Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Serangan



Jika bagi kebanyakan orang hari minggu harus dihabiskan dengan jalan-jalan, maka lain halnya dengan Kenzi. Gadis itu menghabiskan hari minggunya dengan rebahan santuy sambil menonton drakor di laptopnya.


Kata Kenzi, drakor dapat membuat kita belajar lebih peka. Kalo suasana sedih ikut nangis sendiri, kalo suasana seneng ikut ketawa sendiri, kalo suasananya serem ngajak temen:v.


Kenzi menggigit jari telunjuknya saat drakor itu menayangkan adegan yang begitu menyayat hati. Cinta tapi tak bisa bersama. Anjim emang, udah sayang....ehhh malah nggak bisa bersatu. Kebanyakan faktor penyebabnya adalah 'keluarga tak merestui'. Udah hafal kalo ini mahh. Tinggal ngerestuin aja susah benget, heran deh gue!.


Saat Kenzi mulai meneteskan air mata dan menangis tersedu-sedu, ponselnya tiba-tiba berdering pertanda ada panggilan masuk.


"Ck, siapa sih hiks. Ganggu aja!" cebik Kenzi kesal. ia mengambil ponselnya. Tertera nama Andien disana.


"Kenapa?" tanya Kenzi dengan suara serak saat panggilan sudah tersambung.


Lo nangis ya?. Kenapa?. Jangan bilang lo diputusin sama Reyhan?!


"Putus pala lo!!. Gue abis nonton drakor ogeb!!. Ngapain lo nelfon gue?. Tumben banget" ucap Kenzi.


Lo nggak keluar?. Kesini dong, di Galaxy cafe!. Ada Renata sama Tasya juga nih.


"Males akh gue. Lagi mager" sahut Kenzi dengan malas.


Yahhh, nggak asik lo Ken!. Ayolah, cuma bentar doang kok!


Kenzi menghela nafas panjang. Temannya ini memang sangat pintar untuk memaksanya.


"Oke..oke. Gue kesana, tapi gue mau ganti baju dulu" ucap Kenzi pasrah yang membuat Andien dkk bersorak di sebrang sana.


Nahh gitu dong. Yaudah kalo gitu buruan!. Nggak pake lama. See you


"Yoii"


Tuttt


Panggilan terputus. Kenzi segera beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap. 10 menit berlalu, Kenzi sudah tampil cantik dengan celana hitam, kaos putih, dan jaket jeans berwarna coklat. Rambutnya ia kucir kuda hingga menciptakan kesan tomboy pada dirinya. ia lalu segera turun menuju garasi untuk mengambil mobil.


Kenzi mengeluarkan mobil lamborgini merahnya dari garasi. Sebelum berangkat, ia memasang earphone di telinganya untuk mendengarkan musik. Seorang penjaga membukakan pintu gerbang saat melihat mobil Kenzi hendak keluar.


"Siang non!!" sapa penjaga itu yang dibalas anggukan dan senyuman oleh Kenzi.


Mobil Kenzi melesat meninggalkan mansion. Siang hari seperti ini membuat jalanan lumayan padat. Kenzi bersenandung ria menirukan lagu salah satu penyanyi internasional idolanya. Saat ia melirik spion, tak sengaja mata tajamnya melihat ada dua mobil hitam yang melaju di belakangnya.


Awalnya Kenzi bersikap acuh. Namin insting gengster-nya mengatakan bahwa mobil itu sedang mengincar dirinya. Kenzi menambah kecepatan mobil, dan dua mobil itu juga ikut menambah kecepatan. Kenzi meliukan mobilnya ke kanan, dan mobil itu juga melakukan hal yang sama.


Ia semakin mempercepat laju kendaraan. Jalanan yang lumayan padat membuat Kenzi agak kesulitan untuk bergerak.


Tinn...tinnn


Kenzi memencet klackson mobilnya berulang kali agar mobil di depannya minggir dan memberinya jalan agar ia bisa lewat.


Brakk


Salah satu mobil hitam itu menabrak mobil Kenzi dari belakang hingga membuatnya agak oleng.


"Shitt!!" umpat Kenzi. ia memencet ponselnya untuk menghubungi seseorang. Ponsel itu sudah terhubung dengan earphone di telinganya.


"Han, gue diserang!" ucap Kenzi dengan mata yang masih fokus menyetir.


".....-...."


"Gue juga nggak tau!!" tukas Kenzi kesal.


Brakkk


Mobil itu kembali menghantam mobil Kenzi. Andai Kenzi tidak fokus, bisa saja terjadi kecelakaan.


".......-..."


"Nggak usah banyak omong!. Cepetan ke jalan K sekarang!!" seru Kenzi. ia lalu mematikan telfon sepihak. Kaki kanannya semakin menekan pedal gas hingga mobilnya benar-benar melesat dengan sangat cepat. Mobil itu juga melakukan hal yang sama.


Jalanan kali ini sangat sepi karena agak dekat dengan hutan. Kenzi masih terus memacu mobilnya untuk mengulur waktu berharap bantuan segera datang.


