Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Pulang mendadak



Setelah insiden tak mengenakan itu, Reyhan, Kenzi dan yang lain memutuskan untuk kembali ke Villa. Dan disinilah mereka sekarang, duduk berjajar di ruang tengah sambil menonton perdebatan unfaedah yang dilakukan Renata dan Vicky.


"Pilih film horror aja......" ucap Renata sambil melotot.


"Nggak, nanti kalo nyai kunti-nya keluar, lo mau tanggung jawab buat masukin lagi?. Udah deh, mending film action aja" jawab Vicky tak mau kalah.


"Ogah banget film action, yang ada jantung gue langsung copot ditempat gara-gara scene perangnya" Tasya ikut menyahuti setelah sedari tadi duduk diam.


"Tuh kan, gue bilang juga apa. Enakan film horror, disana kita bisa liat kembaran lo yang udah terkenal" ucap Renata dengan senyum mengejeknya.


"Kampret lo, lo pikir gue kembarannya hantu?" sungut Vicky dengan wajah tak suka.


"Gue nggak bilang gitu ya, tapi kalo lo sadar diri, berarti lo emang mengakui kalo lo kembarannya hantu" jawab Renata acuh. ia sudah asyik memilih dan memilah kaset film horror yang sudah tersedia. Sedangkan Vicky, ia merengut kesal dan berjalan ke samping Ariel dengan mulut komat kamit mencibir Renata.


"Udah jutek, nggak mau ngalah, galak lagi. Gue sumpahin lo suka sama gue," gumam Vicky kesal.


"Ren, yang itu tuh bagus" tunjuk Kenzi pada sebuah kaset film horror yang terdapat gambar boneka.


"Jangan itu dong, serem tau. Ganti aja ganti" tolak Vicky.


"Lo takut yaaa" ejek Andien sambil menaik turunkan alisnya.


"Nggak tuh, siapa juga yang takut.." kilah Vicky gelagapan.


"Kalo nggak takut yaudah diem, daritadi ngebacot mulu lo. Bikin pusing aja!" semprot Tasya pada Vicky.


"Sabar bro, lo kalo ngelawan mak lampir nggak bakal menang" ucap Reyhan sambil terkekeh. Vicky merengut kesal.


Film mulai diputar, Vicky sudah beringsut memepeti Ariel. Suara backsound khas film horror membuat bulu kuduknya berdiri meskipun film belum diputar. Selama film diputar, Vicky terus menutup matanya sambil memepet ke Ariel. Hingga tiba-tiba, ia merasa ada sentuhan lembut di lehernya. Mengumpulkan keberanian, Vicky membuka matanya perlahan. Dan saat matanya terbuka sempurna, ia melihat sebuah boneka yang matanya copot satu tepat berada di depan wajahnya.


"ANAK DAJJAL" teriak Vicky, ia menampik boneka itu dari wajahnya lalu ia langsung melompat kepangkuan Ariel.


"Anjirr, aset gue lo dudukin ngab" pekik Ariel. ia mendorong tubuh Vicky hingga tersungkur ke bawah.


"Sakit satt" ringis Vicky sambil mengelus pantatnya yang terasa nyeri.


"Rasain tuh, main pangku-pangku aja lo. Lo pikir gue cowok apaan?!" desis Ariel. Yang lan terus tertawa ngakak dibuatnya.


Saat tengah tertawa, tiba-tiba ponsel Reyhan dan Kenzi berdering bersamaan. Mereka lalu merogoh saku masing-masing dan melihat ponselnya. Seperkian detik mereka hanya diam sambil menatap ponsel, beberapa detik setelah itu Reyhan dan Kenzi saling tatap dan sama-sama menyeringai.


"Guys, kita harus pulang sekarang!" ucap Kenzi secara tiba-tiba.


Sontak mereka semua berhenti tertawa dan menatap Kenzi dengan wajah terkejut.


"What the ****, pulang?!. Lo nggak bercanda kan?" ucap Reza tak percaya.


"Kita serius Za" bukan Kenzi yang menjawab, melainkan Reyhan.


"Tapi kenapa?, kok mendadak banget?" tanya Tasya penasaran.


Reyhan menghela nafas panjang.


