Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Sadar



Setelah selesai mengurus tiga tikus pengganggu, Reyhan melajukan mobilnya kembali ke rumah sakit.Jalanan yang sepi membuat Reyhan dapat dengan leluasa mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


******


Rumah Sakit Medika


"Om, tante, bagaimana keadaan Kenzi sekarang?" tanya Reyhan.


"Dia sudah sadar beberapa menit yang lalu. Sekarang dia sedang berbincang dengan momynya" jelas William.


"Huftt...syukurlah" ucap Reyhan.


"Kamu mau melihatnya?" tanya William.


"Apa boleh?" tanya balik Reyhan


"Tentu saja boleh. Masuklah" jawab William sambil tersenyum. Reyhan ikut tersenyum, ia lalu masuk ke ruangan Kenzi.


Ceklekk


Suara pintu dibuka menyita perhatian Allia dan Kenzi. Reyhan masuk dengan perasaan canggung.


"Eh nak Reyhan. Mau bicara sama ken ya. Yaudah, tante tinggal keluar ya. Sayang, mama keluar dulu ya" ucap Allia. Kenzi mengangguk kecil, Allia mengecup singkat kening putrinya lalu ia pergi meninggalkan Reyhan dan Kenzi berdua.


Reyhan menarik kursi disamping brankar Kenzi lalu duduk disana. Reyhan menatap mata Kenzi, begitupun sebaliknya. Cukup lama mereka hanya diam dan saling tatap.


"Hay" ucap Reyhan memecah keheningan.


"Hay juga" lirih Kenzi.


"Lo bisa sakit juga ternyata" Ucap Reyhan sambil terkekeh.


"Ya bisalah, gue kan juga manusia" tukas Kenzi.


"Iya...iya. Tapi sekarang lo udah gapapa kan?" tanya Reyhan.


"Udah mendingan kok. Cuma rada nyilu aja dibagian lukanya".


Reyhan menggenggam lembut tangan Kenzi. Kenzi terkejut melihat sikap Reyhan yang tidak seperti biasanya.


"Gue nggak mau lo kenapa-napa Ken. Gue nggak sanggup liat lo terluka. Liat lo terbaring lemah itu seakan dunia gue hancur. Lo harus janji sama gue, lo nggak boleh terluka apalagi pergi. Gue nggak bisa jauh dari lo Ken" Ucap Reyhan panjang lebar sambil menatap lekat mata Kenzi.


Kenzi tertegun mendengar penuturan Reyhan. ia melihat ketulusan di dalam manik mata pemuda itu. Kenzi meneteskan air matanya. Senyum manisnya mengembang untuk seorang Reyhan.


"Gue janji" ucap Kenzi dengan suara serak. Reyhan mencium tangan Kenzi dengan lembut.


"Gak boleh ada satu tetes pun air mata yang jatuh dari mata lo kecuali air mata kebahagiaan" ia lalu menghapus air mata Kenzi dengan ibu jarinya.


"Gue say..."


"Maaf mas, saya mau memeriksa keadaan nona Kenzi terlebih dahulu" Belum sempat Reyhan menyelesaikan ucapannya, seorang suster datang dan merusak suasana. Reyhan mendengus kesal, suster ini benar² datang disaat yang tidak tepat.


-


-


-


-


Sinar matahari mengawali kegiatan seluruh makhluk di bumi. Tapi tidak dengan Reyhan dan Kenzi. Mereka masih terlelap ditidurnya. Reyhan dengan posisi duduk sambil menggenggam tangan Kenzi. Sedangkan Kenzi tidur di brankarnya.


Reyhan menggeliat pelan, meregangkan otot²nya yang kaku karena tidur sambil duduk. ia lalu menatap Kenzi yang masih tidur. Reyhan menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Kenzi.


"Lo tidur aja cantik banget, gimana nggak banyak yang suka coba" gumam Reyhan sambil tersenyum.


Kenzi mengerjapkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. Hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan Reyhan yang sedang tersenyum kepadanya.


"Morning" sapa Reyhan.


"Morning too"


"Nggak ada morning kiss-nya nih" goda Reyhan.


"ihhh apaan sih lo. gaje tau nggak" ucap Kenzi sambil menutupi pipinya yang merona.


