Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Pertengkaran yang Masih Berlanjut



Kenzi melangkah ke lapangan untuk melaksanakan kegiatan upacara. Rasa kesalnya belum hilang dari tadi, sungutnya bahkan belum hilang dari kepala. Di belakang sana, Reyhan berlari sambil memanggil nama Kenzi namun tak dihiraukan oleh gadis itu. ia terus berjalan seperti tak mendengar apapun.


"*Jalan terosss ken, nggak usah diladenin!!. Anggep aja enggak denger" bisik si PEA di telinga kiri Kenzi


"Jangan dengerin si PEA ken, entar lo ketularan PEA. Puter balik aja udah. Si Reyhan ganteng lohh, nanti kalo diembat orang bisa-bisa lo nangis bombay di wc!!" bisik si waras yang nggak terlalu waras di telinga kanan Kenzi*


Kenzi langsung geleng-geleng kepala saat mendengar bisikan duo angel yang nggak berfaedah.


"Jangan dengerin mereka Ken, mereka gila!!" batin Kenzi dalam hati.


Upacara sudah akan dimulai. Para siswa bahkan sudah membentuk barisan. Urutannya adalah kelas IPA dulu baru kelas IPS. Kenzi masuk ke dalam barisan kelasnya. cewek di depan dan cowok di belakang. Alasannya simpel. Karena kebanyakan cewek lebih pendek daripada cowok.


"Udah selesai masalah rumah tangganya?" ucap Renata saat Kenzi sudah berdiri di sampingnya.


"Pala lo tuh rumah tangga!!" ketus Kenzi sambil memakai topinya. Renata malah terkekeh melihat wajah asem Kenzi yang belum berubah sejak tadi.


Reyhan baru tiba dengan nafas ngos-ngosan. ia melihat Kenzi di depan sana sudah berbaris rapi di samping Renata. Berhubung upacara akan di mulai, Reyhan mengurungkan niatnya untuk bicara pada Kenzi.


"Istri udah nggak ngambek bro?" tanya Ariel dengan nada mengejek. Reyhan mencebik kesal.


"Boro-boro udah nggak ngambek, tadi aja gue kena semprot di kantin" cebik Reyhan dengan wajah murung. Ketiga teman somplaknya bukannya membantu malah tertawa. Mereka memelankan suara agar guru di depan sana tak mendengar.


"Kasian kau nak. Mana masih muda lagi" ucap Reza sambil tertawa dan menepuk-nepuk bahu Reyhan.


"Abang Reyhan galau geng..." ledek Ariel sambil tertawa.


"Huaa istrique...jangan marah kepadaque. Aku tanpamu kek butiran debu. Debu selokan!!" ucap Vicky dengan tangan ia gerakan ke depan seolah sedang berakting. Gelak tawa mereka kembali terdengar setelah mendengar ucapan Vicky yang otaknya enggak ada setengah. Reza bahkan sampai ngakak jungkang jungking dibuatnya.


"Kalian belum pernah ngerasain tidur di kuburan bintang lima ya?!" desis Reyhan dengan kesal. Hal itu berhasil menghentikan tawa ketiga temannya.


"Gue cuma mau ngingetin. Ati-ati entar si Kenzi diembat sama Leon. Entar kalo diambil beneran gue ogah ya kalo suruh ngelapin ingus lo" ucap Ariel disertai kekehan kecil.


"Bangsul!!!" umpat Reyhan pada ketiga temannya.


"WOY, SIAPA AJA, TOLONGIN DONG BURUAN!!" teriakan Renata menarik perhatian semua orang yang ada di lapangan. Reyhan menatap kearah Renata. Matanya langsung membulat saat melihat Kenzi sudah terbaring di pangkuan gadis itu.


"Minggir!!" ucap Reyhan dingin.