"Disini tempatnya udah nggak aman. Nanti malem bakal ada banyak anggota berandalan yang akan mengobrak-abrik pulau ini. Makanya kita harus pergi secepatnya" jelas Reyhan. Semua nampak sangat terkejut dibuatnya, kecuali Kenzi.


"Pinter banget bohongnya" batin Kenzi sambil menahan tawa saat melihat wajah terkejut para sahabatnya.


"Terus kita pulangnya kapan?" tanya Andien dengan wajah sedikit cemas.


"Kalian siap-siap sekarang. Beresin semua barang bawaan dan kita segera pergi dari sini" jawab Kenzi dengan wajah serius.


"Pelajaran apa yang pantas diberikan kepada mereka, Lady?" tanya Reyhan dengan senyum devilnya.


"Aku akan mengajari mereka tentang apa itu arti penyesalan yang sebenarnya" jawab Kenzi licik. Reyhan ikut tersenyum miring.


"Kita akan mendapatkan hiburan besok" ucap Reyhan.


****


Delapan remaja itu sudah siap di depan jet pribadi milik keluarga Aleskey. Mereka bersiap untuk pulang sekarang.


"Pak, saya titip Villa ya" ucap Reyhan sambil menyerahkan kunci Villanya pada orang kepercayaan sang papa yang ditugaskan menjaga Villa disini.


"Iya, Tuan muda. Saya akan menjaga sebaik mungkin" ucap penjaga itu.


"Kalo gitu kami pamit ya pak" ucap Reyhan sopan.


"Iya tuan, hati-hati dan saya titip salam untuk Tuan dan Nyonya disana" ucap penjaga itu.


"Nanti saya sampaikan" sahut Reyhan. Setelah mengucapkan itu, ia segera masuk ke dalam pesawat menyusul teman-temannya yang sudah masuk terlebih dulu.


Kali ini tempat duduknya berbeda. Kalau yang pertama itu berpasangan lawan jenis, kalau yang ini mereka lebih memilih duduk dengan sesama. Kenzi dengan Renata, Tasya dengan Andien, Reyhan dengan Reza, sedangkan Vicky dengan Ariel.


Perjalan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Dan kini mereka telah sampai di Kota J. Kota dengan segala polusi dan tingkah konyol masyarakatnya.


"Aku pamit pulang ya" ucap Reyhan seraya mengelus puncak kepala Kenzi.


"Kalo aku nggak bolehin gimana?" ucap Kenzi dengan manja. ia menggenggam sebelah tangan Reyhan dengan lembut.


"Aku emang nggak pernah pulang. Karena aku selalu disini, di hati kamu" bisik Reyhan tepat di telinga Kenzi yang membuat gadus itu menahan senyumannya.


"Gombalan kamu receh" ketus Kenzi padahal hatinya sedang berbunga-bunga karena ucapan sederhana kekasihnya itu.


"Yaudah kalo gitu recehannya aku kumpulin dulu biar jadi dollar" jawab Reyhan sambil tertawa ringan.


"Kamu apaan sih, gak jelas tau nggak" ucap Kenzi ikut tertawa juga.


"Rey, ayo. Malah pacaran..." teriak Reza dari mobil. ia dan yang lain sudah menunggu Reyhan dari tadi tapi pemuda itu seakan enggan untuk berpisah dengan kekasihnya.


"Iya bentar" jawab Reyhan. ia kemudian beralih menatap Kenzi.


"Aku pulang ya" ucap Reyhan. Kenzi mengangguk.


"Hati-hati di jalan, kalo udah sampek kabarin aku" ucap Kenzi.


Reyhan tersenyum lalu mengecup singkat puncak kepala Kenzi.


"Iya my Queen" jawab Reyhan sambil mengacak rambut Kenzi gemas.


ia kemudian melangkah menuju mobil.


"Rey.." Reyhan menghentikan langkahnya saat mendengar namanya di panggil. ia berbalik badan seraya berkata.


"Apa sih sayang?, aku belum pulang aja kamu udah kangen" goda Reyhan.


"Dih, GR banget. Aku cuma mau bilang jangan lupa buat besok" cebik Kenzi.


"Iya, iya. Aku nggak bakal lupa kok. Tunggu aku besok, oke?!" sahut Reyhan. ia kemudian masuk mobil meninggalkan kawasan mansiom kekasihnya