
Waktu libur bagi seluruh siswa SMA Dharma Bangsa sudah habis. Kini saatnya mereka masuk sekolah seperti biasa. Begitu juga dengan Kenzi. Gadis itu kini sedang berdiri di samping mobil lamborgini merah miliknya. Pakaian yang ia kenakan kini sudah lengkap layaknya pelajar SMA.
Kenzi melempar tasnya ke kursi samping kemudi. Kap mobil ia biarkan terbuka sehingga ia bisa melihat keadaan sekitar tanpa penghalang apapun. ia lalu masuk ke dalam mobil berbekalkan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya. Gas mobil ia tekan sampai full hingga mobil yang ia tumpangi melesat sangat cepat. Beruntung jalanan masih sepi sehingga dia aman dari amukan massa. Di depan sana, ia melihat ada tiga mobil sport warna putih sedang berjalan dengan posisi berjajar ke samping.
Senyum jahil muncul di wajah gadis itu. ia menambah laju mobilnya hingga kini sejajar dengan tiga mobil itu.
"Mbak, kalo mau parodi mobil jangan disini. Disini tempat umum, bukan tempat nenek moyang lo" ledek Kenzi. Setelah mengatakan hal itu, ia langsung menyalip mobil itu hingga kini mobilnya berada jauh di depan
Tiga orang itu mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Kenzi. Mereka sama-sama menambah kecepatan mobil masing-masing berusaha untuk menyalip Kenzi.
Di dalam mobil, Kenzi tersenyum miring saat rivalnya terpancing dengan apa yang ia lakukan.
"Let's to play with me baby" ucap Kenzi.
Kaki kanannya menekan gas semakin ke dalam hingga mobilnya melesat lebih cepat. Tak mau kalah, tiga gadis tadi juga ikut tancap gas menyusul Kenzi.
Kenzi menjalankan mobilnya dengan arah zig-zag hingga tiga mobil dibelakangnya tidak bisa menyalip. ia kemudian melajukan mobilnya dengan normal dan pastinya dengan kecepatan kilat.
Tiga gadis itu mengikuti Kenzi. Tapi saat di perempatan jalan, mereka sama-sama mengerem mendadak karena di depan mereka tiba-tiba ada sebuah truk yang menyebrang.
"Sial!!" kesal Prisilla sambil memukul setir kemudianya.
*****
Mobil Kenzi terparkir mulus di parkiran SMA Dharma Bangsa. ia kemudian keluar dari mobil dan berkaca sebentar untuk membenahi rambutnya yang agak berantakan karena diterpa angin.
"DORR"
"Anjingg mengonggong" latah Kenzi sambil memegangi dadanya. ia menatap tajam ketiga temannya yang sedang menyengir karena sudah mengagetkan dirinya.
"Kalian pengen buat gue mati muda ya" desis Kenzi.
"Sensi amat sih lo. Anggep aja lo olahraga jantung di pagi hari" jawab Andien yang membuat Kenzi mendelik malas.
"Tumben lo nggak berangkat bareng Reyhan" ucap Renata.
"Gapapa, pengen aja beranglat sendiri." jawab Kenzi.
"Ayo ke kelas" ajak Kenzi.
"Kita ke mading dulu buat liat kita di kelas yang mana. Kan setiap angkatan kelasnya selalu di random" ucap Tasya yang diangguki setuju oleh teman-temannya. Mereka berempat lalu menuju mading untuk melihat kelas yang akan mereka tempati satu tahun kedepan.
Saat sampai disana, mereka kompak menghentikan langkah saat melihat mading di penuhi oleh siswa/i yang sedang berdesak-desakan.
"Rame banget deh" ucap Renata.
"Banyak cowoknya lagi, pasti pada dorong-dorongan" ucap Andien sambil bergidik ngeri. Kalian tau sendiri kan, gimana rasanya desak-desakan diantara para cowok. Kalo nggak jatoh, ya pasti kepepet.
