Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Berteman



Jamkos memang menyenangkan, tapi lama-lama bakal terasa membosankan. Itulah yang dirasakan oleh sekumpulan remaja ini. Sudah 5 jam lamanya mereka hanya leyeh-leyeh sambil bermain ponsel atau mengerjai temannya.


"Borring banget sumpah" keluh Kenzi. ia duduk malas sambil menopang dagu dengan tangan kanannya.


"Kantin yuk!" ajak Tasya.


Mendengar kata 'kantin' membuat tiga gadis yang tadi loyo seperti koyo bekas langsung semangat empat lima.


"Ayok" jawab Kenzi antusias.


"Kalo makan aja cepet!" cibir Andien yang dibalas cengiran oleh Kenzi.


"Sell, lo mau ikut nggak?" tanya Kenzi pada Sella. ia menghadap kebelakang agar bisa menatap gadis itu.


"Emang gapapa kalo gue ikut kalian?" tanya Sella yang merasa tak enak hati karena dia siswi baru disini.


"Ya gapapa lah, mulai sekarang kita temenan. oke?!" ucap Andien yang dibalas anggukan semangat oleh Sella.


"Bentar, gue mau ngajak cowok-cowok dulu. Kali aja mereka mau ikut" ucap Kenzi.


"Oke" jawab Renata. Kenzi kemudian berjalan kesegerombolan siswa laki-laki yang tak lain adalah Reyhan dkk.


"Rey.." panggil Kenzi. Reyhan yang tadinya menunduk menatap ponsel kini mengalihkan atensinya ke Kenzi.


"Kenapa?" tanya Reyhan.


"Aku mau ke kantin, kalian ngikut nggak?" tanya Kenzi pada mereka.


"Gue sih ayok, daripada gabut disini" jawab Ariel yang langsung diangguki setuju oleh teman-temannya.


Mereka bersembilan keluar kelas bersama-sama. Seluruh siswa yang kebetulan ada disana menatap heran. Hal itu dikarenakan keberadaan Sella diantara sekumpulan anak famous tersebut.


"Mereka kok ngeliatin gue gitu banget sih?" ucap Sella yang merasa risih dengan tatapan para siswa itu.


"Gapapa, mereka biasa kok kayak gitu" jawab Renata.


Mereka memasuki area kantin dan langsung menuju ke meja pojokan yang biasa mereka tempati. Reyhan duduk ditempat paling ujung dengan Kenzi disampingnya. Sedangkan didepannya ada Sella dan Tasya.


"Kalian belum kenalan loh sama temen baru kita" seru Andien pada Reyhan dkk. Reyhan dan yang lain pun baru menyadari jika dikelompok mereka bertambah satu orang.


"Eh ada anak baru ternyata, kok gue nggak nyadar ya" cengir Reza sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Lo sih nyadarnya cuma sama Tasya doang, kita-kita mah cuma dianggap angin lewat" tukas Andien sambil memutar bola matanya malas.


"Yaiyalah, kan di hati dan mata gue cuma ada Tasya seorang" ucap Reza sambil mengedipkan sebelah matanya genit pada Tasya.


"Dih, najiss" cibir Andien bergidik geli, Reza terkekeh melihat wajah asem teman kekasihnya itu.


"Hy, kenalin gue Vicky" ucap Vicky pada Sella sambil mengulurkan tangan kanannya. Sella menerima uluran tangan itu sambil tersenyum.


"Nama gue Sella" ucap Sella.


"Kenalin, gue Reza" kini giliran Reza yang memperkenalkan dirinya. ia melalukan hal yang sama seperti yang dilakukan Vicky tadi.


"Gue Sella"


"Gue Ariel" sekarang giliran Ariel. ia juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan kedua sahabatnya tadi.


"Gue Sella" ucap Sella.


ia kemudian menatap Reyhan yang berada didepannya. Reyhan dengan santainya malah asyik bercanda dengan Kenzi tanpa memperdulikan orang lain.


"Hy, kenalin nama gue Sella. Nama lo siapa?" Sella memperkenalkan dirinya sekaligus bertanya. Tangan kanannya ia ulurkan kepada Reyhan dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya. Menyadari ada yang mengajaknya bicara, Reyhan dan Kenzi menghentikan aktifitas tertawa mereka. Dua sejoli ini kompak melihat kearah Sella.


Reyhan menatap tangan Sella dalam diam. Wajahnya datar tanpa ekspresi.


"Reyhan" ucapnya singkat tanpa mau membalas uluran tangan gadis itu. Merasa diabaikan, Sella tersenyum tipis lalu menarik mundur uluran tangannya. Sedangkan Reyhan, dengan wajah tanpa dosa ia malah merangkul bahu Kenzi dan memainkan jemari lentik gadis itu. Sesekali ia memberikan kecupan lembut disana. Lihatlah, betapa pasangan itu membuat semua orang menjadi iri. Apalagi yang jomblo, udah ngenes, jadi tambah ngenes melihat mereka.


