
Kenzi bersiul ria sambil menuruni anak tangga dengan meneteng tas di bahunya. Setelan formal khas pegawai kantoran sudah melekat di dirinya. Tubuh proporsional dengan wajah yang menawan membuat penampilan seorang Kenzia selalu memukau meski dipadukan dengan pakaian apapun.
"Kak Vi....." pekik Kenzi senang saat melihat ada seorang gadis manis sedang duduk di sofa ruang keluarga.
Gadis itu menoleh saat mendengar namanya di panggil. Senyuman manis terbit di bibir gadis itu, Ia kemudian berdiri dari duduk sambil merentangkan kedua tangannya.
Dengan langkah cepat, Kenzi bergegas menghampiri gadis itu dan memeluknya erat-erat.
"Aaa aku kangen...." ucap Kenzi dengan manja tanpa melepas pelukannya.
Via tertawa kecil sambil mengelus punggung calon adik iparnya dengan lembut.
"Kamu sih.... ngapain coba lama-lama disana. Aku masih marah lo sama kamu Ken, gara-gara kamu nggak dateng ke pertunangan aku" ucap Via dengan nada seolah dia sedang merajuk.
Kenzi melepas pelukannya, Ia kemudian menggandeng tangan Via dan menggiring gadis itu untuk kembali duduk di Sofa.
"Ihh kakak kok gitu sihh.... Aku juga sedih kali gara-gara nggak bisa dateng ke pertunangan kakak sama Bang Devan. Tapi kakak kan tau sendiri situasi waktu itu kayak gimana... " ucap Kenzi panjang lebar. Ia duduk dengan posisi agak miring agar bisa menatap Via yang tengah duduk di sampingnya.
Via tersenyum simpul. Ia mengulurkan tangannya untuk mengusap bahu gadis itu pertahan.
"Iya iya, aku ngerti kok. Tadi aku cuma bercanda" sahut Via disertai senyuman.
Kenzi tersenyum lebar, ia mendekatkan dirinya dan bersandar di bahu Via layaknya saudari kandung.
"Kakak baik dehhh..... andai aja yang jadi kakak aku itu kak Via bukan Bang Devan, pasti enak" ucap Kenzi ngelantur.
"Tapi Devan juga baik lohhh" sahut Via
"Iya iya, mentang-mentang tunangannya aja dibelain terus" cebik Kenzi dengan nada kesal.
"Oh iya, btw kakak tumben kesini. Ada apa?" tanya Kenzi sambil mendongakkan kepalanya.
Via memutar bola matanya malas, helaan nafas kasar keluar dari bibir gadis itu.
"Telat kamu nanyanya!!!" ketus Via yang membuat Kenzi menyengir mendengarnya.
"Vi....." panggilan itu sukses membuat Via dan Kenzi mengalihkan atensinya ke sumber suara. Allia dan William berjalan beriringan diikuti Devano di belakang mereka.
Via tersenyum sembari bangkit dari duduknya. Ia berjalan menghampiri Allia dan William lalu mencium punggung tangan mereka dengan sopan.
"Gimana kabar kamu sayang?, udah lama nggak kesini" ucap Allia sambil menggandeng tangan Via untuk kembali duduk di Sofa.
"Maaf ya Mom, kalo akhir-akhir ini Via jarang dateng. Kerjaan di kantor numpuk banget soalnya" jawab Via dengan wajah bersalah.
Devano duduk di samping Kenzi sambil memainkan rambut adiknya hingga membuat gadis itu merengut kesal.
"Bang, kapan nikah?" tanya Kenzi pada Devano secara tiba-tiba.
"Minggu depan" jawab Devano dengan santai
"What?!!!" pekik Kenzi terkejut. Matanya membulat sempurna dengan kening yang mengkerut. Ia kemudian menatap semua orang, mereka nampak santai tanpa menunjukkan reaksi kaget seperti dirinya.
"Mommy sama Daddy udah tau?" tuding Kenzi cepat.
