Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Mie Ayam diantara Kita



"Sayang..... laper" rengek Kenzi sambil bergelayut manja di lengan Reyhan yang duduk di sebelahnya. Saat ini mereka masih berada di Tempat Eksekusi milik geng Red Rose.


"Mau makan?" tanya Reyhan. Kenzi mengangguk dengan semangat. Reyhan kemudian menggandeng tangan Kenzi, mengajak gadis itu untuk mencari tempat makan.


Setelah sekian lama menyusuri jalan, akhirnya pilihan mereka jatuh kepada pedangang mie ayam pinggir jalan. Reyhan memarkirkan mobilnya dipinggiran.


"Pak, mie ayam dua porsi ya" ucap Reyhan pada pedagang mie ayam tersebut.


"Iya mas, silahkan duduk dulu" jawab pedangang itu dengan ramah.


Reyhan dan Kenzi memilih duduk di kursi yang berada di pojokan. Tempatnya memang tidak mewah. Peneduhnya hanya sebuah tenda sederhana yang lumayan luas. Kursi yang digunakan pun hanya kursi plastik. Letaknya yang dipinggir jalan membuat tempat ini tidak perlu menggunakan kipas angin apalagi AC. Sederhana memang, tapi bagi Reyhan dan Kenzi, asalkan tempatnya bersih, bagaimana pun keadaannya mereka akan tetap makan.


"Kamu sering makan di tempat kayak begini?" tanya Reyhan.


"Sering sih, waktu ngumpul sama anak-anak. Kalo aku habis menang balapan, mereka akan selalu minta traktir dan tempatnya mereka yang nentuin. Mereka selalu ngajak ke tempat pinggir jalan kayak gini, aku sih ngikut-ngikut aja asalkan tempatnya nyaman. Tapi sesekali, aku ngajak mereka makan di tempat yang lebih...ya gitu lah. Intinya, dari mereka aku belajar gimana bersikap sederhana dan dari mereka, aku bisa tau kalo di luaran sana masih banyak orang yang nggak seberuntung aku. Mereka harus kerja keras buat dapetin apa yang mereka mau. Dari situ pula, aku bisa tau arti sebuah kata bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil." ucap Kenzi panjang lebar.


"Mas, mbak ini pesanananya" kehadiran pedagang itu menghentikan percakapan antara Kenzi dan Reyhan.


"Iya, terima kasih ya pak" ucap Kenzi sopan.


"Iya, mbak selamat menikmati..." jawab pedagang itu. ia kemudian pergi meninggalkan Reyhan dan Kenzi.


Kenzi segera memakan makanannya dengan lahap. Perutnya terasa sangat kosong setelah dirinya berolahraga kecil tadi.


"Laper banget ya princess?. Lahap banget kayak nggak makan setahun" ucap Reyhan sambil terkekeh.


"Bodo amat kamu mau ngomong apa, yang penting aku kenyang dulu" jawab Kenzi acuh. ia melanjutkan makannya hingga membuat Reyhan geleng-geleng kepala.


Reyhan menopang dagunya sambil melihat Kenzi yang tengah makan. Entah mengapa, ia selalu tertarik dengan apapun yang dilakukan gadis ini.


Kenzi yang menyadari bahwa Reyhan sedari tadi melihatnya pun menghentikan aktivitas makannya dan beralih menatap Reyhan.


"Kamu nggak makan?" tanya Kenzi saat menyadari bahwa makanan Reyhan belum tersentuh sedikitpun.


"suapin...." manja Reyhan. ia sekarang sudah seperti anak TK yang tidak mau makan karena tidak disuapi ibunya.


"Manja banget dehh" cibir Kenzi.


"Bodo amat kamu mau ngomong apa, yang penting kamu suapin aku dulu" Reyhan mengikuti gaya bicara Kenzi tadi hingga membuat Kenzi memutar bola matanya malas.


Kenzi menyendokan mie ayam di garpunya dan kemudian menyodorkannya ke Reyhan.


"Aaaa" Kenzi mempraktekkan seseorang yang sedang membuka mulut. Reyhan menerima suapan Kenzi dengan senang hati.


"Enak?" tanya Kenzi sambil tersenyum.


"Apapun akan terasa enak kalo yang nyuapin itu orang tersayang" jawab Reyhan sambil mengedipkan sebelah matanya genit, Kenzi bergidik geli dibuatnya.


"Open your mouth baby" ucap Reyhan seraya menyodorkan sesendok mie ayam yang lumayan panjang ke Kenzi. Tak menolak, Kenzi menerima suapan itu. Tak disangka, Reyhan memakan mie dari ujung yang lain. Hingga kini, Reyhan dan Kenzi memakan sehelai mie yang sama. Reyhan terus menggigit mie itu, begitupun dengan Kenzi. Saat mie tinggal beberapa centi, mereka sama-sama berhenti dan menatap dalam diam dengan mie yang masih menjadi penghubung mereka berdua.


Menyadari situasi, pipi Kenzi merona merah. ia segera menjauhkan kepalanya dan Reyhan segera memakan sisa mie itu.


"Mienya enak banget ya ternyata" ucap Reyhan sambil tersenyum penuh arti.


