Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
'Aku Ingin Kamu Pergi!!!'



"Akhhhh!!!!!" seorang gadis berteriak dengan kesal seraya membanting semua barang yang ada di depannya. Barang-barang di ruangan itu sudah hancur berkeping-keping, ruangan yang tadinya rapi kini sudah berubah berantakan layaknya kapal pecah.


Semua anak buahnya yang ada disana menunduk takut saat melihat kemarahan bos mereka. Tak ada yang berani bergerak sama sekali, bahkan bernafas pun mereka berusaha untuk tidak mengeluarkan suara.


"Sampek kapan lo mau teriak-teriak kayak orang gila?!!" desis seorang perempuan dari layar monitor laptop di depannya.


"Gue benci sama dia!!!!. Gue nggak terima dia ngerendahin harga diri gue kayak gini!!!" seru gadis itu dengan amarah.


"Lo tinggal suruh salah satu dari mereka buat bunuh dia, gampang kan?!!" ucap perempuan lain dari layar laptop lain sambil menyeringai iblis.


Gadis itu ikut tersenyum licik. Ia berdiri tegak seraya mengelap keringat di dahinya menggunakan telapak tangan.


"Hmm, bukan ide yang buruk!!" ucap gadis itu diiringi tawa jahatnya.


Ia kemudian berbalik badan untuk menatap semua anak buahnya yang ada disana. Ia menunjuk salah satu pria diantara mereka menggunakan tangan kiri.


"Bunuh dia!!" seru gadis itu.


***************


Waktu satu minggu berjalan dengan cepat. Hari ini, adalah hari dimana ikrar pernikahan Devano dan Via dilangsungkan. Semua sudah dipersiapkan semaksimal mungkin demi menghasilkan sesuatu yang memuaskan.


Gedung sudah di dekorasi dengan sangat indah. Di bagian depan terpajang sebuah hiasan dengan bentuk nama Devano dan Via yang dibingkai dengan bentuk love. Para pebisnis ternama dan rekan-rekan terdekat juga ikut hadir meramaikan pernikahan putra sulung dari keluarga konglomerat itu.


Devano tampil dengan sangat menawan berbalutkan jas tuxedo warna putih, selaras dengan gaun yang Via kenakan. Kenzi duduk diantara kedua orang tuanya untuk menyaksikan hari bahagia sang kakak tercinta.


Sorak semurai para wartawan memenuhi gedung saat sosok pemuda hadir dalam acara tersebut. Kenzi dan yang lain menengok kearah sumber suara. Mata gadis itu langsung membulat sempurna saat melihat Reyhan juga ikut hadir dalam acara ini. Ia tak menyangka jika Devano akan mengundangnya juga.


"Dad....


"Via yang meminta Reyhan untuk hadir. Reyhan adalah teman masa kecil Via, maka dari itu dia ingin Reyhan hadir di acara ini" jawab William dengan cepat seakan ia tau apa yang akan putrinya tanyakan.


Kenzi menghela nafas berat seraya menyandarkan punggungnya disandaran kursi. Ia menatap kearah Via dan Devano yang duduk bersanding di depan sana. Mereka nampak tersenyum bahagia, dan hal itu berhasil membuat Kenzi ikut tersenyum melihatnya.


"Buat lo bang, gue akan tekan ego gue. Gue nggak mau acara lo berantakan cuma gara-gara gue" batin Kenzi


Reyhan duduk di kursi sebelah Justin yang berseberangan dengan kursi Kenzi. Ia terus menatap gadis itu dengan tatapan cinta yang mendalam, sedalam samudra pasifik eaaa


Acara inti di mulai. Devano duduk berhadapan dengan Ayah Via. Menjabat tangan pria itu dengan penuh keyakinan dalam hati untuk menjadikan Zevia sebagai pendamping hidupnya. Devano mengucapkan ikrar pernikahan dengan sekali tarikan nafas, mengucapkan nama pujaan hatinya binti nama ayahnya disertai mas kawin yang sudah ia siapkan.


