
Kenzi terbangun dari tidurnya karena sebuah ketukan seseorang di depan pintu kamar miliknya. Posisinya yang tadi terlentang ia rubah menjadi miring.
"Masuk!!" seru Kenzi dengan suara lirih. Lalu masuklah seorang pelayan sambil membungkukkan badanya hormat.
"Maaf Non. Di luar ada temen Non Kenzi mau jenguk" ucap pelayan itu dengan sopan.
"Cewek atau cowok, Bi?" tanya Kenzi dengan antusias.
"Cewek sama cowok Non" jawab pelayan itu.
"Ohh, suruh masuk aja Bi!!" sahut Kenzi disertai senyuman. Pelayan itu mengangguk mengerti. Ia kemudian keluar dari kamar Kenzi untuk menuju ke lantai bawah.
Tak lama, segerombolan remaja masuk ke kamar Kenzi masih dengan menggunakan seragam sekolahnya. Mereka tersenyum hangat kearah Kenzi yang dibalas senyuman juga oleh gadis itu.
Kenzi menatap mereka satu persatu untuk mencari satu sosok orang yang ia nantikan, namun hasilnya nihil. Kenzi menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan.
"Bodohnya gue yang masih berharap dia dateng, padahal jelas-jelas dia nggak peduli!!" batin Kenzi
Renata, Tasya, dan Andien duduk di tepi ranjang Kenzi, sedangkan Reza, Vicky, dan Ariel berdiri di sisi mereka.
"Gimana keadaan lo, Ken?" tanya Andien membuka pembicaraan.
"Gue udah mendingan kok, thanks ya udah nyempetin buat jenguk gue" sahut Kenzi disertai senyuman yang nampak dipaksakan. Renata, Tasya, dan Andien dapat dengan jelas menangkap semburat kekecewaan yang tersirat di sorot mata gadis itu meskipun berusaha ia tutupi.
"Lo kapan masuk sekolah, Ken?" tanya Reza.
"Mungkin besok gue udah mulai masuk" jawab Kenzi yang dibalas anggukan oleh mereka semua.
"Kelas sepi tau selama nggak ada Lo!!" celetuk Tasya seraya menyenggol pelan bahu Kenzi.
Kenzi tertawa kecil mendengar ucapan sahabatnya ini.
"Baru juga empat hari gue nggak masuk, masak kalian udah kangen sama gue" ucap Kenzi disertai kekehan.
"Yaiyalah, lo kan toa-nya kelas kita" timpal Ariel diikuti tawa teman-temannya.
"Bangsul!!!" umpat Kenzi dengan kesal.
"Ken, sebelumnya maaf ya. Gue tau ini bukan saat yang tepat, tapi gue sebagai sahabat cuma pengen masti'in kalo semuanya baik-baik aja!!. Lo...ada masalah ya sama Reyhan?" tanya Vicky yang membuat suasana berubah seketika.
Renata memelototi Vicky seolah berkata.
"Kamu beggo banget sih!!!" lewat tatapannya. Sedangkan Vicky mengedikkan bahunya tak acuh. Gue kan cuma nanya, begitu pikirnya.
"Apa yang teejadi di sekolah selama gue nggak masuk?" tanya Kenzi mengalihkan pembicaraan. Ia masih berusaha tersenyum meskipun hatinya terasa tercabik-cabik.
Mereka semua saling pandang seakan bingung harus menjawab apa tentang pertanyaan yang Kenzi tanyakan.
"Jujur aja, gue gapapa kok!!" ucap Kenzi seakan mengerti situasi.
Tasya mendehem sebentar untuk mengurangi kecanggungan yang tercipta. Ia menatap kearah Kenzi yang juga sedang menatapnya.
"Gue nggak tau ini bener atau nggak. Tapi menurut yang gue liat, semakin hari, Reyhan sama Sella itu makin deket. Reyhan bahkan nggak sungkan-sungkan nganterin tuh cewek pulang. Tapi lo nggak usah terlalu mikirin ini ya Ken, pasti ini cuma persepsi gue sama anak-anak semata, dan pasti itu salah. Nggak mungkin kan Reyhan selingkuh dari lo, Kita semua juga tau kali secinta apa Reyhan sama lo!!. Ya kan guys?!!!" ucap Tasya panjang lebar.
"Gue harap juga begitu" sahut Kenzi sambil tersenyum getir.
"Lo tenang aja!!. Apapun yang terjadi, kita semua bakalan tetep dukung lo kok!!" ucap Reza memberi semangat.
"Thanks ya guys!!" sahut Kenzi sambil tersenyum tulus.
**********
Kenzi duduk di pinggiran ranjangnya. Kamarnya kembali sepi setelah kepergian sahabat-sahabatnya tadi. Kenzi menatap kakinya sendiri yang ia gerakkan ke depan dan ke belakang. Ia kemudian bangkit dari duduknya, berjalan perlahan kearah kalender.
Ia tersenyum saat melihat sebuah tanggal yang ia lingkari dengan bolpoin merah.
"Nggak kerasa ya, kita udah mau satu tahun" gumam Kenzi sambil tersenyum.
"Tapi kayaknya, kamu nggak inget deh" ucapnya lagi. Kali ini dengan senyuman yang dipaksakan.
"Besok. Aku akan lepasin kamu Rey kalo kamu emang pengen pergi. Tapi ayo kita benahi kalo kamu emang masih pengen bersama" ucap Kenzi seraya menyentuh kalung di lehernya. Kalung pemberian dari Reyhan.
Ia meraih ponselnya yang terletak diatas meja. Membuka roomchatnya dengan Reyhan lalu mengetikkan sesuatu disana.
********
Reyhan membolak-balikkan sebuah gelang dari bahan kayu yang berada dalam genggamannya. Di gelang itu terukir indah dua huruf 'RK 'diikuti ukiran hiasan disekelilingnya.
Ponselnya berdering pertanda pesan masuk. Reyhan mengambil ponsel itu lalu membukanya.
🗨My beloved ♡
~Nggak kerasa ya, kita udah mau satu tahun.
🗨My beloved ♡
~*Besok kita annive, aku berharap banget kama mau dateng di tempat biasa.
Meskipun mungkin itu untuk terakhir kalinya, tapi aku akan tetep bahagia karena kedatangan kamu. My boy*:)
Reyhan membaca pesan itu. Hanya membaca, tanpa berniat untuk membalasnya. Ia kemudian kembali menatap kearah gelang pemberian Kenzi.
"Andai cinta nggak serumit ini, mungkin diantara kita nggak akan ada yang tersakiti"
Kenzia Nastasya Aleskey
{**Sad banget mukanya:((. }
Reyhan Saputra Alexander**