
'Nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan Cobalah beberapa saat lagi'
"Bgsatttt!!!" maki Kenzi pada ponselnya sendiri.
"Hp baru tapi tetep aja nggak guna!!. Lama-lama gue beli juga tuh operator!!" desis Kenzi dengan kesal. Ia menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Sekali lagi, batin Kenzi
Sekali lagi ia menekan ikon hijau di usernumber Reyhan. Dan sekali lagi juga operator sialan itu mengucapkan hal yang sama. Kenzi berdecak frustasi, entah sudah berapa kali ia mencoba menghubungi Reyhan dan entah berapa kali juga ia mendengar suara perempuan yang menyahut menggunakan suara komputer khas-nya itu.
"Akhhhhh" teriak Kenzi dengan kesal. Ia mengangkat sebelah tangannya yang sedang menggenggam ponsel ke udara hendak membanting benda itu.
Kamu banting hp sekali lagi, nggak usah bawa hp!!. Bawa telefon rumah aja sana, biar nggak seenak jidat kamu banting-banting barang!!
Namun Kenzi menghentikan gerakannya tatkala ingatannya terputar tentang ucapan sang mommy kemarin.
"Jangan banting Ken, jangan banting!!" gumam Kenzi sambil ngelus dada.
"Sekali-kali jadi orang sabar" gumamnya lagi. Ia kemudian melihat kearah jam dinding, waktu menunjukkan pukul 07.20
"Berangkat dulu aja kali ya, nanti aja ngomongnya kalo ketemu di sekolah" Kenzi kemudian menyambar tas punggungnya lalu menyampirkannya di bahu. Ia langsung bergegas menuju garasi. Mobil sport warna hitam menjadi pilihannya kali ini. Enaknya jadi sultan, tiap hari ganti mobil. Kalo gue mah juga tiap hari ganti mobil, tapi mobil mainan mwehehee#Author
Mobil melaju dengan kecepatan tinggi, tak perduli ada berapa banyak pengendara dan berapa polisi di depan sana. Dengan santainya, Kenzi mengendarai mobilnya dengan kencang saat melintas di depan polisi padahal di pinggir jalan sudah tertancap peringatan bahwa mengendarai kendaraan harus dengan kecepatan maximal 40km/jam. Dan Kenzi malah mengendarai dengan kecepatan 120km/jam. Sungguh patut untuk ditabok.
Benar saja, 3 mobil polisi langsung mengejarnya seketika karena telah melanggar aturan. ia menyunggingkan senyum devil di sudut bibirnya saat melihat kawanan polisi itu dari kaca spion.
"Main kejar-kejaran bentar gapapa kan?" ucap Kenzi sambil terkekeh. Kaki kanannya semakin menekan pedal gas hingga habis. Jalanan sedikit renggang membuat Kenzi lebih leluasa dalam berkendara.
Wiuuu wiuu wiuuu#anggep aja suara sirine:v
Suara sirine mobil polisi begitu mendominasi di antara keramaian kota. Sedangkan gadis yang mereka kejar dengan santainya malah menyetir sambil memakan kacang. Saat di perempatan,
Tin....tinn...
"Eh busett ada tayo!!" pekik Kenzi saat melihat ada sebuah bus mini yang melaju kencang dari arah timur.
"Please jangan tabrak gue" monolog Kenzi. Bukannya mengerem, gadis itu malah semakin menekan pedal gas-nya dan...
Wusss
Mobil Kenzi melaju dengan mulus tanpa lecet sedikitpun. Sedangkan mobil polisi tadi terhalang oleh bus mini tersebut.
"Bye pak pol" ucap Kenzi dengan senyum kemenangan di bibirnya. Ia kembali melajukan mobil untuk pergi ke tempat tujuan utamanya, sekolah. Bukan Kenzi namanya jika menyetir tidak mengebut. Mengendarai dengan kecepatan di atas rata-rata adalah ciri khas tersendiri. Alhasil hanya butuh waktu beberapa menit, kini mobilnya sudah terparkir mulus di parkiran SMA Dharma Bangsa. Kenzi turun dari mobil sambil menjinjing tas punggungnya, ia melirik arloji sekilas. Pukul 07.28, dua menit lagi bel masuk berbunyi dan gadis itu baru datang. Benar-benar berandal.
"8 menit. Berarti tadi gue nyetirnya kurang kenceng." monolog Kenzi sambil berjalan kearah kelasnya. Ia membuka pintu cokelat itu, hampir seluruh siswa sudah datang. Kenzi melihat kearah meja Reyhan. Kosong.
Dia nggak masuk?, batin Kenzi bingung
Ia kemudian berjalan kearah mejanya dan meletakkan tas-nya disana. Kenzi terduduk lesu dengan wajah muram sehingga menimbulkan rasa penasaran dalam diri teman-temannya.
"Lo kenapa sih?!, dateng-dateng muka langsung di tekuk kek kain pel" ucap Andien sambil menatap bingung kearah Kenzi.
