
🗨My Beloved♥
~Jam makan siang nanti, aku ke kantor kamu. See you dear❤
Reyhan tersenyum setelah membaca pesan singkat yang Kenzi kirimkan. Sejak gadis itu kembali ke dalam kehidupannya, hari-harinya kini menjadi sangat bahagia dan penuh warna. Kenzi benar-benar menjadi mood booster tersendiri untuk Reyhan.
Pemuda itu menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. Tangannya kemudian mengambil sebuah bingkai foto yang selalu ia letakkan di atas meja kerjanya. Di foto itu, Kenzi tengah tersenyum manis kearah kamera sambil memeluknya erat. Dan ia suka itu. Ia suka senyuman manis yang dimiliki seorang Kenzia, dan ia bertekad untuk memiliki gadis itu seutuhnya.
"Kamu adalah hal paling spesial yang aku miliki" gumam Reyhan dengan senyum manisnya seraya mengelus bingkai foto itu.
********
Sedangkan di perusahaan lain, Kenzi masih setia berkutat dengan laptopnya. Jemar lentik gadis itu menari diatas keyboard dengan lincahnya. Suara pintu dibuka membuyarkan konsentrasi Kenzi. Ia mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang.
Hanzo dengan santainya berjalan kearah Kenzi tanpa ada sikap canggung sedikitpun. Tanpa izin tanpa permisi, Ia mendudukkan dirinya di kursi depan Kenzi sambil meletakkan sebelah kakinya diatas kaki yang lain.
Kenzi menatap jengah kearah Hanzo. Tak mau ambil pusing, Ia kembali melaksanakan aktivitasnya tanpa peduli dengan kehadiran pemuda itu.
"Kenapa?" Tanyanya tanpa mau melihat sang lawan bicara.
"Ken, udah jam makan siang nih. Gue duluan ta, gapapa kan?" jawab Hanzo sekaligus bertanya. Sebagai sekretaris, tentu ia tak enak jika mendahului makan sedangkan bos-nya masih sibuk disini.
Kenzi melirik kearah arlojinya, dan benar saja. Ini sudah waktunya jam makan siang, bahkan lewat 10 menit.
"Yaudah, lo duluan aja" jawab Kenzi seraya merengangkan otot-otot tangannya yang sedikit kaku.
"Lo nggak sekalian bareng gue?" tanya Hanzo.
"Nggak, gue habis ini mau ke kantornya Reyhan. Lo makan duluan aja, tapi abis itu langsung balik!!. Jangan ngider cari cewek dulu!!" seru Kenzi yang membuat Hanzo menyengir mendengarnya. Pemuda itu tersenyum malu saat Kenzi ternyata masih mengingat kejadian beberapa minggu yang lalu. Pernah suatu ketika Hanzo pamit untuk pergi makan siang yang tentunya langsung mendapat persetujuan dari Kenzi. Namun sampai menjelang pulang Kerja, pemuda itu tak lekas kembali hingga membuat Kenzi benar-benar kesal. Ia kemudian memerintahkan bodyguard-nya untuk mencari Hanzo. Kekesalan Kenzi kian bertambah saat bodyguard itu menyampaikan jika ternyata Hanzo sedang asik-asikan PDKT dengan mbak-mbak penjaga salon yang terdapat dalam mall yang Ia kunjungi. Dan mulai saat itu, Jam makan siang Hanzo benar-benar dibatasi oleh Kenzi untuk mengurangi resiko hilangnya anak orang.
"Hehee, lo masih inget aja yang itu" ucap Hanzo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Kenzi memutar bola matanya malas setelah mendengar ucapan pemuda itu.
"Udah sana lo pergi!!!. Mau jatah jam makan siang lo gue kurangin lagi?!!" seru Kenzi yang lebih tepatnya sebuah usiran.
"Ya jangan lah Ken, tega banget lo sama gue. Ini juga mau berangkat !!" cebik Hanzo sambil memonyongkan bibirnya mirip bebek. Dengan langkah gontai, Ia berjalan kearah pintu lalu benar-benar pergi dari ruangan itu.
Kenzi hanya geleng-geleng kepala saat melihat tingkah sekretarisnya yang kadang tidak waras. Ia kemudian bangkit dari duduknya dan merapikan mejanya ysng sedikit berantakan. Gadis itu meraih kunci mobil yang terletak di atas meja lalu berjalan meninggalkan ruangan untuk menuju tempat seseorang yang terspesial dalam hidupnya.
Sapaan dari para karyawan terlontar kearahnya yang hanya dibalas anggukan oleh gadis itu. Meskipun usianya jauh lebih muda, namun karena kedudukannya yang tinggi membuat Kenzi begitu disegani.
"Pak, saya mau pergi sebentar. Nggak usah diantar, saya nyetir sendiri. Bapak makan siang aja dulu, habis itu langsung standby di lobby kayak biasa" ucap Kenzi pada supirnya yang langsung berdiri tegak saat melihat kedatangannya disini.
