Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Tau Diri Dong Bro!!!



Pagi itu, Reyhan mengajak Kenzi untuk jogging bersama di taman kota. Dengan memakai celana hot pant, kaos yang sedikit ketat serta rambut yang diikat tinggi membuat Kenzi nampak sangat sexy. Reyhan sedari tadi sudah gusar, tak rela rasanya jika tubuh Kenzi di lihat orang lain, apalagi keadaan taman saat itu sedang ramai pengunjung.


"Kamu kenapa sih nggak pake celana aja?!!" desis Reyhan dengan kesal. Mereka duduk di kursi taman, menikmati suasana pagi yang sejuk meskipun tubuh mereka sudah dipenuhi dengan keringat.


"Gerah kalo pake celana Rey....!!! Kamu kenapa sih?!!!. Tumben bawel banget hari ini!!" cebik Kenzi sambil memutar bola matanya jengah.


"Kamu nggak liat cowok-cowok pada ngeliatin kamu?!. Tuh tuh, liat tuh. Yang itu, itu, sama ituu" Reyhan menunjuk satu persatu kumpulan laki-laki yang tengah menatap Kenzi dengan tatapan memuja. Bukannya risih, gadis itu malah mengendikkan bahunya acuh.


"Biarin aja kali, lagian cuma ngeliat doang kan nggak lebih" sahut Kenzi dengan lempeng tanpa beban sama sekali.


Reyhan berdecak kesal. Kenapa gadis ini menjadi sangat tidak peka sekarang!!!.


"Tapi aku nggak suka liat mereka ngeliatin kamu kayak gitu!!" gerutu Reyhan lagi.


Kenzi menoleh, menatap pemuda itu sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Kamu cemburu?!" tanya Kenzi dengan wajah polos.


"Yaiyalah nengg, gitu aja kok masih nanya sihh!!!" jerit Reyhan dalam hati


"Nggak!!" Kenzi semakin menukikkan alisnya. Bilangnya enggak tapi wajahnya ditekuk kayak kain pel. Nih bujang minta diapain sihhh.


"Kamu cemburu yaaa" tuding Kenzi dengan senyum mengejek sambil mencoel hidung Reyhan menggunakan jari telunjuknya.


"Nggak" ketus Reyhan tanpa menoleh.


"Ciee, si Ayang cembokurr...." ledek Kenzi sambil menyenggol bahu Reyhan beberapa kali. Pemuda masih diam tak merespon, dan Kenzi tentunya tidak akan berhenti sebelum Reyhan memperhatikan dirinya.


"Kamu imut deh kalo kayak gini" aksi menggombal pun dilakukan. Dengan manja, Kenzi menyandarkan kepalanya di bahu Reyhan meskipun pemuda itu tak menggubris tindakan ataupun ucapan yang ia katakan.


"Yang, kamu tau nggak....


"Nggak" belum sempat Kenzi meneruskan ucapannya, Reyhan dengan cepat memotong hingga membuat gadis itu merengut.


"Aku belum selesai ngomong!!!. Dengerin dulu napa!!" cebik Kenzi sambil mengerucutkan bibirnya. Reyhan terkekeh melihat Kenzi menggerutu, tapi ia enggan untuk bereaksi. Tetap mempertahankan posisi diamnya sebagai pendengar yang baik.


"Kamu tau nggak perbedaan kamu sana matahari?" tanya Kenzi


"Nggak" jawab Reyhan disertai gelengan


"Sama, aku juga nggak tau"


Gubrakkk


Reyhan langsung menoleh kearah Kenzi dengan cepat setelah mendengar ucapan gadis itu. Ia menatap tajam kearah kepala Kenzi yang tengah bersandar di bahunya. Ia pikir Kenzi akan menggombal, ehh ternyata hanya zonk.


" Untunggg gue sayang" batin Reyhan menjerit dalam hati. Andai bukan pacar, mungkin ia sudah mengarungi gadis itu dan membuangnya ke kandang singa.


"Hay Rey!!!" sebuah seruan dari arah samping sontak membuat Kenzi dan Reyhan menengok. Keduanya sama-sama terkejut sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya kearah lain, malas meladeni orang itu.


"Lo apa kabar?, lama ya kita nggak ketemu" Sella semakin mendekat. Tangannya terulur, memegang bahu Reyhan dengan lembut, namun pegangan itu buru-buru ia lepaskan saat pemuda itu menatap tajam kearahnya.


"Kabar Reyhan akan selalu baik kalo dia nggak ketemu sama lo!!!" sinis Kenzi dengan tatapan tajamnya.


"Gue nggak ngomong sama lo!!" sinis balik Sella tanpa tau malu.


Kenzi tersenyum miring. Ia berdiri, menghadap kearah Sella dan menegang kedua bahu gadis itu dengan kencang.


"Dan gue nggak suka kalo lo ngomong sama PACAR gue!!" tegas Kenzi yang sengaja menekan kata 'pacar' dalam ucapannya.


"Gue harap lo tau diri, lo itu cuma parasit yang nggak berguna!!!" cibiran pedas itu kembali terucap. Sella mengeram kesal, wajahnya memerah pertanda jika ia tersulut emosi.


"Jaga mulut lo!!!" bentak Sella seraya melepas cengkraman Kenzi dari bahunya.


Kenzi bersiul licik. Senyuman bengis terpatri di wajah cantiknya, membuat aura disekitar sana berubah seketika.