"Reyhan nggak masuk ya?" jawab Kenzi menggunakan pertanyaan lain.
"Kayaknya sih enggak deh. Ini jam-nya udah mepet banget, dan dia belum dateng juga!" jawab Tasya yang membuat gadis itu kembali berdecak kesal.
Ting.....
Bell tanda masuk berbunyi. Dan benar saja, Reyhan belum menampakkan batang hidungnya. Tak begitu lama, Bu Anggun masuk ke dalam kelas sambil meneteng beberapa buku di tangannya. Kenzi menghela nafas panjang. Pelajaran berlangsung dengan normal, namun tidak bagi Kenzi. Gadis itu nampak lesu tanpa semangat. Bolpoin di tangannya ia gunakan untuk mencoret abstrak di atas buku tulis tanpa berminat mendengarkan celotehan Bu Anggun di depan, toh ia sudah mengerti semuanya.
Kenzi meletakkan bolpoin-nya dengan kasar hingga menimbulkan suara yang agak kencang dan membuat siswa satu kelas menoleh kearahnya. Namun dengan wajah tanpa dosa, Kenzi berjalan ke depan menghampiri Bu Anggun.
"Bu, saya izin ke toilet" ucap Kenzi dengan singkat. Tanpa menunggu jawaban atau persetujuan, ia langsung melangkah keluar kelas hingga membuat Bu Anggun geleng-geleng kepala.
Kenzi menutup pintu kelasnya. Ia mulai menyusuri lorong-lorong kelas dengan langkah gontai. Suasana nampak sepi karena ini waktunya jam pelajaran. Hanya ada beberapa siswa yang berkeliaran di luar, itupun karena sebuah alasan. Entah ke perpus, ke toilet, atau hanya pura-pura ke toilet seperti dirinya. Tiba-tiba, Kenzi menghentikan langkahnya tepat di dekat lapangan bola basket saat matanya tak sengaja melihat adegan yang begitu memanaskan hati.
Disana, di tengah lapangan sana. Reyhan dan Sella berdiri berdampingan di depan tiang bendera. Dan yang lebih parah lagi, Reyhan dengan santainya mengelus kepala Sella yang membuat gadis itu tersenyum lebar.
Kenzi menatap dengan amarah yang menggebu. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kuku-kukunya patah dan tertancap di telapak tangannya sampai berdarah. Gadis mana yang tidak cemburu melihat pacarnya bermesraan dengan gadis lain. Tak kuat dengan hawa panas yang ada, Kenzi berjalan cepat kearah toilet meninggalkan mereka berdua.
*********
"Laba-labanya udah nggak ada" ucap Reyhan setelah selesai mengibaskan sebuah laba-laba kecil di rambut Sella.
"Huh, thanks ya udah bantuin. Ihh, geli banget gue sama laba-laba. Lagian dia datengnya dari mana coba?!, bisa-bisanya dia nempel di kepala gue" sahut Sella sambil bergidik geli. Reyhan tertawa kecil saat melihat wajah kegelian gadis disampingnya.
"Mungkin dia pikir kepala lo tuh semak-semak, makanya ditempelin" ucap Reyhan sambil tertawa yamg membuat gadis itu merengut kesal.
***********
Kenzi membanting pintu kamar mandi dengan sangat kencang. Ia menatap pantulan dirinya di cermin wastafel. Wajahnya merah padam dengan matanya yang mulai berair. Nafas Kenzi tak beraturan seiring dengan emosinya yang belum reda. Ia menghapus kasar air mata yang dengan lancangnya jatuh ke pipi.
"Gue benci diri gue yang lemah karena cinta!!!"
********
Sudah waktunya untuk istirahat. Renata, Tasya, dan Andien dibuat kebingungan oleh sikap Kenzi yang mendadak dingin dan pemarah. Diajak bicara pun gadis itu tak merespon. Reyhan dan Sella berjalan beriringan memasuki kelas. Mereka baru saja menyelesaikan hukuman karena terlambat. Sella menjadi lebih sering berinteraksi dengan Reyhan dan parahnya malah di respon oleh pemuda itu.
"Si bangsatt mulai berulah ya bund?!" tukas Kenzi sambil menatap tajam kearah Sella dan Reyhan yang tengah tertawa berdua di depan pintu. Renata, Tasya, dan Andien ikut menatap sinis kearah Sella.
"Cih, dasar muka tembok!!" cibir Tasya dengan kesalnya.
"Nggak tau malu!!" tambah Renata tak kalah kesal.
"Bibit-bibit lontee mulai tumbuh tuh guys!!" sinis Andien dengan pedasnya.
Tak begitu lama, Reyhan masuk ke dalam kelas sedangkan Sella pergi entah kemana. Pemuda itu hanya menatap sekilas kearah Kenzi kemudian meneruskan langkahnya ke meja yang ia tempati. Hati Kenzi mendesir saat melihat sikap dingin Reyhan terhadapnya. Gadis itu kemudian bangkit dari duduk.
"Lo mau kemana?" tanya Renata sambil menahan sebelah tangan Kenzi.
