
Waktu sudah menjelang pagi. Kenzi mengerjapkan matanya berulang kali untuk memperjelas penglihatannya. ia melirik ke jam dinding, sudah pukul 06.45. ia bangun dari tidurnya, duduk sebentar untuk mengumpulkan nyawanya yang berserakan.
Tangan kirinya terulur untuk mengambil ponsel yang sejak kemarin ia matikan. Senyum tipis tersungging di sudut bibirnya saat melihat ada ribuan chat dan panggilan dari Reyhan. Tak ada niat untuk membuka, Kenzi beranjak dari ranjangnya lalu berjalan menuju cermin. ia menatap pantulan dirinya di cermin itu.
"Apa yang udah menjadi milik Kenzi, akan tetap menjadi milik Kenzi. Nggak ada yang bisa mengambil milik Kenzia, termasuk lo Rosella" monolog Kenzi dengan senyum smirk di bibirnya. ia kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk melaksanakan ritual mandinya.
20 menit berlalu, Kenzi sudah tampil cantik dengan seragam sekolahnya. Tampil urakan dengan sepatu berwarna navy dan atasan yang ia keluarkan justru membuatnya terlihat semakin menawan. Rambut sepinggangnya ia biarkan tergerai dengan indah.
Kenzi menuruni anak tangga, ia melihat keluarganya sudah berkumpul di ruang makan.
"Morning my family!" sapa Kenzi dengan senyum dan langsung duduk disamping Devano. ia menyambar roti yang berada di piring pemuda itu hingga membuat Devano mendelik kesal.
"Itu punya gue ngab!" desis Devano dengan menatap tajam kearah Kenzi.
"Tinggal ambil lagi apa susahnya sih?!, pelit amat sama adek sendiri" jawab Kenzi santai. ia melihat ke arlojinya, matanya langsung membulat saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 07.20
"Busett dah, gue bisa telat!!" gumam Kenzi dan langsung bangkit dari duduknya.
"Mom, Dad, Bang, Ken pamit ya....udah mau telat. Bye!!" ucap Kenzi sambil menyalami mereka satu-persatu. Ia lalu berlari keluar mansion untuk mengambil mobilnya.
"Tuh anak nggak pernahhh bisa berubah" ucap Allia sambil geleng-geleng kepala melihat kepergian Kenzi.
"Anak kamu tuh!" sahut William.
"Anak kamu juga!" tukas Allia sambil menatap tajam kearah suaminya.
"Anak kalian!" Devano ikut menyahuti dan langsung mendapat hadiah tatapan menghunus dari orang tuanya.
"Hehee, damai mom, dad. Dev cuma bercanda kok" ucap Devano sambil memamerkan cengir kuda nil andalannya.
*****
Kenzi mengeluarkan mobil BMW putihnya dari garasi. ia lalu segera tancap gas menuju sekolah dengan kecepatan kilat. Lampu merah bahkan ia terobos. Tak peduli dengan sumpah serapah yang diucapkan pengemudi lain untuk dirinya. Tujuannya saat ini hanya satu, tidak terlambat masuk sekolah.
Hanya butuh beberapa menit, mobil Kenzi sudah terparkir di parkiran SMA Dharma Bangsa. Beruntungnya ia belum terlambat. Kenzi segera turun dari mobil dan bergegas masuk kelas sebelum bel benar-benar berbunyi.
Kenzi membuka pintu kelasnya lalu masuk ke dalam kelas tersebut. Sontak seluruh siswa langsung diam sambil menatapnya.
"Biasa aja liatnya....! Gue tau kok kalo gue cantik" ucap Kenzi dengan PD-nya. ia berjalan ke mejanya dan Renata lalu meletakkan tas punggungnya disana.
"Hay Ken!" Sella menyapa Kenzi seperti biasa dengan senyum yang merekah dibibirnya. Namun Kenzi tak ada niatan untuk menjawab sapaan gadis itu. ia hanya menatap Sella dengan wajah datar tanpa ekspresi. Tasya melihat sikap Kenzi terhadap Sella. ia menghela nafas panjang.
"Sesuai dugaan gue" batin Tasya.
"Gue kirain lo nggak masuk" ucap Renata saat Kenzi sudah duduk disampingnya.
"Masuk lah.....cuma jam masuk gue berbeda dari yang lain" jawab Kenzi sambil terkekeh.
"Iyain biar cepet" tukas Renata dengan wajah malas.
Kenzi mengambil bukunya dari dalam tas. ia hendak memasukkan buku itu ke laci namun terhalang oleh sesuatu. Kenzi merogoh laci itu. Ada sebuah kotak kecil dengan setangkai bunga mawar putih.
