Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Kemarahan Reyhan



Allia dan William melewati koridor rumah sakit dengan langkah terburu-buru. Akhirnya mereka melihat teman² Kenzi di depan ruang UGD, dan langsung menghampirinya.


"Dimana Kenzi?" tanya Allia.


"Kenzi masih di ruang UGD tante, dokter tidak berani mengambil tindakan operasi karena belum mendapat izin dari pihak keluarga" jelas Reyhan.


Tubuh Allia merosot ke lantai, tangisnya kembali pecah. Membayangkan kejadian buruk apa yang sudah membuat putrinya seperti ini saja sudah membuat dadanya sesak.


"Mom, Kenzi pasti gapapa. Dia putri kita yang kuat. Dia perempuan tangguh, pasti dia bisa bertahan" ucap William menguatkan istrinya. Tiba² dokter datang menghampiri mereka.


"Keluarga pasien?" tanyanya.


"Kami orang tuanya dok" jawab William.


"Harap anda segera mengurus surat izin tindakan operasi tuan, jika tidak akan berakibat fatal bagi kesehatan pasien" ucap dokter itu. William mengangguk, ia kemudian menuju meja resepsionis untuk mengurus surat praoperasi.


******


Di sebuah gudang tua nan kumuh, ada tiga orang yang tengah diikat. Orang itu adalah Rossa, Lena dan Riko. Mereka sekarang disekap di tempat yang dikhususkan sebagai tempat penyiksaan oleh geng Dark Dragon.


"Lepasin gue bangsattt, siapa kalian? ngapain kalian iket kita kayak gini" maki Rossa pada 4 anak Dark Dragon yang berjaga di ruangan itu.


"Lo bisa diem nggak. Lo mau, pisau ini mendarat di mulut lo biar lo diem. LO MAU HAH?!" geram anak DD yang diketahui bernama zidan sambil memainkan pisau berkarat.


Rossa menelan ludahnya dengan susah payah. Ternyata dia sedang berada di markas singa kelaparan, pikirnya. Sedangkan Lena dan Riko, mereka belum sadarkan diri. Entah karena obat bius atau pukulan terlalu kuat sehingga membuat mereka masih pingsan.


*****


RUMAH SAKIT MEDIKA


Semua orang menunggu dengan perasaan harap² cemas. Allia masih menangis dan ditenangkan oleh Renata dkk. Sedangkan William Dan Reyhan duduk berdampingan dan terlarut dipikiran masing².


"ini semua gara-gara kalian, kalian harus tanggung akibatnya" Batin Reyhan emosi. Bayangan Kenzi yang terluka kembali terngiang


"sebenarnya siapa yang sudah membuat putriku menjadi seperti ini, aku akan membalas semua yang sudah berani mau menyakiti putriku" geram Willian dalam hati.


Setelah beberapa jam, dokter keluar dari ruang operasi. Sontak semua orang langsung menghampiri dokter tersebut.


"Dok, bagaimana keadaan anak saya?" tanya William


"Kondisinya sudah stabil, hanya saja dia belum sadarkan diri. Banyak luka sayatan dan lebam di sekujur tubuhnya. Kita doakan saja yang terbaik" ucap dokter itu. ia lalu pergi menuju ruangannya.


Reyhan mengepalkan tangannya erat, ia lalu beranjak dari tempat duduk.


"Om, tante, saya permisi sebentar. Ada urusan mendadak" alibi Reyhan.


"Baiklah nak, hati² di jalan. dan Terimakasih sudah menolong putri saya" ucap William.


"Iya om" ia lalu melenggang pergi dari Rumah Sakit menuju suatu tempat.


******


Reyhan memarkirkan mobilnya di sebuah gudang kosong. Tubuh tegapnya mulai memasuki bangunan itu dengan langkah lebar. Di bagian depan bangunan terdapat lambang naga hitam dan disertai lambang tengkorak☠ di atasnya.


"Malam ketua" sapa salah satu anggota Dark Dragon pada Reyhan. Ya, itu adalah tempat penyiksaan milik geng Dark Dragon. Reyhan hanya membalas dengan anggukan. ia lalu melangkahkan kakinya memasuki sebuah ruangan kecil tanpa fentilasi sedikitpun.


