
Matahari semakin meninggi dan panas terik kian terasa di seluruh permukaan bumi. Siang itu, mobil Reyhan sudah terparkir di depan sebuah butik besar yang diyakini adalah butik milik Sahabat mamanya. Ia dan Kenzi berjalan memasuki butik dengan jari yang saling bertautan. Hari ini, mereka akan melakukan fitting baju untuk acara pernikahan mereka yang sudah disepakati akan dilakukan bulan depan.
Reyhan membukakan pintu untuk Kenzi. Gadis itu tersenyum menatapnya kemudian masuk ke dalam diikuti ia dibelakang. Nampak Raisa, Allia, dan seorang perempuan paruh baya sedang berbincang seru hingga tidak menyadari kehadiran mereka.
"Siang, Mom, Tante" sapa Kenzi dengan ramah lalu menyalami mereka satu persatu, Reyhan melakukan hal yang sama.
"Jadi ini calon pengantinnya?. Wahhh serasi yaa, cantik sama ganteng. Kalian sih nggak usah pake baju yang aneh-aneh. Pakek baju apa aja pasti juga tetep oke" ucap perempuan itu sambil tersenyum ramah menatap Reyhan dan Kenzi bergantian.
"Hehee, makasih tante" ucap Reyhan sambil tersenyum canggung.
"Panggil Bunda Greis aja, nggak usah canggung" sahut Greis yang dibalas anggukan oleh Reyhan dan Kenzi.
"Jeng, pokoknya cariin baju yang paling bagus buat anak-anak gue. Yang paling oke pokoknya" timpal Raisa
"Beres itu mahh"
"Tapi gaunnya jangan terlalu panjang ya Jeng. Anak gue nggak suka pake baju panjang-panjang. Katanya berasa kayak ngepel lantai" Allia ikut bicara yang membuat Kenzi malu sekaligus kesal.
"Mommy apaan sihh!!!. Aib itu Mom, Aib!!!" cebik Kenzi sambil mengerucutkan bibirnya.
"Kenzi nggak usah pake yang ribet-ribet. Ngapain kamu pake baju panjang-panjang kalo Reyhan lebih suka kamu pas nggak pake baju" ucap Raisa disertai tawaan.
"Eh?" Reyhan bingung, gugup, sekaligus malu. Apa-apaan ini?, Mamanya sendiri membuatnya malu didepan calon istri. Benar-benar tidak etis.
"Nggak usah malu Rey!!. Biasanya juga malu-maluin!!" ledek Raisa lagi tanpa rasa bersalah. Reyhan hanta bisa nyebut dalam hati. Pengen ngejawab tapi nggak jadi. Dia takut dikutuk jadi malin kundang jilid dua.
"Rasanya gue pengen sembunyi di lubang semut" jerit Reyhan dalam hati saat melihat tatapan tajam Kenzi yang terarah kepadanya.
****************
Kenzi mengambil beberapa stel gaun untuk dicoba. Ada sekitar delapan gaun, itu semua pilihan camer, Mommy, dan Reyhan. Sedangkan dia hanya memilih satu. Sekarang dia bertanya dalam hati. Iki sing rabi jane sopo seh?!!!
Reyhan sudah menentukan pilihannya pada Jas Tuxedo warna putih dengan beberapa pernak-pernik di bagian pundak. Enaknya jadi laki-laki adalah, NGGAK RIBET.
Kini ia duduk di ruang tunggu bersama tiga orang ibu-ibu yang sedari tadi tak henti-hentinya menggossip. Maklum emak-emak.
Tirai terbuka, lalu keluarlah Kenzi dari dalam sana mengenakan gaun indah tanpa lengan berwarna biru laut. Semuanya berdecak kagum, tak terkecuali Reyhan.
"Gimana Rey?!" tanya Raisa pada putranya.
"Terlalu terbuka Mah" kritik Reyhan dengan nada dingin namun tidak mengalihkan pandangannya dari tubuh Kenzi.
"Terlalu terbuka tapi diliatin terus. Dasar mesum!!" hardik Kenzi. Ia berbalik badan kembali masuk ke dalam ruang ganti. Tangannya menjinjing ujung gaun yang sedikit mengenai lantai.
Dua jam sudah Ia habiskan untuk bolak-balik berganti pakaian karena tidak ada gaun yang cocok. Kini di tangannya tersisa satu gaun lagi, gaun pilihannya sendiri.
"Ayo Ken!!. Kurang satu!! Lo pasti bisa, jangan keliatan cemen di depan emak-emak!!" semangat empat lima ia gemuruhkan untuk dirinya sendiri. Dengan bersusah payah, Kenzi berganti pakaian untuk yang kedelapan kalinya. Ia kemudian berbalik badan, membuka tirai kemudian keluar dari sana.
