
Siang itu, ruang rawat Kenzi dipenuhi oleh sahabat dan juga rekannya. Mereka semua kompak mengerumuni box bayi KR Brothers yang tengah terbangun. Dua bayi lucu itu nampak tak terusik sama sekali meskipun suara orang-orang terdengar sangat riuh. Mereka malah hanya diam, sesekali memainkan air liur yang ada di mulutnya.
"Ya ampun..... mereka ganteng banget sihhh" pekik Tasya seraya mengusap-usap pipi Baby Raizel menggunakan ibu jarinya. Bayi itu menggeliat pelan. Membuat semua orang yang melihatnya merasa gemas.
"Ken, anak lo gue bawa pulang ya?!" ucap Renata secara tiba-tiba saat tengah menggendong Kairen.
Kenzi yang sedang makan bersama Reyhan mendelikkan matanya jengah.
"Gue tempeleng pala lo pake golok baru tau rasa!!" desis perempuan itu dengan nada ketus.
"Jangan gangguin anaknya Ren. Emaknya galak kek macan diet. Dipasung di kolong jembatan modar lo!!" Reza yang sedari tadi asik ngupil, akhirnya bersuara. Sembari membersihkan sisa harta karun di kukunya, pria itu menimpali ucapan Kenzi dengan ledekan unfaedah.
"Tenang aja Yang, nanti kita buat dedek emesh sendiri. Pasti lebih ganteng dari Kai sama Rai" goda Vicky seraya merangkul bahu Renata. Perempuan itu memutar bola matanya malas. Dalam hati ia menjerit, bilang aja lo yang mau!!
"Ya nggak mungkin lah. Bibit unggul gue nggak mungkin terkalahkan sama bibit sultan abal-abal" timpal Reyhan disertai kekehan.
"Sombong amat!!" sorak Reza dan Vicky bersamaan. Sedangkan Renata dan Tasya malah sibuk dengan dua bayi di depan mereka, tak peduli apa yang sedang suaminya lakukan.
"Oh ya Tas, si Andien sama Ariel jadi pindah ke Aussy?" tanya Kenzi disela-sela makannya.
Tasya mengangguk beberapa kali sebagai jawaban karena hal itu benar adanya.
"Iya, mereka udah berangkat tiga hari yang lalu. Kerjaannya si Ariel dipindah kesana soalnya, makanya si Andien nggak bisa nolak. Tapi sebelum berangkat, Andien sempet bilang ke gue kalo akhir bulan dia bakal kesini buat nengokin anak lo"
"Tuh anak ternyata bisa juga jadi istri yang bener. Nggak nyangka gue" timpal Kenzi sambil terkekeh kecil.
"Dih, kayak lo udah jadi bini yang bener aja!!" desis Vicky
"Yeee, gue mah udah jadi istri yang bener dari dulu. Iya kan Yang?"
Reyhan yang tengah makan mendongakkan kepalanya. Sembari menelan makanan yang ada di mulut, kepala pria itu mengangguk beberapa kali sebagai jawaban.
"Iya, kamu kan istri SOLEHAHHHH"
Mereka semua tertawa mendengar ucapan pria itu. Bukan sebagai pujian, tapi ucapannya lebih menjurus ke ledekan yang ditujukan kepada istrinya yang jauh dari kata alim.
******************
Hari ini adalah hari kepulangan Kenzi dari rumah sakit. Semua anggota keluarga datang untuk menjemput dan menyambut dua anggota baru di keluarga mereka. Dengan tangan yang mendorong kereta bayi sepasang, Reyhan dan Kenzi berjalan kearah keluarganya yang sudah menunggu di koridor rumah sakit.
"Cucunya oma....." melihat cucunya sudah hadir di depan mata, Allia spontan mendekat. Melihat kearah dua cucunya dengan binar penuh kekaguman.
"Kalo mereka udah gede, kamu bisa-bisa kalah ganteng Rey!" ledek Raymond pada putranya disertai kekehan kecil.
"Dih Papa kalo ngomong. Mereka nggak bakalan bisa seganteng itu kalo nggak dari bibit aku!!"
"Bibit sultan katanya Pah" timpal Kenzi seraya melirik malas kearah suaminya yang tengah tersenyum bangga.
"Kan emang bibit sultan" si bapak sombong mulai menunjukkan tanduknya. Berkata seolah bibitnya lah yang paling unggul. Padahal nyatanya emang iya.
"Sultan kok beliin Villa di Singapore nggak sanggup!!" cibir Raisa yang menyudutkan sang putra.
"Bukannya nggak sanggup mah. Reyhan sanggup kok, sanggupppp banget. Tapi masalahnya, Villa yang dipengenin Kenzi itu kecil dan harganya itu mahal banget. Masa Villa segitu harganya 467 milyar, kan nggak masuk akal banget" sahut Reyhan memberi pembelaan.
