Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Ternyata



Semua orang sudah berkumpul di ruang rawat Reyhan dengan wajah yang tak bisa dideskripsikan. Tatapan tajam membunuh itu mereka tujukan kepada seorang pemuda yang tengah bermanja-manja dengan gadis di sampingnya.


Dengan rasa kesal yang mencapai ubun-ubun, Raisa bangkit dari duduknya lalu berjalan kearah Reyhan yang tengah berbaring di ranjang. Ia menarik telinga kiri pemuda itu dengan kencang hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Kamu mau mama kutuk jadi malin kundang jilid dua, hah?!!" desis Raisa tanpa melepas jewerannya.


"Aww, ampun ampun Mah, Reyhan cuma bercandaa. Suer dehh" ringis Reyhan sambil mengacungkan dua jarinya. Raisa berdecak kesal seraya melepas jewerannya dari telinga pemuda itu.


"Bercandaan kamu itu nggak lucu!!!, kamu pengen mama kena serangan jantung gitu?!!!" tukas Raisa sambil berkacak pinggang layaknya emak-emak pada umumnya.


Reyhan merengut kesal dengan tangan yang menggosok-gosok telinganya yang terasa panas.


"Ya jelas lah bercandaan aku nggak lucu, aku kan bukan pelawak" jawab Reyhan tanpa rasa bersalah sama sekali. Kenzi yang duduk di sampingnya hanya diam menyimak perdebatan ibu dan anak itu.


"Terus tadi maksud kamu itu apa?!!, mau latihan jadi mayat online?!!" ucap Raisa lagi.


"Ya nggak lah Mah. Enakan juga jadi ayah dari anak-anaknya Kenzi, iya kan Sayang?" Reyhan menolehkan kepalanya kearah Kenzi yang nampak terperangah karena namanya tiba-tiba disebut.


"JIJAY!!!" sorak Justin dan Leon bersamaan dari sofa sebrang sana.


"Apaan sih lo!!!, sirik aja!!" hardik Reyhan dengan tatapan tajamnya yang dibalas putaran bola mata malas dari dua pria itu. Reyhan kemudian mengedarkan pandangannya ke segala penjuru untuk mencari sosok orang.


"Papa mana Ma?" tanya Reyhan saat mendapati ayahnya tak ada disana.


"Papa mendadak harus keluar kota karena ada kendala di proyek barunya" jawab Raisa yang dibalas anggukan oleh Reyhan.


"Terus Pak dokternya kemana?" tanya Reyhan lagi. Raisa mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang putranya tanyakan.


"Ngapain kamu nanyain Dokter Heru?!" tanya balik Raisa.


Reyhan menyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Mau ngasih komisi karena udah bantuin Rey" jawab Reyhan sambil tersenyum kikuk.


"Kamu sekongkol sama Dokter itu?!!" tukas Kenzi yang sedari tadi diam. Matanya melotot tajam kearah Reyhan hingga membuat pemuda itu bergidik ngeri.


"Nggak gitu sayang.... Jadi,,


Flashback On


Satu minggu setelah kejadian naas yang menimpa Reyhan hingga membuat dirinya koma, mata yang telah lama terpejam itu perlahan terbuka. Hingga mata itu terbuka sempurna, Reyhan mengedarkan pandangannya ke semua sudut kamar. Kamar dengan dekorasi serba putih dilengkapi beragam perlatan medis sudah bisa menjawab pertanyaan sedang dimana Ia sekarang. Ia kemudian melihat dirinya sendiri, sudah banyak alat penunjang hidup yang melekat dalam tubuhnya.


Memory kejadian satu minggu yang lalu kembali terputar dalam benaknya.


'Ya...yaa kamu bener. Aku masih mencintai Kamu, REYHAN'


Sepintas ucapan dari seorang gadis sebelum kesadarannya hilang waktu itu tiba-tiba terngiang di pikirannya hingga membuat senyuman seorang Reyhan Alexander terbit.


"Gue salah denger nggak sih?!" gumam Reyhan seorang diri. Antara yakin dan tidak yakin, Ia ingin membuktikan sebuah rasa pada seseorang .


Di tengah otaknya yang sedang menyusun rencana durjana, seorang suster tiba-tiba masuk ke dalam ruangan sambil membawa sebuah catatan di tangannya.


"Loh, kamu sudah bangun?!" pekik suster itu saat dirinya sudah berdiri di depan Reyhan. Pemuda itu hanya membalas dengan anggukan kecil pertanda membenarkan.


"Biar saya panggil Dokter terlebih dahulu" Suster itu berbalik badan hendak meninggalkan ruangan.


