Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Birthday Party



Waktu bergulir dengan cepat, membawa semua makhluk hidup ke dalam kisah yang lain di waktu yang berbeda.


Kenzi merapikan rambut kedua putranya yang sudah rapi dengan setelan baju senada berwarna hitam putih. Dua bocah itu tersenyum senang, nampak sangat menawan di acara ulang tahun pertama mereka.


"My baby handsome" Kenzi menciumi pipi keduanya. Merasa puas dengan penampilan putranya yang selalu cocok memakai baju apapun.


"Tunjukkin kegantengan kalian ke semua orang!!" seru Kenzi seraya mengedipkan sebelah matanya. Kai dan Rai tertawa kecil. Mereka kompak mengacungkan jari jempolnya untuk menyahuti seruan sang Mama.


"Okey Mama!!"


*************


Keluarga Kenzi dan Reyhan memasuki aula pesta yang sudah dipenuhi rekan dan sanak saudara untuk merayakan ulang tahun pertama twins kesayangan mereka. Kai dan Rai berjalan bergandengan diantara kedua orang tua mereka. Melangkah dengan pelan-pelan karena mereka baru satu bulan lancar berjalan.


Kue ulang tahun bertingkat berwarna warna biru muda dengan hiasan berbentuk bola diatasnya sudah tertata rapi di tengah ruangan. Wallpaper dinding dengan hiasan bertuliskan 'Happy Birthday Twins Boy' menghiasi background tempat keluarga kecil Reyhan dan Kenzi berdiri saat ini.


Reyhan menggendong Raizel dan Kenzi menggendong Kairen. Mereka berdiri di belakang kue ulang tahun, menunggu sang MC memberikan intruksi.


"Waduhh, ini anak-anak ganteng siapa namanya?" MC cungkring dengan gender laki-laki itu melontarkan pertanyaan. Pertanyaan yang menurut Reyhan sangat tak bermutu. Sedangkan Kenzi, perempuan itu hanya diam dengan wajah was-was menatap Kai dan Rai entah karena apa. Membuat Reyhan yang melihatnya ikut bingung.


"Kok nggak dijawab sih?. Anak ganteng namanya siapa?" merasa lama tak direspon oleh Kai maupun Rai, MC itu kembali melontarkan pertanyaan. Mikrofon yang ia bawa ia arahkan kearah Kairen dan Raizel agar suara mereka dapat di dengar semua orang.


"Lai" Raizel lebih dulu menjawab dengan suara imut dan menggemaskan.


"Kalo yang ini?" sang MC beralih mengarahkan mikrofon kearah Kairen, meminta anak itu untuk menjawab.


"Taii..."


Tawa beberapa orang pecah saat mendengar jawaban yang dilontarkan Kai. Sang MC bahkan harus menahan tawa mati-matian demi pekerjaan. Dia takut honornya nggak dibayar.


Kenzi menatap lesu kearah Kairen. Seperti dugaannya, dua bocah itu pasti kesulitan menyebut nama. Sama persis seperti beberapa bulan yang lalu saat ia mencoba untuk mengajari.


"Rai, R A I" Kenzi dengan sabar mengajari dua putranya yang saat itu masih berumur sepuluh bulan untuk berbicara. Di mulai dari nama mereka sendiri, dua anak itu mencoba mendengar dengan seksama.


"Lai" sahut Raizel yang tidak bisa mengucap huruf R, dan Kenzi memaklumi hal itu. Maklum, Bocil.


"Bagus, besok belajar ganti R ya sayang" Kenzi mengelus kepala Raizel, membuat rambut anak itu sedikit tersingkap.


"Gantian Kai ya" perempuan beralih menatap Kairen yang sedang duduk anteng dengan mainan bebek yang terbuat dari karet di depannya.


"Kai, K A I" ia menjabarkan huruf seperti semula. Sedangkan Kai menatap intens dengan mulut yang masih tertutup rapat.


"Kai"


"Taii" sahutan dari Kairen membuat Kenzi terperangah. Lai mah masih mending. Lah ini, Taii.


"Kai, sayang...." Kenzi mencoba meralat ucapan anaknya, berharap bocah itu bisa memperbaiki ucapannya meskipun sedikit.


"Taii..., Ma" namun ucapan Kairen masih sama, membuat seluruh tubuh Kenzi jadi panas dingin.


"Kai"


"Taii"


"Kaiii"


"Taiiiiii"


Ingin sekali Kenzi menyelam ke segitiga bermuda, tapi nggak jadi. Dia takut sama hiu.


"Coba sekali lagi, K A I R E N"


"Taii len.."


Sejak saat itu Kenzi mulai pasrah, memberi jalur yang benar dalam menyebut nama kepada Kairen memang bukan perkara yang mudah mengingat jika bocah itu cenderung lebih aktif dan petakilan daripada Raizel. Sejak hari itu pula ia jadi takut kalau ada yang menanyakan nama mereka, terlebih lagi Kai. Pasti jawabannya sama, Lai dan Taii.


"Ma..." Kairen mendongak, menatap kearah Kenzi yang tengah menggendongnya. Seakan bingung dan bertanya kenapa semua orang tertawa.


Ucapan perempyan itu, membuat rem di mulut semua orang berfungsi seketika. Semuanya terdiam, sang MC pun sampai tak berani kentut. Padahal anginnya udah diujung. Tinggal ngeluarin doang.


