Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
PDKT Jilid Dua



Hari ini adalah hari terspesial untuk Reyhan. Sejak pagi senyum terus merekah di bibir pemuda itu hingga membuat Faiz terheran-heran. Pasalnya, selama bertahun-tahun ia bekerja dengan Reyhan, baru kali ini ia melihat Reyhan tersenyum begitu tulus dan bahagia. Ingin bertanya takut kena marah, nggak tanya tapi penasaran. Kan serba salah.....


"Jam berapa sekarang, Iz?" tanya Reyhan tanpa mengalihkan atensinya dari laptop.


"Jam 08.30 Pak" jawab Faiz dengan segera. Reyhan tersenyum lebar mendengar hal itu, Ia langsung menutup laptopnya.


"Kita ke KNA COMPANY sekarang!!" seru Reyhan dengan semangat. Faiz semakin dibuat bingung, belum lagi senyuman Reyhan itu membuatnya semakin merinding.


"Tapi Pak, Jadwal meeting kita nanti jam 10. Apa tidak terlalu....


"Kamu ngebantah saya?!!" potong Reyhan dengan nada kesal. Tatapan tajam itu ia tujukan untuk sekretaris yang sedang berdiri di depannya.


"Ti...tidak Pak" jawab Faiz sambil menggeleng takut.


"Bagus. Suruh supir menyiapkan mobil sekarang!!" perintah Reyhan seraya bangkit dari duduknya.


"Baik Pak" Faiz segera keluar dari ruangan dan bergegas menuju lobby untuk menemui supir Reyhan. Dalam hati, ia masih bingung dengan sikap bos-nya kali ini. Reyhan yang biasanya senyum setahun sekali, hari ini terus tersenyum sepanjang pagi. Bahkan Reyhan sempat menanyakan apakah dia sudah sarapan, padahal biasanya dia mati pun Reyhan tak peduli.


"Mungkin bos kemarin habis dapet wangsit dari sasuke" gumam Faiz dalam hati.


Mobil sudah siap di depan perusahaan. Reyhan bejalan dengan penuh wibawa melewati kumpulan karyawan. Sapaan demi sapaan terus terlontar dari mereka dan hanya dibalas anggukan kecil oleh pemuda itu. Mobil segera melaju saat Reyhan sudah masuk ke dalam mobil itu. Faiz duduk di depan bersama sang supir, sedangkan Reyhan duduk di belakang seorang diri.


Pemuda itu terus tersenyum sepanjang perjalanan, matanya menatap keluar jendela. Bayangan wajah Kenzi terlintas di benaknya hingga membuat sebuah senyuman muncul tanpa aba-aba.


"Oke, PDKT jilid dua akan dimulai!!" batin Reyhan sambil terkekeh.


Faiz dan supir melihat tingkah Reyhan dari kaca depan. Mereka kemudian saling tatap. Faiz mengendikkan bahunya saat menyadari tatapan penuh tanya yang ditujukan supir itu. Ia sendiri juga tidak tau kenapa Reyhan bersikap demikian.


**********


Sebuah gedung menjulang tinggi berdiri kokoh di tengah kota. Pada puncak gedung tertulis nama 'KNA COMPANY' dengan sangat indah.


Mobil Reyhan berhenti di area depan gedung hingga menarik perhatian semua karyawan yang ada disana. Supir itu turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Reyhan. Kaki kiri pemuda itu menapak terlebih dahulu, ia kemudian keluar dari mobil dengan setelan jas dan kaca mata hitamnya.


Sorakan dari seluruh karyawati terdengar. Siapa yang tidak mengenal Reyhan Saputra Alexander, sosok CEO dari perusahaan ternama yang jarang terekspos media. Sejak terjun di dunia bisnis, Reyhan memang jarang nampak menghadiri acara ataupun meeting kecuali jika itu sebuah acara besar atau acara yang sangat penting. Biasanya ia selalu menyuruh Faiz untuk hadir dalam setiap kegiatan dan ia lebih memilih mengontrol segalanya dari kantor.


"Ini masih jam 9, kalian muter-muter aja dulu. Nanti jam 10 balik kagi kesini buat meeting, jjangan sampek telat!!!. Kalau kalian telat, saya potong gaji kalian. Sama lehernya sekalian. Mengerti?!!!" ucap Reyhan dengan tegas.


"Iya, Pak" sahut mereka serempak.


"Saya masuk dulu!!" ucap Reyhan, Ia lalu berjalan memasuki gedung dan mengabaikan tatapan penuh tanya dari dua orang di belakangnya.


"Kalo gitu ngapain tadi kita disuruh dateng cepet-cepet?!!" tanya Faiz dengan nada sedikit kesal.