Suara pintu dibuka menarik perhatian orang yang ada di dalam ruangan itu.


Disana sudah ada Rossa, Lena, dan Riko yang masih diikat dan juga ada 4 anggota Dark Dragon yang berjaga di dalam.


"Malam ketua" ucap Zidan. Reyhan hanya mengangguk kecil lalu ia menatap tajam ketiga sampah masyarakat yang sudah berani menyakiti permatanya.


Rossa terkejut melihat kedatangan Reyhan. Belum lagi saat dia mendengar ucapan orang tadi. Ketua? jadi mereka anak buah Reyhan?, pikir Rossa.


Reyhan menatap tajam kearah Rossa. Hawa dingin yang keluar dari diri Reyhan membuat bulu kuduk siapa saja yang ada di sekitarnya meremang seketika. Zidan dan rekannya tidak berani menatap ketuanya yang sedang dalam mode marah. Sedangkan Rossa, ia menggigit bibir bawahnya. Keringat dingin sudah membasahi tubuhnya, entah kenapa ia merasa ketakutan sekarang. Reyhan lalu menatap ke arah Lena dan Riko yang belum sadarkan diri.


"Ambilkan air panas" titahnya pada Zidan. Zidan mengangguk lalu keluar dan kembali sambil membawa air panas.


"Siramkan" ucapnya dingin.


Zidan lalu menyiramkan air panas itu ke tubuh Lena dan Riko. Rossa semakin ketakutan melihat kejadian di depannya ternyata Reyhan sangat kejam dan sadis. Lena dan Riko langsung terperanjat saat merasakan air panas membakar kulitnya.


"Arghh...panas...panas" rintih Lena. Riko pun sama seperti itu.


"Bagaimana tidurmu, apakah nyenyak?" tanya Reyhan sambil menyeringai.


"Siapa lo" teriak Riko sambil menahan sakit di tubuhnya.


"Wiss...santuy bro. Nggak perlu teriak, sakit kuping gue dengernya" sinis Reyhan.


"Apa salah kita, ngapain lo sekap kita kayak gini" hardik Lena.


"Salah kalian, kalian udah berani nyakitin Kenzi. dan yang perlu kalian tau, gue nggak akan biarin siapapun nyakitin Kenzi. Jika itu terjadi, gue nggak akan segan² membalas mereka beribu-ribu kali lebih kejam" bengis Reyhan.


"Heh, emang siapa elo berani-beraninya ngancem kita" sinis Riko.


"Leader Dark Dragon" ucap Reyhan. Mereka bertiga tertegun. Siapa yang tidak mengenal geng Dark Dragon, geng terkuat kedua setelah geng tersebut berhasil mengalahkan Black Angel waktu itu.


"Jadi lo leader dark dragon?" ucap Lena. Reyhan hanya diam. ia kemudian mengambil cambuknya.


Pletarrr....pletarrrr....


Reyhan mencambuk mereka bertiga hingga mereka bertiga mengerang kesakitan.


"Ini balesan buat kalian yang udah berani nyakitin Kenzi"


Pletarrr......pletarrr.....pletar....


Darah segar mengucur dari tubuh mereka.


"Gue nggak akan lepasin orang yang udah nyakitin orang yang berarti dalam hidup gue. Akan gue buat mereka merasakan hidup segan, mati pun tidak bisa. Camkan itu!!" Tegas Reyhan dengan penuh penekanan disetiap ucapannya. Mereka bertiga tertegun mendengar ucapan Reyhan.


Aura hitam yang keluar dari dirinya membuat semua orang yang menatapnya diam membeku. Bahkan anggota Dark Dragon yang ada disana ikut gemetar melihat kemarahan Reyhan. Mereka tidak pernah melihat Reyhan semarah ini, apalagi sampai menyiksa orang. Biasanya, Reyhan hanya menyuruh salah satu diantara mereka untuk bertindak. Tapi ini, dia melakukannya dengan tangannya sendiri.


**Tandai typo, jangan lupa like, coment and vote ya guys. Mimpir juga ke karyaku "Doctor is my wife"


Happy reading 😘**