
Kenzi masih menatap Bintang yang tengah berdiri di depannya. Tersirat rasa tak percaya saat Bintang mengutarakan perasaannya, tapi setelah ia menatap mata Bintang, ia melihat kesungguhan dari sorot mata pemuda itu.
Tetapi hati Kenzi seolah sudah beku. Kejadian ini mengingatkannya pada Andre yang telah meninggal serta membawa pengkhianatan yang telah ia lakukan pada Kenzi. Mulai saat itu, ia tak percaya tentang adanya cinta sejati. Sampai akhirnya ada seseorang yang membuat hati Kenzi bergetar seperti dulu lagi. Dan itu bukan Bintang. (Hayoo tebak siapa... 😂)
"Kak" Kenzi membuka pembicaraan.
"Jadi gimana?" tanya Bintang penuh harap.
"Maaf" lirih Kenzi sambil menunduk.
"Gue hargain perasaan lo, gue seneng lo sayang ke gue. Tapi, gue harap lo bisa mengubah rasa sayang itu seperti rasa sayang seorang kakak ke adiknya. Gue udah nganggep lo seperti kakak gue sendiri, nggak lebih. Gue yakin, pasti akan ada gadis beruntung yang lebih pantes dapetin cinta lo. dan orang itu bukan gue. Gue harap lo ngerti, dan gue berharap lo nggak benci gue kak. Gue sayang sama lo, tapi rasa sayang gue hanya sebatas adik kakak." Lanjut Kenzi sambil menatap Bintang.
Bintang tertegun mendengar penuturan Kenzi. Kepercayaan diri yang terbangun di dirinya roboh seketika. Padahal tadi ia sangat yakin kalau Kenzi akan menerimanya. Tapi nyatanya, Zonk 😂.
"Tapi gue maunya gadis itu elo Ken, bukan orang lain" jawab Bintang dengan tatapan sayu.
"Maaf kak, gue nggak bisa" ucap Kenzi.
"Tapi kenapa?, apa karna Reyhan, atau Raffa?. Gue nggak akan biarin mereka milikin lo. Lo cuma punya gue, milik gue. Gue bakal bunuh mereka, kalau mereka berani rebut lo dari gue" Ucap Bintang dengan mata memerah dan mencengkram kuat bahu Kenzi hingga membuatnya tersentak kaget.
"Lo udah gila ya. Ini gak ada hubungannya sama Reyhan dan Raffa. Ini Real keputusan gue. Dan gue nggak nyangka, Seorang Bintang Mahardika sang ketua osis bisa melakukan hal bodoh. Membunuh orang hanya demi cinta. Cih, itu bukan cinta kak, itu cuma obsesi. Lo terlalu terobsesi untuk dapetin gue sampek lo halalin segala cara untuk mencapai tujuan lo. Gue kecewa sama lo kak, lo ternyata lebih bodoh dari apa yang gue bayangin" marah Kenzi sambil menghempas kasar tangan Bintang dari bahunya. ia lalu pergi menuju kelasnya meninggalkan Bintang yang menatapnya emosi.
"Arghhh, gue harus dapetin lo ken. Gue nggak bakal biarin siapapun milikin lo. Lo cuma milik gue" racau Bintang sambil mengacak-acak rambutnya.
****
Kenzi memasuki kelasnya dengan perasaan tak karuan. ia duduk di kursinya sambil menunduk lesu.
"Lo kenapa Ken?" tanya Tasya.
"Bintang tadi nembak gue" ucap Kenzi
"What?!" pekik Renata, Tasya, dan Andien bersamaan.
"Mana yang sakit?" tanya Tasya
"Hah?"
" tadi lo bilang lo ditembak sama kak bintang, mana yang kena tembak? kita kerumah sakit yuk!" Cengo Tasya membuat Renata, Andien dan Kenzi tepuk jidat.
"Bukan tembak yang itu ogeb" greget Renata.
"Yang ditembak itu hatinya Tasya...Kak bintang ngungkapin perasaannya ke Kenzi. Bukan nembak pake pistol. Otak lo dodol banget sih" kesal Andien, sedangkan Tasya hanya nyengir gak jelas.
"Terus lo terima nggak?" tanya Renata pada Kenzi. Kenzi menggelengkan kepalanya pertanda tidak.
"Lah, kenapa?" tanya Andien
"Gue nggak ada rasa sama dia"
"Gila lo, cowok sekeren Bintang lo tolak. Padahal banyak cewek yang ngantri ke dia, tapi dia lebih milih lo. dan lo menolaknya, the best sih lo Ken" oceh Tasya.