William menyandarkan punggungnya di sandaran sofa dengan tangan yang ia lipat di depan dada. " Ya begitu lah, Persiapan pernikahan kakak kamu bahkan sudah dipersiapkan sebelum kamu pulang ke Indo" sahut William
"Ihhh kok nggak ada yang ngasih tau Ken sih..... Kenzi kan juga berhak tau!!" cebik Kenzi sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
"Lo aja nggak pulang-pukang, gimana mau ngasih tau!!!. Lagian sekarang lo kan udah tau!!!" sahut Devano tanpa rasa bersalah.
Kenzi berdecak kesal. Ia meraih tasnya lalu menyampirkan tas itu di bahu.
"Alahh udah lah, Ken mau ke kantor aja. Ada meeting!!" ketus Kenzi yang langsung ngacir pergi. Tanpa salam, tanpa cium tangan yang membuat semua orang geleng-geleng kepala.
************
KNA COMPANY
"Mau nikah tapi adek sendiri nggak di kasih tau. Sopan kah begitu?!!!" Kenzi menandatangani berkas-berkas diiringi mulut yang komat-kamit mencibir kakaknya sedari tadi. Hanzo yang melihatnya jadi bingung sendiri, nggak ada angin nggak ada hujan Kenzi ngomong sendiri dan marah-marah sendiri. Dia yang liat kan jadi bingung sendiri.
"Han, jadwal gue habis ini apa aja?!!" tanya Kenzi dengan nada ketus.
Hanzo yang sedang melamun langsung tersentak kaget. Dengan gelagapan, ia memeriksa Ipad di tangannya untuk mengecek apa saja jadwal baginda ratu hari ini.
"Hari ini lo ada jadwal meeting sama FLOREN'S GRUB, KR 'EL ALEXAN COMPANY, NG COMPANY, DREAM CORPORATION, sama WLH GRUB di Dynamite Resto buat bahas kelanjutan proyek baru kita, habis itu lo ada jadwal penandatangan kontrak di bla bla bla bla bla........."
"Panggil Justin, minta dia buat gantiin gue di beberapa tempat!!!" seru Kenzi dengan cepat. Hanzo mengangguk mengerti, Ia mengambil ponselnya di saku lalu membawanya keluar untuk menjalankan perintah Kenzi.
Kenzi memijat pangkal hidungnya yang terasa pening setelah mendengar jadwalnya yang begitu padat. Ia memeriksa laptopnya, ada ribuan email yang bergejibun di dalam sana. Mulai dari proyek A sampai proyek Z, semua ia atasi sendiri. Melihat banyaknya pekerjaan membuat kepala Kenzi semakin pusing, hingga tiba-tiba ia teringat akan sesuatu hal yang membuatnya kembali tersenyum senang.
"Sebentar lagi, bakalan ada pertunjukkan yang menarik" gumam Kenzi sambil menyeringai iblis.
***********
Kenzi melangkahkan kaki jenjangnya untuk memasuki sebuah cafe tempat meetingnya hari ini. Hanzo dan Justin dengan setia mengekor di belakangnya beserta beberapa bodyguard yang lain.
Di ujung sana, mata tajam Kenzi dapat melihat ada beberapa sosok orang yang ia kenali sedang menunggunya di sebuah meja. Gadis itu menyunggingkan senyum tipis di sudut bibirnya saat menatap wajah seorang gadis yang juga ada disana.
"Mari kita bersenang-senang" batin Kenzi sambil tersenyum licik.
Ia menyampirkan rambutnya yang jatuh ke belakang telinga. Ia kemudian berjalan kearah mereka diikuti Hanzo dan Justin.
"Selamat siang semuanya, maaf saya terlambat" ucap Kenzi dengan nada formal saat sudah berada di depan mereka.
"Sangat tidak kompeten....!!" cibir Sella dengan lirih namun masih dapat didengar oleh Reyhan, Kenzi dan Justin yang berada di depannya.
"Tidak masalah, Nona. Anda yang terpenting disini, jadi tidak masalah jika kami menunggu" sahut Reyhan dengan mata yang melirik tajam kearah Sella seolah memberi isyarat jika ia sedang menyindir gadis itu.