Semua orang menatap kearah Kenzi tak berkedip. Reyhan yang tengah menggenggam handphone spontan menjatuhkan handphone karens terkejut. Pemuda itu mengerjap beberapa kali, memastikan jika itu benar Kenzi bukan bidadari. Pasalnya gadis itu nampak sangat cantik dengan gaun berwarna putih tulang itu. Apalagi kulitnya yang putih mulus, seakan membuat dirinya begitu menyatu dengan gaun yang ia kenakan.
"Perfect" gumam Reyhan dengan lirih namun masih bisa di dengar oleh Kenzi. Gadis itu menunduk untuk menyembunyikan senyumnya. Wajahnya merona, malu-malu kambing seperti perawan desa yang dilamar oleh anak pak lurah. Salah tingkah.
Setelah pemilihan gaun dan aksesoris lainnya selesai, Kenzi dan Reyhan makan bersama di sebuah Restoran yang ada ditu untuk mengisi cacing-cacing diperutnya yang sudah mendemo sejak tadi. Sedangkan Allia dan Raisa, mereka memilih untuk shopping berdua di Mall depan butik. Kenzi dan Reyhan diajak, tapi mereka menolak. Takut kakinya lepas jika shopping bersama dua emak-emak sosialita yang hobby-nya patroli Mall. Cari barang satu tapi ratusan toko dimasukin terus nggak ada yang cocok. Dan ujung-ujungnya pilihan akan jatuh di toko pertama yang tadi sudah ditolak mentah-mentah.
"Mau dipijit?" tanya Reyhan memberi penawaran, tapi Kenzi langsung menggeleng.
"Nggak usah, aku geli kalo dipijit" sahut Kenzi
"Nggak bakal geli kok Yang. Kalo aku pijit yang lain juga nggak bakal geli" ucap Reyhan sambil tersenyum penuh arti.
Kenzi berhenti menyedot jus alpukat di gelasnya. Gadis itu mengernyit, menatap Reyhan dengan bingung.
"Maksud kamu yang lain?" tanya Kenzi sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Pijit kepala maksud aku. Jangan mesum deh!!" Reyhan kembali memakan salad-nya tanpa mau memperdulikan Kenzi yang masih menatapnya penuh curiga.
"Dih, siapa yang mesum coba!!. Kamu kali yang pikirannya selalu kayak lantai nggak di sapu, ngeres!!" hardik Kenzi sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
Reyhan terkekeh melihatnya, Ia mencubit pipi Kenzi hingga membuat gadis itu memekik kesakitan.
"Gemes dehh" ucap Reyhan disertai senyuman.
"Baru nyadar?" sikap narsis seorang Kenzia kembali muncul. Rasa sok cantik yang memang cantik dan parahnya dia yang paling cantik membuat tingkat kepedeannya meningkat 1000%.
"Iya, biasanya kan kamu galak kayak macan kurang asupan zat besi" sahut Reyhan dengan lempeng
"Yang penting kamu sayang!!" ledek Kenzi sambil menjulurkan lidahnya
Reyhan hanya tersenyum tipis melihat tingkah Kenzi yang terkadang kekanak-kanakan. Manja dan cerewet adalah sifat gadis itu dari dulu, tapi Reyhan menyukainya.
"Oh ya, nanti malem Papa ngundang kamu buat makan malem di rumah"
Uhukk uhukk
Kenzi terbatuk beberapa kali, hampir saja ia menyemburkan minumannya karena terkejut mendengar ucapan Reyhan yang tiba-tiba.
"Ngundang aku?, malem ini?!" Tanya Kenzi memastikan dengan wajah gelisah.
"Iya" jawab Reyhan disertai anggukan.
"Pape pengen ketemu sama calon mantu katanya" lanjutnya lagi.
Kenzi menggigit bibir bawahnya sendiri dengan cemas. Bagaimana jika Papa Reyhan tidak menyukainya.
"Tapi kalo papa kamu nggak suka sama aku gimana?, dulu beliau kan pernah ngga ngerestuin hubungan kita" ucap Kenzi gusar.
"Kamu tenang aja, Papa keliatannya emang galak, tapi aslinya enggak kok. Dulu beliau kan belum kenal kamu, makanya dia nggak ngerestuin kita. Dan ini saatnya buat kamu ambil hati Papa. Percaya sama aku, semuanya pasti berjalan lancar.
*************
**Tandai typo.... like sama coment-nya ditambah dong guys, turun banget deh akhir-akhir ini. Aku nggak maksa kok, tapi aku cuma berharap kalian tau gimana caranya menghargai usaha orang.
Mampir juga ke 'someone you loved' cerita Bang Devan akan aktif lagi mulai besok. Yuk buruan cek di profil aku!!!
See you next time, and happy reading😘**