
Setelah drama cinta segitiga antara Reyhan, Kenzi, dan Raffa berakhir, aktifitas belajar berlangsung seperti biasa. Bu Rika selaku wali kelas sekaligus guru seni budaya menerangkan materi dengan panjang kali lebar di depan yang tentunya hanya sedikit yang diperhatikan oleh siswa XI Ipa 1 yang terkenal Ambyarr.
"Anak-anak, untuk tugas praktek membuat kreasi dari bahan tanah liat, Ibu akan membagi kalian menjadi 8 kelompok. Dan masing-masing kelompok berisi 5 siswa." ucap Bu Rika. Semua siswa mulai fokus mendengarkan.
"Untuk kelompok 1: Vicky, Bella, Andien, ..........
Kelompok 2: Reza, Renata, Deo,.....
Kelompok 3: Ariel, Dimas, .........
....
...
.....
Kelompok 8: Kenzia, Reyhan, Tasya, Farhan, dan Rosella" Bu Rika membagi semua siswa ke dalam beberapa kelompok yang mau tak mau harus disetujui.
"Yaelah, satu kelompok sama si curut lagi!" cebik Renata kesal yang membuat Kenzi terkekeh.
"Yang sabar ya buk" ucap Kenzi sambil menepuk bahu Renata. Senyuman jahil Kenzi membuat Renata semakin kesal dibuatnya.
"Hasil praktek saya tunggu paling lambat 3 hari lagi, kalau terlambat, siap-siap aja dapet nilai dibawah KKM!" tegas Bu Rika sambil memberesi buku-bukunya.
"Dasar Burik nyebelin!" desis Tasya pelan.
"Tasya, saya dengar ya apa yang kamu bicarakan!!" tukas Bu Rika sambil menatap tajam ke arah Tasya.
"Emang tadi saya ngomong apa bu?" tanya Tasya seolah tak mengerti.
"Dasar burik nyebelin!" Bu Rika mempraktekkan apa yang tadi diucapkan oleh Tasya yang membuat satu kelas menahan tawanya.
"Bu, saya tau kok kalo ibu nggak terlalu cantik. Tapi nggak perlu menjelek-jelekan diri sendiri begitu dong bu. Meskipun ibu nyebelin, tapi saya tetep terpaksa nerima Ibu apa adanya kok bu" ucap Tasya mendramatisir yang membuat Bu Rika naik pitam dibuatnya. Dengan kesal, Bu Rika pergi meninggalkan kelas tersebut dan beralih menuju ruang guru yang terletak agak jauh dari kelas XI Ipa 1.
"Pinter banget lo bikin guru pergi" ucap Andien sambil tertawa kecil.
"Tasya gitu loh" ucap Tasya menyombongkan dirinya.
Melihat Bu Rika keluar dari kelas, Reyhan segera beranjak dari duduknya dan berjalan menuju meja Kenzi.
"Ngapain lo kesini?!" ketus Renata saat melihat Reyhan berdiri disamling mejanya.
"Dih, siapa juga yang nyamperin elo?!, orang gue nyamperin Kenzi kok. GR banget jadi orang!" jawab Reyhan sinis. Renata langsung memutar bola matanya malas, ia mengambil ponselnya yang berada di saku lalu membuka aplikasi untuk membaca novel online disana. Lebuh baik ia membaca daripada harus melihat dua sejoli gesrek yang satu ini.
"Ken, kita kerja kelompoknya dimana?" tanya Reyhan pada Kenzi. Sella dan Tasya ikut mendengarkan saat mendengar kata 'kelompok' diucapan Reyhan.
"Terserah sih, aku mah ngikut aja" jawab Kenzi.
"Di rumah gue aja gimana?, kebetulan nyokap gue buka usaha bikin souvenir gitu...jadi ada stok tanah liat di rumah gue" usul Tasya.
"Nah, boleh juga tuh!" sahut Reyhan.
"Gimana Sell, lo mau nggak?" tanya Kenzi pada Sella.
"Boleh sih, tapi gue nggak tau rumahnya Tasya. Gue juga nggak terlalu hafal daerah sini, soalnya gue orang baru" jawab Sella. Kenzi nampak berfikir sejenak.
"Ken, nanti berangkatnya kamu aku jemput ya!" ucap Reyhan yang membuyarkan lamunan Kenzi.
"Apa gini aja, lo kirim alamat rumah lo ke gue. Entar biar gue jemput sama Reyhan. Gimana?" usul Kenzi pada Sella.
"Emang gapapa?, nanti gue malah ganggu kalian" sahut Sella.
"Ya gapapa lahh, iya kan sayang?" ucap Kenzi sambil memelototi Reyhan yang sedang memasang wajah tak suka.