"Kecil apanya?!. Orang Villa segede gaban gitu kok dibilang kecil. Kamu puterin halamannya dua kali aja udah kesemutan. Bilang aja kamu emang nggak niat beliin. Dasar, suami pelit!" tukas Kenzi dengan kesal seraya mengerucutkan bibirnya. Sangat kekanak-kanakkan padahal ia sudah memiliki buntut dua.
"Cari bapak baru aja buat si kembar, Ken!. Cari yang lebih tajir, kalo bisa yang pergi ke warung aja pake helikopter!!" Devano yang baru kembali setelah menelfon seseorang ikut menimpali, membuat mata Reyhan melotot tajam kearahnya.
"Ide bagus tuh. Nanti gue mau cari laki yang punya ladang emas. Enak kali ya, jadi gue nggak perlu repot-repot beli emas. Tinggal ambil. Sekali pake langsung buang" sifat istri ga punya adab Kenzi tunjukkan disaat yng tidak tepat. Nih orang habis mati suri bukannya insaf malah makin gila.
Reyhan mendengus malas. Kalo dibiarin begini, sampek pagi pun dia nggak akan berhenti jadi bulan-bulanan Aleskey Sibling.
"Kai sama Rai nggak usah dengerin Mama sama Om ya. Mereka emang gitu, kalo ketemu udah kayak lem sama solasi. Klop banget sampek malaikat izrail nggak bisa misahin" ucap Reyhan dengan wajah pongah kepada dua anaknya, seakan dua bayi itu bisa mengerti apa yang dia katakan.
"Udah.... kalian kalo udah ketemu pasti kayak Teletubbies reunian. Berisik sampek orang tuli denger!. Kasian cucu Mama, dia jadi linglung liat orangtua sama Om-nya ngecebret kayak orang waras"
"Lah, mama pikir kami gila?!" tukas Reyhan seraya menungkikkan kedua alisnya.
"Lah, kalian baru nyadar?" tanya balik Raisa dengan wajah minta dielus pakek golok.
Giliran Devano yang geleng-geleng kepala. Sekarang dia tau darimana sikap slengean yang ada di diri Reyhan.
"Pantesan anaknya begitu, lah emaknya aja begini. Entar ponakan gue bentukannya kek gimana ya?" gumam pria itu dalam hati.
Ia tidak bisa membayangkan. Bayangannya suram tentang bagaimana gambaran kedua ponakannya kelak. Sikapnya mirip Reyhan atau Kenzi sama aja. Sama-sama setres. Nggak ada yang waras. Yang waras cuma author, readernya ikutan keder. Buktinya, senyum-senyum sendiri kayak bocil habis dikasih kinderjoy.
"Ngapa lo Bang?!. Girik-girik kek kucing kecemplung got"
"Kagak" sahut Devano dengan nada malas disertai gelengan kecil.
"Oh yang itu ya...." seringaian licik muncul di bibir Kenzi.
"Diputar, dijilat, dicelup" perempuan itu berucap dengan mimik wajah penuh ambigu. Membuat Devano yang mendengar ikut blingsatan.
"Anjirrr, otak gue ikutan ngeres!!" pria itu bergidik geli seraya mengacak rambutnya frustasi. Tak mau berlama-lama dengan pasangan gila yang tengah tertawa renyah, Ia memilih untuk masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.
"Apaan sih. Orang gue lagi ngomongin oreo kok" gumam Kenzi tanpa rasa bersalah.
*************
Tiga mobil BMW terparkir dihalaman Rumah megah Reyhan dan Kenzi yang sudah hampir dua minggu ini tak disinggahi. Mereka semua turun dari mobil dengan Reyhan yang menggendong Kairen sedangkan Kenzi menggendong Raizel. Allia, William, Raisa, Raymond, dan Devano turut mengantarkan dua keluarga mereka yang baru pertama kali memasuki rumah hunian.
Pintu utama dibuka lebar oleh Reyhan hingga seluruh isinya terlihat.
"SURPRISE......"
Mulut Kenzi ternganga saat melihat bahwa ruangan sudah didekorasi dengan dipenuhi balon-balon, bunga, serta balon besar bertuliskan.
"WELCOME BABY TWINS BOY"
Seruan dari seluruh anggota Red Rose dan Drak Dragon menyapu indra pendengaran Kenzi dengan teratur. Perempuan itu tersenyum manis kearah mereka. Ini adalah jalan indah yang ia inginkan.
"Kamu yang bikin?" tanya Kenzi seraya menengok kearah Reyhan.
