Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Nona Bos



"Rey, kamu mau nggak anterin aku bentar?" tanya Kenzi saat dirinya dan Reyhan sudah tiba di parkiran SMA Dharma Bangsa.


Reyhan mengernyitkan dahinya.


"Mau kemana?" tanya balik Reyhan.


"Nanti kamu juga tau. Mau yahhh..." ucap Kenzi sambil menunjukkan puppy eyes andalannya yang selalu berhasil membuat Reyhan enggan berkata 'tidak'


"Iya, iya. Yaudah yuk pulang" sahut Reyhan sambil mengacak rambut Kenzi gemas. ia lalu memakaikan helm untuk Kenzi. Setelah memastikan Kenzi telah duduk sempurna, Reyhan langsung tancap gas meninggalkan kawasan SMA Dharma Bangsa.


"Kita sebenernya mau kemana sih?" Reyhan tak henti-hentinya bertanya pada Kenzi. Dia sudah sepuluh kali melontarkan pertanyaan yang sama.


"Kamu bawel banget sihh, pokoknya ikutin aja arahan aku. Nanti kamu juga tau sendiri" cebik Kenzi. Reyhan menghela nafas panjang, dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti permintaan tuan putri disampingnya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, kini motor Reyhan telah berhenti di depan sebuah gedung yang menjulang tinggi.


"Ini kantor siapa Ken?" tanya Reyhan keheranan. Matanya terus mengamati gedung dihadapannya.


Kenzi tersenyum tipis saat mendengar pertanyaan Reyhan, bukannya menjawab ia malah berlalu turun dari motor dan memberikan helm-nya pada Reyhan. Reyhan yang mengetahui Kenzi turun segera mengikuti di belakangnya.


Rasa penasaran Reyhan semakin memuncak saat dia melihat Hanzo sedang berdiri di depan pintu masuk sambil mengenakan setelan formal.


"Siang Hanzo" sapa Kenzi saat dirinya sudah berada di depan Hanzo.


"Siang juga nona" sapa balik Hanzo.


"Gue kok geli ya denger lo ngomong gitu" hardik Kenzi sambil bergidik geli.


"Sialan lo, kan gue lagi latihan buat jadi orang berwibawa" cebik Hanzo.


"Tapi kayaknya latihan lo nggak membuahkan hasil" ucap Kenzi sambil tertawa. Hanzo menekuk wajahnya saat mendengar ucapan Kenzi.


"Mulutnya pinter banget bikin orang insecure, jadi pengen gue sobek pake lidi" jerit Hanzo dalam hati.


"Oh ya, semuanya udah lo atur kan?" tanya Kenzi.


Hanzo menghela nafas panjang.


"Udah" jawabnya dengan nada malas.


"Good boy"ucap Kenzi seraya menepuk bahu Hanzo pelan.


"Ayo sayang" ajak Kenzi pada Reyhan yang sedari tadi diam. Tangannya melingkar sempurna di lengan kekar milik Reyhan. Reyhan yang masih belum mengerti hanya mengikuti kemanapun Kenzi melangkah. Sedangkan Hanzo, ia malah ditinggal sendirian di depan pintu.


"Ayo sayang" Hanzo mengulangi ucapan Kenzi sambil mempraktekkan gerakannya saat menggandeng lengan Reyhan. Tak lupa dengan suara yang dia buat kecil khas suara Kenzi. ia lalu mengikuti langkah Reyhan dan Kenzi yang sudah berada jauh di depan.


Dan disinilah mereka. Di sebuah ruangan yang cukup besar, dan terdapat banyak karyawan/karyawati yang sudah duduk dengan rapi di kursi-kursi yang sudah disiapkan. Reyhan semakin bingung dengan apa yang terjadi di depannya. Kini dirinya, Kenzi, Hanzo, dan beberapa orang yang berkisar ada 15 orang duduk di tempat terdepan dan menghadap ke seluruh karyawan. Kenzi, dirinya dan Hanzo tepat berada di tengah.


"Selamat siang semua" Hanzo memulai pembicaraan sambil menggunakan mike.


"Selamat siang" sahut mereka semua serempak.


"Tentunya kalian sudah tau saya bukan. Tapi jika kalian masih ada yang belum tau saya, saya akan mengenalkan diri saya sekali lagi. Perkenalkan saya Hanzo Saputra. Bagi karyawan yang dulu saya rekrut langsung pasti sudah mengenal saya." Hanzo menjeda ucapannya.


"Banyak yang bertanya-tanya apakah saya adalah CEO di perusahaan ini, jawabannya adalah tidak" semua karyawan nampak terkejut mendengar ucapan Hanzo. Mereka memang berfikir bahwa Hanzo lah CEO perusahaan ini. Karena setahu mereka, Hanzo yang selalu datang untuk menghandle segala urusan yang ada di perusahaan.


"Kalian pasti penasaran bukan, siapa CEO dari perusahaan ini?, dan tujuan saya mengumpulkan kalian semua disini adalah untuk mengenalkan sang CEO kita. Nona Kenzi, silahkan..." ucap Hanzo. Kenzi berdiri dari duduknya sambil memegang mike.


