanya air yang keluar dari mulut gadis itu. Tak ada tanda-tanda dirinya akan membuka matanya.


Vicky terus menekan dada Renata hingga sudah tak ada air yang keluar. Namun gadis itu masih belum sadarkan diri.


"Nggak ada cara lain"Vicky mendekatkan kepalanya kearah Renata. ia kemudian memberikan nafas buatan melewati bibirnya. Semua orang tercengang saat melihat tindakan Vicky. Kenzi, Tasya dan Andien bahkan tak bisa berkata-kata.


"Gila..." gumam Reyhan.


"Mata gue ternodai" ucap Reza.


"Menang banyak tuh anak" timpal Ariel.


"Gue masih hidup kan?" tanya Renata saat merasa tenggorokannya lebih baik.


"Ren...lo bikin jantung gue hampir copot tau nggak" cebik Kenzi dengan mata berkaca-kaca. ia lalu memeluk Renata disusul Tasya dan Andien.


"Tau nih, gue hampir pingsan tau nggak pas tau kalo lo masih dalem laut" tukas Tasya.


"I'm fine kok guys. Don't worry, oke?! ucap Renata berusaha menenangkan sahabatnya.


"Don't worry pala lo. Lo tuh hampir setengah jam lebih dalam laut tanpa oksigen Renata...bisa-bisanya lo nyuruh kita nggak khawatir. Sehat lo?!" kesal Andien.


"Iya, iya maaf gue udah bikin kalian Khawatir. Thanks ya, udah care sama gue" jawab Renata.


"Harusnya lo bilang makasihnya ke Vicky karena dia yang udah nyelametin lo" ucap Kenzi.


"Dikasih nafas buatan pula" tambah Ariel.


Renata membulatkan matanya. ia menatap tajam kearah Vicky yang sedang tersenyum kearahnya.


"Lo ngasih nafas buatan ke gue?" tanya Renata pada Vicky dengan ekspresi wajah terkejut.


"Hehee, iya Ren" jawab Vicky dengan tampang watadosnya.


Mulut Renata terbuka dengan mata yang melebar.


"Oh my god, ciuman pertama gue!!!" histeris Renata. Sontak semua yang ada disana menutup telinga masing-masing untuk menghindari tuli berjamaah.


"Astaga, lo gila ya. Ngapain lo ngasih nafas buatan ke gue??, lo pikir gue cewek apaan hah?!" tukas Renata pada Vicky.


"Kan gue cuma mau nyelametin lo Ren" jawab Vicky.


"Nyelametin sih nyelametin, tapi ngga perlu pake nafas buatan juga kali" sahut Renata tak terima.


"Itu namanya P3K tau" ucap Vicky.


"P3K pala lo!" ketus Renata.


"Itu P3K tau. Lo kan lagi mengalami kecelakaan dan butuh oksigen, jadi gue ngasih pertolongan pertama dengan cara nyalurin oksigen gue ke elo. Kalo nungguin lo dibawa ke rumah sakit, bisa-bisa lo udah wasalam tau nggak. " ucap Vicky panjang lebar.


"Hallah, bilang aja lo modus" tukas Renata.


"Busett dah. Udah dibantuin, bukannya makasih malang ngoceh kek burung beo. Dasar betina, emang nggak tau rasa terimakasih. Untung gue sayang..." batin Vicky kesal.


**Kenzia Nastasya Aleskey



**Reyhan Saputra Alexander



**Reza Mahendra



Vicky Aditya



Ariel Hermawan**



Renata Bhagawanta



Tasya Dirgantara



Andien Adipati**