"Nggak usah dipikirin, Reyhan emang gitu kalo sama orang asing. Tapi sebenarnya dia baik kok" ucap Tasya dengan senyuman. Sella membalas senyuman itu kemudian mengangguk.


Sorot matanya kemudian beralih kepada Reyhan dan Kenzi. ia mengamati setiap interaksi yang dilakukan oleh pasangan itu. Sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman yang amat tipis sehingga tidak ada seorang pun yang menyadarinya.


"Nggak ada yang mau ngadain traktiran nih?, pelit banget sama temen sendiri" ucap Kenzi pada semua teman-temannya.


"Gue yang traktir aja gimana?!" ucap Vicky sambil tersenyum penuh arti.


"Tumben lo nraktir, biasanya kan lo yang selalu minta traktiran" heran Reza yang berujung cibiran untuk temannya.


"Wiss, Vicky yang sekarang beda bro. Duit gue lagi banyak, gue abis buka ternak tuyul kemaren" ucap Vicky sambil terkekeh.


"Kampret lo!!" dengan kesal, Ariel melempar tisu kotor tepat dimuka Vicky yang malah membuat pemuda itu tertawa.


"Tapi sebelum gue traktir, ada syaratnya" ucap Vicky dengan wajah serius.


"Apaan?" Reyhan ikut menyahut setelah sedari tadi diam.


"Masih hidup lo Rey?" ledek Reza sambil terkekeh. Reyhan mendelik malas.


"Menurut lo?!" ketus Reyhan yang membuat Reza tertawa kecil.


"Kalian harus bisa jawab pertanyaan gue. Kalo salah satu dari kalian bisa jawab, gue bakal traktir kalian. Tapi kalo kalian nggak bisa jawab, kalian yang harus nraktir gue. Gimana?" jelas Vicky sambil menaikturunkan alisnya.


"Itu mah elo yang nyari untung bambangg!!" tukas Andien kesal sambil mengeplak belakang kepala Vicky.


"Sakit satt...Rill, cewek lo nih. Demen banget main kriminal ama gue" sungut Vicky sambil mengelus belakang kepalanya yang terasa panas.


"Udah yang, geplakin aja terus. Sampek benjol juga kagak ngapa-ngapa. Aku ikhlas lahir batin" bukannya membela temannya, Ariel malah mendukung kekasihnya hingga membuat Vicky kesal sampek ke ubun-ubun.


"Sopan kah begitu?!" desis Vicky kesal.


"Yeee malah berantem. Buruan mulai, katanya mau ngasih pertanyaan" Kenzi ikut bicara saat melihat perdebatan tanpa ujung yang tercipta diantara para lelaki itu. Vicky menarik nafas panjang untuk meredam rasa dongkolnya karena tindakan teman kampretnya yang satu ini.


"Oke, gue kasih satu pertanyaan. Kalian harus bisa jawab yaaa" semua mulai fokus mendengarkan apa yang Vicky bicarakan.


"Hijau, pink, muter-muter. Apa hayoo?" ucap Vicky. Semua terdiam bergelut dengan fikiran masing-masing.


"Komedi puter" ucap Tasya yang dibalas gelengan oleh Vicky.


"Kipas warna-warni" ucap Ariel.


"Salah..." jawab Vicky


"Lampu disko" ucap Reyhan.


"Bukan" jawab Vicky.


Semua jawaban sudah mereka lontarkan, namun tak ada satupun yang benar. Otak pintar Kenzi bahkan tak mampu menjawab pertanyaan Vicky.


"Tau ah, gue nggak tau" Kenzi menyerah karna tak kunjung mendapat jawaban.


"Jadi nyerah semua nihh?" tanya Vicky dengan senyum penuh kemenangan.


"Hemmmm" mereka hanya menjawab dengan deheman malas.


Vicky memberi tahu jawaban dari pertanyaan yang ia buat dan hal itu membuat sahabatnya ternganga-nganga mendengar jawaban Vicky.


"Jawabanya adalah.......Hulk lagi nari balet, bwahahaaa" ucap Vicky sambil tertawa terbahak-bahak.


"VICKY KAMPRETTT" teriak mereka semua dengan perasaan dongkol sedongkol-dongkolnya. Vicky semakin tertawa melihat wajah asem sahabat-sahabatnya. Sella bahkan sudah bisa akrab dengan mereka semua.


Dan pada akhirnya, mereka membayar makanan sendiri-sendiri. Tanpa ada yang mentraktir dan ditraktir. Mereka semua ogah-ogahan mentraktir Vicky. Apalagi saat mengetahui jawaban dari pertanyaan yang dibuat olehnya. Hulk nari balett, kalaupun beneran ada, mereka semua langsung membeli tiket nontonnya agar bisa melihat penampilan hulk memakai baju pink dan berputar-putar seperti kipas angin.