Pletakk


Satu sentilan dari Kenzi mendarat mulus di kening Reyhan hingga menimbulkan bekas kemerahan.


"Sakit, sayang" ringis Reyhan sambil mengusap-usap jidatnya uang terasa panas.


"Siapa suruh kamu rese' " cebik Kenzi. ia mengalihkan pandangannya kearah lain dengan bibir yang ia majukan.


"Gapapa kamu bilang aku rese'...yang penting nanti malem aku bisa buat my queen senyum-senyum sendiri di kamar" jawab Reyhan.


"Ayo pulang" Kenzi mengalihkan pembicaraan dan buru-buru masuk ke dalam mobil meninggalkan Reyhan yang masih duduk anteng ditempat.


Kenzi masuk ke dalam mobil dan buru-buru menutup pintu. Di dalam mobil, ia duduk sambil berjingkrak-jingkrak seperti orang kesetanan.


"Ya tuhan.....so sweet banget sih dia. Dulu emaknya waktu hamil ngidam ketemu dilan kali ya, sampek punya anak yang romantisnya melebihi arjuna. Aaaa....Tuhan please, jadikan dia jodohku, kalo dia bukan jodohku, ambil aja jodohnya biar dia perjaka seumur hidup" ucap Kenzi sambil mengigit-gigit rambutnya sendiri seperti orang gila.


Kaca yang dipakai di mobil Reyhan itu tembus pandang. Secara tidak langsung, Reyhan dapat melihat apa yang dilakukan oleh Kenzi di dalam mobilnya meskipun suaranya tidak terdengar.


"Tuh kan...baru juga dibilangin, udah senyum-senyum sendiri dalem mobil. Akh jadi makin sayang" ucap Reyhan yang gemas sendiri melihat tingkah kekasihnya. ia segera membayar uang mie ayam itu dan kangsung masuk mobil menyusul Kenzi.


Mobil Reyhan melesat meninggalkan tempat itu. Tujuan utamanya kali ini adalah mengantar pulang sang tuan putri menuju mansiom dengan selamat. Sepanjang perjalanan, mereka sama-sama melempar candaan receh dan saling mengusili satu sama lain. Tak terasa, kini mobil Reyhan sudah terparkir di halaman mansion keluarga Kenzi.


Reyhan berlari kecil memutari mobilnya dan membukakan pintu untuk kekasihnya tercintahh.


"Silahkan queen" ucap Reyhan dengan senyum manisnya. Kenzi turun dari mobil dengan wajah sumringah.


"Supir ku emang ter the best" ucap Kenzi sambil terkekeh.


"Aku adalah supir terganteng sepanjang masa" sahut Reyhan menyombongkan dirinya.


"Ya ya ya, supirku ini emang terganteng. Supir ganteng kayak gini minta bayaran apa mas?" jahil Kenzi.


"Minta bayaran cinta dari kamu aja udah cukup" jawab Reyhan sambil mencolek dagu Kenzi.


"Aaa aku jadi malu" ucap Kenzi sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.


"Biasanya malu-maluin aja pakek acara malu segala" ledek Reyhan.


"Ngeselinnya kumat deh" ucap Kenzi sambil cemberut. Reyhan tertawa kecil melihat wajah asem kekasihnya.


"Tapi meskipun kamu malu-maluin, aku tetep sayang kok" ucap Reyhan dengan senyuman. Kenzi mengalihkan pandangannya sambil menahan bibirnya agar tidak tersenyum.


Reyhan melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 17.30. Entah mengapa ia merasa waktu berjalan sangat cepat saat dirinya bersama dengan Kenzi.


"Udah sore, aku pulang dulu ya" pamit Reyhan pada Kenzi.


"Iya, hati-hati jalan" jawab Kenzi sambil tersenyum.


"Aku nggak bisa pulang hati-hati, karena hatinya ada sama kamu" ucap Reyhan dengan senyum selebar lautan.


Kenzi menunduk sambil menggigit bibir bawahnya. Reyhan mendekatkan dirinya ke Kenzi dan membisikkan sesuatu di telinga gadis itu.


"Andai ada kata yang lebih indah dari 'I Love You' aku pasti akan ucapin itu seribu kali untuk kamu, Kenzia. Tapi nyatanya, hanya kata itu yang bisa mewakili indahnya perasaanku saat aku memiliki kamu. I Love You baby, Love you so much" bisik Reyhan dengan lembut.


Sebelum pergi, ia mencium puncak kepala Kenzi sebentar.


"Aku pulang, sampai jumpa besok" ucapnya. ia lalu pergi meninggalkan Kenzi yang masing diam seribu bahasa di teras mansionnya. Hingga kesadarannya kembali, Kenzi berteriak tanpa suara. ia melompat-lompat kegirangan seperti orang yang habis menang undian. ia lalu masuk ke dalam mansion tanpa melunturkan senyum di wajahnya.


**Kenzia Nastasya Aleskey



Reyhan Saputra Alexander



Tandai typo....jangan lupa like, coment and vote ya.


Mampir juga ke "Doctor is my wife"


Happy Reading 😘**