
Bar Red Night
20.00
Kondisi Bar yang ramai tak mengganggu sedikitpun aktivitas dua geng terkuat Kota J yang tengah asik bergurau dan merayakan hari jadi ketua mereka. Siapa lagi kalau bukan Kenzi dan Reyhan. Mereka memesan banyak makanan dan minuman untuk seluruh anggota geng-nya. Baik Red Rose maupun Dark Dragon.
"Kalian nikmati hidangannya, gak usah sungkan" ucap Kenzi dengan suara sedikit keras.
"Terima kasih Lady" sahut mereka, Kenzi hanya mengangguk sambil tersenyum sebagai jawaban.
"Nggak mau nge-dj?" ucap Soffia sambil menyenggol pelan bahu Kenzi yang sedang duduk di sebelah Reyhan. Sedangkan dirinya duduk di samping Kenzi dan Hanzo sehingga membuat dirinya dan Kenzi duduk di antara Reyhan dan Hanzo.
Kenzi tampak berfikir sejenak. Kepalanya menghadap ke Reyhan dan matanya menatap Reyhan seolah meminta persetujuan. Reyhan yang mengerti arti tatapan Kenzi mengangguk sambil tersenyum.
"Oke, gue nge-dj" ucap Kenzi setelah mendapat persetujuan dari Reyhan. Perlahan, ia melangkahkan kaki jenjangnya menuju stage. Tanpa berbicara apapun, ia mematikan musik otomatis yang sedang diputar. Dengan lihai, Kenzi memainkan piringan hitam dihadapannya.
Pesona yang terpancar dari dirinya membuat semua orang menatapnya kagum. Lagu berjudul 'Broken Angel' ia mainkan dengan sangat apik. Irama merdu yang ia ciptakan seakan menghipnotis semua pengunjung yang ada. Tak sedikit dari mereka yang menari diiringi lantunan musik Dj Kenzi.
Reyhan pun menikmati pertunjukan yang ditampilkan oleh kekasihnya. Sorot matanya memancarkan kekaguman kepada sosok Kenzi. Tanpa sadar, bibirnya menggumam menirukan lagu yang sedang Kenzi bawakan.
I'm so lonely broken angel
I'm so lonely listen to my heart
On n' lonley, broken angel
Come n' save me before I fall apart
Kaki Reyhan terketuk ke lantai seirama dengan musik Kenzi. Soffia yang tidak sengaja melihat Reyhan menarik senyum di bibirnya.
"Kayaknya, lo suka banget sama musik Kenzi" ucap Soffia sambil menengok sejenak ke Reyhan lalu kembali menghadap depan.
"Musiknya enak banget" ucap Reyhan sambil tersenyum ke arah Kenzi.
"Ya, dia emang berbakat nge-Dj. Gue bahkan selalu suka kalo dia yang jadi Dj-nya" sahut Soffia
"Emang dia udah lama bisa Dj?" Reyhan yang penasaran akhirnya bertanya pada Soffia. Rasanya Reyhan begitu ingin tau lebih banyak tentang Kenzi.
"Lumayanlah, sejak dia pulang dari Mexico karena kejadian itu. Dia udah bisa nge-Dj" jawab Soffia
Kening Reyhan mengkerut. ia sedikit bingung dengan penjelasan Soffia.
"Emang kejadian apa yang buat Kenzi sampek ke Mexico?" tanya Reyhan lagi. Soffia terdiam sejenak. ia nampak ragu menjawab pertanyaan Reyhan.
"Kalo masalah itu, gue nggak berani jawab tanpa persetujuan Kenzi. Coba lo tanya Kenzi sendiri" ucap Soffia.
"Oke, ntar gue tanya Kenzi" akhirnya Reyhan mengalah. Dia tak mau memaksa Soffia untuk menceritakan hal yang tidak ingin diceritakan.
Kenzi masih terus memainkan alat DJ di depannya. Sesekali ia tersenyum saat melihat orang-orang begitu menikmati alunan musik yang ia bawakan. Namun, mata elangnya melihat keributan dari kejauhan. Alisnya menyatu, ia bingung sedang terjadi apa disana. Seketika dia menghentikan alunan musiknya.
Sedangkan di kursi pengunjung, Reyhan dan yang lain juga melihat keributan itu. Mata dan telinga mereka menajam untuk mengawasi kejadian tersebut. Dari kejauhan, tampak sekelompok pria berbaju hitam sedang mengerumuni sebuah meja. Suara mereka yang keras, membuat Reyhan, Kenzi dan yang lain dapat mendengar jelas apa yang mereka ucapkan.
"Cepat kasih uang sewa tempat pada kami!!" Seru pria itu pada salah satu pengunjung.
"Gue tadi udah bayar tiket masuk, kenapa mesti bayar lagi?!" sahut pengunjung itu dengan suara yang sedikit meninggi.
"Lo kan cuma bayar tiket masuk, dan lo belum bayar sewa tempat duduk yang lo tempatin. Jadi lo harus bayar sekarang!!" sahut teman pria itu dengan suara tak kalah tinggi.
"Apa kalian tau, kami ini adalah suruhan langsung dari Geng Red Rose selaku pemilik Bar ini!!. Jadi kalian jangan pernah menentang omongan kami!" Seru pria itu dengan suara yang keras sehingga hampir seluruh pengunjung Bar dapat mendengar ucapannya. Dahi Reyhan dkk mengkerut saat kumpulan pria itu membawa nama Red Rose dalam urusannya.
"Apa benar kalian suruhan dari Geng Red Rose?!" suara bass milik Kenzi menyahuti ucapan pria itu. Perlahan ia membawa tubuhnya melangkah mendekat ke sekumpulan pria tadi dan membelah kerumunan manusia.
"Apa benar kalian suruhan dari Geng Red Rose?!" Kenzi mengulangi ucapannya saat dirinya sudah berada di hadapan pria tadi. Reyhan yang melihat Kenzi mendekat menjadi cemas. Ia hendak menghampiri Kenzi, tetapi tangannya lebih dulu dicekal oleh Hanzo.
"Jangan gegabah. Kita biarin dulu Kenzi ngelakuin keinginnannya. Kalo mereka bertindak kekerasan, baru kita maju"Ucap Hanzo. dengan berat hati, Reyhan mengikuti saran Hanzo dan kembali duduk.
"Iya, kami suruhan dari Geng Red Rose" jawab pria itu pada Kenzi.
"Berapa yang harus dibayar?" tanya Kenzi.
"2 juta setiap kursinya. Tapi khusus kamu tidak usah membayar, kamu tinggal menemani kami malam ini" sahut pria itu licik. Kenzi menatap pria diihadapannya dengan tatapan meremehkan, bibir indahnya memberi senyuman mengejek pada pria itu.
"Gimana kalo Red Rose ada disini?!" ucap Kenzi sambil tersenyum miring.
"Kami tidak takut, karena Red Rose lah yang mengutus kami" sahut pria itu.
**Kenzia Nastasya Aleskey
Reyhan Saputra Alexander
Like sama vote-nya mana nih....
Maaf ya jarang up, lagi sibuk akunya 😂
Jangan lupa like and happy reading all 😘**