Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Honeymoon Dong.......



Reyhan membuka pintu kamar hotel yang akan mereka tempati beberapa hari ini, Grand Hyatt Hotel Seoul. Pintu terbuka dan Kenzi langsung berlari masuk ke dalam. Ia segera merebahkan tubuh lelahnya di kasur tanpa melepas jaket tebal yang ia kenakan.


"Hah capeknya....." keluh Kenzi dengan kedua tangan yang merentang diatas kasur


Reyhan menutup pintu terlebih dahulu dan menguncinya. Ia berjalan ke sudut ruangan, meletakkan koper dan tas kecil milik Kenzi disana.


Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 KST, dan mereka baru tiba di Negri gingseng itu beberapa menit yang lalu. Sesuai permintaan Kenzi yang ingin melihat konser EXO, mereka singgah ke Korea Selatan terlebih dahulu.


"Mandi dulu Yang" ucap Reyhan seraya melepas jaket yang ia kenakan dan meletakkannya di Sofa.


"Kamu duluan aja" sahut Kenzi tanpa merubah posisinya sedikitpun.


"Nanti kamu ketiduran!!" desis Reyhan dengan tatapan yang tertuju pada istrinya.


"Enggak!!. Kamu mandi duluan aja" sahut Kenzi. Reyhan mendengus kesal saat melihat sikap malas Kenzi yang sedang kambuh. Tak mau ambil pusing, Ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk melaksanakan ritual mandi malamnya.


30 menit berlalu, Reyhan keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan setelan baju yang sudah lengkap. Tangan kanannya masih sibuk menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil. Pria itu menggelengkan kepalanya saat melihat Kenzi sudah tertidur pulas dengan posisi yang masih sama seperti tadi, hanya jaket tebal yang terlepas dari tubuhnya.


"Katanya nggak bakal tidur. Tapi akhirnya molor juga!!" desis Reyhan dengan suara kecil.


Ia meletakkan handuknya diatas Sofa. Dengan langkah yang amat pelan, Reyhan mendekat kearah Kenzi dan melepas sepatu perempuan itu dengan hati-hati dan memindahkan kedua kakinya keatas ranjang dengan posisi yang benar. Setelah memastikan Kenzi tidur dengan nyaman, Ia ikut membaringkan tubuhnya di samping Kenzi, selimut ia tarik sampai sebatas dada. Tangannya memeluk tubuh perempuan itu dari dengan erat.


"Gapapa bau asem, yang penting gue sayang" gumam Reyhan dalam hati.


Di luar sedang turun salju karena ini memang bertepatan dengan musim dingin sehingga membuat keheningan malam semakin terasa di tengah cuaca yang tidak cerah. Suara dentingan jam dinding yang beraturan mengantarkan Reyhan ke alam mimpi yang indah. Mata pria itu perlahan terpejam seiring dengan nafasnya yang mulai teratur.


**************


09.00 KST


"YANG, HANDUKNYA MANA?!!" teriak Reyhan dari dalam kamar mandi hingga membuat lipcream yang tengah digunakan Kenzi meleset mengenai pipi.


"DI GANTUNGAN KAN ADA SAYANG!!!" teriak balik Kenzi dengan nada kesal. Ia menarik kasar tissue yang ada diatas meja dan mengelap coretan lipcream itu di pipinya.


"Tereak mulu!!. Dikira ini hutan kali!!!" gerutu Kenzi kesal.


Pintu ruangan terbuka, menampilkan Reyhan yang keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang menutupi bagian bawahnya. Mata Kenzi membola melihat hal itu, tidak biasanya Reyhan keluar tanpa menakai baju terlebih dahulu.


"Kenapa nggak pakek di dalem sih?!" kesal Kenzi yang menatap Reyhan dari kaca meja rias tanpa membalikkan badannya.


"Dalemannya kelupaan" sahut Reyhan enteng tanpa dosa. Ia berjalan kearah lemari, membuka lemari itu lalu mengambil kain segitiga dari sana.


