Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Ujian



Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Kini saatnya seluruh siswa/i SMA Dharma Bangsa melaksanakan ujian kenaikan kelas. Seluruh siswa belajar segiat mungkin untuk mendapatkan nilai tinggi dan untuk menutupi nilai-nilai mereka yang anjlok. Tapi tidak dengan dua makhluk ciptaan tuhan ini, siapa lagi kalau bukan Reyhan dan Kenzi.


Bukannya belajar, mereka malah sibuk berpacaran sambil mengganggu para sahabat mereka yang tengah belajar.


"Lo berdua belum pernah di timpuk pake meteor ya!!" seru Tasya dengan mata yang melotot tajam menatap Reyhan dan Kenzi yang dari tadi terus bernyanyi absurt hingga mengganggu konsentrasi mereka yang tengah belajar.


"Kebetulan belum, lo mau nimpuk gue pake meteor?" jawab Reyhan dengan senyum watadosnya.


"Lo-


"Ganteng. Oh makasih loh ya" Reyhan memotong ucapan Tasya. Emosi Tasya sudah naik sampek ke ubun-ubun. Dengan gerakan kilat, ia mengambil buku dari tas Andien dan dengan sekali remasan, buku itu sudah berbentuk bulat. Ia langsung melemparnya dan nice, buku itu mendarat mulus di jidat Reyhan.


"Awsss" ringis Reyhan sambil mengelus jidatnya yang berdenyut.


"TASYA BUKU GUEEEE" teriak Andien menggelegar seisi ruangan. Sontak seluruh siswa yang ada disana mengamankan kuping masing².


"SANTAI AJA KALI"Teriak balik Tasya tak kalah kencangnya.


"SANTAI GIMANA, BUKU GUE LO ANCURIIINNNNN" Teriak Andien gemas pada Tasya.


"ENTAR GUE GANTI" Jawab Tasya santai tapi sambil berteriak.


"WOY JANGAN TERIAK-TERIAK, INI SEKOLAH BUKAN HUTAN" Teriak Renata sambil menatap tajam dua makhluk di belakangnya.


"LO JUGA TERIAK OGEB" Teriak balik Tasya dan Andien bersamaan.


"KALIAN BISA DIEM NGGAK SIH!!" Teriak Kenzi kencang. Reyhan yang ada di sebelah Kenzi terperanjat kaget karena Kenzi teriak tiba-tiba.


"NGGAKK" Jawab Renata, Tasya, dan Andien dengan berteriak juga.


"Mama...tolongin Rey, disini isinya toa berjalan semua" ringis Reyhan dalam hati.


Ting...


Semua siswa bernafas lega saat bell masuk berbunyi. Itu artinya kuping mereka untuk sementara aman dari suara cetar membahana milik Kenzi dkk.


"Udah bell, aku ke kelas dulu ya" pamit Reyhan yang dibalas anggukan oleh Kenzi. Sebelum pergi, Reyhan mencium singkat kening Kenzi.


"Belajar yang bener" ucap Reyhan sambil mengacak rambut Kenzi gemas. ia lalu keluar dari kelas Kenzi dan beralih masuk ke kelasnya.


"Serak tenggorokan gue" keluh Tasya sambil mengelus-elus lehernya.


"Makanya, udah tau di sekolah malah menjelma jadi tarzanwati" cibir Kenzi sambil menghadap belakang. Tasya langsung mencebikan bibirnya saat mendengar ucapan Kenzi.


"Pagi Anak-anak" sapa Pak Jamal yang baru masuk kelas. ia berjalan ke meja guru sambil meneteng map besar berwarna coklat yang diyakini isinya adalah soal ujian.


"Pagi pak" jawab mereka


"Saya akan bagikan soalnya, dikerjakan sungguh-sungguh, jangan nyontek, jangan berisik, jangan terburu-buru,jangan-..


"Jangan banyak omong pak, buruan bagiin" potong Kenzi. ia menopang dagunya sambil menatap malas kearah guru didepannya.


"Kamu berani sama saya?!" seru Pak Jamal.