Terdengar kata 'sah' yang keluar dari mulut para saksi membuat semua orang bernafas lega. Kenzi memeluk kedua ibunya sambil menatap kearah Devano dan sang ayah di depan sana.


Suasana berubah menjadi haru saat para tetua memberikan wejangan kepada putra dan putri mereka yang baru mengucapkan janji suci di hadapan tuhan.


Devano dan Via duduk berdampingan di kursi pelaminan dengan raut wajah bahagia yang terlihat jelas di wajah keduanya. Artis ibukota dan band papan atas ikut meramaikan acara tersebut. Semua nampak menikmati acara yang berlangsung, apalagi saat salah satu band akustik hadir di atas panggung untuk mengisi kekosongan acara.


Kenzi juga merasa ikut bahagia melihat kebahagiaan sang kakak tercinta. Ia mengedarkan pandangannya sambil membawa segelas minuman. Hingga tak sengaja, matanya bersitatap dengan pandangan Reyhan yang sedari tadi sudah tertuju kepada dirinya. Cukup lama mereka saling tatap, hingga selang berapa menit Kenzi mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Ren, gue titip tas ya. Gue mau ke toilet bentar" pamit Kenzi seraya menyerahkan tas yang ia bawa kepada Renata.


"Jangan lama-lama" sahut Renata yang dibalas anggukan oleh Kenzi. Gadis itu berjalan seorang diri menuju tempat tujuannya, toilet.


Sesampainya disana, Kenzi menutup pintu itu rapat-rapat dengan nafas yang naik turun. Ia menatap pantulan dirinya di cermin wastafel.


"Please jangan gini!!" ucap Kenzi sambil memegang dadanya.


"Please jangan buat semuanya jadi tambah sulit" ucapnya lagi dengan lirih.


Kenzi menarik nafas panjang seraya menajamkan pandangannya kearah cermin.


"Lo pasti bisa!!. Ayolah Ken, ini cuma sehari!!. Jangan sampek lo lemah lagi cuma gara-gara cinta!!" tekan Kenzi pada dirinya sendiri.


Setelah merasa cukup tenang, Kenzi merapikan riasannya sejenak. Ia kemudian meraih gagang pintu lalu membuka pintu itu perlahan.


Jantung Kenzi berdetak dengan cepat saat melihat Reyhan sudah bersandar di depan pintu. Mereka saling mengunci tatapan satu sama lain dengan jarak yang dekat.


Justin yang kebetulan lewat tak sengaja melihat kejadian itu. Jiwa ingin tahunya memberontak saat ini. Dengan gerakan cepat, Justin bersembunyi di balik tembok untuk menyaksikan drama apa yang akan terjadi selanjutnya.


Reyhan menatap lekat ke wajah Kenzi dan hal tersebut sukses membuat jantung gadis itu berdetak tak menentu. Kenzi mengalihkan pandangannya kearah lain, tangannya menggenggam gagang pintu hendak menutup kembali pintu itu namun Reyhan dapat menahannya dengan sempurna.


"Minggir!!!" seru Kenzi dengan wajah dinginnya. Namun Reyhan tak menjawab, ia menarik tangan Kenzi hingga gadis itu keluar sempurna dari dalam toilet. Ia kemudian mendempetkan tubuh Kenzi ke tembok dan menguncinya hingga gadis itu tak bisa bergerak.


"Lepas!!" Kenzi mencoba memberontak dalam kungkungan Reyhan namun percuma. Pemuda itu dapat menahan semua perlawanan yang Kenzi berikan, bahkan tubuhnya tak goyah sama sekali.


"Maaf" satu kata itu sukses membuat Kenzi terdiam. Ia menatap kearah mata tajam Reyhan yang juga sedang menatapnya. Helaan nafas pemuda itu sangat terasa di wajah Kenzi karena jarak mereka yang sangat dekat.


"Maaf untuk semuanya. Aku tau aku salah..... aku tau aku bodoh, tapi....


