
Malam gelap tak memupuskan keramaian yang tercipta di jalan XX. Riuh ricuh suara mobil menghiasi jalanan ini sampai radius beberapa kilometer ke depan. Mobil-mobil sudah berjajar rapi bersama sang pemilik disampingnya.
Banyaknya kumpulan orang yang rata-rata didominasi oleh kaum laki-laki itu tak menciutkan nyali seorang Kenzia Aleskey. Dengan gerakan anggun, Kenzi duduk bersandar di kap mobilnya dengan di dampingi oleh Hanzo, Soffia dan geng Red Rose yang juga berkumpul disana. Malam ini, sang Lady sekaligus Ghost Racing akan kembali ke dunia balap setelah bertahun-tahun vakum yang tentunya mendapat sambutan hangat dari para pembalap liar lainnya.
Hanzo mendekat kearah seorang pria yang memanggilnya. Pria itu membisikkan sesuatu, agak lama mereka berbincang hingga akhirnya Hanzo menganggukkan kepalanya. Ia kemudian berbalik badan, dan kembali berjalan kearah Kenzi.
"Ken, ada orang yang nantangin lo" ucap Hanzo tiba-tiba. Kenzi menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum miring setelah mendengar ucapan pemuda itu.
"Oh ya?!!. Siapa?" tanya Kenzi
"Tuhh...." Hanzo menunjuk seseorang yang tengah bersandar di mobil BMW putih tak jauh dari tempat mereka. Kenzi menautkan kedua alisnya.
"Dia?, nantangin gue?, yakin?" tanya Kenzi lagi dengan tawa meremehkan.
"Taruhannya mobil yang dia pake sama duit 50 juta" ucap Hanzo tanpa mau meladeni cibiran Kenzi. Gadis itu mencebikkan bibirnya sambil menganggukan kepalanya berulang kali.
Kenzi menegakkan tubuhnya yang tadi tengah bersandar. Ia berdiri sambil merapikan jaket jeans-nya yang tak berantakan sama sekali. Ia kemudian berjalan kearah sang penantang dengan langkah anggun. Senyuman sinis terpatri di sudut bibir gadis itu mengiringi langkahnya yang kian mendekat.
"Lo nantangin gue?, beneran nih?" tanya Kenzi dengan nada meledek sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Kenapa?, lo takut?" tukas Sella dengan nada sinis.
"Gue?, takut sama lo?. Cihh, lo bahkan nggak lebih baik dari sebuah sampah!!!" sarkas Kenzi. Sella mengepal kedua tangannya erat-erat, sepertinya ia sangat merasa tersinggung dengan ucapan gadis itu.
"Kita liat aja, siapa yang sampah disini. Gue, atau lo!!!" sahut Sella dengan angkuh. Kenzi mencebikkan bibirnya sambil mengalihkan pandangan kearah lain.
"Dan kalo gue menang, lo harus jauhin Reyhan sejauh-jauhnya dan jangan pernah deketin dia lagi!!" lanjutnya dengan tegas. Kenzi tertawa sinis sambil menggelengkan kepalanya, merasa muak dengan apa yang gadis itu ucapkan.
"Oke.... Tapi kalo gue yang menang....." Kenzi menggantungkan kalimatnya. Ia kemudian mendekat kearah Sella dan mendekatkan bibirnya di telinga gadis itu.
"Lo harus sujud di kaki gue, di hadapan semua orang dan di hadapan.......Reyhan" lanjut Kenzi sambil tersenyum licik.
Sella memicingkan matanya sambil menatap kesal kearah Kenzi. Tangannya ia genggam kuat-kuat hingga otot-ototnya tercetak disana.
"Ini nggak adil!!!, Lo......
"Kita buktiin, siapa yang seorang sampah disini. Gue, atau lo!!!!" Kenzi memotong ucapan Sella dengan ucapan yang tadi diucapkan gadis itu sendiri.
"Gue tunggu di sirkuit. Oh ya, jangan lupa bawa tissue. Buat ngelapin ingus lo kalo lo kalah nanti" ledek Kenzi.
Setelah puas melihat wajah kesal rivalnya, Kenzi berbalik badan dan melangkah menuju mobil lamborgini berwarna silver yang akan ia gunakan untuk balapan nanti. Ia masuk ke dalam mobil itu, menyalakan mesinnya lalu menggiring mobil itu menuju area sirkuit. Sorakan para penonton terdengar sangat ramai, rasa antusias mereka mencuat saat melihat sang Ghost Racing kembali berulah.
Sella mendengus kesal. Ia kemudian masuk ke dalam mobil BMW nya dan ikut menggiring mobil itu menuju sirkuit. Mobil nya dan mobil Kenzi berjajaran. Kaca samping mobil sama-sama mereka buka sehingga mereka bisa melihat wajah tak bersahabat satu sama lain.
Kenzi tersenyum miring sambil menatap Sella
"You are a loser" ucap Kenzi tanpa suara. Namun Sella dapat menangkap apa yang diucapkan gadis itu lewat gerakan bibirnya.
Sella mencengkram kuat setir mobilnya dengan tatapan tajam menuju ke depan.