"Kimi birini simi siyi" ejek Kenzi dengan bibir yang dibuat-buat maju. Hal itu mengundang tawa teman satu gengnya.


"Hahaa bibir lo Ken, kek bebek abis nyium aspal" ledek Renata sambil tertawa, yang lain ikut tertawa kecuali Kenzi dan Pak Jamal.


"Apaan sih lo. Orang bibir sexy gini kok disamain sama bebek" cebik Kenzi sambil mengerucutkan bibirnya.


"Sudah, diam kalian semua. Kamu juga, ngapain bibir di maju²in gitu?, pengen cium sepatu saya?" tukas Pak Jamal pads Kenzi.


"Kalo cium bapak aja gimana?" goda Kenzi sambil mengedipkan sebelah matanya.


Pak jamal mengendik malas.


"Nggak nafsu saya sama bocah kayak kamu, masih kecil, tengil lagi. Hot-an juga istri saya" jawab Pak Jamal yang berujung cibiran untuk Kenzi. Satu kelas dibuat tertawa karena tingkah guru dan siswi absurt tersebut.


"Ayang Kenzi, Pak Jamal kan nggak mau dicium, gimana kalo kamu cium aku aja?" goda Deo.


"Eh deodoran, gue bilangin Reyhan..pulang tinggal tengkorak doang lo!" Ucap Andien. Seketika, Deo membayangkan bagaimana nasibnya jika Reyhan mengetahui hal ini.


Membayangkan dirinya digebuki Reyhan sampai bobrok saja sudah membuatnya bergidik ngeri. ia langsung menggeleng-nggelengkan kepalanya.


"Jangan dong ndien, tega banget lo sama temen sendiri" pinta Deo.


"Emang lo temen gue?" tanya Andien sambil menatap sinis Deo.


"Hahaaa terima nasib aja De, nanti pulang sekolah abis lo sama si Reyhan" ledek teman sebangku Deo. Deo hanya mendesis kesal.


"Sudahh, ini waktunya ujian bukan ngobrol!!" seru Pak Jamal. Siswa yang tadinya ricuh langsung diam seketika. Setelah memastikan semua siswa diam, Pak Jamal langsung membagikan soal ujian ke masing² meja.


Mata para siswa membulat sempurna saat melihat isi dari soal tersebut.


"Pak, soalnya kok susah sih" keluh Bella.


"Soalnya tuh gampang, jawabannya yang susah. Udah nggak usah banyak ngomong, buruan dikerjain" ucap Pak Jamal santai. Seluruh siswa hanya mampu pasrah dengan kehendak tuhan.


"Tuhan...semoga raport gue nggak kebakaran" gumam Bella.


Kelas X Ipa 1 hening seketika. Semua fokus pada soal masing². Sedangkan Pak Jamal, matanya mengedar ke setiap penjuru untuk membasmi siswa yang hoby mencontek.


"Sstt, Ren nomer sebelas jawabannya apa?" tanya Deo pada Renata sambil berbisik. Sedangkan Renata, ia malah pura-pura tidak mendengar panggilan Deo.


"Deo....!!" seru Pak Jamal sambil menatap tajam Deo.


"Hadir pak" jawab deo tak lupa dengan cengirannya.


"Kamu diam, atau saya ambil lembar ulangan kamu" Tegas Pak Jamal.


"Hehee berhubung saya anak teladan, saya pilih diem aja deh pak. Silahkan pak, dilanjut melototin siswanya" jawab Deo.


Inilah yang tidak mereka sukai saat penjaganya Pak Jamal. Mereka tidak bisa berkutik sama sekali karena Pak Jamal sangat teliti dalam mengawasi sekitar. Sehingga gerakan sekecil apapun ia pasti mengetahuinya.


Brakk


Kenzi menggebrak meja lalu berdiri. Semua orang menatap heran kearahnya. ia lalu berjalan menuju meja guru dan menyerahkan lembar jawabannya.


"Nih pak" ucap Kenzi seraya menyodorkan kertas berisi coretan itu.


