Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Tentangga Baru



Kenzi bersandar di kursi taman depan rumahnya sembari membaca sebuah majalah. Di bawah hangatnya matahari sore hari, perempuan itu mencoba bersantai sejenak sambil mengawasi dua anaknya yang tengah bermain entah bermain apa. Dua anak itu menjadi sangat aktif, apalagi di umur mereka yang sudah menginjak 5 tahun, membuat Reyhan dan Kenzi kewalahan melihatnya.


Kairen dan Raizel tumbuh menjadi anak yang aktif dan sangat tampan. Visual mereka benar-benar tidak main-main. Mata bulat dengan bulu mata panjang menjadi nilai plus yang membuat wajah mereka terlihat lebih menawan.


"Kai... Rai.... mainnya jangan jauh-jauh!!" peringat Kenzi saat dua anak itu berjalan kian menjauh.


"Yes Mam!!" sahut mereka dari kejauhan.


Perempuan itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Entahlah, entah karma ataupun kurma, Kai dan Rai benar-benar susah diatur. Sama persis seperti dia dan Reyhan dulu.


Seakan tak mau ambil pusing dengan semuanya, Kenzi melanjutkan prosesi baca membacanya. Membaca majalah bisnis dan berharap mendapat inspirasi ataupun halusinasi dari sana.


Suara langkah dari dua pasang kaki kecil terdengar sangat riuh memasuki area halaman rumah. Kairen dan Raizel pelakunya. Dua anak itu berkejar-kejaran dengan Raizel sebagai pengejarnya. Wajah bocah itu nampak sangat kusut, berbanding terbalik dengan wajah Kairen yang nampak sedang tersenyum penuh kemenangan.


"Ka Taii.... balitin!!!" teriak Raizel seraya terus mengejar kakaknya. Rasa lelah ia abaikan, yang penting belalang sembah warna hijau kembali ia dapatkan.


"Ambil cendili wleee" Kairen terus berlari. Tertawa mengejek sembari menjulurkan lidahnya, membuat sang adik yang melihat tambah blingsatan.


"Mama...." rengek Raizel seraya menghentakkan kedua kakinya kesal. 15 menitt, 15 menitt ia jongkok dengan penuh sabar dan ikhlas menanti si belalang selesai makan. Ehh pas udah dapet, Kairen dengan santainya langsung ngambil.


"Kenapa sih?" tanya Kenzi tanpa merubah posisinya sedikitpun. 5 tahun mengurus mereka, sudah menjadi hal biasa bagi Kenzi saat dua anak itu bertengkar karena hal-hal kecil. Entah itu berebut mainan, berebut makanan, ataupun berebut siapa yang ke WC terlebih dahulu.


Dia dan Reyhan memang mengajari Raizel untuk memanggil Kairen kakak, bukan abang. Karena kalo dipanghil abang, you know lah jadinya gimana. "Bang Kaiiii"


"Ka Taii ambil elalang Lai" adunya pada sang ibu. Berharap mendapat bantuan, namun Kenzi malah bersikap biasa saja.


"Kai, balikin belalangnya!" seru Kenzi pada si putra pertama, membuat bocah itu merengut kesal.


Kairen menggelengkan kepalanya berulang kali dengan bibir yang maju beberapa senti.


"Ndak.... ini punya Kai, Kai yang ambil duluan!" sahut Kairen dengan segera sembari menyembunyikan kedua telapak tangannya di punggung. Proses bicara dua anak itu memang terbilang cepat, tapi dalam hal ini Kairen yang lebih unggul.


"Tadi Lai yang liat duluan!!" Raizel ikut bersikukuh, membuat Kenzi bingung sendiri dibuatnya.


"Tapi yang ambil Kai, Lai cuma liat doang ga diambill" kilah Kairen dengan cepat. Siapa cepat dia dapat. Ini belalang sembah gueee, ucap bocah itu dalam lambung.


Kenzi mengusap rambutnya frustasi. Punya anak kok gini amat yak?!!


"Belalangnya bagi dua aja gimana?!. Biar adil" si emak sok bijak mulai berulah. Berusaha membujuk demi berkibarnya bendera perdamaian antara dua sekutu yang tengah rebutan belalang sembah.


"Emang bica Ma?" tanya Raizel dengan wajah polos.