"Kamu dandannya nggak usah cantik-cantik!!!. Suka banget sih dilirik cowok lain!!" ucap Reyhan seraya menutup kembali pintu lemari kaca di sudut ruangan. Ditatapnya punggung Kenzi dengan tatapan jengah. Perempuan itu mencebik kesal, wajahnya nampak cemberut dari pantulan cermin yang terlihat.


"Kalo aku nggak dandan cantik, yang ada malah kamu yang lirik cewek sana-sini!!" sahut Kenzi seraya meneruskan acara meriasnya.


Reyhan tak memperdulikan ocehan istrinya itu. Ia sudah sibuk memakai pakaian di dalam kamar tanpa malu sama sekali. Toh hanya Kenzi yang melihat.


"Selesai!!!" Kenzi bersorak seraya memberesi alat makeup yang bertebaran. Riasannya sudah siap, dan Ia sangat bersemangat untuk berkeliling saat ini.


"Kita jadi nonton konser kan?!" tanya Kenzi dengan wajah berseri. Senyuman lebar dan juga mata berbinar yang ia tunjukkan membuat Reyhan enggan berkata tidak.


"Iya, tapi konsernya kan nanti malem. Pagi sampek sore kita keliling dulu. Masa jauh-jauh ke Korea cuma nonton konser Doang!!" sahut Reyhan yang sudah selesai dengan pakaiannya.


Kenzi mengambil sisir diatas meja. Ia mendekat kearah Reyhan, menjajarkan dirinya dengan pria itu lalu menyisirkan rambutnya dengan hati-hati.


Reyhan tersenyum senang saat melihat sikap manis istrinya di pagi hari. Ia sedikit menekuk kedua lututnya untuk mempermudah tindakan Kenzi menyisirkan rambut. Wajah mereka sangat dekat, Reyhan memajukan wajahnya dan mencuri cium di bibir perempuan itu hingga membuatnya sedikit terkejut.


"Morning kiss" ucap Reyhan disertai senyuman semanis madu TJ. Kenzi ikut tersenyum mendengarnya. Ia meneruskan kegiatannya menyisir rambut Reyhan hingga rambut pria itu benar-benar rapi.


"Perfect" puji Kenzi saat melihat penampilan suaminya yang memang selalu sempurna sejak dulu.


Reyhan menegakkan tubuhnya. Ia mengelus kepala Kenzi, menatap perempuan itu dengan tatapan lembut selembut sutra.


"Terimakasih" ucap Reyhan sambil tersenyum hangat. Kenzi ikut tersenyum lalu mengangguk. Ia bahagia, ternyata begini rasanya menjadi seorang istri.


Reyhan berjalan kearah lemari dan mengambil dua buah jaket tebal dan juga topi dari sana. Ia memberikan satu untuk Kenzi dan yang satunya lagi untuknya.


"Yeee jalan-jalan!!!" sorak Kenzi seperti anak kecil.


************


Reyhan dan Kenzi berjalan beriringan di tengah keramaian Kota Seoul yang padat. Salju berjatuhan sedikit demi sedikit, menemani perjalanan mereka menuju sebuah destinasi yang terkenal sebagai Love destiny.


Tangan Reyhan dan Kenzi saling bertautan untuk menghalau rasa dingin yang mencoba menembus kehangatan diantara keduanya. Senyuman mereka tak pernah luntur saat melihat pemandangan kota yang berbeda dengan di Indonesia. Gedung-gedung menjulang tinggi dengan banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang di tengah jalanan kota yang sangat bersih dan bebas dari sampah.


Beberapa menit menyusuri jalan dengan perasaan bahagia, langkah mereka akhirnya sampai di Namsan Seoul Tower. Namsan Seoul Tower merupakan sebuah kawasan di Namsan Park yang terkenal dengan gembok cintanya. Daya tarik menara ini memang gembok cinta itu, dimana orang Korea percaya bahwa gembok itu dapat melambangkan hubungan cinta yang langgeng dan awet.


