
Semua orang sudah berkumpul di taman belakang kediaman Reyhan dan Kenzi. Para sahabat dan kerabat malam ini sudah sepakat untuk melakukan pesta barbeque untuk merayakan hadirnya si kecil di tengah kehidupan mereka.
Kenzi duduk di kursi taman bersama dengan mama, mertua dan para sahabatnya. Berbincang ria seperti perempuan pada umunya, sesekali Allia dan Raisa memberi nasehat kepada putri mereka yang sebentar lagi akan menjadi ibu.
"Lagi hamil jangan banyak petakilan. Kalo jalan pelan-pelan aja, gausah lari-lari. Kasian cucu mommy kalo ke kocok di perut kamu" sebuah nasehat dari Allia Kenzi dengarkan dengan sepenuh hati. Meskipun cara bicara perempuan itu agak nyeleneh, tapi Kenzi paham apa yang ibunya itu maksudkan.
"Jangan iya-iyaan dulu sama Reyhan. Kandungan kamu masih rentan kalo disuruh main kuda-kudaan!!" ucapan Raisa berhasil membuat pipi Kenzi bersemu merah. Mertuanya ini, benar-benar tidak tau tempat.
"Dengerin tuh Ken, jangan iya-iyaan dulu!!!" ledek Tasya sambil tersenyum puas diikuti Renata dan Andien.
"Apaan sih lo?!" desis Kenzi sambil merengut kesal.
Sedangkan para lelaki sibuk memanggang daging dengan Reyhan sebagai chef-nya. Leon dan Justin bagian mengipasi daging sedangkan Reza, Vicky dan Ariel mendapat tugas untuk memotong.
Suara riuh knalpot motor terdengar dari luar gerbang. Terdengar sangat ramai menandakan jika banyak orang yang datang.
"Mereka kayaknya udah dateng deh!!" ucap Kenzi dengan penuh semangat. Merasa senang saat rumah huniannya ramai orang datang.
"Gue mau bukain pintu" ia berdiri dari duduknya, namun seruan dari Reyhan membuatnya berhenti.
"kamu mau kemana?!" seru Reyhan dari sebrang sana saat melihat istrinya akan pergi.
"Mau bukain pintu buat anak-anak, mereka udah pada dateng tuh!!" sahut Kenzi enteng tanpa beban.
"Nggak boleh!!" seru Reyhan lagi dengan mata memicing.
"Sayang ihh, kamu mah gitu deh!!" rengek Kenzi sambil mengerucutkan bibirnya kesal. Sejak mengetahui kabar kehamilan tadi siang, sikap Reyhan menjadi sangat overprotektif. Ia tidak diperbolehkan bergerak dengan dalih takut kelelahan.
"Nanti kamu capek!!. Duduk aja kenapa sih?!. Kan ada Pak Bambang yang bukain pintu" desis Reyhan yang membuat Kenzi semakin kesal.
"Cuma jalan segitu aja apa capeknya sih sayang?!. Lagian kan nggak jauh" sahut Kenzi tak mau kalah.
"Kalo aku bilang nggak boleh ya nggak boleh!!"
Kenzi berdecak kesal. Dengan wajah yang masih ditekuk, Ia kembali ke posisi duduknya. Bibir perempuan itu maju beberapa centi, seperti bebek yang mau nyosor pasangannya.
"Dia nyebelin deh!!" gumamnya sambil menatap sebal kearah Reyhan yang sudah kembali sibuk meracik bumbu.
"Itu wajar loh Ken. Harusnya kamu bersyukur punya laki perhatian kayak Reyhan. Mommy yakin deh, kamu digigit semut aja pasti semutnya langsung dibantai sama dia sampek garis keturunan ketujuh" ucap Allia mencoba menghibur.
"Mommy ngaco deh, lagian Reyhan mana tau garis keturunan semut itu kayak apa" sahut Kenzi diiringi kekehan.
Serombongan pria memasuki area taman, membuat atensi semua orang beralih kepada mereka. Geng dark dragon dan Red Rose hadir untuk memberikan selamat kepada ketua mereka yang akan menjadi orangtua. Big seven yang kebetulan belum kembali ke negara asalnya pun turut hadir untuk meramaikan acara yang diadakan pasangan bahagia itu.
"HALLO EVERYBADEHHH, BABANG HANZO YANG GANTENG DATANG!!!" Hanzo si muka tembok mulai menunjukkan sifat tidak tau malunya yang malah membuat teman-temannya malu. Soffia memutar bola matanya malas. Ia membuka tasnya, mengambil sehelai tissue yang ada disana kemudian menyumpalkan tissue itu ke mulut Hanzo.
"Lemes banget mulut lo kek juragan kontrakan!!. Malu-maluin aja!!" bisiknya dengan nada kesal.