Kenzi tersenyum penuh kemenangan. Ia menaik turunkan alisnya, menggoda iman cetek sang anak yang hanya seujung kotoran kuku.


"Bisa donggg. Apasih yang nggak bisa buat Mama" sahutnya diiringi senyuman yang asfhjhjkk.


Kairen dan Raizel saling pandang sebelum akhirnya mengangguk bersama. Kairen mengulurkan tangan kanannya, menyerahkan belalang sembah yang sudah ia genggam sejak tadi dengan sepenuh hati dan segenap jiwa.


Kenzi menerima belalang itu dengan wajah puas.


"Nanti kepalanya Kai, terus buntutnya Rai yaa"


Sebuah ranting runcing di tanah ia ambil sebagai senjata. Belalang yang masih polos tanpa dosa Kenzi tengkurapkan diatas batu. Kairen dan Raizel ikut berjongkok di samping Kenzi. Ikut mengamati kegiatan ibu mereka yang sedang menjalani profesi sebagai pembagi harta gono-gini.


Takkk


Bunyi patahnya ranting menjadi saksi betapa pilunya kisah hidup si belalang yang harus berakhir di tangan manusia setengah kera seperti Kenzi, Kairen, dan Raizel. Dengan wajah tanpa dosa, Kenzi mengambil badan belalang yang sudah terbagi menjadi dua. Bagian kepala ia berikan kepada Kairen, sedangkan bagian bawah adalah bagian Raizel.


Dua anak itu mengamati dengan seksama tubuh belalang di tangan masing-masing. Kok nggak gerak?!!


"Mah, kok mati?!" tanya Kairen dengan wajah bingung.


"Ya mati lahh, kan udah dijadiin dua" sahutnya tanpa rasa bersalah sama sekali.


Kairen dan Raizel kompak mengerjapkan mata mereka berulang kali. Merasa takjub dengan ulang sang ibu yang malah tertawa sehabis membunuh mainan anaknya.


"MAMAAAA" teriak mereka berdua bersamaan, membuat Kenzi tutup hidung seketika.


"Kenapa lagi?!. Kan udah dapet belalangnya?" desis Kenzi dengan nada dongkol.


Kairen dan Raizel kompak menekuk wajah masing-masing, merasa jengkel dengan sikap ibunya yang sudah membunuh belalang pertama mereka.


"Mama nakal!!" desis Kairen sembari menghentakkan kakinya ke lantai.


Kenzi jadi bingung sendiri. Ia menggaruk pelipisnya menggunakan jari telunjuk untuk mengurangi stress.


"Kan tadi mereka sendiri yang minta belalangnya di potong jadi dua. Kok gue yang disalahin?"


Kairen dan Raizel memekik kegirangan saat melihat kedatangan mobil ayah mereka. Dengan langkah penuh semangat, mereka berjalan ke pinggiran teras untuk menunggu sang ayah menampakkan wajahnya.


Mobil sport Reyhan berhenti sempurna di pekarangan rumahnya. Pintu mobil terbuka, menampakkan wajah lelah Reyhan setelah sekalian bekerja.


"PAPA....." Kairen dan Raizel kompak berlari kearah Reyhan dan memeluk pria itu kuat-kuat. Sosok Reyhan adalah sosok orang yang selalu mereka nantikan kehadirannya. Entah hanya untuk bermain bola, atau hanya sekedar jalan-jalan keliling komplek, kebersamaan bersama sang ayah adalah moment yang paling mereka sukai.


"Hai jagoan.....!!. Main apa hari ini sama Mama?" tanya Reyhan seraya menggiring keduanya untuk ikut masuk ke dalam rumah diikuti Kenzi di belakangnya.


"Main belalang, tapi udah mati"


"Kok bisa mati?" tanya Reyhan dengan kening mengerut.


"Dipotong jadi dua cama Mama" sahut Raizel sembari mendongak menatap sang ayah dengan mata bulat yang ia miliki.


Reyhan hanya menggeleng beberapa kali. Sudah biasa baginya mendengar cerita luar biasa dari sang anak setiap hari.


"Oh ya Yang, rumah depan itu udah ada yang nempatin ya?" tanya Reyhan saat mereka semua sudah sampai di ruang tengah. Ia meletakkan tasnya di Sofa, sedangkan Kairen dan Raizel segera berlari kearah akuarium untuk melihat ikan ****** mereka.