Gembok cinta ini bisa dipasang di beberapa sudut dari Namsan Seoul Tower. Populer sejak tahun 1990-an, gembok cinta ini terinspirasi dari menara Tokyo. Pengunjung yang datang dapat menikmati pemandangan sekitar Namsan Seoul Tower sambil membaca harapan-harapan yang tertulis di gembok-gembok yang ada disana.


Mereka masuk ke dalam menara dan berjalan menuju puncak. Reyhan mengambil sepasang gembok berwarna pink yang memang sudah disediakan, tak lupa ia juga mengambil spidol. Ia menyerahkan satu gembok dan spidol untuk Kenzi yang pastinya di terima oleh perempuan itu dengan senang hati.


Dengan senyuman yang menghiasi bibirnya, Reyhan mulai menuliskan harapannya pada gembok itu. Berharap jika harapannya bisa menjadi kenyataan, begitu juga dengan Kenzi.


"Selesai" keduanya kompak menutup spidol itu. Mereka saling tatap sambil memamerkan gembok masing-masing.


"Always With You" Reyhan pun melakukan hal yang sama, membaca tulisan yang Kenzi buat di gembok itu kemudian mereka tertawa bersama.


"Kok bisa nyambung gitu sih?" heran Kenzi di sela-sela tawa mereka.


"Mungkin itu yang namanya jodoh" sahut Reyhan disertai senyuman. Ia mengambil gembok milik Kenzi dan menggantungkan gembok itu pada gemboknya. Ia lalu mengaitkan gembok itu pada pengait yang ada Di tembok menara, mengunci gembok seperti mengunci cinta mereka di dalam keabadian. Sedangkan kuncinya dibuang ke dasar menara yang merupakan sebuah lembah dari gunung Namsan.


Namsan Seoul Tower




(Itu gembok semua loh guys.... huaaa jd pengen kesana😣)


"Ini cantik banget" gumam Kenzi dengan tatapan penuh kekaguman saat menatap sekeliling menara itu. Banyak pasangan yang entah sudah menikah atau masih pacaran yang berkunjung disana. Ada pula jomblo yang datang ke tempat itu dengan harapan dapat membawa jodoh saat pulang.


Reyhan merangkul bahu Kenzi, mengajak perempuan itu untuk berkeliling menyusuri menara dan melihat-lihat pernak-pernik yang ada disana.


"Yang mau ramen...." rengek Kenzi seraya menunjuk sebuah Restoran yang menyediakan ramen khas korea disana.


"Ayo beli" sahut Reyhan yang membuat Kenzi bersorak senang. Ia mengeratkan pegangannya di lengan Reyhan seraya menyandarkan kepalanya di bahu pria itu layaknya anak kecil.


Mereka memilih tempat duduk dan mulai memesan makanan. Di dalam Restoran suhu terasa hangat, berbanding terbalik denhan cuaca luar yang sangat dingin. 30 menit berlalu, dua mangkok ramen sudah tersaji di depan mata. Dengan gerakan semangat, Kenzi meraih sumpit yang sudah dipersiapkan dan mulai memakan Ramen itu sedikit demi sedikit.


"Nanti kita jadi kan nonton konser?" tanya Kenzi di sela-sela makan mereka.


"Aku nggak yakin sih Yang. Denger-denger nanti malem saljunya bakal turun lebat, aku nggak yakin konsernya boleh diadain apa nggak di tengah cuaca kayak gini"


"Yahhh, padahal udah jauh-jauh kesini loh" keluh Kenzi sambil menekuk wajahnya. Hilang sudah harapan bertemu Sehun.


Reyhan yang mengerti kesedihan Kenzi mencoba untuk memberi pengertian. Ia mengulurkan tangannya, mengusap bahu perempuan itu dengan lembut.


"Meskipun nggak jadi liat konser, kita kan masih bisa bulan madu disini. Toh kapan-kapan kita bisa kesini lagi. Aku janji deh.... kalo ada waktu luang, kita kesini lagi buat temuin Exo kamu secara pribadi" ucap Reyhan panjang lebar


"Emang bisa?" tanya Kenzi dengan raut wajah meragukan. Bisa bertemu salah satu membernya saja sudah syukuran, apalagi kalau sampai bertemu Allmem secara PRIBADI. Itu adalah sebuah kemungkinan yang sulit untuk terjadi.


