Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Perfect Day



Setelah penantian panjang dan pemulihan sana-sini, akhirnya Reyhan diperbolehkan untuk pulang ke rumahnya. Senyum bahagia terbit di bibir pemuda itu saat melihat Kenzi sudah menantinya di depan ruang rawat yang ia tempati. Gadis itu tersenyum hangat dengan membawa sebuket bunga di tangannya. Ia kemudian berjalan mendekat kearah Reyhan yang masih berdiri di depan pintu.


"Buat kamu" ucap Kenzi sambil menyerah bunga yang ia bawa kepada Reyhan.


Reyhan tersenyum lalu menerima bunga itu. Di dalamnya terdapat sebuah surat, dan ia membukanya.



~*Terimakasih sudah berusaha untuk sembuh, I Love you my boy*



Reyhan tertawa kecil sambil menatap surat di tangannya. Ia kemudian menatap kearah Kenzi seraya memamerkan surat itu.


"Terimakasih untuk ini, I love you more baby" ucap Reyhan dengan tersenyum cerahnya. Tangannya terangkat keatas dan ia lingkarkan di bahu gadis itu. Mengajaknya untuk berjalan perlahan keluar rumah sakit dengan senyum bahagia di wajah masing-masing. Sebuah senyuman yang sudah lama tak terbit di wajah keduanya.


Kenzi mengeluarkan kunci mobil dari dalam tasnya. Memencet tombol yang terdapat dalam kunci itu hingga suara nyaring terdengar dari mobil di seberang sana.


Tanpa melepas rangkulannya, mereka berjalan mendekat kearah mobil lamborgini hitam yang sudah terparkir rapi di parkiran rumah sakit. Kenzi membukakan pintu mobilnya untuk Reyhan layaknya melayani seorang pangeran.


"Silahkan Tuan...." ucap Kenzi dengan tangan kirinya menjulur kearah dalam mobil.


Reyhan tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya lirih.


"Biar aku yang nyetir" ucapnya sambil menodongkan tangan kanan kearah Kenzi, berniat meminta kunci mobil yang gadis itu bawa.


"No.. no.. no... kamu baru sembuh!!!. Biar aku yang nyetir!!!" tolak Kenzi dengan segera.


Reyhan mencebikkan bibirnya beberapa saat hingga akhirnya menyetujui ucapan gadis itu.


"Oke,,,, sesuai permintaan princess" sebelum masuk, Ia mengacak rambut Kenzi sejenak kemudian langsung duduk di kursi samping kemudi.


Dengan wajah sedikit kesal, Kenzi merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena ulah Reyhan. Menutup pintu dengan perlahan, Kenzi memutari mobilnya lalu masuk ke dalam mobil dan bergegas menjalankan mobil itu.


Panas yang terik menghiasi perjalanan mereka, saat ini waktunya jam makan siang sehingga jalanan kota sedikit ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan masyarakat. Suara musik dari USB mobil mengisi keheningan yang tercipta. Reyhan memainkan ponselnya sedangkan Kenzi bersenandung ria menirukan lagu dari salah satu artis ibukota yang sedang terputar.


"Ken... kesini yukk!!" ucap Reyhan secara tiba-tiba sambil menunjukkan sebuah gambar di layar ponselnya.


Kenzi melihatnya sejenak kemudian kembali fokus menatap ke depan.


"Danau biru?" ucap Kenzi dengan kening mengerut.


"Iya, ayo kesana.... Tempat itu baru dibuka tiga hari yang lalu, pasti bagus banget. Ayolah Ken.... mau yaaa please" pinta Reyhan sambil mengatupkan kedua tangannya, memohon agar Kenzi mau menuruti apa yang dia mau.


Gadis itu menghela napas panjang saat melihat tingkah Reyhan yang layaknya seorang anak kecil.


"Tapi kan kamu baru sembuh, Rey...." ucap Kenzi dengan nada rendah. Ia memutar setir mobilnya kearah kiri untuk mulai memasuk jalan tol.


"Iya iya..." ucap Kenzi setelah terdiam beberapa saat. Dalam kondisi seperti ini, menuruti Reyhan adalah jalan terbaik menuju kedamaian.


Reyhan tersenyum cerah mendengar hal itu, Ia mendekat lalu mengecup pipi kiri Kenzi sejenak.


"Thank you" ucapnya sambil tersenyum. Kenzi hanya membalas dengan senyuman simpul tanpa mau membalas ucapannya.


Mobil melesat membelah jalanan Kota J yang lumayan padat. Reyhan membuka sebungkus snack yang terdapat pada dashboard mobil Kenzi. Ia memakan snack rasa jagung itu, mengunyahnya sebentar untuk mengecek apakah enak atau tidak. Setelah merasa jika rasa makanan itu sesuai selera, Ia mengambil satu biji lalu menyuapkannya kearah Kenzi.