"Gue bilang minggir!!" serunya lebih keras. Orang-orang yang mengerumuni langsung membelah memberikan jalan untuk Reyhan. Reyhan segera mengambil alih Kenzi dan menggendong gadis itu ke UKS. Sorot ke khawatiran jelas tersirat di wajah Reyhan. Teman-teman Kenzi dan Reyhan pun ikut menyusul untuk melihat kondisi Kenzi.


Reyhan membaringkan Kenzi dengan hati-hati di ranjang UKS. Tak lama, seorang dokter yang ditugaskan di SMA Dharma Bangsa masuk sambil membawa minyak kayu putih dan teh hangat.


"Kamu tolong keluar sebentar ya. Biar saya periksa dia dulu" pinta dokter itu yang dibalas anggukan lesu oleh Reyhan. Sebelum pergi, ia mengelus kepala Kenzi sebentar kemudian benar-benar keluar dari ruangan itu.


Reyhan duduk di kursi depan uks sambil menyandarkan kepalanya di dinding. Di lapangan masih diadakan upacara sehingga kondisi sekitar masih sepi. Nampak Renata dkk dan Reza dkk sedang berbondong-bondong berjalan kearahnya.


"Kenzi gimana?" tanya Tasya dengan tak sabaran.


"Masih di periksa dokter" jawab Reyhan seadanya.


Tiba-tiba pintu UKS terbuka dan keluarlah dokter cantik itu dari dalam ruangan.


"Dok, Kenzi keadaannya gimana?" tanya Reyhan.


"Dia gapapa kok. Cuma tekanan darahnya rendah, mungkin karena efek PMS. Dia juga udah bangun, kalau mau jenguk silahkan" jawab Dokter itu. Semua langsung bernafas lega.


"Ternyata PMS, pantes aja dari tadi gue diamukin. Sabar Rey, sabarrrrr" batin Reyhan sambil ngelus dada.


Reyhan masuk ke dalam ruangan. Terlihat Kenzi sedang tiduran sambil memejamkan matanya. Reyhan sedikit lega saat melihat wajah Kenzi sudah sedikit segar. Nggak kayak tadi yang pucet kek mayat hidup.


Reyhan menarik kursi di samping ranjang dan mendudukkan dirinya disana.


"Kamu tau nggak sih Yang, dimarahin kamu tuh rasanya sakittttttt banget. Rasanya tuh kek ditusuk pakek pedangnya naruto yang digunain buat motong rambutnya upin ipin. Damage-nya nggak ngotak" ucap Reyhan lagi. Kenzi berusaha setengah mati agar tak meledakkan tawanya dan tetap berusaha untuk pura-pura tidur.


"Sejak kapan naruto pindah profesi jadi tukang cukur bambangg?!. Kalo beneran naruto bisa nyukur, dia patut diberi apresiasi. Bisa-bisanya dia motong rambutnya upin terus nyisain 1 helai. Kriting lagi. Jangan ketawa Ken....jangan ketawa!!!!." batin Kenzi


"Kalo nggak tidur, jangan dipaksain tidur Ken. Nanti kebablasan loh!!" ucap Reyhan lagi. Dan berhasil. Kenzi membuka matanya lebar-lebar dan langsung melotot tajam kearah Reyhan.


"Kamu nyumpahin aku mati?!" desis Kenzi.


"Kebablasan tidur maksudnya Yang. Ya gustiii sensian banget sih kamu. Kemaren aja waktu kamu salah langsung aku maafin. Ini kok kamu malah ngambek terus-terusan!" jawab Reyhan.


"Kok kamu malah ngungkit-ngungkit kesalahan aku sih?!" tukas Kenzi kesal.


"Aku nggak ngungkit-ngungkit kesalahan kamu. Aku cuma ngomong apa yang terjadi kemaren!!" jawab Reyhan tak mau kalah.


"Tapi kamu bawa-bawa kesalahan aku, itu sama aja ngungkit-ngungkit!!. kamu bikin kesalahan aku juga maafin. Waktu jalan kamu lupa nggak bawa duit aku yang bayarin, saat kamu pelukan sama Sella waktu itu juga aku maafin!!" ucap Kenzi lagi.