"Bos emang begitu, kadang bener kadang keder. Tapi yaudahlah, daripada gaji dipotong sama leher-lehernya, kita mending nurut aja" ucap supir itu.


*********


Reyhan berjalan menuju ruangan Kenzi dengan hati senang. Setelah berhasil mengelabuhi resepsionis dengan mengatakan bahwa meeting di majukan, ia bisa dengan sesuka hati masuk ke dalam ruangan Kenzi.


Langkahnya terhenti tepat di depan pintu besar berwarna cokelat yang bertuliskan 'CEO ROOM'. Dengan penuh semangat, Reyhan mengetuk pintu itu.


"Masuk...!!" seruan dari dalam membuat Reyhan bersorak dalam hati. Ia membuka pintu itu dengan perlahan. Saat pintu terbuka, Ia bisa melihat dengan jelas Kenzi sedang duduk sambil menatsp ke layar laptopnya. Gadis itu nampak sangat konsentrasi sampai tidak menyadari siapa yang sedang masuk ke dalam ruangannya.


Reyhan tersenyum lebar. Ia berjalan dengan perlahan lalu mendudukkan dirinya di hadapan Kenzi dengan hati-hati.


Gadis itu masih tak bergeming. Reyhan menatap intens kearah Kenzi sambil bertopang dagu. Meneliti setiap inci wajah gadis yang selalu berhasil membuatnya terlena akan kecantikan yang dimiliki seorang Kenzia.


"Kamu makin gede kok makin cantik sih Ken" celetuk Reyhan dengan tiba-tiba. Spontan Kenzi langsung mendongak, matanya membulat sempurna saat menyadari kehadiran Reyhan di depannya.


"Lohh, kok kamu bisa ada disinu?!!!" pekik Kenzi keheranan.


"Karena dimana ada Kenzi, pasti disitu ada Reyhan. Kita kan udah sejodoh, sepaket, dan seiman. Tinggal nunggu se-KK aja ini mah" jawab Reyhan dengan asal.


Kenzi menatap datar kearah pemuda itu tanpa mau menanggapi celotehan Reyhan.


"Ngapain kamu kesini?" tanya Kenzi dengan nada dingin sambil kembali menatap ke layar laptopnya.


"Mau nungguin ibu dari calon anak-anak aku yang lagi melototin laptop. Dia cantik banget sumpah, pake celana item sama jas krem, rambutnya warna coklat, bibirnya warna pink. Cute banget....jadi pengen nyium" sahut Reyhan lagi masih dengan jawaban yang sama. Ngaco!!


Kenzi meletakkan dengan kasar bolpoin yang ia genggam di meja. Tatapan jengkel itu jelas terlihat di sorot mata gadis itu.


"Aku suka kamu panggil nama aku" ucap Reyhan masih dengan senyum malaikatnya.


Kenzi memutar bola matanya malas, decakan kesal keluar dari bibir gadis itu menandakan bahwa ia benar-benar kesal.


"Tolong keluar dari ruangan saya!!!" seru Kenzi dengan kesal. Bahasa formal itu kembali ia gunakan hingga membuat Reyhan mencebik dalam hati.


"Nggak mau, nanti kalo kamu nabrak semut gimana?!!. Kan kasian semutnya" sahut Reyhan yang membuat Kenzi semakin kesal.


"Kalo kamu nggak mau keluar, biar aku yang keluar!!!" Kenzi berjalan kearah pintu dengan perasaan dongkol. Menghindari Reyhan adalah satu-satunya cara agar ia terhindar dari sakit hati. Tapi bagaimana caranya menghindar jika Reyhan malah terus mendekat.


"Kita kan bentar lagi mau meeting buat review tempat mall, Sayang. Kamu lupa yaa?!!!" ucap Reyhan dengan menekan kata 'sayang'


Kenzi menghentikan gerakannya yang sudah meraih knop pintu. Ia berbalik badan dan menatap tajam kearah Reyhan yang malah dibalas senyuman manis oleh pemuda itu.


"Berhenti ucapin kata itu!!!" tegas Kenzi dengan tatapan tajamnya.


"Sayang sayang sayang...." bukannya menurut, Reyhan malah mengulang kata itu berulang kali disertai senyum jahilnya.


"REYHAN!!!" teriak Kenzi dengan kesal.


"Apa sayang???" sahut Reyhan dengan nada manja. Wajah tengil yang ia pasang itu sukses membuat Kenzi semakin kesal.


" Akhh terserahhh!!!!" desis Kenzi sambil mengacak rambutnya frustasi. Ia melangkah keluar diikuti Reyhan yang setia mengekor di belakangnya.


Hanzo yang melihat kejadian itu dari balik pintu ruangan lain terkikik geli dibuatnya.