"Sus, jangan!!" cegah Reyhan dengan cepat. Suster itu menghentikan tindakannya dengan kening memgerut bingung .


"Loh, kenapa?" tanya suster itu.


"Suster mau nggak bantuin saya?" tanya balik Reyhan dengan wajah penuh harap.


"Bantuan apa?" tanya suster itu.


"Jadi gini, bla bla bla bla.....


Setelah melakukan prosedur bujuk membujuk dengan menawarkan tawaran manis semanis buah pare, akhirnya suster itu mengiyakan permintaan Reyhan dan Hal itu membuat Reyhan bersorak senang dalam hati.


"Katanya kritis" tukas Dokter itu pada suster tadi.


"Itu permintaan Dia Dok" suster itu melempar kesalahan kepada Reyhan. Bagoss ya permisahh


"Dok, sini deh!!" Reyhan melambaikan tangannya meminta untuk dokter paruh baya itu untuk mendekat. Dokter tersebut berjalan mendekat lalu berdiri di samping ranjang Reyhan.


"Dok, bantuin saya dong" pinta Reyhan dengan tak tau malunya.


"Bantu apa?" tanya dokter itu tanpa minat sama sekali.


"Nanti dokter keluar, terus bilang sama keluarga saya kalo saya udah mati" jawab Reyhan yang membuat mata dokter itu membulat sempurna.


"Kamu sudah gila ya?!!" desis sang Dokter sambil geleng-geleng kepala, takjub dengan tingkah Reyhan.


"Nggak kok dok, buktinya saya ditaruh di rumah sakit biasa bukan di rumah sakit jiwa" jawab Reyhan dengan wajah minta ditabok.


Dokter itu menghela nafas berat sambil membenahi kacamatanya yang miring.


"Saya tidak mau" jawabnya cepat.


"Ck, ayolah dok. Batuin saya, kali iniiiii aja" bujuk Reyhan yang masih tak menyerah .


"Nanti kalau saya kena sanksi dari pihak Rumah sakit bagaimana" ucap dokter itu dengan nada jengah.


"Tenang Dok, sanksi nanti ditanggung pemenang " Jawab Reyhan sambil terkekeh


"Kamu pikir ini kuis berhadiah ?!!" ketus Dokter itu sambil memutar bola matanya malas.


"Kalo saya kasih komisi 10 juta gimana?!" tawar Reyhan sambil menaik turunkan alisnya menggoda.


"Tidak!!"


"15 juta"


"Nggak"


"17 juta"


"Tidak!!"


"20juta plus saya kenalin sama janda kembang di komplek sebelah"


Sang Dokter yang predikatnya adalah perjaka kadaluarsa langsung tersenyum tipis dibalik kumis tebalnya.


"Oke" jawabnya tanpa basa-basi. Ia lalu berbalik badan dan berjalan keluar ruangan untuk menjalankan tugasnya.


Reyhan melongo tak percaya, Ia kemudian menatap kearah sang suster yang sedang menahan tawanya.


"Sus, Dokternya emang gitu ya?;, agak gesrek?!!" tanya Reyhan sambil bergidik ngeri.


"Dokter Heru itu perjaka dari lahir, tiap pacaran pasti ditinggal nikah. Makanya dia nggak mau nikah, tahun kemarin bahkan dia jadi guy sama perawat cowok disini. Kata security, mereka pernah pacaran di pinggir empang sebelah rumah sakit. Terus ada satpol PP mergokin mereka, eh taunya Satpol PP nya juga guy, jadinya mereka pacaran bertiga di pinggir empang" jelas Suster itu yang membuat Reyhan semakin merinding. Ia berkali-kali geleng-geleng kepala sambil nyebut dalam hati.


"Ya gustii, untung dia kagak naksir gue" gumam Reyhan sambil ngelus dada, bersyukur karena masih dilindungi dari para guy


Flashback Off


"Jadi ternyata tuh Dokter guy?!!" tanya Leon sambil memegangi perutnya yang kaku karena terus tertawa.


"Iya, gara-gara jatuh cinta sama cewek nggak kesampean mulu. Makanya dia pilih jalur alternatif jatuh cinta ama cowok" timpam Justin yang masih ngakak jungkang-jungking.


"Terus kamu mau ngenalin janda kembang yang mana, Rey?!. Perasaan nggak ada" tanya Raisa penasaran.


"Itu loh Mah, Si Bi Sumi yang jualan kembang tujuh rupa. Kan pas tuh, dia janda terus jualan kembang. Jadinya kan Janda kembang" jawab Reyhan yang membuat semua kembali tertawa.