Hanzo mencebik. Ia membuang tissue di mulutnya dengan kasar.
"Biarin aja napa si?!. Kali-kali heboh di rumah orang kaya" sahutnya dengan senyum jenaka. Maklum, efek terburu-buru. Otaknya tadi ketinggalan di Wc makanya jadi pea.
Kenzi tiba-tiba berdiri, berjalan kearah para teman se-geng nya untuk menyapa mereka.
"Hay guys, thanks ya kalian udah mau dateng ke acara kecil-kecilan gue sama Reyhan" ucap perempuan itu dengan rona bahagia di wajahnya.
"Ya pasti dateng dong Lady. Apalagi buat ngerayain ponakan kita, tanpa disuruh pun kita pasti dateng" salah seorang anggota Red Rose menjawab.
"Yeee, ya pasti dateng lah, kan dapet makan gratis!!. Nggak usah muna, gue tau isi otak lo!!" desis Soffia yang membuat pria tadi menyengir malu saat kedoknya terbongkar.
Mereka duduk berjajar diatas karpet yang digelar di atas rumput-rumput taman. Anggota Red Rosedan juga Dark Dragon yang memang terkenal slengean membuat suasana bertambah ramai. Sembari menikmati hidangan yang sudah tersaji, Gilbert meraih sebuah gitar untuk ia mainkan sebagai pengiring kesenangan mereka malam ini.
"Ehmm, check check satu, dua, lima" gaya layaknya orang ngetes mike sudah dilakukan meskipun hitungannya seperti anak TK baru masuk satu hari. Yang penting yakin, begitu prinsip Gilbert.
"Gini nih, ciri-ciri orang yang dulu pas sekolah cuma sampe gerbang doang" cibir Frans yang merasa takjub dengan rekan satu kelompoknya.
"Elu diem aja napa sih elahh, ganggu citra gue aja deh lo!!" sungut Gilbert dengan kesal. Dengan kadar kepedean tingkat dewa, Ia kembali mengarahkan mike itu ke mulutnya.
"Kali ini biarkan saya Mas Gilbert yang gantengnya melebihi arjuna manjat kelapa menyumbangkan suara emas saya untuk Mbak Kenzia dan Mas Reyhan yang sedang berbahagia"
"Gendeng!!!" sorak semua anggota Big Seven secara bersamaan.
"Widihhh, tiga bulan tinggal di indo makin melokal aja kalian wahai onta-onta" putus sudah urat malu Gilbert kali ini. Disorakin bukannya malu malah nyengir, Marco sebagai ketua langsung tepuk jidat.
"Please, jangan ingetin gue kalo dia anggota kita" Jack menelungkupkan kepalanya, merasa malu dengan rekan saru kelompok yang memang sableng dari orok.
"Yok request yok, kapan lagi bisa denger orang seganteng gue nyanyi"
"Surat cinta untuk starla dong coy!!" sahut Vicky dengan keras.
"Huuuu, dasar kadal lusinan!!" sorak Kenzi dengan nada mengejek yang dibalas cengiran oleh pria itu. Sedangkan Soffia, Ia menunduk. Menyembunyikan senyuman tipis yang tiba-tiba terbit di wajahnya tanpa aba-aba. Dan semua itu disaksikan oleh Hanzo. Pria itu membuang nafas kecil, merasa tidak nyaman melihat respon yang Soffia berikan.
"Kok lo salting sih Soff?. Lo suka sama dia?"
Pertanyaan itu hanya bisa ia ucapkan dalam hati. Ia tidak punya keberanian lebih untuk bertanya ataupun mengungkapkan apa yang ia rasakan.
Acara berlangsung dengan meriah dan menyenangkan diiringi nyanyian absurd yang Gilbert, Red Rose, dan Dark Dragon nyanyikan.
Seperti saat ini. Dengan rasa percaya diri dan tidak tau malu, Andi menyanyikan lagu Anji yang berjudul 'Dia' dengan sangat epic.
"Oh Tuhan.... kucinta dia, kusayang Lia, rindu Nia, inginkan Mia....
Utuhkan lah...... rasa cinta di hatikuuuuuuuuuu_-
"Fals anjenggg!!!" sebuah kulit kacang terlempar mengenai wajah Andi. Reyhan pelakunya. Membuat nyanyian cempreng pria itu berhenti berkumandang.
"Yeee, si Bos nggak ngehargain suara saya banget. Gini-gini saya pernah menang indonesia odol sekali loh bos!!"
Reyhan hanya memutar bola matanya jengah, enggan menanggapi bualan Andi yang unfaedah. Indonesia odol?, pepsodent kali ya.
************
Kenzi duduk di sofa sembari bertopang dagu. Matanya mengikuti arah gerak Reyhan yang sedari tadi mondar-mandir tidak jelas di dalem kamar.
