Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Siswa Baru



Kenzi berjalan dengan langkah gontai memasuki mansionnya. Hal pertama yang ia lihat adalah kakaknya tercinta sedang duduk anteng sambil menonton televisi. Kenzi melempar tas punggungnya ke sofa, ia lalu berbaring di sofa dan menjadikan paha kakaknya sebagai bantalan.


"Napa lo?" semprot Devano sambil menunduk untuk menatap wajah adiknya.


"Nggak boleh gue kayak gini?" tanya balik Kenzi dengan nada malas.


"Tumben lo manja ama gue" ucap Devano sambil mengelus rambut Kenzi. Matanya kembali terfokus menatap televisi.


"Lo nggak ke kampus bang?" alih-alih menjawab, Kenzi malah memberikan pertanyaan yang membuat Devano mendengus malas.


"Gak ada mata kuliah hari ini" jawab Devano. Kenzi manggut-manggut mengerti. ia kemudian memutar tubuhnya hingga kini kepalanya menghadap perut Devano. Kenzi kemudian mendusel-dusel kepalanya di perut Devano hingga pemiliknya kegelian.


"Geli ogeb" cebik Devano sambil memegangi kepala Kenzi agar tidak bergerak. Kenzi menyengir kemudian menghentikan aktifitasnya.


"Daddy sama mommy kemana bang?" tanya Kenzi saat menyadari tidak ada kehadiran orang tuanya.


"Mommy ke butik, kalo daddy kemana lagi kalo nggak ke kantor" jawab Devano. Kenzi kemudian bangkit dari tidurnya. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berjalan meninggalkan Devano dan masuk ke kamarnya sendiri.


"Dateng nggak ngomong, pergi nggak ngomong. Lama-lama jadi kembarannya jaelangkung tuh anak" gumam Devano sambil menatap kepergian Kenzi.


******


Mentari sudah terbit menyambut hari yang baru bagi seluruh makhluk di muka Bumi. Kenzi menuruni tangga dengan tergesa-gesa. ia bahkan memakai dasi sambil berjalan. Setibanya di ruang makan, ia langsung menyambar segelas susu yang sudah disiapkan oleh mommy-nya dan meneguknya hingga tandas.


"Pelan-pelan, Ken" peringat William pada sang putri.


Tak menghiraukan ucapan daddy-nya, Kenzi mengambil sehelai roti dan memakannya seraya menyalami daddy, mommy, dan abangnya.


"Ke pamit ya mom, dad, bang. Udah telat....bye bye" ucap Kenzi sambil berlari keluar mansion. William, Allia, dan Devano hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Kenzi yang tak pernah bisa berubah.


Kenzi tancap gas meninggalkan mansion. ia mengendarai mobil dengan kecepatan kilat. Banyaknya pengemudi lain tidak membuat dia mengurangi kecepatan mobilnya. Tujuannya saat ini adalah ingin cepat cepat sampai disekolah.


Hanya butuh waktu 10 menit kini mobilnya sudah terparkir di depan gerbang sekolah yang pastinya sudah di tutup.


"Yaelah, pake udah dikunci lagi!" cebik Kenzi kesal. ia menatap gerbang di depannya sambil berkacak pinggang. Tak ada pilihan lain, hanya memanjat solusinya.


Kenzi menyiapkan ancang-ancang untuk memanjat. Kakinya bahkan sudah mulai menapaki setiap inci gerbang itu, dan


Hap


Kenzi melompat dengan sempurna.


"Wihhh adek Kenzi pinter banget ya manjatnya" ucap salah satu kakak kelas pria yang ternyata ada disana sejak tadi karena memang sedang waktunya olahraga. Jangan tanyakan kenapa dia bisa mengenal Kenzi. Siapa sih yang tidak kenal Kenzi di sekolah ini.


"Itu pujian apa sindiran" tukas Kenzi. ia sangat malas meladeni hal seperti ini. Tak mau berlama-lama, ia segera pergi meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju kelasnya. Sepanjang lorong sekolah nampak sepi karena memang saat ini sudah waktunya pembelajaran. Hanya ada beberapa anak yang di luar, itupun karena mereka sedang pelajaran olahraga.