**************


Pesta kembali kondusif setelah kehadiran badut pembawa berkah bagi semua orang. Kenapa bawa berkah?, karena gara-gara dia semua orang terbebas dari parangnya Reyhan.


Diiringi nyanyian lagu 'Happy Birthday' yang dinyanyikan tamu undangan yang hadir, Reyhan dan Kenzi mendampingi kedua putranya berdiri di belakang kue ulang tahun untuk bersiap meniup lilin berbentuk angka satu.


Lagu berakhir, dan lilin ditiup oleh mereka berempat secara bersamaan. Tepuk tangan dari orang-orang yang hadir terdengar riuh memenuhi ruangan.


Kai dan Rai didampingi orangtuanya memotong kue. Potongan pertama untuk bidadari pertama dan superhero pertama, orangtua mereka.


"Semoga kalian kelak bisa jadi anak baik, anak yamg sukses, dan pasti berguna buat semua orang" harapan tulus dari seorang ibu Kenzi ucapkan dengan sepenuh hati. Berharap harapannya bisa menjadi kenyataan.


"Semoga pas gede kalian nggak ketularan gilanya Mama sama Papa ya nak. Bisa setres Papa kalo kalian kayak gitu juga" jiwa sesat dari bapak nggak ada akhlak seperti Reyhan bergejolak. Berucap tanpa disaring, omongannya nggak pake filter. Natural sampek buriknya keliatan.


"Doa yang bener dikit kek, malu Yang didengerin orang-orang tuh!!" desis Kenzi dengan wajah dongkol. Suaminya ini, selalu aja nggak tau tempat. Pernah suatu ketika mereka ngelayat ke rumah tetangga. Dan dengan bodohnya Reyhan berkata,


"Selamat Ya mas, Pak Didi udah menempuh hidup baru di alam lain"


Kenzi yang saat itu serasa pengen sembunyi di kerak bumi. Dikira ini hajatan manten kali ya?!.


"Lah, apa salahnya?. Kan aku cuma berharap supaya anak-anak kita nggak ikutan gila kayak kita dulu. Emang kamu kuat kalo mereka kayak gitu??. Coba bayangin deh. Bayangin aja, kejadiannya kapan-kapan" sahut Reyhan seraya menyuapkan sesendok kue kepada Raizel.


"Tau akh, untung kamu laki aku Yang" tukas Kenzi dengan kesal. Menanggapi ucapan Reyhan, sama aja kayak nanggepin waria pinggir jalan. Nggak ada warasnya.


Semua tamu menikmati hidangan yang ada dan beberapa diantaranya memberikan kado dan ucapan selamat ulang tahun kepada si kembar. Kai dan Rai berdiri berdampingan di samping Reyhan dan Kenzi.


Entahlah, mungkin bibit Badgirl sama Badboy kalo digabungin jadi bedcover atau gimana nggak tau lah. Saat semua orang lagi santuy markutuy, Kairen mencolek sedikit cream kue di meja hingga jari kecilnya tercetak disana. Ia mengacungkan jarinya kearah Raizel, seakan pamer sesuatu kepada sang adik.


"Lai mau..." Raizel menatap tangan kakaknya dengan wajah berbinar seolah habis melihat air di gurun pasir. Ia ikut mendekat kearah meja, ikut mencolek cream tanpa ada orang yang menyadari.


"Hihihi" tawa cekikikan mereka terdengar sangat lucu. Seakan mereka merasa sangat bahagia padahal tidak tau apa yang dilakukan.


"Aggus" ucap Raizel sembari terus menatap cream ditangannya.


"Om.....!!" pekik Kairen saat melihat kehadiran Devano diujung ruangan. Pria itu datang bersama seorang anak kecil, Satya.


Kairen dan Raizel saling tatap kemudian tertawa bersama. Tinggal sembilan bulan dalam satu wadah sempit mungkin membuat pikiran mereka langsung terkoneksi.


Dengan langkah penuh semangat, keduanya berjalan menghampiri keluarga Devano yang sedang duduk di salah saru meja.


"Om..." panggil mereka bersamaan.


Devano menoleh. Pria itu tersenyum menatap kearah dua keponakannya, tak tau apa yang sedang bersarang di otak dua bocah itu.


"Wihh, ponakan om. Happy birthday ya sayang.... jangan nakal-nakal lagi!!. Mau kado nggak?"


"MAU!!" sahut Kai dan Rai dengan semangat.


"Cium tangan dulu dong!!. Kalian seumur-umur belum pernah saliman sama om"


Dan saat itulah kejadian keramat terjadi. Rai meraih tangan Devano lebih dulu dan....


Plak


Cream tadi menempel di tangan Devano dengan sempurna hingga membuat mata pria itu melotot tak percaya.


Kairen ikut mendekat dan mengoleskan cream di tangannya ke lengan Devano. Mereka tertawa bersama kemudian segera melangkah cepat menjauh sebelum sang paman murka.


"KEN, BUNTUT LO!!!"


...**Happy birthday buat Lai sama Taii. Semoga kalian gedenya nggak gila ya, warasan dikit biar kayak author. Yang gila biarkan menggila, kita mah di regu waras aja oke?!....


...Jan lupa like, coment guys.... hapoy reading 😍**...