Brak....brakk...brakk


Dua mobil itu terus menghantam bagian mobil Kenzi secara bergantian. Kenzi kini benar-benar terdesak.


Dorr...dorr


Tembakan ia arahkan ke mobil di belakangnya. Tangan kanannya memegang pistol sedangkan tangan kirinya memegang setir.


Dorr...dorr


Orang itu ternyata juga membawa pistol. Mereka mengarahkan tembakannya ke kaca belakang Kenzi. Beruntungnya kaca mobil itu antipeluru sehingga tidak terlalu berbahaya.


Dorr....pyarr


Tembakan Kenzi mengenai kaca depan mobil itu hingga pecah. Gadis itu menyunggingkan senyum smirk-nya. Melihat lawannya sedikit lengah, Kenzi menambah laju mobil-nya. Sebelum itu, ia membuka kaca mobil lalu mengacungkan jari tengah ke dua mobil di belakangnya untuk mengejek. Hal itu sungguh membuat musuhnya sangat geram.


"Sekarang!"


Dorr...dorr


Orang itu mengarahkan tembakannya ke ban belakang mobil Kenzi. Mobil itu kini benar-benar hilang keseimbangan. Salah satu mobil memanfaatkan kesempatan itu untuk menambrak mobil Kenzi dari belakang.


Cittt


Suara ban mobil yang bertautan dengan aspal begitu memekakan telinga. Mobil lamborjini merah itu benar-benar tak terkendali hingga meliuk ke kiri dan ke kanan.


"Siall!!" umpat Kenzi saat dirinya tak dapat mengendalikan mobil itu. Betapa terkejutnya ia saat melihat di depannya adalah sebuah jurang. Dengan cepat, Kenzi membuka pintu mobil lalu segera melompat sebelum ia ikut terjatuh dengan mobilnya.


Mobil lamborgini itu terjun bebas ke dasar jurang dan....


Duarr


Mobil Kenzi meledak hebat dibawah sana hingga suaranya begitu nyaring.


"Arghhh" ringis Kenzi sambil memegangi kepalanya yang berdarah karena tergores bebatuan saat ia melompat tadi. ia berusaha untuk bangkit. Dari kejauhan, ia dapat melihat dua mobil tadi masih mengawasinya. Namun beberapa saat, mobil itu berputar arah hendak meninggalkan tempat itu.


"Kaliang nggak akan bisa lolos dari gue!" Dengan tertatih, Kenzi mengambil pistol yang berada di saku jaketnya. Menyipitkan matanya, Kenzi mengarahkan tembakanya ke dua mobil itu.


*Dorr...dor


-


-


-


Duarrr*


Dua mobil itu meledak di tempat saat tembakan Kenzi tepat mengenai tangki bensinnya. Dengan seringaian iblis, Kenzi meniup moncong pistolnya saat tembakannya benar-benar teat sasaran.


"Nice!!" ucap Kenzi. ia kemudian duduk bersandar di bawah pohon untuk merilekskan diri sejenak. Tak berselang lama, ada tiga motor sport warna merah datang menghampirinya.


Hanzo, Soffia dan Reno turun dari motor dengan tergesa-gesa. Mereka lalu segera menghampiri Kenzi.


"Ken, lo gapapa kan?" tanya Soffia cemas sambil berjongkok di depan Kenzi.


"Gue gapapa kok, cuma mobil gue aja yang kebakar" jawab Kenzi.


"Emang tadi kenapa sih?. Kok lo bisa sampek diserang?" tanya Hanzo.


"Gue tadi cuma lewat biasa di jalan. Terus tiba-tiba dua mobil itu nyerang gue" jawab Kenzi seraya menujuk dua mobil yang sudah terbakar di sebrang sana. Mereka mengikuti arah tunjuk Kenzi. Betapa terkejutnya mereka saat melihat apa yang terjadi. Mata mereka bahkan membulat saking terkejutnya.


"Gila sih ini mah!" ucap Reno sambil geleng-geleng kepala. Hanzo berlari menghampiri mobil itu. ia mengecek sekitar mobil dengan teliti. Disetiap mobil ada dua orang pria yang sudah dipastikan tewas terbakar. Hanzo tak sengaja menginjak sesuatu di kakinya. ia kemudian mengambil benda itu.


Hanzo berlari kembali ke Kenzi untuk memperlihatkan benda yang ia temukan.


"Gue nemuin ini" ucap Hanzo seraya menyodorkan benda di tangannya. Kenzi menerima benda itu. Sebuah benda berbentuk lingkaran yang terbuat dari perunggu dengan simbol tengkorak dan ular kobra diatasnya.


"Dead Cobra" ucap Kenzi setelah membaca tulisan kecil dibawah gambar tersebut.


"Gue nggak ngerasa pernah berurusan atau buat masalah sama geng ini deh. Kenapa mereka nyerang gue?!" bingung Kenzi.


"Lo harus hati-hati, Ken. Kayaknya mereka ada niat buruk ke lo!" peringat Soffia.


"Ya, gue bakal hati-hati"