"Bagus jika kalian sadar diri!!" tukas Kenzi sambil melakukan hal yang sama dengan Reyhan.
Justin menatap mereka bertiga dengan tatapan yang berbeda. Ia menatap sengit kearah Sella yang tengah menunduk, senyuman sinis terpatri di bibir pemuda itu diiringi dengan tatapannya yang seolah meremehkan.
"Cihh, ternyata cuma perempuan sampah!!!" desis Justin dalam hati.
"Baik, kita mulai meetingnya sekarang!!!" seru Kenzi seraya mendudukkan dirinya di samping Sella.
Hanzo dsn Justin ikut duduk disana. Hanzo mulai menyispkan segala keperluan meeting Kenzi dan mencatat hal penting layaknya sekretaris pada umumnya. Mneting di mulai dan semua mulai fokus dengan apa yang dibahas. Bisnis menuntut mereka untuk bersikap profesional, dan mereka sedang melakukan hal itu. Mengesampingkan ego dan gengsi demi berjalannya suatu perusahaan.
Saling bertukar argumen dan pendapat, serta menciptakan sebuah pro dan kontra terjadi dalam meeting hari ini. Sikap Bad Kenzi muncul disaat yang tidak tepat. Rasa ingin membuat orang hipertensi hadir dalam dirinya secara tiba-tiba, dan sasarannya kali ini adalah sang Nona muda Keluarga Florenzo, Rosella.
Setiap Sella menyatakan argumen pro, Kenzi selalu menyatakan argumen kontra ditambahi cibiran pedas layaknya netizen lambe turah.
"Jadi seperti itu kesepatan yang kita buat. Meeting selesai!!" seru Kenzi.
Meeting ditutup dengan jamuan makan siang. Dan ini saatnya Kenzi memulai siasat bejatnya.
"Permisi, saya ingin mengambil minuman" pamit Sella seraya bangkit dari duduknya. Ia berjalan kearah pantry untuk memesan minuman yang ia mau.
Selang beberapa lama, Kenzi ikut bangkit dari duduknya dan hal itu sukses membuat orang yang ada di meja itu menoleh kearahnya.
"Saya ingin ke toilet sebentar" ucap Kenzi singkat dan langsung diangguki oleh semua.
Kenzi meletakkan tas-nya di kursi. Dengan langkah anggun, ia berjalan ke tempat tujuannya, toilet. Saat di tengah jalan, ia berpapasan dengan Sella yang sedang membawa minuman di tangannya. Sella nampak acuh dan berusaha untuk tidak peduli dengan kehadiran Kenzi. Namun bukan Kenzi namanya jika ia terima diacuhkan. Dengan sengaja, Kenzi menjulurkan kaki kirinya di depan Sella hingga gadis itu terjatuh dan minuman yang ia bawa tumpah ke baju Kenzi.
"Astaga.....!!" pekik Kenzi pura-pura terkejut sambil mengelap baju nya yang basah menggunakan telapak tangan.
"Apa anda tidak bisa berjakan dengan benar?!!!" bentak Kenzi yang masih mempertahankan image anggunnya. Ia berbicara dengan nada tinggi pada Sella yang mencoba untuk berdiri.
Keributan itu sukses menarik perhatian semua orang yang ada dalam cafe tersebut. Reyhan dan yang lain pun spontan menengok kearah Kenzi dan Sella yang berdiri tak jauh dari mereka.
"Nice" batin Kenzi sambil tersenyum licik
"Anda yang menjegal kaki saya!!" ucap Sella membela diri.
"Anda menuduh saya, Nona?!" tanya Kenzi dengan wajah angkuh.
Melihat ada keributan, Hanzo berdiri dari duduknya lalu berjalan menghampiri Kenzi.
"Ini ada apa sih?!" tanya Hanzo
"Dia nabrak gue, nih baju gue sampek basah kuyub!!" sahut Kenzi sambil melirik tajam kearah Sella
"Dia yang ngejegal kaki gue!!" sentak Sella dengan lancang.