"CLBK, Cinta Lama Belum Kelar" ucap Hanzo sambil geleng-geleng kepala. Ia kemudian kembali masuk ke dalam ruangannya untuk mengerjakan pekerjaan yang belum selesai.


***********


Siang itu meeting antara perusahaan Reyhan dan Perusahaan Kenzi berjalan lancar. Setelah Reyhan membuat ulah, meeting tetap terlaksana sebagaimana semestinya. Mereka sama-sama bersikap profesional dalam bekerja.


"Jadi ini lahan yang perusahaan kami rekomendasikan. Untuk rancangan arsitektur dan lain-lain, semua sudah kami kirimkan lewat email kepada Tuan Hanzo" jelas Reyhan dengan gamblang sambil menunjukkan sebuah lahan yang sangat luas diikuti Faiz dan beberapa karyawan Kenzi di belakangnya. Sekali pandang, Kenzi sudah jatuh hati pada lahan itu. Lahan itu luas dan strategis jika dibangun bangunan apapun.


"Saya setuju dengan penggunaan lahan ini" ucap Kenzi sambil tersenyum sumringah.


"Jadi kita deal menggunakan lahan ini?" tanya Reyhan memastikan.


"Deal" sahut Kenzi dengan segera.


Setelah menandatangani beberapa surat izin dan membicarakan berbagai kesepakatan, meeting ditutup dengan kata sepakat diantara kedua pihak.


Kenzi segera pergi seorang diri dari sana. Ia tak betah jika harus berlama-lama dengan Reyhan. Karyawannya yang ikut kesini sudah kembali terlebih dahulu.


"NONA SAYANG.....!!!" seruan itu datang dari belakang Kenzi, dan ia tau siapa pelakunya. Kenzi memejamkan matanya sambil mempercepat langkahnya. Berharap ia tak berpapasan dengan makhluk tuhan yang satu itu. Namun ternyata percuma, Reyhan berhasil menyamai langkahnya dan sekarang pemuda itu sudah berjalan berdampingan dengannya.


"Nona sayang mau kemana sih?!!!. Cepet banget jalannya. Ati-ati jatoh lohh. Nyium tanah itu sakit, lebih baik nyium aku" kegilaan Reyhan itu kembali lagi. Namun Kenzi bersikap acuh. Ia berjalan semakin cepat dan Reyhan pun juga bertambah cepat.


Tapi sepertinya Tuhan sedang memberikan ujian untuknya hari ini. Batu sialan itu bertebaran disana-sini hingga membuat kaki Kenzi yang sedang mengenakan heals itu tak seimbang. Tubuhnya oleng dan hendak jatuh ke tanah. Beruntung Reyhan menahan pinggangnya sehingga membuat ia tak jadi terjatuh.


Kenzi membuka matanya setelah merasakan sebuah lengan kokoh melingkar di pinggangnya. Matanya dan mata Reyhan bertemu. Mengunci satu sama lain dan menghanyutkan mereka pada kenangan masa lalu. Kebahagian yang dulu mereka rasakan kembali terngiang di benak masing-masing seakan menahan mereka untuk tak saling berjauhan. Sorot mata penuh cinta itu masih tergambar jelas di mata keduanya, namuj sebuah kesalahan besar membuat satu hati merasa enggan untuk kembali bersama.


"Aku kan tadi udah bilang. Kamu sih nggak percayaan. Untung ada bahu dan lengan aku yang selalu siap menopang beban" ucap Reyhan dengan tiba-tiba. Kenzi tersadar dari lamunannya. Ia segera berdiri tegak dan mengalihkan pandangan kearah lain. Ia menjadi salah tingkah sendiri sekarang, rasa malu dan canggung itu tiba-tiba muncul dan membuatnya tidak nyaman.


"Aku mau pulang" ucap Kenzi tanpa mau menatap Reyhan. Ia segera pergi dengan langkah terburu-buru. Jantungnya seakan ingin meledak sekarang, apalagi melihat tatapan Reyhan yang selalu membuatnya lupa diri.


Reyhan terkekeh geli melihat tingkah Kenzi yang menurutnya sangat imut.


"Nona sayang..... panggilan yang manis. I Love You for everyday Dear" gumam Reyhan dengan senyuman.


********


OMG, Finally 100 episode.......📣📣


Thank you so much untuk dukungan kalian dari awal sampek sekarang ya guys:))


Nggak nyangka banget kalo cerita ini bisa sepanjang sekarang. Makasih makasih makasih bangett buat semuanya. Buat yang udah read, like, coment, vote, rate dan yang udah bermurah hati ngasih tips yang nggak tau koinnya lari kemana. Thank you so much all, I love you so much and stay happiness for you 😘


Happy Reading guys..... jangan lupa tinggalkan jejak:)