"Percayain semuanya sama Kenzia" ucap Kenzi. Tiga temannya mengernyit bingung. Kenzi lalu mendekat ke kerumunan itu diikuti Renata, Tasya, dan Andien di belakangnya. ia mendehem sebentar lalu menarik nafas panjang.
"WOY MINGGIR, PRINCESS MAU LEWAT!!" teriak Kenzi dengan kencang. Seluruh siswa sangat familiar dengan suara ini. Mereka sama-sama menengok ke belakang. Terlihat Kenzi berdiri sambil bersendekap dada bersama tiga teman di belakangnya. Para siswa khususnya laki-laki langsung membukakan jalan untuk Kenzi dkk. Enaknya jadi siswi famous:/
Kenzi dkk melangkah maju mendekati mading. Tangan Kenzi meneliti satu persatu nama yang tercantum dalam daftar siswa setiap kelas.
**11 Ipa 1
1) panjul
2) Bella
3)
....
....
27) Andien..
28) Ariel
29) Kenzia
30) Renata
31) Reyhan
32) Reza
33) Tasya
34) Vicky
dst**.....
"Satu kelas lagi guys!!!" seru Kenzi sambil tersenyum senang. Renata, Tasya, dan Andien langsung bersorak gembira saat mengetahui bahwa mereka tidak berpisah kelas.
"Sama ReyZaVickRiel juga?"tanya Tasya. ReyZaVickRiel adalah singkatan dari nama panggilan keempat pria itu.
"Iya" jawab Kenzi dengan senyum lebar selebar lautan.
"Lo mah seneng bisa sekelas sama Reyhan. Lah gue, sekelas sama si Ariel iww males banget" cerocos Andien.
"Terima nasib aja, siapa tau nanti lo berjodoh sama dia" ucap Kenzi iseng sambil menepuk bahu Andien. ia kemudian berlalu pergi meninggalkan teman-temannya.
"Yee markonah, main tinggal aja. Tungguin woyy" seru Renata. ia kemudian menyusul Kenzi diikuti Tasya dan Andien.
"Sayang..." panggil Kenzi sambil melambai-lambaikan sebelah tangannya.
Reyhan yang mengenal suara itu langsung menoleh kearah sumber suara. Matanya secara otomatis bisa langsung menemukan sosok gadis yang sedang tersenyum manis sambil menatapnya.
Sudut bibir Reyhan tertarik membentuk sebuah senyuman. ia kemudian berdiri tegak dan berjalan menuju gadis yang berdiri tak jauh darinya. ia kemudian memeluk singkat gadis itu.
"Baru sampek?" tanya Kenzi saat pelukan mereka sudah terlepas.
"Iya, aku kira kamu belum sampek. Makanya aku nungguin disini" ucap Reyhan yang dibalas anggukan oleh Kenzi.
"Hay Ken" ucap Reza yang tiba-tiba berdiri disamping Reyhan bersama Vicky dan Ariel.
"Hay" sahut Kenzi. ia ber-tos bersama ketiga sahabat kekasihnya itu.
"Oh ya, kita semua sekelas loh" ucap Kenzi girang.
"Beneran?" tanya Vicky yang dibalas anggukan oleh Kenzi. Semua bersorak senang seketika. Tak lama, Renata dan yang lain datang menghampiri mereka.
"Dicariin kemana-mana malah nongkrong disini lo" tukas Andien yang dibalas cengiran oleh Kenzi.
"Berhubung kita udah kumpul, masuk kelas yok. Review kelas baru guys" seru Ariel.
"Let's go"
Mereka berdelapan berjalan beriringan menuju kelas barunya. Setiap langkah mereka selalu menuai perhatian dari siswa SMA Dharma Bangsa. Tapi hal itu hanya diacuhkan oleh mereka.
Mereka memasuki kelas dan mulai memilih tempat duduk. Tasya dan Andien memilih bangku nomor tiga dari depan yang berada dipojok sebelah kiri. Sedangkan Kenzi dan Renata duduk dibelakang mereka. Untuk Reyhan dan yang lain, mereka duduk di kursi paling ujung dipojok kanan.
"Guys, keluar yuk. Bosen nih gue" ajak Tasya.
