Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Liburan Bersama 2



"Za, bangun....kita udah sampek" Ucap Vicky sambil menggoyang-goyangkan bahu Reza yang masih tertidur pulas.


Merasa terganggu, Reza membuka kelopak matanya perlahan.


"Kenapa sih, ganggu lo akh" cebik Reza setelah matanya terbuka sempurna.


"Kita udah sampek babang Reza. Molor mulu lo" sahut Ariel yang berada di belakang Vicky. Reza mengedarkan pandangannya. Jet memang sudah berhenti dan di dalam hanya ada dirinya, Vicky dan Ariel. ia lalu menengok ke kursi sebelahnya.


"Dia udah turun?" gumam Reza dalam hati.


"Lahh, malah ngelamun. Ayo turun!!" seru Vicky. ia lalu berjalan keluar terlebih dahulu lalu diikuti Ariel di belakangnya.


Melihat dirinya ditinggal, Reza segera mengambil barang-barangnya lalu turun kebawah menyusul yang lain.


Disana, sudah ada supir keluarga Reyhan yang sudah menunggu kehadiran mereka. Setelah bertegur sapa sejenak, mereka semua masuk ke mobil dan langsung menuju villa milik keluarga Reyhan.


"Capek banget, sumpah" keluh Kenzi sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


"Kamu tidur lagi aja, kalo udah sampek nanti aku bangunin" ucap Reyhan lembut. Kenzi tak menjawab, ia menarik lengan Reyhan agar ikut bersandar dan menjadikan bahu pemuda itu sebagai sandaran.


"Dih, manja banget lo" cibir Tasya yang duduk di belakang bersama Reza dan Ariel. Sedangkan Renata, Vicky, dan Andien ikut mobil yang lain.


"Bilang aja lo iri. Kalo mau, tuh sandaran aja di bahunya Reza. Bahunya dia masih kuat kok kalo cuma nahan beban lo" jawab Kenzi tanpa merubah posisinya.


Tasya membeku saat mendengar ucapan Kenzi. ia teringat saat tadi dirinya terbangun dengan posisi kepalanya bersandar di bahu Reza dan tangannya merangkul lengan Reza. Pipi Tasya merona saat mengingat kejadian di pesawat tadi. ia melirik Reza yang berada di sebelahnya dan kebetulan Reza juga melihatnya saat itu. Sejenak sorot mata mereka bertemu dan mengunci satu sama lain.


Tasya seakan terhipnotis oleh mata hitam pekat milik Reza. ia baru menyadari bahwa Reza memiliki sepasang bola mata yang indah.


"Ekhemm" deheman Ariel membuyarkan tatapan Reza dan Tasya. Dengan segera, Tasya mengalihkan pandangannya ke luar jendela untuk menetralkan detak jantungnya yang sudah bermaraton.


"Ganggu aja lo" cebik Reza sambil berbisik kepada Ariel.


"Bodo amat" jawab Ariel acuh.


Tak terasa, kini mobil yang mereka tumpangi telah sampai di halaman Villa mewah yang tepat berada di pinggir pantai. Mata mereka langsung dimanjakan oleh pemandangan laut yang indah.


"Gila, disini sejuk banget" ucap Renata sambil melompat girang.


"Kek bocah aja deh lo" cibir Andien.


"Suka-suka gue dong" jawab Renata dengan nada ketus. Andien memutar bola matanya jengah.


"Yuk pada masuk, kalian mau tidur disini?" ucap Reyhan. ia lalu masuk ke dalam Villa diikuti Kenzi dan yang lain.


"Disini kamarnya ada empat, yang dua diatas terus yang dua dibawah. Yang cewek-cewek tidur di kamar yang atas aja.Biar kita-kita yang di bawah" jelas Reyhan. Semua mengangguk mengerti.


"Oh ya, ini kuncinya. Satu kamar dua orang" Reyhan menyerahkan tiga kunci kamar dan yang satunya untuk dia sendiri bersama Reza. Kenzi tidur dengan Renata, Tasya dengan Andien, dan Vicky bersama Ariel. Setelah menerima kunci kamar, mereka langsung masuk kamar masing² untuk mengistirahatkan tubuh mereka.


"Gila, capek banget gue" Kenzi yang baru masuk kamar langsung melempar tas-nya kesembarang arah dan menghempaskan tubuhnya ke kasur king size berukuran besar.


"Mandi dulu woy, badan lo bau matahari" seru Renata sambil melempar bantal tepat ke muka Kenzi.


"Lo mandi aja duluan, entar gue nyusul" jawab Kenzi tanpa merubah Posisinya.


Kenzi merubah posisinya menjadu duduk.


"Gue nggak ngomong gitu ya, tapi kalo lo mau sih gapapa." jawab Kenzi dengan wajah tengilnya.


"Iyuhhh, gue masih normal ya Ken. Nggak minat gue lo ajak lesbian." ucap Renata sambil memasang wajah jijik. ia lalu masuk ke kamar mandi meninggalkan Kenzi yang terkikik geli melihat tingkahnya.


"Lo pikir gue nggak waras?, ya kali gue ngajak lesbian. Ngebayangin aja otak gue nggak Welcome, apalagi ngelakuin" monolog Kenzi.


*****


Langit yang biru kini berganti dengan langit kemerahan dengan sinar mentari yang mulai redup.Dan disinlah mereka sekarang. Duduk berjajar Di tepi pantai sambil menikmati pemandangan laut disaat senja dan menanti saat-saat yang paling indah yaitu, sunset.


"Guys, besok kita kemana dulu nih?" tanya Andien memecahkan keheningan.


"Ke wisata air dulu aja gimana?, pasti seru tuh" usul Reza.


"Gue sih ngikut aja" timpal Renata.


"Kalo ayang setuju, gue juga setuju" tambah Vicky sambil tersenyum jahil ke Renata.


"Gak jelas lo" tukas Renata.


"Galak amat dah, tapi gue suka hahaa" ucap Vicky yang diakhiri dengan tawa.


"Eh udah saatnya sunset tuh" celetuk Tasya sambil menunjuk langit. Pandangan mereka seketika terfokus kedepan untuk melihat saat-saat sang mentari mengistirahatkan dirinya.


"Ndien, tolong fotoin dong" pinta Reyhan seraya menyodorkan ponselnya ke Andien. Tak menolak, Andien menerima ponsel dari Reyhan.


Reyhan lalu menarik tangan Kenzi agar ia berdiri. Dia lalu mengajak Kenzi untuk berdiri tepat pada view sunset berada. Andien bersiap membidik gambar. Reyhan dan Kenzi mulai berpose mesra. Setelah mengambil gambar yang cukup banyak, Kenzi dan Reyhan menyudahi kegiatan foto mereka.


"Nah, yang ini nih cakep" puji Reyhan pada sebuah foto. ia kemudian menjadikan foto tersebut menjadi instastory di akun instagramnya.



Disukai oleh: Kenzi_Alsky dan 388.672 lainnya


Reyhan_Alxndr ~ Genggam tanganku, lihat mataku dan percaya padaku. Mari melangkah bersamaku menuju kebahagian berdua dan melewati setiap suka duka bersama tanpa ada sebuah perpisahan diantara kita. You are my life, my love, and my world @Kenzi_Alsky


Lihat semua komentar


Kenzi_Alsky: My boy 😘


ReyhanLovers: Yahhh potek hati kita bang:(


Raisa_Alxndr: Yaampun anak gue.


LoveKenzia: Gw mundur alon-alon kalo kek gini:/


**Tandai typo....jangan lupa like coment, and vote ya...


Happy Reading 😘**