"Apasih yang nggak bisa buat kamu" gombal Reyhan seraya menaik turunkan alisnya menggoda.


"Aaa kamu terbaik sayangg" puji Kenzi yang langsung merangkul lengan Reyhan dengan mesra.


**************


Langit sudah berganti gelap, bintang dan bulan beralih menghiasi langit menggantikan matahari. Kenzi duduk di tepi ranjang sambil memainkan kakinya, masih merasa kecewa karena tidak jadi bertemu Mas Sehun padahal ini adalah hari terakhirnya di Korea karena besok mereka harus Ke Paris.


Reyhan meletakkan ponselnya diatas nakas setelah sekian lama berkutat dengan benda pipih itu untuk menghubungi Faiz. Ia menatap wajah Kenzi yang sedang cemberut. Padahal dia sudah menawari untuk jalan-jalan ke tempat lain, tapi perempuan itu menolak. Alasannya karena Badmood tidak jadi bertemu Exo.


Reyhan membuang nafas kasar, Ia mengambil syal dan juga jaket lalu memberikan kepada Kenzi.


"Kita mau kemana?" tanya Kenzi bingung namun tetap menerima apa yang pria itu berikan.


"Nggak kemana-mana. Kamu pake dulu, di luar dingin!!" sahut Reyhan seadanya. Kenzi mulai memakai jaketnya, begitu juga dengan Reyhan.


Mereka berjalan beriringan keluar kamar dan menuju kearah lift. Reyhan memencet tombol yang ada disitu. Lift mulai bergerak menuju lantai dasar. Kenzi yang masih bingung hanya diam, mengikuti Reyhan dengan patuh seperti anjing penurut.


Liff terbuka dan mereka berjalan ke luar hotel. Mata Kenzi langsung berbinar senang saat melihat banyaknya orang dan juga betapa indah tempat di depannya saat ini. Grand Hyatt Hotel Seoul, hotel yang saat ini mereka tempati menawarkan destinasi yang berbeda.


Hal menarik dari sana adalah kolam renang yang berada di luar hotel. Di setiap musim dingin, kolam renang itu akan berubah menjadi sebuah arena ice skating yang menantang. Biasanya setiap Desember hingga Februari atau musim dingin, pengunjung bisa menikmati olahraga tersebut.


Reyhan mengulurkan sebuah sepatu sky dan Kenzi langsung menerimanya.


"Mari berdansa" ajak Reyhan yang sontak diangguki Kenzi dengan semangat.


Mereka meluncur ke tengah arena. Berdiri berhadapan dengan posisi saling berdekatan. Salju malam ini turun dengan lebat, namun para pengunjung tetap berada di depan hotel untuk menikmati Pemandangan kota Seoul di Malam hari.


Tangan Reyhan melingkar di pinggang Kenzi dengan sempurna. Ia mendekatkan wajahnya, menempelkan dahi mereka satu sama lain hingga hidungnya saling bertautan.


"Mungkin nggak selalu bisa, tapi aku akan selalu berusaha untuk membuat kamu selalu bahagia di sisi aku. Dengan cara aku, aku akan berusaha membuat kebahagiaan selalu memihak sama kita. Selalu sama kita"


Ini Sehun



Ini Reyhan



**Dan mon maap, mereka pacar saya (͡° ͜ʖ ͡°)


Ehmm chek chek, hay guys..... apa kabar?. Suci cantik kembali menyapa nihh!!!!


Maaf ya guys aku lama ga up, soalnya aku lagi sibuk banget buat ngurusin berkas daftar ulang SMA. Prosedur yang susah dan berbelit-belit bener-bener menyita waktu dan pikiran. Sekali lagi aku minta maaf ya, makasih yang udah setia nunggu. See you next time and happy reading😘**