
*Cinta itu sederhana, cukup memiliki rasa saling mengerti dan menyanyangi*
~ Tasya Dirgantara
#Kantin
"Si Kenzi sama Reyhan kok belum nongol ya, kan hukuman mereka cuma sampek jam istirahat" Ucap Andien.
"Iya sih, tumben juga si Kenzi mau ngelakuin hukuman sampek kelar. Biasanya cuma sampek ¼ udah raib tuh bocah." Sahut Renata.
"Udah tobat kali tuh anak" Timpal Tasya membuat mereke bertiga terkikik.
"Tapi tadi gue liat dilapangan tuh bocah kagak ada tuh" Ucap Vicky. Ya, saat ini mereka tengah duduk 1 meja dengan para most wanted boy.
"Lah, terus mereka kemana dong" ucap Renata.
"Mmm kepelaminan kali hahaa" Jawab Ariel.
"Terus, kita kapan yang?" tambahnya sambil tersenyum jahil ke Andien.
"Yang yang yang, pala lo peyang" ketus Andien.
"Jangan judes judes dong sayang. Ntar manisnya ilang lo" goda Ariel sambil mencoel dagu Andien.
"ihhh apaan sih lo. Gak jelas tau nggak" tukas Andien sambil menutupi pipinya yang merona.
"Ciee blushing, gemes deh aku" goda Ariel sambil mencubit gemas pipi chuby Andien hingga membuat Andien salah tingkah sendiri.
"Ekhemm....inget tempat woy. Kalo orang lagi kasmaran serasa dunia milik berdua" cibir Reza.
"Yang lainnya mah ngontrak" tambah Vicky. Mereka berenam tertawa terbahak-bahak sedangkan Ariel dan Andien hanya diam seribu bahasa.
"Nah itu Kenzi sama Reyhan. Ehh tuh si Kenzi kenapa kok pucet gitu" seru Reza. Mendengar ucapan Reza, pandangan mereka beralih menatap pintu masuk kantin. Dan benar saja, terlihat Kenzi dan Reyhan datang sambil berjalan beriringan.
"Hy guys" Sapa Kenzi lalu duduk disamping Renata dan berhadapan dengan Reyhan.
"Lo kok pucet sih ken, lo sakit?" tanya Tasya cemas.
"Tadi pingsan di lapangan" Bukan Kenzi yang menjawab, tapi Reyhan.
"What!!" Pekik mereka bertiga.
"Lo gak papa kan ken?"
"Mana yang sakit, kepala lo gapapa kan. lo gak amnesia kan"
"badan lo masih lemes gak? lo mau makan? atau mau minum?"
Mendengar pertanyaan bertubi-tubi dari Renata, Tasya, dan Andien membuat Kenzi bingung harus menjawab bagaimana.
"JAWAB KEN!!!" geram Renata, Tasya, dan Andien karena tak kunjung mendapat jawaban dari Kenzi.
Reyhan dkk melongo melihat sikap mereka, sedangkan Kenzi menelan ludahnya kasar saat melihat tatapan tidak bersahabat dari mereka bertiga.
"I'm fine guys. Don't worry" Ucap Kenzi.
"Bagus deh kalo begitu" ucap Tasya.
Saat mereka berdelapan tengah asik berbincang, terdengar suara ribut di sudut kantin hingga membuat semua murid mengerumuninnya. Saat dilihat, ternyata itu adalah ulah Rossa dkk yang sedang membully siswi nerd.
Bughh
Rossa mendorong Siswi itu sampai punggungnya menghantam tembok kantin.
"Eh cupu, gue kan udah bilang KERJAIN PR GUE, napa nggak lo kerjain. Mau cari mati lo hah?!" Bentak Rossa sambil menjambak rambut siswi itu.
"M ma..af Ros. A akuu lupa" jawab siswi itu sambil gemetar ketakutan.
"Enak banget lo kalo ngomong. Sebagai hukumannya, lo harus jadi boneka gue seharian" ucap Rossa sambil menyeringai, sedangkan siswi itu sudah menangis terisak.
"A a ampun Ros, hiks aa aku min ta maa aff" Ucap siswi itu sambil menangis tersedu-sedu. para siswa yang melihat itu merasa iba, namun mereka tidak berani melawan Rossa dkk karena orang tua mereka adalah donatur sekolah.
"Gak semudah itu girl" jawab Rossa.