"Aku denger-denger sih katanya rumah itu emang udah ada yang beli. Hari ini pindahannya. Tapi aku belum liat sih penghuninya yang baru kayak apa, kamu kan tau sendiri Kai sama Rai nggak bisa di tinggal.


Reyhan menganggul beberapa kali. Ia mengerti akan hal itu. Ia mendudukkan dirinya di Sofa, sedangkan Kenzi pergi ke daparu untuk membuat kopi. Mata pria itu terpejam, mencoba rileks dan meredam otaknya setelah seharian bekerja.


Namun hal itu tak berlangsung lama setelah sebuah telfon mengganggu aktivitasnya. Dengan gerakan malas, Reyhan merogoh saku jasnya dan mengambil ponsel itu dari sana.


Sebuah panggilan dari nomer yang sudah sangat lama tak ia hubungi. Reyhan menatap layar ponselnya dengan pandangan yang berbeda. Ikon hijau di layar ponsel ia geser keatas, membuat suara dari sebrang telepon terdengar jelas.


"Hallo?" ucap Reyhan terlebih dahulu setelah panggilan terhubung.


"...._....._"


Ucapan dari orang itu membuat desiran aneh dalam tubuh Reyhan kembali muncul. Ayolahh, sudah lama ia tidak mendengar kabar ini. Tapi entah kenapa, hari ini ia kembali mendengar kabar tentang hal yang sama sekali tak ingin ia dengar.


"Dari siapa?" tanya Kenzi seraya meletakkan secangkir kopi di meja. Samar-samar ia mendemgar percakapan pria itu, tapi entah mengatakan tentang apa.


Reyhan menatap Kenzi dengan tatapan lain, membuat perempuan itu langsung mengerti jika ada kejadian tak mengenakkan yang terjadi.


"Dia lepas"


**************


Kairen bermain bola seorang diri di halaman rumahnya sedangkan Raizel sedang BAB. Entahlah, hari ini ia maupun Raizel tidak diperbolehkan keluar area rumah oleh Kenzi. Dia sendiri tidak tau kenapa.


"Bocen ihh" gerutu bocah itu dengan nada kesal. Ia tidak suka dikekang seperti ini, apalagi tidak boleh pergi ke luar rumah tanpa pengawasan Kenzi ataupun Reyhan.


Mata indah Kairen tak sengaja menangkap sosok anak perempuan yang sebaya dengannya tengah duduk seorang diri di teras rumah depan dengan boneka teddy bear di pangkuannya.


Anak perempuan dengan mini dress warna peach dan rambut panjang terurai itu memainkan bonekanya. Pipi chubby dengan gummy smile yang ia miliki membuatnya terlihat sangat cantik.


"Teman" ucap Kairen seorang diri. Dia memang selalu menyebut orang dengan nama teman jika tidak tau namanya. Itu adalah ajaran Reyhan.


Nampak seorang perempuan seumuran Kenzi memanggil anak itu hingga membuatnya menoleh. Entah apa yang mereka bicarakan. Kai hanya bisa melihat anak itu tersenyum lalu ikut masuk ke dalam rumah bersama perempuan tadi.


"KAI, MASUK RUMAH!!!" teriakan dari dalam rumah membuat bibir Kairen kembali mencebik kesal.


"Iya Ma"


dengan langkah malas, Ia melangkahkan kaki kecilnya untuk kembali memasuki rumah padahal baru beberapa menit ia di luar. Entah apa yang terjadi dengan orang tuanya, sikap mereka berbeda hari ini.


Kairen Elashka Alexander



Raizel Elashki Alexander



...**Itu untuk visual KaiRai versi 5 tahun ya. Buat pas baby-nya ada di BG GC, kalo pengen liat gabung aja:>...


...Thor, kok mukanya sama?....


...Ya sama lah, kan mereka kembar. ya kali mukanya mirip gue:v...


...Maaf baru up ya guys, aku baru dapet hidayah dari tuhan malem ini makanya baru up. Jan lupa like, coment, vote oke?!!!. S2 ada atau nggak tergantung like. Eps 1 otw 1k like, gas dong biar tembus:>...


...Happy reading and I love you all😍**...