Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Apakah masih sama?



Leon membawa Kenzi ke sebuah taman untuk menenangkan pikirannya. Sedari tadi gadis itu hanya diam dan hal itu membuat Leon bingung harus berbuat apa.


"Lo minum dulu!" Leon menyodorkan sebotol air mineral yang sudah terbuka kepada Kenzi.


"Thanks" ucap Kenzi singkat sambil menerima air dari Leon p. Ia meneguknya sedikit kemudian kembali meletakkan botol itu di lantai.


Kenzi menatap lurus ke depan. Langit sudah gelap. Gelap seperti hatinya. Sangat sepi dan hampa. Rasa sakit di hatinya semakin membesar, namun rasa cinta itu masih ada hingga menahannya untuk tidak bergerak mundur.


Kenzi menarik nafas panjang agar oksigen itu dapat memenuhi rongga dadanya yang terasa sesak. Leon menepuk bahu Kenzi pelan untuk menengkan gadis itu. Ia tau apa yang sedang dipikirkan sahabatnya ini, dan dia ikut merasa sakit jika melihat Kenzi tersakiti.


"Ini cuma kesalahpahaman. Lo harus pertahanin hubungan lo sama dia. Ini pasti bisa cepet berlalu" ucap Leon memberi semangat.


"Percuma gue pertahanin kalo nyatanya dia malah pengen pergi" sahut Kenzi dengan suara berat tanpa mau menatap Leon. Ia tak mau menunjukkan sisi rapuhnya pada orang lain.


"Ayolah, Ken!!. Gue tau, lo pasti bisa nyelesain ini!!" ucap Leon lagi


"Gue bahkan nggak tau apakah dihatinya masih ada gue atau nggak" ucap Kenzi sambil tertunduk lesu. Kini air matanya tak dapat tertahan lagi. Tanpa aba-aba apapun, air mata itu menetes dari mata indah miliknya.


"Gue yakin, pasti dia masih ada rasa sama lo" ucap Leon dengan penuh keyakinan.


"Dia bahkan tadi nggak peduli sama gue" sahut Kenzi sambil tersenyum getir. Ia menatap kearah Leon yang juga sedang menatapnya sehingga pemuda itu bisa dengan jelas melihat genangan air mata di pelupuk mata Kenzi.


Leon menghela nafas panjang. Menghadapi orang yang sedang sakit hati memang lebih sulit daripada apapun.


"Lo cuma butuh memberikan penjelasan ke dia Ken. Udah itu aja. Dia itu salah sangka sama kita, dan lo harus lurusin ini semua sebelum semuanya tambah berbelit" ujar Leon mencoba sabar.


"Gue udah pernah jelasin ke dia.... Tapi dia nggak pernah percaya sama gue. Gue capek gini terus Le!!"sahut Kenzi dengan nada frustasi. Kini Leon tak dapat berbicara lagi. Ia tak bisa ikut campur terlalu jauh pada apa yang tidak menjadu urusannya. Namun namanya yang ikut dikaitkan dengan masalah ini membuatnya mau tak mau harus terlibat.


Dan pada akhirnya, Leon mengantarkan Kenzi pulang karena gadis itu ingin cepat-cepat istirahat untuk menenangkan pikirannya yang kacau. Leon tak ada pilihan lain selain mengiyakan permintaan Kenzi.


Kenzi memasuki kamarnya dengan terburu-buru. Mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan oleh keluargannya. Ia butuh sendiri, ia butuh ketenangan. Kenzi membaringkan tubuhnya diatas ranjang. Ia menangis, menangis sejadi-jadinya untuk menumpahkan rasa sakit yang ia rasakan.


Kejadian itu, terus terngiang di kepala Kenzi seperti dejavu. Saat dimana Reyhan menggandeng tangan Sella dan mengabaikan dirinya membuat hatinya seakan terhantam ribuan belati.


"Kenapa jadi begini, Tuhan?!!" keluh Kenzi di sela-sela tangisannya. Tubuhnya bergetar karena menahan isak tangis itu. Ia kemudian mengambil sebuah benda di atas nakas.


Sebuah gantungan kunci pemberian dari Reyhan. Benda itu masih utuh dan tersimpan rapi. Kenzi menekan sebuah tombol yang ada disana, lalu keluarlah suara Reyhan dari benda itu.


"I Love You Kenzia"


"Apakah semuanya masih sama, Rey?. Apa kata ini masih kamu ucapkan untuk aku?. Apa kata cinta dari kamu masih untuk aku?." Kenzi berucap diiringi air matanya yang kian mengalir deras.


"Kenapa begini, Rey?. Kenapa harus berubah?" tambah Kenzi masih dengan isak tangisnya.


*******


Reyhan mengusap layar ponselnya yang masih terang benderang. Berbanding terbalik dengan hatinya yang terasa redup. Ia menatap foto seorang gadis yang tampak sangat cantik berbalut hoodie hitam dengan rambut tergerai. Gadis itu sedang tersenyum manis kearah kamera. Reyhan kemudian menggesek layarnya kesamping. Kini terlihat foto seorang gadis dengan pemuda yang sedang bersenang-senang di bibir pantai. Mereka terlihat sangat bahagia dengan tawa lepas di wajah masing-masing.


"Cinta ini masih sama, Ken. Tapi terasa ada yang berbeda. Entah kita, atau situasi. Ada yang terasa nggak sama" gumam Reyhan sambil menatap intens pada foto Kenzi.


Leon Nugraha



******


Reyhan: "Thor, kok gue disalahin banyak orang sih!!"


AuthorMahaBenar: "Lah, lo sih beggo!!!"


Reyhan: "Kan Elo yang bikin cerita gue jadi beggo!!"


AuthorMahaBenar: "Kalo beggo ya beggo aja kali, nggak usah nyalahin gue!!!"


Reyhan: "Thor, gelud yuk!"


AuthorMahaBenar: "Ayok, tapi jangan salahin gue kalo gue bikin cerita lo makin hancur!!"


Reyhan: "Sadis amat dah lo!!. Gue sumpahin lo jadian sama orang yang lo suka!!!"


AuthorMahaBenar: "Sumpah diterima mwehehee"


Reyhan: "Thor, ayolahhh, bikin gue balik pinter kek dulu lagi:("


AuthorMahaBenar: "Tunggu gue jadian sama si ehem dulu yee, entar otak lo gue balikin"


Yukk guys, like nya ditambah yukk. Coment-nya jangan lupaaaaaaa. Thanks buat dukungan kalian yaaa, I love you all 😍