"Hmmm" Reyhan hanya membalas dengan deheman malas.
"Btw, kita kerja kelompoknya jam berapa?" tanya Tasya.
"Jam 4 aja, agak sorean dikit biar agak adem" ucap Kenzi yang diangguki setuju oleh semuanya.
********
Kenzi membasuh wajahnya dengan air yang mengalir di wastafel. ia lalu bercermin sebentar untuk membenahi rambutnya. Setelah dirasa cukup, Kenzi keluar dari kamar mandi. Pintu terbuka, dan ada sebuah tangan yang menghadangnya. Kenzi menatap orang dihadapannya dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Singkirin tangan lo!" seru Kenzi.
"Coba singkirin sendiri kalo bisa!" tantang Sisca dengan wajah meremehkan. Kenzi menyunggingkan senyum licik di bibirnya. Tangan kananya ia gunakan untuk memegang tangan Sisca. Dengan gerakan cepat, Kenzi memelintir tangan gadis itu ke belakang hingga membuat pemiliknya kesakitan.
"Arghh, sakit bangstt!!. Lepasin tangan gue!" bentak Sisca sambil merintih kesakitan.
"Kalo beladiri aja lo masih cupu, gue saranin untuk lebih mikir-mikir lagi buat cari masalah sama gue!! atau kalo nggak, jangan salahin gue kalo tangan kotor lo ini akan patah di tangan gue, ngerti!!" tegas Kenzi. ia lalu menghempas tangan Sisca hingga gadis itu tersungkur ke lantai.
"Cewek sialan!!" maki Sisca dengan emosi menggebu. Kenzi menatap sinis gadis yang duduk di lantai itu.
"Simpan kata-kata itu untuk diri lo sendiri!. Karena gue merasa kalo lo lebih pantas dapet kata-kata itu daripada gue!!" tukas Kenzi.
Sisca menatap ia menatap uang yang dilempar oleh Kenzi tadi dengan amarah. Tangannya meremas uang ratusan ribu itu kuat-kuat.
"Bangstt!!" umpat Sisca kesal.
*******
Kekesalan sedang menguasai hati Kenzi. Niatnya tadi ingin ke toilet untuk bersih-bersih lalu baru ke kantin untuk menyusul teman-temannya pun urung ia lakukan karena pertemuan tak diharapkan antara dirinya dan Sisca tadi di toilet.
Kenzi menghentikan langkahnya. ia memutar tubuhnya ke belakang. Hanya ada beberapa siswa yang sedang berbincang dengan teman dan berlalu lalang kesana kemari. Tak ada yang mencurigakan,namun insting Kenzi mengatakan bahwa ada yang mengintainya. Kenzi mengedarkan pandangannya ke sekitar. Mengamati setiap sudut dengan teliti.
"Mungkin cuma perasaan gue aja" gumam Kenzi saat tak melihat apapun yang mencurigakan. Berusaha acuh dengan apa yang terjadi, Kenzi berbalik badan lalu meneruskan langkahnya.
Kenzi membuka sebuah pintu. ia lalu melewati pintu tersebut. Tubuhnya langsung di sambut oleh angin yang berhembus kencang di rooftop. Rooftop adalah satu-satunya tempat yang ia tuju saat mood-nya sedang tidak baik. Kenzi berdiri di ujung rooftop yang tidak terdapat pagar pembatas sehingga ia dapat melihat aktifitas seluruh siswa dari ketinggian.
Memejamkan matanya, Kenzi menghirup udara dalam-dalam hingga memenuhi rongga paru-parunya. ia lalu menghembuskannya secara perlahan.
Mengamati sekitar, sudut bibir Kenzi tertarik membentuk sebuah senyuman saat dia melihat kekasih dan sahabat-sahabatnya sedang berada di kantin dari ketinggian. Kenzi melambai-lambaikan tangannya berharap sekumpulan remaja itu dapat melihatnya. Dan benar saja, entah karena memiliki mata yang tajam atau memang sudah terkoneksi, Reyhan melihat tingkah kekasihnya itu. ia menggeleng-gelengkan kepala saat melihat tingkah konyol Kenzi. Reyhan melambaikan tangannya memberi isyarat agar gadis itu menghampirinya. Kenzi yang melihat itu mengangguk mengerti.
Kenzi membalikkan tubuhnya hendak melangkah pergi. Namun naas, Kenzi terpeleset hingga membuatnya terjungkal ke belakang. Tangan Kenzi berpegangan pada ujung lantai rooftop hingga membuatnya menggelantung disana.
"Kenzi!!" pekik Reyhan saat melihat Kenzi dalam bahaya. sontak teman-temannya yang tadi tidak menyadari langsung mendongak keatas. Mata mereka langsung membulat saat melihat Kenzi menggelantung diatas sana.
