
Kenzi dkk dan Siska dkk kini tengah berada di ruang persidangan para murid. Apalagi kalo bukan ruang BK. Pak Jamal selaku hakim memulai persidangan dengan khitmat 😂.
"Jadi, kenapa kalian berantem?" tanya Pak Jamal.
"Buat asah otot pak" jawab Tasya asal.
"Gak usah bercanda. Saya ini serius" geram Pak jamal. ia lalu memandangi tujuh siswi itu dengan tatapan tajam.
"Siska, Sonya, Prisilla. Bapak sudah sering ya melihat muka² kalian yang selalu keluar masuk BK karena membully. Apa kalian gak takut di keluarkan dari sekolah karena sikap buruk kalian hah?!" tegas Pak Jamal. Siska dkk hanya diam.
"Dan kalian. Renata, Tasya, Andien saya sudah bosan mengurus kalian. selalu....saja buat masalah. Berantem lah, bolos lah, terlambat lah. Saya sudah pusing ngurusin kalian" tambah pak jamal.
"Kalo pusing ya gak usah diurusin lah pak. Lagian kan kami nggak minta buat diurusin sama bapak. Bapak aja yang kurang kerjaan terus ngurusin hidup kita" jawab Andien.
"Udah salah bukannya minta maaf malah ngebantah. Kalo bukan karena kalian berprestasi di bidang tekoundo dan berhasil mengharumkan nama sekolah, kalian udah ditendang dari sekolahan ini" seru Pak Jamal.
"Ditendang, kayak ayam aja" sahut Renata sambil terkekeh. Sedangkan Kenzi, ia hanya diam saja seolah-olah dia tidak melakukan kesalahan apapun.
"Diam kamu Renata!!" bentak Pak Jamal. Renata diam sambil menahan tawanya.
"Saya sudah lelah menghadapi kalian. Masih kelas 10 udah bikin kepala pusing. Dan kamu, bukannya kamu anak baru. Kenapa kamu sudah bikin masalah" ucap Pak Jamal pada Kenzi. Kenzi hanya diam tanpa berniat menjawab.
"Kamu punya mulut atau tidak. Saya tanya bukannya jawab malah diam aja" bentak Pak Jamal karena tak kunjung ada jawaban dari Kenzi.
"Ya punyalah Pak. Bapak gak liat mulut saya ada disini" jawab Kenzi sambil menunjuk mulutnya.
"Terus kenapa kamu diem aja. Saya kan tanya, kenapa kamu buat onar di sekolah ini" ucap Pak Jamal.
"Buat hiburan pak" jawab Kenzi santai.
"Kamu ini masih baru disekolah ini. Jangan buat nama sekolah ini tercoreng karena kamu" tegas Pak Jamal.
"Loh kok saya sih Pak. Mereka duluan kok yang cari masalah. kenapa cuma saya yang disalahin" ucap Kenzi tak terima.
"Alahh lo tuh kalo udah salah ya salah aja kali. Udah pak, hukum aja mereka biar kapok" jawab Siska sinis.
Andien lalu menyodorkan ponsel yang berisi video rekaman saat Siska dkk mencari masalah dengan mereka. Pak Jamal mengambil ponsel itu fan melihat videonya. Siska dkk langsung keringat dingin saat mengetahui ternyata Andien memiliki rekaman video tadi.
Pak Jamal memijit pangkal hidungnya. Rasanya ia ingin pensiun saat ini juga. Menghadapi tujuh siswi ini terasa seperti menghadapi 100 siswa badung.
"Siska, Sonya, Prisilla kalian bapak hukum bersihkan semua toilet di sekolah ini. Dan kalian, Renata, tasya, andien, dan kenzi kalian bersihkan lapangan basket sampai bersih. Sekarang!!!" seru Pak Jamal tak terbantahkan. Ketujuh gadis itu keluar ruangan dengan perasaan dongkol.
Matahari sudah sangat terik, tetapi keempat gadis cantik itu masih berada di lapangan sambil membawa sapu.
"Anjirr lah..ini kapan selesainya coba. Yang sini disapu, yang sana daunnya gugur. Yang sana disapu, yang sini daunnya gugur. Sampek lebaran monyet juga gak bakal kelar kalo begini terus" keluh Renata.
"Lagian siapa sih yang nanem pohon disini. Nyusahin orang aja" sungut Kenzi sambil menendang pohon itu berulang kali.
"Lo tuh gimana sih. pohon segede gini lo tendang², yang ada kaki lo yang sakit Kenzi" kesal Renata sambil menghampiri Kenzi.
"Aduh..kaki gue sakit" rengek Kenzi.
"Terus kita harus gimana dong. Gue gak bisa ngurut" ucap Andien khawatir.
"Gue juga nggak bisa" tambah Tasya
"Kalian ngapain?" suara bariton seseorang menarik perhatian Kenzi dkk.
"Eh elo Rey, ini si Kenzi kakinya sakit gara² nendang pohon" jawab Andien.
"Lah lo ngapain nendang² pohon. Lo pikir itu bola bisa ditendang-tendang" ucap Reyhan sambil terkekeh.
"Apaan sih lo. Kalo cuma mau ngeledekin gak usah kesini. Pergi sana jauh²" ketus Kenzi.
"iya², mana yang sakit?" tanya Reyhan.
Kenzi menjulurkan kaki kanannya.
"Oh, cuma keseleo. Tahan bentar ya" ucap Reyhan. ia lalu memijit kaki Kenzi dan sedikit memutar pergelangan kakinya.
"Aww sakit Rey" pekik Kenzi sambil menjambak rambut Reyhan.
"Rambut gue juga sakit lo jambak" sungut Reyhan sambil terus memijit kaki Kenzi.
"Nah udah selesai. coba lo jalan" tambahnya.
Kenzi berdiri dan perlahan melangkahkan kakinya. Karena tidak seimbang, Kenzi hampir terjatuh. Reyhan dengan sigap menangkap tubuh Kenzi hingga kini Kenzi berada dalam pelukannya. Jarak antara mereka berdua sangat dekat, mata mereka saling pandang satu sama lain. Dan jangan lupakan jantung mereka yang sudah diskoan gak jelas.
"Gue nggak liat apa²" sindir Renata dengan sedikit mengeraskan suaranya.
"Panas euy" tambah Andien.
"Nyamuknya banyak amat njay" timpal Tasya.
Mendengar sorakan dari mereka bertiga, Kenzi dan Reyhan melepaskan pelukan mereka. Mereka berdua menatap Renata, Tasya, dan Andien dengan wajah memerah menahan malu.
(Adegannya gini guys 😂)
**Tandai typo,,jangan lupa like, coment and vote ya guys. Maaf baru up, lagi banyak tugas hehe 😂. Mampir juga ke "Doctor is my wife"
Happy reading 😘**