"Yuk, masih jamkos juga" sahut Renata yang diangguki setuju oleh semuanya. Mereka berempat lalu keluar kelas mencari hiburan.
"Mau kemana mereka?" ucap Reza bingung.
"Tau" jawab Vicky sambil mengendikan bahunya. Sedangkan Reyhan, ia hanya diam saja membiarkan kekasihnya mencari kesenangan sendiri asalkan tidak kesenangan bersama pria lain.
*****
Kenzi dkk berjalan santuy menyusuri koridor sekolah. Sesekali mereka tertawa saat ada saja ucapan absurt yang Kenzi ucapkan. Hingga tiba-tiba, Kenzi menghentikan langkahnya.
"Kenapa Ken?" tanya Andien bingung.
"Itu Pak Feri kan?" ucap Kenzi sambil menunjuk Pak Feri yang sedang telfonan di samping mading.
"Iya" jawab Tasya.
Kenzi tersenyum miring. Renata, Tasya, dan Andien ngeri dibuatnya.
"Jangan bilang lo mau ngerjain Pak Feri" ucap Renata curiga.
"Dia galak lo Ken" tambah Andien.
"Kalian percaya aja sama kemampuan gue, oke?!" alih-alih menanggapi ucapan sahabatnya, Kenzi malah berkata seolah dirinya mempunyai kekuatan super.
Kenzi lalu berjalan mendekat kearah Pak Feri sehingga ia mendengar apa yang dibicarakan oleh gurunya itu.
Papa beneran lagi ngajar?
"Iya ma, papa lagi di sekolahan ini. Udah dulu ya telfonnya" jawab Pak Feri pada orang di sebrang telfon.
Terus tadi ngapain berangkat pake parfum segala. Punya selingkuhan ya disana
"Enggak ma"
Awas aja kalo kamu selingkuh. Nggak usah minta jatah selama setahun
"Sayang, kamu masih lama ya telfonnya?" Kenzi tiba-tiba dengan suara lembut namun cukup keras. Pak Feri langsung melotot kearah Kenzi. Sedangkan Renata, Tasya, dan Andien sudah tertawa terpingkal-pingkal saat melihat aksi sahabatnya.
*Itu suara siapa?!, kok kayak perempuan. Benerkan kamu selingkuh. Hari ini gak usah pulang ke rumah, tidur aja di sekolahan.
tuttttt*
Sambungan telfon terputus. Pak Feri menggenggam ponselnya kuat-kuat dengan rahang yang mengketat menahan emosi. Sedangkan Kenzi sudah memasang ancang-ancang untuk mengeluarkan jurus seribu bayang.
"KABORRR" seru Kenzi sambil berlari kencang menjauh dari Pak Feri sebelum amarah guru killer itu meledak-ledak. Renata, Tasya, dan Andien mau tak mau ikut berlari bersama Kenzi.
"KENZIAAAA" Teriak Pak Feri marah. ia berlari mengejar siswi yang sudah membuatnya tidak mendapat jatah selama setahun.
Kenzi dkk terus berlari sambil tertawa. Sontak hal itu langsung menarik perhatian penghuni sekolah.
"BERHENTI KALIAN!!" seru Pak Feri tapi tak diindahkan oleh empat siswi itu.
Bughh
Karena tak fokus, Pak Feri tersandung batu dan jatuh terjungkal dengan posisi kepala mendarat terlebih dahulu. Hal itu langsung mengundang gelak tawa siswa yang menonton pertunjukan itu.
"Hahaaa pak makanya kalo jalan tuh pake kaki, liat pake mata. Kalo cuma pake kaki doang nyungsep kan jadinya" ucap Kenzi sambil tertawa. ia bahkan memegangi perutnya yang kram karena tertawa terlalu keras.
Pak Feri bangun sambil mengusap kasar wajahnya yang terkena pasir.
"Sini kalian!!" kesal Pak Feri.
"Nggak mau wlee" jawab Kenzi sambil menjulurkan lidahnya. ia dan yang lain langsung ngacir entah kemana meninggalkan Pak Feri yang masih murka terhadap mereka.