
Kenzi masuk ke kamarnya. ia melempar tasnya ke sembarang arah. ia lalu mengambil handuk dan berendam dengan air hangat untuk merileks-kan pikirannya.
Setelah puas berendam, Kenzi membilas tubuhnya dengan air shower. ia lalu memakai baju rumahan, kaos putih polos dipadukan dengan celana jeans super pendek. Kenzi lalu merebahkan dirinya di atas ranjang.
Tinggg
Ponsel Kenzi berbunyi, ia lalu mengambil ponselnya dari atas nakas. Tertera nama Renata, ia lalu membuka chat dari Renata. Sebuah rekaman video yang memperlihatkan 3 orang gadis tengah diikat dengan mulut disumpal kain.
Kenzi sangat marah saat melihat siapa yang disekap. matanya memerah, rahangnya mengeras saking emosinya.
"Renata, Tasya, Andien" lirih Kenzi sambil menatap rekaman video itu. Sesaat kemudian ada telfon masuk, tanpa babibu lagi Kenzi langsung mengangkatnya.
"Hallo"
"Hallo honey, gimana kamu suka nggak sama kejutan aku" ucap seseorang dari sebrang telfon.
"Lena" ucap Kenzi.
" Wahh, ternyata lo hafal banget ya sama suara gue"
"Maksud lo apa bangsattt" ucap Kenzi
"Dateng ke jalan XXX sekarang atau temen lo akan mati" Ucap Lena lalu mematikan telfonnya sepihak.
"Shitt, kenapa harus mereka. Dasar Lena sialan. Bakal gue kirim lo ke neraka malam ini juga" umpat Kenzi.
ia lalu keluar mansion dengan tergesa-gesa. untung keluarganya sedang ada di singapore, jadi tidak ada yang menanyainya.ia bahkan tidak mengabari anak buahnya, ia langsung melajukan mobilnya ke jalan XXX dengan kecepatan kilat. Kenzi tak memperdulikan para pengemudi lain yang mengucapkan sumpah serapah untuk dirinya.
15 menit kemudian, ia telah sampai di jalan XXX, disana hanya ada sebuah pabrik yang telah lama kosong. Kenzi memasuki bangunan itu berbekalkan katana di tangannya.
"Wow,,,yang di tunggu² dateng juga akhirnya" ucap Lena sambil menyergai.
"Lepasin mereka" ucap Kenzi dingin.
"Itu sih gampang" ucap seseorang dari belakang Kenzi. Kenzi lalu memutar tubuhnya menghadap orang itu.
"Rossa" ucap Kenzi. Ya, orang itu adalah Rossa.
"Kenapa, kaget ya?" ledek Rossa.
"Nggak tuh. Pengkhianat emang selalu bersama dengan seorang penghianat" cibir Kenzi.
"Heh, mulut lo emang gak pernah makan bangku sekolah ya" sarkah Lena.
"Gue nggak pernah kekurangan makanan sampek² bangku sekolah dimakan. itu keras ogeb, sekalian aja tuh makan bangku taman lo makan" sahut Kenzi. Renata, Tasya, dan Andien yang tadi menatap serius ke mereka jadi mendengus malas. Bisa-bisanya Kenzi bercanda disaat-saat begini.
"Cih, bersombonglah sebelum aja menjemput lo" ucap Rossa sambil menyeringai.
Prokk prokk
"Black Diamond"batin Kenzi
Black Diamond adalah geng motor terkuat di kota A, mereka terkenal kejam dan sadis sama seperti Red Rose. Tapi sejauh ini, Red Rose tidak pernah ada masalah dengan Black Diamond, apalagi bermusuhan.
"Tch, tau gitu gue ajak anak² tadi" sesal Kenzi dalam hati
Renata, Tasya, dan Andien menatap khawatir ke Kenzi. Pasalnya Kenzi hanya sendirian, sedangkan jumlah mereka sangat banyak. Andai mereka bertiga tidak diikat, mereka pasti bisa membantu Kenzi.
"Sayang, jadi ini yang udah bikin kamu susah?" tanya leader Black Diamond pada Lena, Riko.
"Iya baby, kamu mau kan bantuin aku buat lenyapin dia" ucap Lena dengan manja.
"Apa pun untukmu" jawab Riko sambil tersenyum, Lena pun ikut tersenyum senang.
"Mamp*s lo Ken" batin Lena sambil menyeringai
Kenzi hanya santai² saja, baginya kematian bukanlah hal yang menakutkan. Riko memandang Kenzi dari bawah sampai atas sambil menyeringai.
"Cantik" batin Riko
"Leader Red Rose" ucap Riko dengan lantang. Renata, Tasya, dan Andien membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Riko. Siapa yang tidak kenal geng Red Rose, geng terkuat dan terkejam di kota ini. Tapi mereka tidak pernah tau leadernya siapa, dan betapa terkejutnya mereka saat mengetahui bahwa leader Red Rose adalah Kenzi, sahabatnya sendiri.
"Hay, senang bisa bertemu denganmu kang bucin" ledek Kenzi. Riko menaikkan sebelah alisnya pertanda tak mengerti.
"Lo pantes disebut kang bucin, yang rela buang² tenaga sama buang² anggota cuma buat nolongi pacar lo itu. Padahal lo sendiri gak tau masalahnya apa. Ck ck ck, kalo gue jadi lo, gue lebih milih balik terus ngebiarin pacar yang ngurusin urusannya sendiri" ucap Kenzi.
Riko mencerna ucapan Kenzi, apa yang diucapkan Kenzi ada benarnya. Kenapa dia jadi bodoh begini, tidak berfikir dulu sebelum bertindak. ia bahkan sampai mengerahkan hampir setengah dari anggotanya untuk membantu Lena, padahal dia sendiri tidak tau masalahnya apa. Tapi demi menjaga imagenya, ia tetap akan melawan Kenzi.
"Gak usah banyak bacot lo, SERANGGG!!!" seru Riko pada anggotanya. Semua anggota Black Diamond yang ada menyerang Kenzi. Kenzi mengambil katana yang ada di sampingnya.
Sringgg sringggg
Katana Kenzi bertautan dengan senjata anggota Black Diamond hingga menghasilkan bunyi yang amat nyaring.
Sringgg Sringgg
Kenzi terus maju tanpa takut sedikitpun. ia bahkan tak segan-segan menebas kepala anggota Black Diamond yang akan menyakitinya.
Bughh...Arghhh
Tanpa Kenzi sadari, ada anggota BD yang memukulnya dari belakang hingga membuat kepalanya sedikit berdarah. Kenzi berusaha bangun meski kepalanya pusing. ia tetap melanjutkan pertarungannya.
**Tandai Typo, jangan lupa like, coment, and vote guys. Mampir juga ke DOCTOR IS MY WIFE. Jangan lupa bawa like juga ya:)
Happy reading 😘**