Kenzi mengambil sebuah surat yang terdapat di bunga itu, ia lalu membukanya.
Maaf, baby
Hanya dua kata namun menyimpan seribu makna. Cukup sampai disitu saja Kenzi sudah tau siapa pengirim bunga ini. ia beralih membuka kotak kecil itu. Ada kotak kecil lagi di dalamnya, namun di atas kotak itu terdapat sebuah surat. Kenzi kembali membacanya.
*Kamu boleh marah, tapi jangan menjauh.
Kamu menjauh, aku tersiksa.
Diam mu itu menyiksaku.
Marahmu adalah deritaku.
Kekecewaanmu adalah lukaku.
Caci aku!!, maki aku!!, tampar aku sesuka hatimu!!.
Tapi jangan pergi!....Tetaplah disini, bersamaku. Kita lewati hidup bersama sampai suatu saat nanti kita bisa bersatu untuk selamanya.
Memilikimu adalah hal terindah yang pernah tuhan berikan kepadaku. Jangankan berpaling, jauh darimu pun aku tak sanggup.
Only you in my heart, Baby. Hanya kamu!. Tak ada orang lain, dia, apalagi mereka.
Namamu sudah memenuhi seluruh relung hati hingga tak ada sedikitpun celah untuk nama orang lain. Memilikimu sudah cukup untuk membuat hariku berwarna dan jauh dari kata kesepian.
MAAF, mungkin hanya 1 kata dan 4 huruf sederhana yang bisa aku ucapkan. Namun kata itu aku ungkapkan dari hatiku yang paling dalam, untuk orang yang tersayang. I'm Sorry Baby*:(
"I Love You Kenzia"
Begitulah suaranya. Kenzi tak bisa menahan senyumannya. ia menatap kearah Reyhan yang duduk di seberang sana dan juga sedang menatapnya. Kenzi berdiri, Reyhan pun ikut berdiri. Kenzi berjalan kearah Reyhan dan langsung memeluk pemuda itu erat.
"Maaf" ucap Reyhan dengan lembut. Kenzi mengangguk dalam pelukannya yang membuat Reyhan tersenyum senang.
"Tapi nanti kamu harus ngelakuin sesuatu buat aku!" ucap Kenzi dengan telunjuk yang ia arahkan tepat di depan hidung Reyhan.
"Sesuai permintaan princess" sahut Reyhan sambil menggesekan hidungnya ke telunjuk Kenzi.
"CIEEEEE"
"Inget tempat woy!!!"
"Tolong prihatin sama yang jomblo dong, anjim"
"Makin ngenes hidup gue tinggal di kelas ini"
"Iri bilang karyawan!!" Kenzi dan Reyhan berbarengan menyahuti sorakan para jomblo ngenes yang terdapat di kelas itu. Bukannya diam, mereka malah semakin mengeraskan sorakannya hingga kelas menjadi sangat ricuh.
*******
Hari sudah menjelang sore. Dan disini lah Reyhan dan Kenzi sekarang. Berdiri di sebuah lapangan yang terletak di tengah taman. Di depan mereka terdapat sebuah motor matic yang bertengger manis. Reyhan menatap motor itu dengan bingung.
"Motor?" tanya Reyhan dengan sebelah alis yang terangkat.
"Ya, motor. Kamu harus ajarin aku naik motor!" jawab Kenzi sambil tersenyum selebar lautan.
"Kamu nggak bisa naik motor?" tanya Reyhan seolah tak percaya.
"Enggak" jawab Kenzi disertai gelengan.
"Mana ada ketua geng motor nggak bisa naik motor" cibir Reyhan sambil terkekeh. Kenzi cemberut dibuatnya.
"Makanya kamu ajarin biar aku bisa. Salahin aja tuh Daddy sama Bang Devan yang nggak ngebolehin aku belajar naik motor" cerocos Kenzi dengan muka ditekuk.
"Iya....iya....apasih yang enggak buat kamu" ucap Reyhan sambil mengelus kepala Kenzi dengan sayang. Kenzi langsung menyunggingkan senyum manis di bibirnya. ia semakin mendekat kearah Reyhan dan....
Cup
Ia memberikan kecupan di pipi kanan pemuda itu.
"Hadiah buat my prince" ucap Kenzi dengan senyum malaikatnya. Hati Reyhan seakan dihujani ribuan bunga-bunga. Gadis ini selalu bisa membuat hatinya bahagia dengan caranya sendiri. Senyuman manis terbit di wajah tampan pemuda itu hingga membuat siapapun yang melihatnya meleleh.