"Apa kata maaf itu cukup untuk mengobati semuanya?!!" potong Kenzi dengan cepat. Ia menatap nanar kearah wajah Reyhan. Wajahnya memanas sekarang, dan ia merasa matanya sudah mulai berair saat ini.


"Apa kata maaf itu cukup untuk mengobati semua luka yang udah kamu buat karena kebodohan kamu?!!!" sarkas Kenzi dengan air mata yang mulai menetes di pipinya.


"Aku masih mencintai kamu Ken" lirih Reyhan tepat di depan wajah Kenzi.


Kenzi mengetatkan gigi-giginya dengan air mata yang semakin mengalir deras.


"Aku nggak butuh omong kosong kamu tentang cinta!!!. Aku muak denger kamu yang terus bilang cinta cinta dan cinta sedangkan kamu sendiri bahkan nggak bisa buktiin cinta kamu dengan cara yang benar!!!. Aku pergi untuk nyembuhin rasa sakit yang pernah kamu berikan, tapi kehadiran kamu malah merusak semuanya!!!" bentak Kenzi dengan kencang.


"Aku bakal lakuin semua yang kamu mau kalo itu bisa membuat rasa sakit kamu berkurang" sahut Reyhan dengan mata teduhnya.


"Aku pengen kamu pergi dari hidup aku!!!" ucap Kenzi. Reyhan menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"Nggak, aku nggak bisa ngelakuin itu. Aku masih cinta sama kamu Ken, dan aku yakin kamu pasti juga merasakan hal yang sama!!!" ucap Reyhan sambil memegang kedua pipi Kenzi dengan lembut.


Kenzi menepis tangan Reyhan dari wajahnya. Ia mengusap kasar air matanya yang masih terisa di pipi.


"Satu hal yang perlu kamu tau, aku benci sama kamu!!!. Aku pengen kamu pergi dari hidup aku, pergi jauhh supaya aku nggak terus merasa sakit saat melihat wajah kamu di depan aku!!!" tegas Kenzi sambil menunjuk dada Reyhan berulang kali.


Ia melepas paksa pegangan Reyhan terhadapnya hingga pemuda itu tersungkur di lantai. Dengan setengah berlari, Kenzi pergi menjauh dari tempat itu sambil mengusap air matanya yang terus menetes.


"Mungkin perpisahan adalah jalan terbaik untuk kita!!" batin Kenzi menjerit dalam hati.


Reyhan masih terduduk di lantai sambil menatap nanar punggung Kenzi yang kian menjauh. Wajah pemuda itu memerah menahan semua rasa dalam hatinya yang tak menentu.


"Pergi dari kamu?, itu adalah hak paling mustahil untuk aku lakuin" gumam Reyhan sambil tertawa miris.


Drama percintaan itu disaksikan secara langsung oleh Justin yang masih menetap di tempatnya. Ia menyaksikan semua kejadian itu dari awal sampai akhir


"Reyhan yang malang" gumam Justin


.


.


.


Kenzi kembali duduk di tempatnya dengan perasaan yang tak menentu. Hatinya menangis, namun bibirnya mencoba untuk tersenyum di hari bahagia sang kakak.


Suasana yang tadinya ramai mendadak hening saat seorang pemuda naik ke atas panggung. Jelas mereka mengenal sosok itu. Seorang pemuda yang memiliki peranan penting di dunia bisnis.


Devano mengalihkan pandangannya kearah lain saat melihat Reyhan disana. Jujur ia belum memaafkan pemuda itu, namun karena permintaan Via, dengan berat hati ia mengundang Reyhan untuk hadir dalam acaranya.


Reyhan memberikan intruksi agar pianis dan gitaris mulai memainkan musiknya. Tak ada kata, tak ada sambutan yang mengawali. Namun tatapan Reyhan yang tak lepas dari Kenzi sudah mampu memberi isyarat bahwa lagu yang ia bawakan ditujukan untuk gadis itu.