"Ciee blushing.. " ejek Reyhan.


"Bercanda.....kamu kok ngambekan banget sih.." ucap Reyhan sambil mencubit kedua pipi Kenzi.


"Emphh....rey, lepasin sakit ah" Rengek Kenzi. Reyhan tertawa, ia lalu melepas cubitannya dari pipi Kenzi.


"Lo nggak sekolah?" tanya Kenzi.


"Nggak, gue mau nemenin lo disini" jawab Reyhan.


"Lo harus sekolah Rey, ntar bonyok lo marah. Apalagi lo nggak pulang dari semalem" bujuk Kenzi.


"Yaudah iya, gue sekolah. Lo jangan kangen ya sama muka gue yang tampan ini"


"Mulai narsisnya" ketus Kenzi.


"Haha...yaudah gue balik dulu. Lo jangan lupa makan sama minum obat ya. Bye" ucap Reyhan. ia lalu pergi ke mansionnya untuk mengganti baju.


******


SMA Dharma **Bangsa


#Kantin**


"Sepi banget nggak ada Kenzi" ucap Tasya sambil mengaduk-aduk es tehnya.


"Huftt....iya. Biasanya dia yang paling cerewet diantara kita" tambah Renata.


"aaaas gue kangen my Kenzi" rengek Andien.


Saat mereka tengah berbincang, tiba² The most wanted boy datang menghampiri mereka. Siapa lagi kalau bukan Reyhan dkk. Reyhan sudah sampai beberapa menit yang lalu.


"Hay girls" sapa Vicky


"Hay" balas Renata dkk.


Mereka bertujuh pun duduk berhadapan. Mereka berbincang seru. Bahkan saling melempar candaan.


"Eh Rey, gimana keadaannya Kenzi?" tanya Andien.


"Dia udah siuman"


"Huftt...akhirnya." balas Renata.


Tiba², Bintang datang bersama temannya.


"Dimana Kenzi?" ucap Bintang to the point.


"Bukan urusan lo" ketus Reyhan.


"Eh, lo lupa...gue ini pacarnya Kenzi" ucap Bintang sambil menekan kata "Pacar"


"Terus, kalo lo pacarnya Kenzi, kenapa lo nggak tau dimana dia sekarang, dan gimana keadaannya. Kenapa lo malah tanya sama kita. Atau jangan², lo pacar yang nggak dianggap" sinis Reyhan. Bintang mulai tersurut emosi. ia melayangkan bogeman ke wajah Reyhan, tapi Reyhan dengan sigap menangkap tangannya.


"Wow...ternyata, sang ketos SMA Dharma Bangsa gampang mukul orang ya. Gue heran deh, kenapa dulu guru² pada ngusulin lo. Padahal modekan kek lo mah banyak digrosiran" ledek Reyhan sambil menahan tangan Bintang yang berada tepat di depan wajahnya.


Bintang semakin marah, dia menarik paksa tangannya dan mulai menyerang Reyhan. Teman bintang tak tinggal diam, mereka ikut menyerang Reyhan. Teman² Reyhan tak terima melihat sahabatnya dikeroyok, mereka bangkit dari duduk dan ikut berkelahi. dan jadilah adu jotos antara Reyhan dkk dan Bintang dkk. Tidak ada yang melerai mereka. guru² sedang rapat, sedangkam para murid malah sibuk menonton dan menyoraki jagoan masing².


Bughh


Reyhan memukul pipi kiri Bintang hingga membuatnya terhuyung dan menghantam tembok. Reyhan kembali menghampirinya dan mencengkram kerah baju Bintang.


"jangan pernah lo ganggu hidup gue, temen gue, dan Kenzi. kalo nggak, lo akan tau sendiri akibatnya" ucap Reyhan dengan penuh penekanan disetiap ucapannya. ia lalu menghempas tubuh Bintang ke bawah. Bintang segera bangkit.


"Guys cabut" ucap Bintang pada teman²nya. Mereka akhirnya pergi meninggalkan Kantin.


Kenzia Nastasya Aleskey



Reyhan Saputra Alexander



**Tandai typo....jangan lupa like, coment, and Vote ya guys. Mampir juga ke "Doctor is my wife"


Happy reading 😘**