"Kok kamu jadi ngungkit-ngungkit kesalahan aku sih?!" desis Reyhan tak terima.


"Aku nggak ngungkit-ngungkit, aku cuma ngomong apa yang terjadi waktu itu" Kenzi mengikuti ucapan Reyhan hingga pemuda itu mendengus kesal.


"Kok kamu jadi ngeselin gini sih!!" cebik Reyhan. Kenzi merubah posisinya menjadi duduk dan menatap tajam pemuda itu.


"Kamu yang ngeselin!!" jawab Kenzi tak kalah kesal.


"Kok aku?!" tunjuk Reyhan pada dirinya sendiri.


"Ya kamu lah. Siapa suruh kamu tadi pake acara ngasih tumpangan ke si Sella. Alesan pake kedok bales budi. Bilang aja kalo doyan!!." cerocos Kenzi dengan terampilnya. Mulutnya memang sangat lihai dalah hal ini.


"Sett dahhh, masih dibahas aja yang itu" jerit Reyhan dalam hati


"Kamu jangan ngada-ngada deh. Mana mungkin aku selingkuh sama dia. Aku ngelakuin itu pure buat bales budi sayang...nggak lebih" ucap Reyhan mencoba sabar. Sabar Rey, sabarrrrrr.


"Tetep aja kamu salah. Emang bales budi harus dengan nebengin?, yang lain kan bisa!!" jawab Kenzi tak mau kalah.


"Alahh udah lah. Kesel aku ngomong sama kamu!! tukas Reyhan dengan kesal. ia berbalik badan menuju pintu hendak keluar.


"Pergi sana pergi!!!. Putus aja sekalian!!" Reyhan langsung berhenti seketika. ia kembali berbalik badan dan mendekati gadis itu.


"Ngomong apa kamu tadi?!" ucap Reyhan.


"Putus!" ucap Kenzi dengan santainya.


"Enggak!" tegas Reyhan.


"Kenapa enggak?!" tanya Kenzi sambil tersenyum miring.


"Aku sayang sama kamu. Dan aku nggak bakal lepasin kamu sampek kapanpun. Aku nggak pernah bosen deket kamu, apalagi ada fikiran buat selingkuh. Nggak pernah sama sekali!. Kamu aja udah cukup. Cukup untuk segalanya. Kamu itu ibarat makanan di KFC paket komplit. Cantik, pinter, humble, asik, humoris. Ngapain aku cari pacar lagi kalo kamu udah memenuhi semuanya. Jadi jangan pernah kamu mikir kalo aku selingkuh, apalagi mikir buat putus dari aku. Itu nggak akan terjadi sampek kapanpun!!" jelss Reyhan yang membuat Kenzi terdiam.


Reyhan menangkup pipi gadis itu menggunakan telapak tangannya.


"Kamu percaya kan sama aku?. Aku nggak pernah bohong sama kamu selama ini. Dan soal hati, itu cuma punya kamu. Nggak ada orang lain. Apalagi Sella. Cuma kamu sayang, hanya kamu!!" ucap Reyhan seraya menatap lekat nata indah milik Kenzi.


"Ya, aku percaya" akhirnya....Reyhan bersorak dalam hati. Setelah pusing tujuh keliling delapan tanjakan, akhirnya Kenzi percaya. Rasanya ia ingin syukuran saat ini juga.


"Nahhh gitu dong. Itu baru pacar Reyhan" ucap Reyhan sambil memeluk Kenzi. Gadis itu menyandarkan kepalanya di dada Reyhan. Posisi Reyhan yang sedang berdiri dan ia yang duduk memudahkannya untuk melakukan itu.


"Tapi awas aja kalo kamu selingkuh beneran!!, aku potong anu kamu buat dijadiin sosis. Mau?!" ancam Kenzi. Reyhan langsung geleng-geleng kepala. Membayangkan saja anunya udah ngilu, apalagi kejadian beneran. No...no...no!!!