"Selamat siang semua" sapa Kenzi dengan ramah.


"Sebelumnya, perkenalkan saya Kenzia Nastasya Aleskey. Dan seperti yang dikatakan oleh Tuan Hanzo...saya adalah CEO dari perusahaan ini" Kenzi memperkenalkan dirinya. Para karyawan sangat terkejut saat mengetahui kebenaran bahwa CEO mereka adalah seorang perempuan muda, belum lagi seragam SMA yang masih melekat di tubuh Kenzi.


Ada yang kagum dengan keberhasilan Kenzi diusia yang masih sangat muda, dan ada juga yang memandang remeh Kenzi karena baginya Kenzi hanya seorang anak kecil yang tidak tau apa-apa.


"Maaf Nona, apakah anda masih seorang pelajar?" seorang karyawan memberanikan diri untuk bertanya pada Kenzi.


"Ya, saya memang masih sekolah. Tahun ini saya baru akan menginjak kelas 11" sahut Kenzi.


"Dia aja masih baru mau naik kelas 11, emang dia bisa mengatur perusahaan" bisik seorang Karyawati pada teman disampingnya. Umurnya sekitar 3 kali lipat umur Kenzi.


"Ya nggak tau, semoga aja bisa"


Kenzi yang menyadari tatapan aneh dari para karyawan untuk dirinya hanya tersenyum tipis.


"Saya harap, kita bisa bekerja sama dengan baik mulai dari sekarang dan kedepannya untuk memajukan perusahaan ini menjadi lebih besar. Perusahaan ini membutuhkan kita. Saya dan kalian. Kita harus bekerja sama. Kerja sama tidak mempermasalahkan umur, entah mana yang lebih muda dan mana yang lebih tua. Yang dibutuhkan hanyalah sebuah potensi, dan rasa ingin membantu satu sama lain. Saya membantu kalian dan kalian membantu saya. Kita bisa saling melengkapi dan saling mendukung. Saya percaya akan kemampuan kalian dan saya harap kalian tidak meragukan saya hanya karena usia saya yang masih belia. Mari kita sama-sama membangun KN'ALS Company menjadi perusahaan besar bahkan yang terbesar. Sekian dan terima kasih." Kenzi memberikan sedikit sambutan. Kata-kata yang sederhana tetapi mampu menohok hati orang-orang yang tadi menggunjingnya.


Mereka teramat kagum dengan kepiawaian Kenzi dalam berbicara di depan umum. Begitu juga dengan Reyhan, sekarang ia mengerti bahwa perusahaan yang sekarsng ini ia pijaki adalah milik Kenzi.


Setelah membicarakan banyak hal tentang perusahaan serta memperkenalkan donatur-donatur yang bergabung, semua karyawan kembali ke tempat masing² untuk kembali bekerja. Sedangkan ketiga manusia itu tengah duduk santai di ruangan Kenzi.


"Aku nggak nyangka kalo kamu sehebat ini, bahkan kamu udah bikin perusahaan sendiri. Aku aja belum bisa" puji Reyhan pada Kenzi. Raut wajahnya berubah saat dia mengucapkan kalimat terakhir.


Kenzi yang menyadari perubahan raut wajah Reyhan tersenyum kecil. Tangannya mengusap lembut bahu kekasihnya.


"Nggak usah insecure gitu dong, semua kan butuh proses. Aku yakin, kelak kamu akan jadi orang yang hebat dan berhasil" ucap Kenzi. Perasaan Reyhan sedikit tenang saat mendengar ucapan Kenzi, Kenzi memang selalu menjadi mood booster-nya.


"Makasih sayang" ucap Reyhan sambil tersenyum. Kenzi ikut tersenyum lalu mengangguk. Tangan Reyhan terulur untuk menggenggam jemari Kenzi seolah takut perempuan ini akan lari darinya.


"Inget Woyy, disini masih ada orang" sindir Hanzo sambil melirik tajam Kenzi dan Reyhan.


"Ohh lo orang?" ledek Reyhan sambil terkekeh. Hanzo mendengus malas.


"Nggak yang cewek, nggak yang cowok, sama aja nyebelinnya. Sabar Han, anggep aja cobaan illahi" jerit Hanzo dalam hati.


"Nona boss, gue balik aja ya. Daripada gue jadi jomblo teraniaya disini" pamit Hanzo seraya berdiri dari duduknya.


"Dari tadi kek" gumam Reyhan yang masih bisa di dengar oleh Hanzo.


"Gue santet mampuss lo" batin Hanzo kesal.


"Oke, hati² dijalan" jawab Kenzi. Hanzo mengangguk lalu langsung pergi meninggalkan ruangan Kenzi.


Kenzia Nastasya Aleskey



Reyhan Saputra Alexander



**Tandai typo....jangan lupa like, coment, vote and Rate ya.


Sesuai permintaan readers, visualnya Reyhan aku ganti....bagi yang kurang setuju silahkan coment dan kirim masukan foto siapa yang cocok buat aku pake.


Oke, see you next time and Happy Reading 😘**