"Apanya yang perlu dijaga?!!. Emang bener kan apa yang gue omongin!!. Lo itu cuma parasit!!!. Pengganggu, dan perusak dalam hidup gue!!!. Gue harap lo sadar diri. Reyhan punya gue, jadi stop bersikap menjijikkan di depan dia atau lo akan tanggung sendiri akibatnya!!!" seru Kenzi seraya menunjuk Sella dengan amarah.


"Udahlah Yang, kita pergi aja. Ngapain sih ngeladenin orang yang nggak penting, buang-buang waktu banget!!" Reyhan menengahi keduanya. Merangkul bahu Kenzi dengan lembut tanpa memperdulikan Sella sama sekali.


Kenzi menyeringai puas, matanya kemudian menatap kearah Sella dengan senyum mengejek.


"Lo denger sendiri kan?!. Lo itu nggak penting!!" sinis Kenzi dengan tatapan tajamnya. Sella tak menjawab, Ia hanya menatap keduanya dengan tatapan membenci.


"Kita pergi!!" Reyhan menggiring tubuh Kenzi keluar dari area taman, meninggalkan Sella yang tengah marah disana tanpa perduli sama sekali.


*********


Kenzi menjatuhkan tubuhnya di Sofa besar yang ada di Apartemen Reyhan. Bertemu dengan Sella membuat moodnya langsung buruk seketika hingga membuatnya tidak selera untuk melakukan apapun.


"Aku mandi dulu" pamit Reyhan yang dibalas anggukan oleh Kenzi. Pemuda itu kemudian naik ke lantai atas untuk membersihkan diri.


Krukkkk


Cacing-cacing di perut Kenzi mikai mendemo minta diisi karena ia memang belum sarapan. Gadis itu berdiri kemudian berjalan menunu kulkas, memeriksa apakah ada makanan disana. Saat membuka pintu kulkas, bibir Kenzi langsung merengut saat melihat hanya ada bahan-bahan mentah disana, tidak ada makanan siap makan sama sekali. Sekarang Ia bertanya dalam hati. Bahan makanan sebanyak ini buat siapa, Reyhan bisa masak?!


"Gue kan nggak bisa masak!!" keluh Kenzi sambil mengerucutkan bibirnya. Namun sesaat kemudian, Ia kembali tersenyum saat melihat ada hidayah dari Tuhan disana.


"Seenggaknya ada telur" girang Kenzi, Ia lalu mengambil beberapa butir telur yang ada di kulkas dan membawanya ke pantry.


Kenzi mengambil teflon, menuangkan minyak secukupnya kesana dan menyalahkan kompor tersebut. Setelah minyak panas, Kenzi memecahkan telur itu diatasnya, menambahkan sedikit garam dan menunggu telur hingga matang. Namun minyak sialan itu ternyata tidak bisa diajak kompromi. Dengan kurang ajarnya, minyak itu muncrat kemana-mana hingga membuat Kenzi berteriak kebingungan.


"Aaa panas REYHAN!!!!" teriak Kenzi sambil melindungi diri menggunakan tutup panci. Harusnya kan teflonnya yang di tutupin maemunahhh!!


Reyhan yang sedang memakai kaos terlonjak kaget saat mendengar teriakan Kenzi. Yang langsung memakai kaosnya dengan asal lalu bergegas turun ke bawah untuk melihat apa yang terjadi.


Mata Reyhan langsung membola seketika saat melihat dapurnya yang sudah berantakan seperti kapal pecah. Ia berlari kencang lalu segera mematikan kompornya saat ada asap yang muncul dari arah teflon. Bibir pemuda itu berkedut menahan tawa saat melihat telur hasil karya Kenzi, gosong!!!.


"Yaampun Ken,,, ini telurnya tadi kamu apain?!!" tanya Reyhan disertai kekehan.


"Digoreng lahhh, masak dielus!!" cebik Kenzi kemudian berlalu meninggalkan dapur sambil menghentak-hentakkan kakinya.


Reyhan terpaku di tempat setelah mendengar ucapan Kenzi.


"Dielus?" gumam Reyhan. Pikiran liarnya mulai berkelana sekarang saat mendengar kata ambigu seperti 'dielus'


Hingga kesadarannya kembali, Reyhan segera menggelengkan kepalanya dengan cepat untuk menghilangkan pikiran buruk dari otaknya.


"Mikir apa sih gue!!!" desis Reyhan.


"KEN, TANGGUNG JAWAB!!!. DAPUR AKU KOTOR NIHH" teriak Reyhan menggelegar ke seluruh ruangan.


"AKU LAPER!!! Reyhan menutup kedua telinganya saat mendengar teriakan Kenzi yang lebih keras daripada dirinya.


"MAKAN MEJA AJA SANA!!!" teriak Reyhan lagi


"KAMU PIKIR AKU RAYAP?!!" teriak Kenzi dari ruang tamu seraya menyalahkan TV yang ada disitu.


"IYA, KAMU RAYAP. RAYAP YANG MEMBAWAKU TERBANG TINGGI" Reyhan terkekeh sendiri mendengar ucapannya.


"ITU SAYAP DODOL!!!" teriak Kenzi dengan kesal yang malah membuat Reyhan tertawa sendiri di balik pintu.


**Reyhan Saputra Alexander



Kenzia Nastasya Aleskey



**