"Mau dibantuin nggak?" tanya Kenzi dengan nada mengejek yang langsung dibalas kibasan tangan oleh pria itu.
"Nggak usah, aku bisa sendiri. Kamu duduk anteng aja disana!!" sahut Reyhan tanpa menghentikan aksinya mencari dasi. Niat hati tak ingin merepotkan, kini dia sendiri yang jadi repot.
Kenzi membuang nafas kasar. Ia bangkit dari duduknya kemudian berjalan kearah lemari pojok ruangan. Membuka pintu paling atas dan mengambil sebuah kotak berisi puluhan dasi Reyhan di dalamnya.
Ia mengambil warna abu-abu dan membawa dasi itu kepada suaminya. Mereka berdiri berhadapan. Tangan Kenzi terangkat, mengalungkan dasi yang tadi ia ambil ke leher Reyhan. Membuat simpul dasi dengan telaten hingga membentuk segitiga sempurna.
"Selesai kan?!. Makanya nurut apa kata istri!!. Dibantuin sok-sokan nggak mau, giliran ngurus sendiri nggak kelar-kelar!!" gerutuan itu akhirnya Kenzi ucapkan. Dengan wajah kesal dan bibir yang maju beberapa senti, perempuan itu memulai kegiatan 'khotbahnya' di pagi hari.
"Kan aku nggak mau kamu capek" Reyhan memakai sepatunya di pinggiran ranjang, menghindari insiden terjatuh.
"Gini doang apa capeknya sih Yang. Kamu tuh terlalu berlebihan" tukas Kenzi. Ia mengambil jas Reyhan dan memasangkan di tubuh pria itu setelah dia selesai memakai sepatu.
"Jangan pake parfum itu!!!" cegahnya saat melihat Reyhan akan memakai parfum. Kening pria itu mengernyit, merasa bingung dengan ucapan istrinya.
"Pake parfum aku aja!!. Punya kamu baunya nggak enak, bikin aku pengen muntah tau nggak!!"ucapnya lagi seraya memakaikan parfum dengan botol berwarna biru tua itu ke pakaian suaminya.
"Nahh, gini kan cakep. Ihhh kamu kok ganteng banget sihh. Elus perut aku dong, biar anak aku nanti mirip kamu"
Reyhan terkekeh mendengarnya, namun ia tetap melakukan apa yang perempuan itu minta. Tangannya ia ulurkan ke bawag, menempek tepat di perut Kenzi yang masih rata.
"Sehat-sehat disana ya baby, kita ketemu 9 bulan lagi" ucap Reyhan seraya mengelus perut Kenzi dengan lembut. Kenzi ikut tersenyum, hatinya terasa bahagia saat keluarganya terasa lengkap, ditambah lagi dengan si kecil yang akan hadir di tengah kehidupan mereka.
***********
Kenzi mengantar Reyhan sampai teras. Seperti biasa, Ia selalu menyalami tangan pria itu sebagai tanda hormat seorang istri kepada suaminya.
"Baik-baik di rumah. Jangan petakilan. inget, sekarang ada baby. Kalo ada apa-apa, cepet hubungi aku!!"
"Iya, kamu juga hati-hati di jalan. Jangan lupa makan!!" sahut Kenzi diiringi senyuman.
Sebuah kecupan Reyhan hadiahi di kening kemudian beralih pada perut Kenzi yang masih rata. Kini malaikatnya bertambah, membuat semangat hidupnya kian berkobar untuk keluarga kecilnya.
"Papa berangkat dulu ya sayang. Baik-baik disana, jangan nyusahin mama kamu ya" ucap Reyhan seraya mengelus perut Kenzi, seolah janin itu bisa menyahuti ucapannya.
"Iya Papa" sahut Kenzi dengan suara yang menirukan anak kecil.
Setelah berpamitan seperti biasanya, mobil Reyhan perlahan meninggalkan pekarangan rumah. Menyisakan Kenzi dan ART di dalamnya. Perempuan itu tengah bersantai sambil menonton acara masak di TV. Berharap bisa menginspirasi padahal tidak sama sekali.
"Pengen fuyunghai" ucap Kenzi secara tiba-tiba saat melihat seorang chef sedang memparodikan cara memasak makanan itu.
"Ibu mau saya buatin?" Mbak Ratna yang kebetulan lewat tak sengaja mendengar ucapan majikannya.
"Nggak mau. Maunya dibikinin Bunny"
Mbak Ratna yang mengerti siapa Bunny yang Kenzi maksud pun tersenyum.
"Ngidam ya Bu?" tanyanya.
"Iya. Kamu nakal ih dek, kenapa nggak daritadi coba mintanya pas Papamu masih ada. Suka banget ngerjain emaknya"
...... Like sama coment-nya makin menurun ya sis:)......