
1 minggu berlalu, kini hubungan Reyhan dkk dan Kenzi dkk semakin dekat. Banyak siswa maupun siswi yang iri dengan kedekatan mereka. Namun ada juga yang mengidolakan keempat couple tersebut. Meskipun mereka BELUM PACARAN 😂.
Saat ini, delapan makhluk ciptaan tuhan itu sedang berada di kantin. Karena sekarang mereka sedang Losbar, alias bolos bareng.
"Eh, gue denger² katanya besok ada pertandingan basket antara SMA kita sama SMA Garuda ya?" ucap Reza di sela-sela makan mereka.
"Gue denger² sih begitu" jawab Vicky.
"Wih, bagus dong. Jamkos full" seru Kenzi.
"Jamkos mulu otak lo" sarkah Andien.
"Yee biarin. Lagian lo juga suka kan. Gak usah sok polos deh mbak ndin" sahut Kenzi.
"Heheee iya juga sih" ucap Andien dengan cengir watadosnya.
"Ken, lo tau nggak. Besok tuh kapten basketnya si Reyhan" timpal Ariel.
"Reyhan?, dia ketua tim basket disini?" tanya Kenzi.
"Iya, tapi kalo musuhnya SMA Garuda pasti kalah dia" ejek Ariel. Reyhan langsung memelototi Ariel saat dia menghancurkan image-nya di depan Kenzi.
"Lah, kok bisa?" ucap Kenzi dengan kening berkerut.
"Mereka itu jago banget msin basketnya. Mereka bahkan pernah jadi juara nasional. Gak sebanding sama gue yang hanya butiran debu" sahut Reyhan mendramatisir.
"LEBAY LO" hardik mereka bersamaan. Reyhan hanya cengegesan gak jelas memperlihatkan deretan gigi rapinya.
Drtttt Drtttt
Ponsel Reyhan berbunyi membuat mereka terdiam seketika. Reyhan merogoh saku celananya. ia lalu berjalan menjauh saat mengangkat telfon tersebut.
"Hallo"
".......---....."
"Oke gue kesana sekarang" ucap Reyhan lalu mematikan telfon sepihak.
Reyhan kembali ke teman²nya dan menarik tangan Kenzi.
"Ikut gue" ucap Reyhan sambil menggandeng tangan Kenzi.
"Mau kemana?" tanya Kenzi.
Reyhan tidak menjawab, ia terus berjalan menggandeng Kenzi menuju parkiran. Saat tiba disana, Reyhan membukakan pintu mobilnya dan menyuruh Kenzi untuk masuk. Mobil Reyhan lalu melaju meninggalkan sekolah.
40 menit berlalu, kini mobil Reyhan terparkir disebuah bangunan yang cukup besar. Mereka berdua melangkahkan kakinya ke dalam bangunan tersebut.
Kenzi sebenarnya bingung saat Reyhan membawanya ke tempat ini. Tapi saat melihat wajah Reyhan yang merah padam, Kenzi yakin pasti ini masalah yang serius.
"Siang ketua" sapa Zidan saat melihat ketuanya datang.
"Dimana yang lain?" tanya Reyhan dengan wajah datar sedatar aspal.
"se-sedang di ruang tengah" jawab Zidan terbata-bata. ia takut saat melihat kilatan amarah di mata Reyhan.
Reyhan berjalan menuju ruang tengah dengan menggandeng tangan Kenzi. Ruangan yang luas bernuansa abu². Desainnya hampir sama dengan Red Rose, di bagian terdepan ruangan terdapat lambang naga berwarna hitam melingkari sebuah permata berwarna hitam. Dan disitulah Kenzi tau bahwa dirinya sedang berada di markas dark dragon.
"Jadi?" ucap Reyhan dingin saat dirinya sudah berhadapan dengan anak buahnya. Tak ada yang menjawab, mereka hanya menunduk takut saat melihat tatapan tajam Reyhan.
Brakkk
"LO SEMUA PUNYA MULUT NGGAK" teriak Reyhan sambil menggebrak meja. Semua semakin gemetar ketakutan kecuali Kenzi. ia malah menatap Reyhan santai karena ia marah, dia bahkan bisa lebih parah daripada Reyhan.
"Santuy, Rey. Mending duduk dulu" ucap Kenzi. Reyhan menurut dan duduk di sebelah Kenzi.
"Eh lo semua, mending lo cerita deh. Daripada kena semburan maut" tambah Kenzi.
"Tadi tiba² anak Black Diamond dan Black Angel datang dan menyerang tempat penyekapan. Karena saat itu tidak banyak anggota kita yang berada disana, kita kalah dan mereka berhasil membawa Rossa, Lena, dan Riko" jelas Zidan. Reyhan mengepalkan tangannys kuat menahan amarah. Begitupun dengan Kenzi, tapi dia masih berusaha bersikap santai.
"Wah, geng rendahan ternyata berani juga ya" ucap Kenzi sambil menyeringai. Anggota Dark Dragon bergidik ngeri saat melihat seringaian Kenzi. Mereka membayangkan jika ketuanya bersama dengan Kenzi, sang bidadari maut. Bisa² , mereka semua terkena serangan jantung berjamaah.
"Kita serang mereka!" seru Reyhan.
"Biar gue bantu" ucap Kenzi. ia lalu merogoh ponselnya dan menelfon seseorang.
"Hallo Han" ucap Kenzi pada seseorang di sebrang telfon yang tak lain adalah Hanzo.
"Kenapa?"
"Bawa anak² ke markas Dark Dragon sekarang!, bawa senjata juga. Gue tunggu, gak pake lama. Kalo 10 menit lo belum sampek, jangan harap besok kalian ketemu sama matahari lagi" ucap Kenzi lalu mematikan telfon sepihak.
"10 menit lagi mereka dateng. jadi tunggu aja" ucap Kenzi.
******
Markas Red Rose
"Anjayy, punya ketua sadis amat" ucap Hanzo saat dirinya baru selesai bertelfonan dengan Kenzi.
"Napa lo?" tanya Anggi.
Hanzo tidak menjawab, ia bangkit dari duduknya.
"Woyy perhatian semuanya" teriak Hanzo. Sontak semua anggota Red Rose terfokus kepadanya.
"Lady nyuruh kita menyiapkan diri dan senjata dalam waktu 10 menit, lalu kita harus pergi ke markas Dark Dragon. Kalo kita telat, kalian tau sendiri kan akibatnya. Maka dari itu, kalian harus bersiap sekarang. Gue tunggu di depan" jelas Hanzo. ia lalu pergi kedepan markas meninggalkan anggota Red Rose yang sedang gaduh karena terburu-buru.
"Woy itu pistol gue sat"
"Anjirrr pedang gue itu"
"Jalan liat² dong, kaki gue lo injek nih"
"Woyy *****, liat katana gue kagak"
Teriakan demi teriakan terlontar dari mulut anggota Red Rose yang sedang bersiap. Mereka benar² terburu-buru. Mereka tidak mau sampai terlambat, karena jika sampai itu terjadi, bisa² mereka bertemu tuhan saat ini juga.
**Tandai typo....jangan lupa like,coment, and vote ya guys. Mampir juga ke "Doctor is my wife".
Bagi kalian yang nunggu Kenzi dan Reyhan jadian, sabar dulu ya 😂. Bakal jadian kok, tapi nggak sekarang hehe 😂. Makanya, terus ikutin ceritanya dan jangan lupa tinggalkan jejak. 😉
Happy Reading 😘**