"Gue ada urusan" jawab Kenzi singkat dan langsung pergi dari kelas sehingga pegangan tangan Renata mau tak mau harus terlepas.
*********
Kenzi membuka paksa sebuah pintu toilet hingga membuat orang di dalamnya terlonjak kaget.
"Kenzi?!" pekik Sella saat melihat Kenzi berdiri di depannya dengan tatapan penuh amarah. Gadis itu hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun. Tangan kirinya ia gunakan untuk mengunci pintu. Setelah merasa pintu terkunci sempurna, Kenzi berjalan mendekat kearah Sella sedangkan yang ia dekati semakin berjalan mundur hingga punggungnya terpepet tembok.
Kenzi mengepalkan kedua tangannya erat-erat sampai luka yang tadi mulai mengering kembali mengeluarkan darah. Ia semakin memepetkan tubuhnya dengan Sella hingga benar-benar tak ada jarak di antara mereka. Kenzi mencengkram kedua pipi Sella menggunakan telapak tangannya dengan amat kencang hingga membuat gadis itu meringis kesakitan.
"Gue udah muak liat sikap lo!!!" bentak Kenzi tepat di depan wajah Sella.
"Kayaknya lo emang nantangin gue ya?!" lanjut Kenzi dengan amarah.
"Maksud lo?!" tanya Sella dengan wajah polos seolah tak mengerti. Kenzi berdecih pelan sambil memalingkan wajahnya kearah lain.
"Berhenti nunjukkin wajah sok beggo lo itu!!. Gue tau, otak lo nggak se-minim yang gue bayangkan. Buktinya, lo bisa mencari cara menjijikan buat deketin cowok gue!!. Kenapa harus cowok gue sih, udah nggak laku ya lo?!" sarkas Kenzi dengan kesalnya. Cengkramannya semakin bertambah kuat di pipi Sella, namun gadis itu belum menunjukkan reaksi berlebihan selain hanya ringisan kecil yang keluar dari bibirnya.
"Gue peringatin ini sekali lagi ke lo, Rosella. STOP...DEKETIN....REYHAN!!!. Dia cowok gue, dan akan terus begitu sampek kapanpun!!" tegas Kenzi dengan penuh penekanan disetiap ucapannya.
"Oh ya?" ucap Sella sambil menaikan sebelah alisnya. Wajah polos yang tadi ia pasang kini sudah berganti dengan seringaian iblis yang mengerikan. Dengan sekali gerakan, ia menghempas tangan Kenzi dari wajahnya. Sella mengusap pelan darah Kenzi yang masih berada di pipinya. Gadis itu kemudian menghirup aroma darah Kenzi yang menempel di ibu jarinya.
"Darah lo wangi, gue suka!!" ucap Sella dengan bengis. Kenzi masih menatap tajam kearah Sella tanpa menunjukkan reaksi apapun meski dalam benaknya ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
Sella menyentuh wajah Kenzi namun dengan cepat langsung di tepis oleh gadis itu.Hal itu membuat Sella menyunggingkan senyum tipis di sudut bibirnya.
"Lo itu cantik. Tapi sayang, lo terlalu percaya diri!!" ucap Sella dengan suara tanpa emosi sehingga Kenzi tak dapat menebak apakah gadis ini memberikan penilaian, atau peringatan.
"Gue harap lo bisa sedikit menurunkan kadar kepercayaan diri lo itu. Karena orang yang terlalu percaya diri, kalo jatuh tuh sakit. Apalagi kalo jatuh tapi nggak ada yang nolongin" tambah Sella sambil tertawa misterius. ia kemudian meraih gagang kunci dan memutarnya hingga pintu terbuka. Sebelum pergi, ia menatap Kenzi yang sedang memasang wajah datarnya. Sella tersenyum miring hingga kemudian benar-benar pergi meninggalkan tempat itu.
**Kenzia Nastasya Aleskey
Rosella Florenza
Kenzi vs Sella
******"
**Hy guys, maaf ya nunggu lama. Aku nggak bisa up tiap hari untuk beberapa minggu ini karena ini adalah jadwal aku PAT dan Ujian Sekolah buat kelulusan aku. Jadi aku harus fokusin diri ke sekolah dulu. Dunia aku bukan cuma dunia novel ya guys, aku juga punya dunia nyata. Dan di dunia nyata aku hanyalah seorang pelajar kelas 9 SMP yang masih ngemis nilai ke guru. Nyesel banget deh:(
Tapi kalo aku ada waktu luang or ada ide yg ngga sengaja nyantol di otal aku, aku bakalan sempet-sempetin up buat kalian. Thanks yg udah mau nunggu yaaa, aku jd terharu:)
Yuk like-nya yuk, coment-nya jangan lupa. Rate-nya jg bila perlu. Waduhh si Sella udah nunjukin taringnya nih guysss. Tajem nggak ya?, tajem mana sama punya Kenzi. Yuk ikutin terus ceritanya...
See you next time and happy reading 😘**