Saat tiba di depan kelasnya, Kenzi sedikit mengintip ke dalam untuk memastikan ada guru atau tidak. Ujung bibirnya tertarik saat melihat tak ada guru yang mengajar. Dengan langkah santai, ia memasuki kelasnya. Saat ia masuk kelas, suasana yang tadinya ricuh mendadak hening seketika. Hingga akhirnya suara Reza membuyarkan semuanya.


"Anjayy, gue kirain lo guru, Ken" seruan Reza membuat semua murid ikut bersorak. Mereka berfikir yang masuk tadi adalah guru. Ternyata malah Badgirl.


Kenzi hanya mengendikan bahunya acuh saat mendengar sorakan siswa itu. ia dengan wajah tanpa dosanya berjalan menuju meja yang ia tempati bersama Renata.


"Anak sultan baru dateng guys" cibir Andien sambil tertawa ringan.


"Guru dateng woyy!!" seru Deo saat melihat ada seorang guru berjalan menuju kelasnya. Sontak seluruh siswa memasang wajah polos masing-masing. Mereka duduk anteng sambil menatap depan tak lupa dengan fakesmile andalan mereka.


Tak lama, guru datang dengan seorang gadis manis dibelakangnya. ia dan gadis itu berdiri di depan semua siswa.


"Selamat pagi anak-anak" ucap Bu Rika selaku wali kelas XI Ipa 1.


"Pagi Bu" all


"Ibu kesini untuk memberi tahu bahwa hari ini, kita kedatangan teman baru. Perkenalkan diri kamu, nak!" ucap Bu Rika. ia kemudian beralih menatap gadis disampingnya.


"Hay semua, kenalin nama gue Rosella Florenza. Kalian bisa panggil gue Sella. Gue harap, kita bisa berteman dengan baik" ucap Sella dengan ramah.


"Baik Sella, kamu bisa duduk di belakang Kenzi." ucap Bu Rika. Mendengar namanya dipanggil, Kenzi mengacungkan tangannya. Sella langsung berjalan ke meja kosong dibelakang Kenzi. Saat melewati Kenzi, ia sempat melirik gadis itu sejenak kemudian meneruskan langkahnya.


"Kenapa dia?" batin Kenzi bingung.


Setelah itu tak ada pelajaran karena guru-guru sedang rapat sehingga kelas menjadi sangat ricuh.


"Hay Sella, kenalin gue Renata" Renata memperkenalkan dirinya pada Sella sambil mengulurkan tangannya. Sella menerima uluran tangan itu.


"Sella, salam kenal ya" sahut Sella dengan ramah.


"Oh ya, kenalin ini temen-temen gue. Yang ini Kenzi, yang itu Tasya, terus sampingnya Tasya Andien" Renata memperkenalkan satu persatu dari mereka.


"Salam kenal semua" ucap Sella sambil tersenyum. Mereka berlima mulai akrab dan bercerita satu sama lain.


"Sayang..." Reyhan tiba-tiba datang dan langsung duduk di meja Kenzi.


"Hay" jawab Kenzi sambil tersenyum.


"Kalo dua orang ini udah ketemu, bisa dipastiin kita semua langsung jadi obat nyamuk berjamaah" sindir Andien dengan muka sebalnya.


"Yaudah sono samperin si Ariel, biar nggak jadi obat nyamuk berjamaah" jawab Kenzi acuh. Andien langsung memutar bola matanya malas.


"Mereka berdua pacaran?" tanya Sella pada Renata.


"Iya" jawab Renata.


"Berapa lama?" tanyanya lagi.


"Hampir satu tahun kayaknya" jawab Renata. Sella menggut-manggut mengerti. ia menatap Reyhan agak lama, kemudian menatap Kenzi. ia lalu menunduk sambil tersenyum tipis.


**Kenzia Nastasya Aleskey



Rosella Forenza