Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Merangkai Masa Depan



Satu minggu sudah Reyhan dirawat, dan kini kondisi pemuda itu kian membaik. Duduk diatas kursi roda sambil menikmati suasana rumah sakit di sore hari, Reyhan tersenyum hangat pada gadis di sampingnya. Rasa perih di dadanya seakan tak terasa sama sekali saat ia memandang Kenzi sedekat ini. Berusaha untuk mengganti semua luka yang sudah ia berikan, dalam hati ia bertekad untuk membuat gadis itu selalu bahagia dengan cara apapun.


Kenzi bangkit dari duduknya lalu berjalan ke belakang Reyhan. Ia mendorong kursi roda itu memutari taman rumah sakit dengan perlahan. Angin lirih dan kicauan burung menghiasi suasana sore ini. Ia kemudian berhenti di tengah taman dekat kolam, disana teduh karena banyak pohon rindang yang berjajaran.


Reyhan menggapai tangan Kenzi lalu menariknya ke depan hingga tangan itu melingkar di depan dadanya. Kenzi sedikit membungkuk karena hal itu, dagunya menempel di kepala Reyhan hingga ia bisa menghirup aroma rambut pemuda itu dengan leluasa.


Reyhan menggenggam tangan Kenzi yang berada di depan dadanya, memberikan sedikit usapan kecil hingga membuat bibir gadis itu melengkung membentuk sebuah senyuman.


"Ken...." panggil Reyhan tanpa mau melepas pegangannya.


"Hmm?" jawab Kenzi dari belakang.


"Nanti kamu pengen punya anak berapa?" tanya Reyhan secara tiba-tiba.


"Aww" pekik Reyhan saat cubitan dari Kenzi mendarat mulus di pinggangnya. Ia mengusap pinggangnya berulang kali yang terasa panas karena cubitan gadis itu.


"Belom juga nikah, udah mikirin anak aja!!" desis Kenzi sambil memutar bola matanya jengah.


"Kan itu cuma planning aja sayang, toh suatu saat kita bakalan nikah. Jadi nggak masalah dong kalo mikirin hal itu dari sekarang" jawab Reyhan yang masih mempertahankan asumsinya. Kenzi menggigit bibir bawahnya sendiri di belakang sana tanpa pemuda itu sadari. Pipinya memanas sekarang dan ia yakin bahwa sekarang pipinya sudah berwarna kemerahan. Kenzi menghitung umurnya sendiri, 25 tahun dan Itu adalah umur yang sudah cukup matang untuk menikah. Tapi tentang anak, bukankah itu pemikiran yang terlalu jauh?.


Kenzi melepas pegangan Reyhan pada tangannya. Ia kemudian berjalan ke depan dan duduk di hadapan pemuda itu.


"Emangnya kamu pengen punya anak berapa?" tanya balik Kenzi sambil bertopang dagu untuk menatap wajah Reyhan. Pemuda itu tersenyum lebar dengan mata yang menatap keatas, menerawang jauh ke masa depan bagaimana ia membangun keluarga kecil yang bahagia bersama Kenzi nanti. Memikirkan itu saja sudah membuatnya bahagia, apalagi jika hal itu benar-benar terjadi. Ia yakin, readers di rumah juga pasti ikut bahagia. Ya nggak guys?!!


"Sebelas" jawab Reyhan dengan senyum cerahnya yang membuat mata Kenzi langsung melotot sempurna.


"Nanti aku mau bikin tim sepakbola sama mereka, dan nanti kita bangun stadion dalem mansion. Pasti seru banget" lanjut Reyhan yang sangat antusias. Membayangkan jika suatu hari nanti ia menjadi kapten sepakbola dan bermain bersama anak-anaknya nanti, pasti akan sangat menyenangkan. Dan disaat permainan sudah selesai, Kenzi datang sambil membawakan makanan untuk mereka lalu mereka makan bersama. Hal sederhana yang pasti akan menjadi warna indah dalam hidupnya kelak.


Kenzi menggelengkan kepalanya tak percaya. Ia melayangkan pukulan ringan ke paha pemuda itu hingga membuatnya meringis.


"Kamu pikir ngelahirin anak itu gampang?!!!. Enak aja minta sebelas, mau Jadi gimana bentukan badan aku nanti kalo sampek kejadian?!!!" Lain Reyhan, lain juga dengan Kenzi. Bayangan gadis itu menerawang bagaimana bentuk tubuhnya nanti jika mereka benar-benar memiliki anak sebanyak itu. Pasti tubuhnya akan gemuk dan tak terurus karena sibuk meladeni suami dan anak. Kenzi langsung menggelengkan kepalanya membayangkan hal itu.


"Nanti pasti badan aku gemuk, dekil, nggak keurus, kemana-mana pake Daster, terus kamu ninggalin aku gara-gara aku udah nggak cantik lagi" tambah Kenzi sambil mengerucutkan bibirnya, Reyhan yang melihat itu menjadi gemas sendiri. Ingin rasanya ia mengarungi gadis itu dan membawanya pulang agar tidak diambil orang.


"Mau kamu gemuk, pake daster, atau apalah itu. Kamu akan tetep jadi bidadari tercantik di mata aku, dan nggak akan pernah ada yang bisa gantiin" ucap Reyhan sambil tersenyum manis dengan mata yang menatap intens kearah Kenzi.


Gadis itu menggigit bibir bawahnya berusaha menahan senyum. Dengan cepat, tangannya meraih hidung mancung milik Reyhan dan mencubitnya pelan.


"Pinter deh gombalnya" ucap Kenzi yang terdengar seperti cibiran. Reyhan tertawa kecil seraya menyelipkan rambut Kenzi ke belakang telinga yang malah membuat gadis itu terlihat semakin mempesona.


"Berapa pun anak kita nanti, gimana pun kondisi kita nanti, aku cuma pengen terus sama kamu. Kita hidup bareng, menua bersama, melihat gimana anak kita berkembang nanti, dan terus berdampingan sampek kita nggak kuat lagi untuk berjalan" Ucap Reyhan dengan mata teduhnya yang membuat hati Kenzi ikut tenang.


Di samping kebahagiaan mereka, Sella menatap dengan penuh kebencian kepada sepasang kekasih itu. Ia mencengkram kuat keranjang buah di tangannya dengan amarah menggebu. Sorot mata tajam ia tujukan kearah seorang Gadis yang tengah tersenyum bahagia bersama Reyhannya. Dan ia tak rela hal itu terjadi.


"Siall!!!!" marah Sella sambil menendang dedaunan di depannya.


"Gue nggak akan biarin lo bahagia, Kenzi!!!"


Bersambung.......


*************




Hay guys, maaf ya baru up. Aku baru dapet pencerahan dari Tuhan setelah dua hari semedi:v. Oh yaaa, aku mau ngenalin ke kalian novel baru aku. Judulnya 'SOMEONE YOU LOVED'


Jadi ini menceritakan kisah dan lika-liku perjalanan cinta Babang Devan dan Mbak Via sampek bisa berakhir di jenjang pelaminan. Dijamin nggak nyesel asal sabar nunggu:v, masih new loh gaess. Yuk buruan cek di profil aku, follow juga bila perlu.


Mampir yaaaa, jangan lupa tinggalkan jejakk entah itu like or coment yang pasti aku ucapin makasih banget buat kalian.Happy Reading All😘