"Bukan. Ini real mereka yang buat. Aku cuma nampungin tempat doang"
Akhirnya pesta kecil-kecilan hasil jerih payah Red Rose dan Dark Dragon pun berlangsung. Bagaimana mungkin Reyhan dan Kenzi menolak pemberian rekannya. Ada sedikit rasa haru saat ternyata anak berandal seperti mereka masih punya rasa empati dan solid terhadap pemimpinnya yang sudah menikah.
Mereka tidak pernah menuntut, mereka tidak pernah berbuat sesuatu yang menyusahkan Reyhan atau Kenzi. Mereka hanya melalukan apa yang mereka mau, menyuarakan pendapat mereka sendiri yang terkadang tak pernah di dengar oleh dunia.
Anak berandal juga manusia. Mereka punya hati dan perasaan meskipun tindakannya menyimpang dari norma. Satu yang disukai Reyhan dan Kenzi dari mereka. Mereka setia. Berjuang dari nol membuat rasa kesetiakawanan dan solidaritas di hati mereka terpupuk dengan sempurna.
Jika di dalam lingkungan keluarga atau sekolah mereka selalu dikucilkan, diremehkan, dianggap tidak punya masa depan dan yang paling parah, sering dianggap sebagai sampah masyarakat. Maka hanya disinilah mereka bisa berbuat mengikuti naluri. Menjadi diri sendiri tanpa unsur kepura-puraan. Tertawa bila bahagia dan menangis bila bersedih. Saling menggandeng untuk terus maju bersama. Berputar arah jika ada yang meminta bantuan. Dan yang selalu anggota Red Rose dan Dark Dragon ingat adalah ucapan ketua mereka. Singkat namun begitu bermakna hingga membuat hati kecil mereka berkata bahwa mereka masih bisa berguna untuk orang lain.
"Kalaupun dunia benci sama kalian, kalaupun kalian ngerasa dunia ini kejam, kita akan selalu ada buat satu sama lain. Kalian nggak sendiri. Kita semua keluarga. Buktiin sama dunia kalo kita juga bisa mengukir masa depan, kalo kita juga punya mimpi untuk bisa sukses. Kita bisa dan pasti bisa"
"Makasih ya guys" ucap Kenzi disela-sela keseruan acara.
Semua mata menatap kearahnya. Mereka semua, lebih tepatnya anggota Red Rose tersenyum hangat. Inilah sisi yang tidak pernah dipandang oleh orang lain, bahwa mereka juga bisa menjadi orang yang tulus.
"Kayak yang Lady bilang, kita semua keluarga. Jujur gue bahagia banget bisa gabung sama kalian. Have fun bareng dan ngerti apa itu arti persahabatan yang sebenernya"
"Baru kali ini gue bangga jadi anak berandal" timpal Hanzo sambil tertawa garing dan semua orang menyetujuinya.
"Jangan berisik napa. Entar anak gue kebangun. Gue suruh nyusuin mampuss lo!!" seru Reyhan dengan nada jengkel. Ia sudah susah payah menidurkan Kairen tapi suara mereka sangat kencang. Ia takut bayi itu terbangun lagi.
"Elah Bos, si Andi kalo disuruh nyusuin bukannya keluar susu malah air comberan" sahut salah satu anggota Dark Dragon.
"Iya, air comberannya buat ngebasuh muka lo supaya terbebas dari keburikan" timpal Andi yang mengundang tawa semuanya. Namun suasana berubah mencekam saat suara tangisan Kairen menggema mengisi ruangan.
"Tuh kan. Lo sih!!. Tidurin nggak?!. Tidurin!!" seru Reyhan sembari nahan jengkel.
Beberapa anggota Drak Dragon mengerumuni Kairen. Mengajak bayi itu bicara dan memberikan guyonan garing yang membuat Reyhan dan Kenzi tepuk jidat.
"Kai liat deh, Om Zayn ganteng kan?. Mirip hulk"
"Ehh bangkee, minta dielus pake golok nih anak"
"Santai Bang, gue kan bercanda"
"Kai diem ya, nanti om ajarin main pistol"
"Oiiii guoblog, ngomong apa lo ama anak gue!" emaknya ikut bersuara, membuat Zayn, Bayu, Tio menyengir setan sambil garuk-garuk pantat.
"Canda Lady" ucap mereka bersamaan.
"Gue lipet usus lo baru tau rasa!"
"Lipet aja Yang, jangan lupa di kasih kispray biar licin" timpal Reyhan seraya memainkan ponselnya.
"Keluarga psikopat" jerit Bayu, Zayn, dan Tio dalam hati
...****Hai semua..... kangen aku nggak?!. Kangen aku or kangen Reyzi?!. Maaf ya baru sempet up, akhir-akhir ini dikejar deadline tugas terus jadi nggak sempet nulis. Makasih yang udah setia nunggu dan ngasih support:)...
...Happy reading all, jan luoa tinggalkan jejak!! 😍****...