Refleks Reyhan langsung berlari meninggalkan kantin dan langsung menuju ke rooftop diikuti teman-temannya.
"TOLONG....SIAPAPUN TOLONG GUE!!!" teriak Kenzi sambil berusaha menahan berat tubuhnya. Tangannya menggapai-gapai keatas berharap ia bisa naik kembali. Keringat Kenzi bercucuran diiringi tangannya yang mulai bergetar tak kuat menahan beban. Seluruh siswa dan guru yang melihat peristiwa itu dari bawah langsung histeris seketika.
Kenzi mulai tak kuat menahan berat tubuhnya. Kenzi pasrah. Saat pegangangnya mulai terlepas, seseorang mencekal tangan Kenzi dengan kuat.
"Pegangan ke tangan gue!!" Kenzi mengangguk mengerti. Berusaha sekuat tenaga, orang itu menarik Kenzi keatas. Kenzi berpegangan kuat pada tangan orang itu hingga dirinya berhasil tertarik keatas dengan selamat.
Kenzi terduduk lemas sambil mengatur nafas dan irama jantungnya yang tak karuan. ia menatap orang disebelahnya yang melakukan hal yang sama seperti dirinya.
"Sell, makasih ya....Makasih banget. Kalo nggak ada lo, mungkin gue udah jatoh tadi!" Kenzi mengucap terima kasih dengan tulus sambil menggenggam tangan Sella yang tadi telah menolongnya.
"Udah sans aja!! sebagai teman, nggak mungkin kan gue diem aja saat liat lo hampir jatoh tadi. Udah tugas teman untuk saling menolong, ken!" sahut Sella sambil tersenyum. Kenzi tersenyum lalu memeluk gadis itu dengan erat.
"Thank you, gue seneng punya temen kayak lo!" ucap Kenzi di sela-sela pelukannya.
Reyhan dan yang lain tiba-tiba datang dengan wajah khawatir. Reyhan segera berlari dan melepas paksa pelukan Kenzi. ia memeriksa seluruh tubuh Kenzi.
"Kamu gapapa kan sayang?" tanya Reyhan cemas. ia memegang kedua bahu Kenzi dengan lembut. Kenzi tersenyum lalu mengelus kepala Reyhan bagian samping kanan.
"Aku gapapa kok" jawab Kenzi. Reyhan bernafas lega. ia memeluk gadis itu untuk mengurangi rasa cemas yang tadi hampir membunuhnya.
"Kamu kenapa sih kok ceroboh banget?!. Kalo di rooftop itu hati-hati dong Ken....!. Kalo tadi kamu jatoh beneran gimana?!" cerocos Reyhan kesal. Kenzi terkekeh lalu mencubit gemas hidung mancung Reyhan.
"Iya, iya....aku minta maaf karena udah ceroboh. Untung tadi ada Sella yang nolongin" ucap Kenzi. Reyhan beralih menatap Sella yang berdiri di belakang Kenzi.
"Thanks ya, udah nolongin Kenzi" ucap Reyhan tulus yang dibalas anggukan semangat oleh Sella.
"Lagian lo tadi kok bisa jatoh itu gimana sih Ken?" heran Vicky.
"Tadi gue kepleset. Gak tau juga, tiba-tiba lantainya licin banget. Padahal pas gue dateng lantainya nggak selicin itu" jawab Kenzi.
Semua terdiam. Reza berjalan ke sudut dimana Kenzi terjatuh tadi. ia meneliti semuanya. Jarinya ia usapkan ke lantai.
"Ini lantai ada oli-nya anjirr!" pekik Reza sambil menunjukkan jarinya yang berminyak dan berbau oli. Semuanya langsung terdiam bergelut dengan fikiran masing-masing.
"Emang tadi pas lo dateng lantainya nggak licin, Ken?" tanya Ariel.
"Nggak, nggak sama sekali" jawab Kenzi disertai gelengan.
"Berarti ini adalah kesengajaan!. Ada orang yang mau nyelakain Kenzi" ucap Reyhan serius. Kenzi hanya di mencermati dan memikirkan semuanya.
"Lo harus hati-hati Ken" peringat Andien yang dibalas anggukan oleh Kenzi.
"Btw, lo kok bisa ada disini duluan sih Sell?" tanya Renata.
"Tadi gue dari perpus habis ngembaliin buku. Terus nggak sengaja gue liat Kenzi lagi gelantungan di atas, jadi gue langsung lari kesini buat nolongin dia. Kebetulan juga perpustakaan sama pintu rooftop nggak terlalu jauh, jadi gue cepet datengnya" jelas Sella. Semua manggut-manggut mengerti.
**Kenzia Nastasya Aleskey
Rosella Florenza
Reyhan Saputra Alexander**