"Sayang... Aaaa" Reyhan menirukan gaya orang yang sedang membuka mulut. Kenzi menerima suapan itu tanpa mengalihkan atensinya dari Arah depan.


"Mau yang rasa kejuu" ucap Kenzi dengan manja. Sisi cute-nya sudah muncul sekarang, dan Reyhan harus menahan diri agar tidak terlalu gemas dengan tingkah gadis itu.


Reyhan membuka snack baru yang memiliki varian rasa keju, Ia lalu menyuapkan kembali kearah Kenzi yang tentu di terima oleh gadis itu dengan senang hati.


Mobil kemudian berhenti tepat di depan tempat yang bertuliskan 'Danau Biru'. Mereka kemudian turun dari mobil. Mengaitkan jari-jemari dalam sebuah gandengan tangan, Reyhan dan Kenzi berjalan memasuki tempat itu.


Tak banyak pengunjung yang datang, hanya saja banyak fasilitas yang tersedia disana. Saat mereka sudah sampai ditepi danau, mata Kenzi benar-benar termanjakan dengan keindahan danau itu. Airnya benar-benar biru bersih layaknya air laut, di pinggiran danau terdapat pohon-pohon rindang yang meneduhi danau itu sehingga tak panas di terpa teriknya matahari.


Reyhan menarik tangan Kenzi kearah bebek-bebekan yang sengaja disiapkan untuk pengunjung. Setelah membayar uang sewa, mereka berdua mengayuh benda itu ke tengah danau. Menikmati sejuknya angin di siang hari, dan meresapi suara gemericik air danau yang bergerak karena adanya sebuah sentuhan.


Kenzi menjulurkan tangan kanannya ke dalam air dan memainkan air itu ke depan dan ke belakang. Senyuman manis gadis itu selalu berhasil membuat Reyhan terpana. Pemuda itu terus menatap kearah Kenzi tanpa berkedip sama sekali. Delapan tahun berpisah tak membuat sebuah perasaan dalam hatinya berubah, karena menurutnya cinta itu tak dapat diukur menggunakan waktu. Justru waktu adalah sebuah ujian dan pembuktian untuk cintanya. Cinta itu tulus, atau tidak. Atau hanya sekedar suka sama suka tanpa ada keseriusan sama sekali.


"Aku suka banget sama tempat ini!!!" girang Kenzi sambil menatap Reyhan yang juga tengah menatapnya. Pemuda itu tersenyum hangat, tangan kanannya ia ulurkan untuk menyelipkan anak rambut Kenzi yang berterbangan ke belakang telinga.


"Aku suka sama orang ini" ucap Reyhan seraya mengelus pipi kiri Kenzi.


Kenzi menggigit bibir bawahnya sambil menunduk menahan senyum. Sebuah rasa menggelitik dalam tubuhnya, memaksa bibirnya untuk tersenyum namun ia tahan.


"Jangan ditahan, nggak baik!!!. Di lepas aja biar lega!!!" ucap Reyhan sambil tertawa kecil melihat wajah malu-malu yang gadis itu tunjukkan .


Kenzi menghadap ke depan tanpa mau meladeni ucapan pemuda di sampingnya. Namun hal itu malah membuat Reyhan semakin gemas. Ia mencubit kedua pipi Kenzi hingga membuat gadis itu meringis kesakitan .


"Sakit, Rey!!!!" cebik Kenzi sambil mengusap-usap pipinya sendiri. Tangannya menjulur ke bawah, mengambil air dari danau lalu menyiramkannya kearah Reyhan.


"Rasain tuh!!!" seru Kenzi sambil menjulurkan lidahnya mengejek.


"Nakal ya kamu sekarang!!!" desis Reyhan. Ia ikut mengambil air dari danau lalu membasuhkannya ke wajah Kenzi.


"Reyhan basahhh!!!!" seru Kenzi dengan kesal. Ia mengusap wajahnya berulang kali tanpa mau memperdulikan Reyhan yang tengah menertawakannya.


"Kamu ngeselin ihhh!!!!" cebik Kenzi sambil terus menyirati Reyhan menggunakan air hingga jaket yang dikenakan pemuda itu basah kuyub.


"Baju aku basah, sayang!!!" tukas Reyhan sambil mengelap wajahnya berulang kali. Tak mau kalah, Ia juga ikut menyirati Kenzi dengan air hingga baju gadis itu ikut basah. Dan jadilah mereka bermain air di tengah danau sambil tertawa ria menertawakan kekonyolan masing-masing yang diperbuat sendiri.