"Terus yang lo suka sebenernya siapa sih ken?" tanya Andien.
Seketika bayangan Reyhan muncul di kepala Kenzi. Moment saat dia bersama-sama dengan Reyhan, terputar jelas di memory gadis itu. Tak terasa, senyum terukir di bibir mungilnya. Hal itu membuat temannya bergidik ngeri.
"Ken, lo sehat kan?" tanya Renata sambil memegang kening Kenzi.
"Napa lo senyum² sendiri, Sawan?, kesurupan?, atau mabok balsem" tanya Andien.
"Ck apaan sih, gue gapapa" sahut Kenzi sambil menepis tangan Renata.
Tiba-tiba, guru sejarah datang. Kelas yang tadinya ricuh mendadak hening. Kenzi dkk mendengus malas saat melihat Pak Rohman datang.
"Selamat siang anak-anak" sapanya
"Siang pak" sahut mereka kompak
"Ck, bosen gue" gumam Renata.
"Kerjain kuy" sahut Kenzi.
"Kerjain gimana?" timpal Tasya dari belakang bersama Andien.
"Liat aja nanti" jawab Kenzi sambil menyeringai.
Kenzi lalu berjalan ke arah pak Rohman yang sedang menulis di papan tulis.
"Pak saya izin ke toilet" ucap Kenzi
"silahkan" jawab Pak Rohman tanpa menoleh.
"Sesuai rencana" batin kenzi sambil tersenyum. ia lalu mendekat ke kursi pak Rohman dan mengoleskan lem pada kursi itu tanpa sepengetahuan Pak Rohman. Murid yang melihatnya terkikik, apalagi Renata dkk, mereka sangat ingin meledakkan tawanya sekarang juga.
Setelah selesai dengan karyanya, Kenzi berjalan keluar kelas. Sebelum itu, ia menepuk bahu Pak Rohman seraya berkata "Yang sabar ya pak"
Pak Rohman tidak menanggapi ucapan Kenzi. ia terus saja menuliskan materi. Sampai Kenzi kembali pun, ia tetap menulis.
"Gimana?" tanya Kenzi sambil mendudukkan dirinya disamping Renata.
"Belum" jawab Renata sambil terkekeh
"Gila lo, ntar kalo pantatnya nempel gimana?" tanya Andien sambil tertawa pelan.
"Tinggal amputasi aja, gampang kan" ucap Kenzi santai. Tapi membuat ketiga temannya tertawa ngakak.
Sontak mereka menjadi pusat perhatian murid sekelas.
"Kenapa kalian tertawa?" geram Pak Rohman.
"Nggak papa pak, tadi Renats cerita. Katanya kolor pembantunya jatoh di pasar" ucap Kenzi membuat satu kelas tertawa.
"Kalo mau cerita nanti waktu pulang, sekarang waktunya sekolah bukan gossip" tegas Pak Rohman. ia pun duduk di kursinya saat telah selesai menulis.
"Akhirnya" batin Kenzi dkk
"Yee, Bapak gimana sih. Guru² yang perempuan aja sering gossip waktu jam kerja, masak muridnya gak boleh" tukas Renata.
"Nah, betul itu" kompak Kenzi, andien, dan tasya.
"Kalian ini ya..."Pak rohman hendak bangkit dari duduknya, namut pantatnya terasa menempel dengan kursi hingga dia tidak bisa berdiri. Kenzi dkk yang melihat itu langsung tertawa ngakak.
Pak Rohman terus berusaha bangkit hingga akhirnya,
Kreekkk
Celana pak rohman sobek dan tertinggal di kursi itu, hingga pantatnya terekspose tanpa penghalang. Murid satu kelas tertawa terpingkal-pingkal saat melihat hasil mahakarya Kenzi.
Pak Rohman sangat malu, dia memilih pergi dari kelas itu sambil menutupi pantatnya menggunakan buku.
"Hahaaa gila, sadis bet lo. guru di bikin telanjang pantat" Ucap Renata di sela-sela tawanya.
"Lucu bgt sumpahh, liat ekspresinya Pak Roh" timpal Tasya
"Gue yakin deh, pasti tuh orang kapok masuk kelas kita" ucap Andien.
"Semoga aja" sahut Kenzi.
Mereka kembali tertawa, saat mengingat pertunjukan konyol yang tadi terjadi.
**Tandai typo, jangan lupa like and coment guys.
Happy reading 😘**