"Jangan senyum...!! Nanti banyak yang suka!" desis Kenzi sambil menutup wajah Reyhan menggunakan telapak tangannya. Reyhan terkekeh, ia menarik tangan Kenzi dari wajahnya lalu menggenggam erat tangan gadis itu.
"Nikah yuk, Ken. Nggak kuat aku kalo kamu gemesin kayak gini terus. Rasanya jadi pengen halalin aja" ucap Reyhan ngaco yang membuat Kenzi tergelak tawa.
"Nikah...Nikahh. Kamu pikir nikah itu perkara mudah?. Udah ah, kalo kamu ngomong ngaco terus, kapan kita belajar naik motornya?" jawab Kenzi yang berujung rengekan kepada Reyhan.
"Sayang...ayo!!!" rengek Kenzi sambil bergelayut manja di lengan Reyhan. Reyhan mengacak rambut Kenzi dengan gemas.
"Ayo!" jawab Reyhan yang membuat Kenzi langsung semangat empat lima.
Kenzi menaiki motor dengan Reyhan yang duduk dibelakangnya.
"Kamu nyalain motornya!" perintah Reyhan yang langsung dituruti oleh Kenzi. Setelah motor menyala, Reyhan kembali memberi arahan.
"Gas pelan-pelan, tangan kiri kamu pegang rem buat jaga-jaga" ucap Reyhan lagi. Kenzi kembali menuruti perintah Reyhan. ia mengegas motor tersebut. Namun karena takut, baru beberapa detik ia gas, motor itu kembali ia rem.
"Rey takut...." rengek Kenzi. Reyhan menghela nafas panjang.
"Kalo takut kenapa belajar, sayang?" ucap Reyhan.
"Kan aku pengen bisa!!" jawab Kenzi. Reyhan nendesah pelan. ia semakin mendekatkan dirinya ke Kenzi. Tingginya dan tinggi Kenzi yang tidak terlalu jauh membuat Reyhan lebih mudah untuk bersandar. ia menyandarkan dagunya di pundak Kenzi. Kedua tangannya ia letakkan diatas tangan Kenzi yang berada di setir kemudi.
"Ikutin gerakan aku ya!" ucap Reyhan dengan lembut. Kenzi mengangguk. Reyhan menggerakkan tangannya kebawah untuk menggerakan gas. Motor melaju dengan kecepatan sedang. Tangan Reyhan masih berada diatas tangan Kenzi untuk mengurangi ke grogian gadis itu.
Setelah merasa Kenzi sudah rileks, Reyhan melepaskan tangannya dari setir dan beralih melingkarkan kedua tangannya diperut Kenzi dengan dagu yang masih ia sandarkan di pundak gadis itu.
"Nyetir yang bener ya mbak!, entar kalo nabrak saya nikahin lho!" ucap Reyhan yang membuat Kenzi tertawa.
"Siap mas, mas-nya mau dianter kemana?" jawab Kenzi.
"Kemana aja, asal sama kamu akupun mau" ucap Reyhan sambil terkekeh geli. Reyhan memiringkan kepalanya, ia lalu memberikan sebuah kecupan di pipi kanan Kenzi.
"Geli aku denger kamu ngomong gitu" cibir Kenzi sambil geleng-geleng kepala melihat kebucinan tingkat akut yang Reyhan lakukan.
1 jam lamanya mereka berkeliling taman menggunakan motor, dan kini mereka memutuskan untuk pulang. Kini giliran Reyhan yang membonceng. Kenzi menyandarkan kepalanya di punggung Reyhan dengan tangan yang ia lingkarkan di perut pemuda itu. Kenzi memejamkan matanya untuk menikmati kebersamaan dirinya dengan Reyhan. ia menghirup parfum yang digunakan pemuda itu, wangi maskulin yang selalu ia sukai.
"*S*emoga kita selalu seperti ini, Rey. Dan semoga Author nggak kejam sama kisah cinta kita"
Reyhan selalu tersenyum saat bersama dengan Kenzi. Saat lampu merah, tangan Reyhan menggenggam tangan Kenzi yang berada di perutnya. Sesekali ia mengusap tangan gadis itu. Dan hal itu sudah mampu membuat hati Kenzi dibanjiri kebahagiaan. Akhhh rasanya Kenzi sangat bahagia memiliki Reyhan. Pemuda yang sangat kaku terhadap gadis lain, namun sangat romantis saat bersamanya. Reyhan selalu romantis dengan caranya sendiri, dan Kenzi selalu menyukai apapun yang pemuda itu lakukan.