Hanzo menatap kearah Kenzi meminta penjelasan. Gadis itu tersenyum licik sambil menaikkan sebelah alisnya, dan hal itu sudah mampu membuat Hanzo mengerti bahwa ini semua memang rencana yang ia buat
"Oke, kali ini gue bakal bantu lo" batin Hanzo
"Tapi, tadi gue liat sendiri kalo lo yang nabrak dia" tuding Hanzo dengan cepat.
"Mata lo buta ya!!!, udah jelas-jelas tadi dia ngejegal gue dodol!!!" bentak Sella sambil melotot tajam kearah Hanzo.
"Gue nggak mau tau alesan lo apa. Intinya sekarang lo harus minta maaf sama bos gue karena sikap lancang lo itu!!" seru Hanzo. Kenzi tersenyum penuh kemenangan saat melihat raut wajah tak suka yang Sella tunjukkan.
Ia kemudian mendekat kearah Sella dan membisikkan sesuatu di telinga gadis itu.
"Gue harap lo nggak lupa sama perjanjian kita waktu itu" Kenzi mengantungkan kalimatnya sambil tersenyum licik.
"Sujud di kaki gue sekarang!!" lanjutnya dengan penuh penekanan.
"Gue nggak mau!!!" tekan Sella dengan nada berbisik tepat di samping telinga Kenzi.
"Hanya seorang sampah yang nggak menepati janjinya sendiri!!!. Dan ternyata, lo adalah salah satu dari sampah itu ya!!!" sinis Kenzi.
"Oh ya, asal lo tau, gue bisa aja buat perusahaan bokap lo piled sekarang juga kalo gue mau!!!. Semua tergantung keputusan lo saat ini, nurut, atau nggak?!!" ucap Kenzi lagi diiringi senyum bengisnya. Hanzo yang mendengar itu ikut tersenyum sinis sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Pertunjukkan yang menarik" batin Hanzo
Sella mengepalkan kedua tangannya dibawah sana dengan mata yang menatap tajam kearah Kenzi. Ia melirik ke arah meja, Reyhan sedang menatap mereka dengan wajah datar khasnya itu. Tak ada niatan untuk membantu sama sekali.
Tak disangka-sangka, Sella menekuk kedua lututnya hingga ia bersimpuh di depan Kenzi. Sontak hal itu membuat pengunjung lain terkejut melihatnya. Kenzi menyeringai sambil tersenyum penuh kemenangan saat rivalnya menjatuhkan harga dirinya sendiri di depan umum, dan di depan 'dia'
"Maaf" ucap Sella dengan lirih. Ia menunduk sambil menatap tajam penuh kebencian kearah kaki Kenzi di depannya.
"Minta maaf dengan cara yang benar!!!" seru Justin dari kejauhan.
"Maaf maaf maaf, gue minta maaf sama kesalahan dan kebodohan yang udah gue lakuin ke lo tadi!!" ucap Sella dengan nada keras.
"Lo nggak ada niatan buat bantuin dia?!. Gue denger-denger, katanya dulu lo lebih milih dia daripada Kenzi!!!. Nggak kasian lo?!!" bisik Justin pada Reyhan.
Reyhan tersenyum sinis tanpa mengalihkan pandangannya dari Kenzi di sebrang sana.
"Dia pantes dapetin itu, bahkan seharusnya dia lebih menderita dari ini. Bahkan kalo Kenzi mau, gue bisa aja membuat hidup dia lebih menderita. Sampek dia sendiri bahkan lebih memilih mati daripada hidup di dunia!!!" sahut Reyhan licik.
"Ya ampun Sell, lo nggak usah sampek kayak gini dong" ucap Kenzi berpura-pura merasa iba sambil membantu gadis itu bangkit dari lantai.
Kenzi mengencangkan pegangannya di lengan Sella hingga membuat gadis itu meringis kesakitan.
"Goodgirl" bisik Kenzi dengan lirih tepat di samping telinga Rosella.
"Lo emang lady yang sesungguhnya" gumam Hanzo dalam hati