"Gue nggak akan biarin lo menang" monolog Sella
Seorang pria berdiri di tengah-tengah seraya membawa sebuah pistol. Ia mengangkat pistol itu tinggi-tinggi dan....
Dorrr
Kenzi dan Sella sama-sama menekan pedal gas dalam-dalam. Sorakan para penonton kian bergemuruh setelah dua mobil itu melaju kencang meninggalkan garis start. Mereka sama-sama menyuarakan jagoan masing-masing dengan penuh semangat.
Kenzi menyetir sambil mengunyah permen karet di mulutnya. Ia melirik mobil Sella di belakangnya lewat kaca spion. Berulang kali gadis itu berusaha menyalip namun dengan licahnya Kenzi dapat menghalangi hal itu.
"Kita liat, sampek mana lo bertahan" gumam Sella dengan senyum liciknya. Ia menekan pedal gas semakin hingga mobilnya berhasil menyamai laju mobil Kenzi. Kini mobil mereka berjalan beriringan di antara pohon-pohon besar. Kenzi membuka kaca mobilnya dan Sella pun melakukan hal yang sama
"Kita liat aja, siapa yang bakal menang" sahut Sella sambil tersenyum licik. Ia memutar setir mobilnya ke samping
Brakkkk
Ia menabrak mobil Kenzi dari samping dengan sangat keraa hingga mobil itu sedikit oleng.
"Wahhh, ternyata lo bener-bener seorang pengecut!!!!" desis Kenzi dengan nada kesal.
Sella tak menjawab, ia kembali memutar setir mobilnya kesamping
Brakkkk
Mobil itu terus menghantam mobio Kenzi berulang kali hingga kaca mobil sedikit retak, mobil Sella pun juga sama.
"Oke kalo itu mau lo" ucap Kenzi dengan wajah bengisnya. Tiba-tiba, ia mengurangi kecepatan mobilnya hingga mobil Sella yang belum siap melaju lebih dulu.
Kenzi kembali menekan pedal gas-nya dalam-dalam hingga mobil itu melaju kencang. Tatapannya menajam kearah depan
Brakkkk
Kenzi menabrak mobil Sella dari belakang hingga mobil itu oleng. Ia tak melakukannya sekali, namun berulang kali.
"Shit!!!" umpat Sella dengan kesal
Setelah puas bermain sodok-sodokan, Kenzi menyamakan laju mobilnya dengan mobil gadis itu. Ia dapat melihat raut kebencian yang Sella tujukan padanya.
"Gimana-gimana, seru nggak?!" ucap Kenzi tanpa mengalihkan pandangannya dari depan.
"Gue nggak akan biarin lo menang!!!" tukas Sella. Dengan amarah, ia memutar setir mobilnya ke samping hendak menabrak mobil Kenzi lagi. Kenzi yang menyadari hal itu tersenyum tipis. Saat mobil Sella sudah semakin dekat, Ia menekan pedal gas-nya semakin dalam dan......
Brakkk
Mobil Sella salah sasaran dan malah menghantam pohon hingga mobil itu rusak. Kenzi ikut menghentikan mobilnya di depan Sella yang tengah emosi.
"Wihhh, hati-hati dong buk kalo bawa mobil. Kalo nggak bisa balapan, mending di rumah aja duduk anteng sambil nonton ikatan cinta" ledek Kenzi sambil tertawa.
Sella tak menanggapi, ia hanya menatap kearah gadis itu dengan tatapan tajamnya.
"Oh ya, untuk taruhannya, gue nggak minat sama mobil ronsok lo. Tapi kalo duit, bolehlah lo transfer. Lumayan buat beli makanan kucing gue. Dan satu lagi, gue tunggu lo sujud di kaki gue ya. Soal waktu dan dimananya, nanti gue kabarin oke?!!" cerocos Kenzi
"Nih, gue kasih permen karet. Biar lo nggak bosen waktu nungguin montir dateng. Gue tinggal yaa, bye bye" ucap Kenzi lagi seraya melempar sebungkus permen karet ke mobil Sella. Ia kemudian segera tancap gas meninggalkan gadis itu yang sedang memakinya.
"Siall!!!!" umpat Sella sambil mengacak rambutnya kesal.
**********
Kenzi melewati garis finish dengan sempurna. Semua mata langsung terkejut saat melihat kondisi mobil Kenzi yang sedikit lecet. Apalagi retak-retak yang terdapat pada kaca, seakan menunjukkan bahwa mobil itu usai mengalami kecelakaan.
Kenzi turun dari mobilnya seraya melepas jaket yang ia kenakan. Hanzo, Soffia dan anggota Red Rose langsung mendekat kearahnya dengan wajah khawatir.
"Lo gapapa kan, Ken?" tanya Soffia sambil memutar-mutar tubuh Kenzi.
"Apaan sih, gue gapapa kali. Jangan lebay deh!!" cebik Kenzi seraya menghentikan tangan Soffia yang terus memeriksanya.
"Terus lo tadi di jalan kenapa?, lama banget datengnya. Mobil lo juga, kenapa bisa lecet begitu?" Hanzo ikut menyuarakan rasa penasaran sekaligus khawatirnya.
"Biasa.... anak curut tadi ngajak adu performa mobil di jalan" jawab Kenzi dengan santai
Bersambung.......