Mungkin ini memang jalan takdirku


Mengagumi tanpa di cintai


Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia


Dalam hidupmu, dalam hidupmu



telah lama kupendam perasaan itu


Menunggu hatimu menyambut diriku


Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah


Bahagia untukku, bahagia untukku



reff:


Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu


Meski ku tunggu hingga ujung waktuku


Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya


Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja


Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya


Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja



telah lama kupendam perasaan itu


Menunggu hatimu menyambut diriku


Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah


Bahagia untukku, bahagia untukku



reff:


Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu


Meski ku tunggu hingga ujung waktuku


Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya


Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja


Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya


Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja



Kenzi bangkit dari duduknya lalu pergi dari tempat itu dengan tergesa-gesa. Reyhan yang melihat itu spontan menghentikan nyanyiannya, ia turun dari panggung hendak mengejar Kenzi. Semua orang menatap bingung kearah mereka berdua, hingga seorang MC kembali memberi sambutan dan acara kembali berjalan dengan damai.


Justin yang melihat Reyhan dan Kenzi keluar ikut berdiri dan mengejar mereka.


Seorang pria bertopi dan berjaket hitam yang sedari tadi mengintai dari luar gedung menyeringai senang saat melihat Kenzi keluar dari gedung tersebut. Dengan berbekalkan pisau tajam di tangannya, ia berjalan mendekat kearah Kenzi yang sedang termenung di pinggir air mancur samping gedung.


****


Reyhan mengedarkan pandangannya di area depan gedung untuk mencari keberadaan Kenzi. Namun gadis itu tak kelihatan batang hidungnya sama sekali. Hingga tiba-tiba, Reyhan merasakan ada yang menepuk bahunya. Spontan ia berbalik badan untuk menatap orang itu.


"Justin?" ucap Reyhan dengan kening mengerut.


"Lo nyariin Kenzi?" tanya Justin tanpa mau menanggapi keterkejutan yang Reyhan tunjukkan.


"Iya. Gue minta maaf kalo kehadiran gue jadi perusak hubungan lo sama Kenzi. Tapi gue nggak bisa bohongin hati gue sendiri. Gue masih sayang sama dia!!" ucap Reyhan dengan lugas.


"Gue dukung lo. Perjuangin dia semampu lo, gue nggak akan menghalangi" ucap Justin disertai senyuman.


"Tapi lo kan....


"Gue sepupunya Kenzi" potong Justin dengan cepat. Reyhan tersenyum senang mendengarnya, Ia mendekat lalu memeluk pemuda itu erat.


"Thanks" ucap Reyhan setelah pelukan mereka terlepas.


"Santai aja. kita cari dimana Kenzi sekarang!!" ajak Justin yang langsung diangguki oleh Reyhan. Mereka berjalan beriringan untuk mencari keberadaan gadis itu.


******


Kenzi berdiri mematung sambil mengamati ikan-ikan yang berenang dengan tenang di dasar kolam. Helaan nafas kasar keluar dari bibir gadis itu saat mengingat kejadian tadi.


"Kenapa disaat gue berusaha untuk menjauh semunya terasa begitu sulit?!"


"Kenapa disaat gue mencoba untuk melupakan, hati gue malah terus mengingat semua kisah tentang kita?!!!"


"Gue benci situasi ini. Gue benci saat dimana hati gue menjadi sangat lemah saat gue berhadapan sama lo!!!"


Kenzi terus bergumam seorang diri dengan tatapan kosong hingga ia tak menyadari ada seorang pria yang mendekat kearahnya.


Pria itu menyeringai iblis saat dirinya sudah berdiri tepat di belakang Kenzi. Pisau di tangannya sudah ia angkat tinggi-tinggi, dan hendak ia ayunkan.


Reyhan dan Justin datang bersamaan di tempat itu. Mata mereka langsung membulat sempurna saat melihat Kenzi dalam bahaya.


"KEN.....!!" seru mereka dengan lantang.


Kenzi langsung tersadar dari lamunannya. Ia menengok ke belakang. Betapa terkejutnya ia saat melihat sebuah pisau sudah terayun kearahnya dan....


Tandai typo....


Jangan lupa like, coment, and vote..... happy reading 😘