"Kamu udah selesai?" tanya Pak Jamal terkejut yang dibalas anggukan malas oleh Kenzi. Pak jamal melihat arlojinya.


"Ini baru 15 menit lho" ucap Pak Jamal keheranan.


"Emang kenapa kalo baru 15 menit, saya udah selesai semua kok" jawab Kenzi. Karena tidak percaya, Pak Jamal melihat hasil ujian Kenzi. Ia meneliti satu persatu jawaban yang ada disana. Seketika matanya membulat sempurna.


"Bagaimana bisa, ini..." ucap Pak Jamal keheranan.


Kenzi tersenyum miring melihat ekspresi guru di depannya.


"Saya emang nakal pak, tapi saya nggak bodoh" ucap Kenzi serius. Pak Jamal cukup tertegun saat melihat perubahan raut wajah dan intonasi dari salah satu siswi paling badung di depannya.


"Berhubung saya udah selesai, saya mau ke kantin ya pak. Bye bye" Kenzi langsung pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Pak Jamal.


Sedangkan Pak Jamal dan siswa lain dibuat terkejut dengan tingkah Kenzi.


"Benar-benar cerdas" batin Pak Jamal.


****


Di kantin, Kenzi sibuk memakan bakso pesanannya dengan damai tanpa gangguan.


"Hay" sapa seseorang.


Uhukkk


Saking terkejutnya, Kenzi sampai tersedak kuah bakso yang ia makan. Dengan cepat ia meraih es teh yang sudah ia pesan tadi dan meneguknya hingga tersisa setengah.


Setelah merasa tenggorokannya membaik, ia segera menoleh kearah seseorang yang tengah duduk di sampingnya.


"Kak Bintang" pekik Kenzi.


"Hay, udah lama nggak ketemu" ucap Bintang sambil tersenyum manis. Kenzi hanya membalas dengan senyuman kaku.


"Lo disini sendiri?" tanya Bintang.


"Tadi sih iya, tapi sekarang berdua sama lo" jawab Kenzi seadanya.


"Oh ya Ken, ntar malem lo sibuk nggak?, keluar yuk" tanya Bintang sekaligus mengajak.


Kenzi terdiam. ia bingung harus menjawab apa. Saat mulutnya terbuka hendak menjawab, tiba-tiba ada seseorang memanggil namanya.


"Sayang...aku cariin kemana-mana ternyata kamu disini" ucap Reyhan seraya mendudukkan dirinya di samping Kenzi sehingga membuat Kenzi berada diantara dirinya dan Bintang.


"Hehee i iya" jawab Kenzi sambil tersenyum kikuk. Berbeda dengan Bintang, ia menatap tajam kearah Reyhan dan dibalas senyuman mengejek oleh Reyhan.


"Kamu makan kok nggak diabisin sih, mau aku suapin ya" goda Reyhan sambil manaik turunkan alisnya.


"Apaan sih kamu" cebik Kenzi sambil mengerucutkan bibirnya.


"Tuh bibir gemesin banget sih, jadi pengen nyium" ucap Reyhan sambil tersenyum nakal. Sontak Kenzi menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Hahaaa" tawa Reyhan pecah. ia lalu mengacak gemas rambut panjang Kenzi.


"Pacar aku gemesin banget sihhh" ucap Reyhan sambil mencubit lembut hidung Kenzi.


"Aaa kamu mah nyebelin" cebik Kenzi dengan nada manja.


"Sini peluk" Reyhan merentangkan kedua tangannya meminta gadis itu untuk masuk ke dalam dekapannya. Tak menolak, Kenzi memeluk Reyhan dan meletakkan kepalanya di dada bidang pemuda itu.


"I Love You" ucap Kenzi.


"I Love You More" sahut Reyhan sambil mencium puncak kepala kekasihnya.


Merasa tak dianggap, Bintang langsung pergi meninggalkan dua sejoli itu dengan perasaan kesal.


"Gue kecolongan start.....arghh sial" batin Bintang menahan emosi.


**Tandai typo....jangan lupa like, coment, vote and rate ya guys..


Mampir juga ke Docktor is my wife.


Happy Reading 😘**