Kenzi yang sedari tadi memperhatikan menjadi geram. ia bangkit dari duduknya, lalu ia berjalan mendekat ke arah Rossa dkk. Dan...
Bughh
Kenzi menendang perut Rossa hingga dia tersungkur ke lantai. semua orang yang melihat itu terkejut, pasalnya baru kali ini ada yang berani melawan Rossa.
"Gue benci pembullyan" Ucap Kenzi sambil menatap tajam ke arah Rossa.
"Berani banget lo" seru Prisilla. Mereka bertiga hendak menyerang Kenzi namun sudah dihadang oleh Renata, Tasya, dan Andien.
"Main yang fair dong say. katanya strong, tapi kok keroyokan. Cupu lo" ledek Tasya.
"Bacot lo" geram Sonya.
"Satu lawan satu kalo berani" ucap Renata sambil menyeringai. Tanpa babibu lagi, mereka berenam sudah baku hantam. Saling jambak, saling, cakar, dan saling mengumpat.
Kenzi hanya menonton pertunjukan seru di depannya. Sampai pada akhirnya, Rossa bangkit hendaj memukul Kenzi. Tapi saat dia ingin memukul, tangannya sudah lebih dulu dipelintir Kenzi hingga dia merintih kesakitan.
"Kenapa? sakit ya, hahaha... kalo lo gak mau tangan lo gue patahin, jaga sikap lo. Lo tuh gak lebih dari seorang sampah yang bisanya cuma menindas kaum yang lemah. Lo pikir lo hebat? hah, lo berurusan dengan orang yang salah girl. Kalo sampek gue denger lo kayak gini lagi, jangan salahin gue kalo besok tangan lo tinggal sebelah" Ancam kenzi. ia lalu mendorong Rossa hingga terjatuh kembali.
"Gue tadi cuma ngejambak dia doang yah, bukan mukul" Bentak Rossa tak terima.
Kenzi lalu mendekat ke Rossa dan menjambak rambutnya dengan sangat keras hingga rontok.
"Gini?" Tanya Kenzi sambil menyeringai.
"Arghh, lepasin tangan lo dari rambut gue...sakit Arghh" Rintih Rossa sambil menitihkan air mata. Kenzi lalu melepaskan tangannya.
"Lemah" cibir Kenzi.
"Omo, bebep Kenzi hebat banget sih"
"Abang padamu neng"
"My hero..."
"Kenzi ter the best"
"Rasain lo lampir"
Dan masih banyak lagi sorakan dari siswa dan siswi.
"Gila, nyeremin njirrr kalo lagi marah", Ucap Vicky sambil bergidik ngeri.
"Itu sih iblis yang berkamuflase menjadi malaikat" timpal Ariel
"Lo hati² Rey, kalo lo pacaran sama si Kenzi terus lo ketauan selingkuh, ilang pala lo" Ucap Reza.
"Kalian juga" Jawab Reyhan.
Mereka bertiga saling pandang lalu kompak menengok ke arah Renata, Tasya, dan Andien yang masih baku hantam dengan Prisilla, Sonya, dan Sisca. Mereka lalu menelan ludahnya kasar. Benar kata reyhan, mereka sama² mencintai gadis fighter.
"Lo gapapa kan?" tanya Kenzi sambil menatap siswi nerd itu.
"A aku gapapa kok kak" jawabnya takut.
"Panggil kenzi aja" ucap Kenzi
"Iya.."
"Nama lo siapa?" tanya kenzi
"Vera"
"Kalo lo dibully lagi, lo ngomong sama gue. Biar gue yang bales" ucap Kenzi.
"Iya,,,makasih ya ken" Ucap Vera tulus.
"Sans aja" Kenzi lalu berjalan mendekati Renata, andien, dan tasya.
"Guys, cabut" Ucap Kenzi lalu pergi meninggalkan kantin. Renata, tasya, andien langsung menghentikan aksi adu jotosnya lalu langsung mengikuti Kenzi. Sonya, prisilla, dan sisca sudah bonyok. Sedangkan Renata, Tasya dan Andien hanya luka kecil.Beruntung guru sedang rapat jadi tidak ada yang menhukum mereka.
Kenzia Nastasya Aleskey
Ariel Hermawan
**Vicky Aditya
Rossa Alvarette
**Prisilla Eguene
Sonya Amelia
Sisca Al jeffrey**
Tandai typo.....
Jangan lupa like and comentnya....
Happy reading 😘**