"Baik Nona, terimakasih" ucap supir itu dengan senyuman. Kenzi ikut tersenyum lalu mengangguk.
Dengan langkah anggun, Ia berjalan keluar dari gedung perusahaannya. Kaca mata hitam sudah bertengger manis di hidung mancungnya membuat kecantikan seorang Kenzia semakin bertambah.
Kenzi memasuki sebuah mobil ferrari putih yang memang selalu disiapkan di depan gedung khusus untuk dirinya. Perlahan gadis itu menjalankan mobil tersebut meninggalkan area perusahaan dengan kecepatan sedang. Gedung-gedung pencakar langit menghiasi jalanan pusat kota yang tak pernah sepi kendaraan. Panas teriknya matahari tak menyurutkan semangat orang-orang yang tengah mencari nafkah untuk keluarga.
Bumm
"Ck.... pake acara kena paku segala!!" desis Kenzi setelah melihat ada sebuah paku yang tertancap di bannya. Ia meraih ponselnya untuk menelfon montir atau supir, namun tidak bisa karena tidak ada koneksi sama sekali di daerah ia berada. Berulang kali gadis itu mengumpat dalam hati karena kesal.
"Lama-lama gue pasangin wi-fi disini!!. Biar nggak ribet kek sekarang!!" ucapnya dengan kesal.
Kenzi mengedarkan pandangannya, tak ada bengkel atau tambal ban dekat sini. Hanya ada pohon-pohon dan kendaraan yang berlalu-lalang. Di tempat yang tak jauh dari tempatnya berdiri, ada seseorang berpakaian hoodie hitam dan topi hitam. Orang itu nampak diam saja, tak ada niatan untuk membantu.
"Duhh gimana dong ini!!" ucap Kenzi sambil berkacak pinggang.
Suara langkah kaki mendekat membuat Kenzi terdiam.Telinganya memfokuskan pada suara yang masuk. Dengan cepat, Kenzi berbalik badan dan.....
********
Reyhan duduk di sofa ruang kerja sambil memainkan ponselnya. Ia kemudian melihat kearah jam, sudah pukul 13.00. Itu berarti sudah lewat 1 setengah jam dsri jam makan siang dan Kenzi belum datang juga. Padahal dia sendiri yang berkata akan datang di jam makan siang.
"Kenzi kok lama ya" gumam Reyhan bingung. Ia mencari kontak Kenzi dalam ponselnya lalu melalukan panggilan padagadis itu. Cukup lama ia menunggu namun tak ada jawaban, hanya ada suara robot wanita yang menyahut dan mengatakan jika nomor Kenzi sedang tidak terdapat dalam jangkauan.
Reyhan kemudian menelfon Hanzo, sekretaris gesrek itu pasti tau keberadaan kekasihnya.
"Hallo?!" terdengar suara Hanzo menyahut dari seberang sana setelah panggilan terhubung.
"Han, Kenzi ada sama lo nggak?!" tanya Reyhan to the point.
"Lah, bukannya dia ada sama lo ya?!!. Tadi dia ngomong mau le tempat lo, gue sekarang udah di kantor dan dia nggak ada. Gue pikir dia lagi sama lo" jawab Hanzo yang membuat Reyhan gusar.
"Dia nggak dateng kesini, dari tadi gue nungguin tapi dia nggak nongol-nongol" ucap Reyhan dengan nada tak tenang.
"Seriusan lo?!" Hanzo nampak terkejut di seberang sana, terlihat dari nada bicaranya yang meninggi.
"Yaiyalah, masak gue bo'ong!!" sahut Reyhan dengan kesal.
"Wahhh nyasar kemana tuh bocah!!"
"Ya mana gue tau!!. Lo tolong bantu cariin ya, gue juga mau nyari Kenzi" Ucap Reyhan yang langsung disetujui oleh Hanzo di sebrang sana.
Setelah panggilan terputus, Reyhan menggapai kunci mobilnya dan bergegas keluar dari kantor dengan tergesa-gesa. Meeting siang ini ia batalkan, tak peduli celotehan apa yang akan ia dapat setelah ini. Yang ada dalam fikirannya saat ini hanya Kenzi, Kenzi, dan Kenzi.
Reyhan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil menengok ke kanan dan ke kiri, berharap menemukan keberadaan Kenzi meski terbilang kecil kemungkinan. Jalan-jalan sudah ia telusuri, teman-teman, Justin, dan juga Leon juga sudah ia tanyai namun tak ada yang mengetahui keberadaan gadis itu.
"Kamu dimana, Ken?!" gumam Reyhan cemas
**********
**Guys, thanks buat 1 million popularity, ini nggak pernah terbayang dipikiran aku kalo cerita ini bisa sesukses sekarang. Dan ini semua nggak akan bisa tercapai tanpa dukungan kalian.
Thank you so much udah dengan sabar menanti kelanjutan cerita ini. Makasih bangettttttt....
jangan lupa like ya, coment-nya juga. Mampir juga ke 'someone you loved' mari dukung love story Devia**!!!!