
Kenzi dkk dan Reyhan dkk masih terlelap di kamar masing-masing karena semalaman mereka begadang di pinggir pantai.
Namun hal itu tak berangsur lama saat alarm ponsel Kenzi dan membangunkan pemiliknya. Dengan gerakan malas, Kenzi meraba-raba nakas di sampingnya untuk mencari keberadaan ponsel tersebut. Matanya masih terpejam rapat sehingga membuatnya sedikit kesulitan untuk menemukan benda pipih itu. Setelah sekian lama mencari, akhirnya benda itu berhasil ia dapatkan. ia lalu memencet tombol silent dan kembali melanjutkan tidurnya.
Tokk tokk tokkk
Baru saja Kenzi memejamkan mata, pintu sudah diketuk oleh seseorang hingga Kenzi terpaksa membuka matanya.
"Ck, ganggu aja sihh!!" cebik Kenzi sambil mengacak rambutnya frustasi. Dengan langkah gontai, Kenzi berjalan menuju pintu dan membuka pintu tersebut.
"Eh Kenzi, pagi Ken.." sapa Vicky dengan senyum selebar lautan.
"Hmm" Kenzi hanya membalas dengan deheman. ia menyandarkan tubuhnya di sisi pintu sambil menatap malas kearah Vicky.
"Ngapain lo kesini?!" ketus Kenzi.
"Itu....gue...mau bangunin lo sama Renata buat sarapan bareng. Renatanya mana?" jawab Vicky sekaligus bertanya. Kepalanya sedikit ia majukan untuk melihat kondisi dalam kamar Kenzi dan Renata.
Kenzi segera mendorong mundur kepala Vicky menggunakan telapak tangannya.
"Masih molor. Udah ah sana lo pergi!!" usir Kenzi. ia lalu menutup pintu dengan keras hingga membuat Vicky terjingkat kaget.
"Sabar Vick, ngomong sama mantan algojo emang susah" gumam Vicky sambil mengelus dada. ia lalu pergi meninggalkan kamar Kenzi dan Renata.
Di dalam kamar, Kenzi tidak bisa tidur kembali. ia melihat jam di dinding yang ternyata sudah menunjukkan pukul 10.00.
"Eh busett, udah jam segini ternyata. Pantesan si Vick Faporup bangunin gue" gumam Kenzi. Matanya beralih menatap Renata yang masih tertidur pulas. ia kemudian menarik paksa selimut tebal yang dikenakan Renata.
"Ren bangun....udah siang nih woyy!!" seru Kenzi sambil menggoyang-goyangkan tubuh Renata.
"Bentar mah, lima menit lagi" ucap Renata tanpa membuka matanya.
"Lo pikir gue emak lo?!, Renata bangun!!!!" cebik Kenzi seraya terus menggoyangkan tubuh Renata. Renata tak bergeming, hal itu membuat Kenzi kesal setengah hidup. Tiba-tiba, otak jahilnya memunculkan sebuah ide brillian.
"Renata....cepetan bangun,,ada Vicky mau nyium elo!!" teriak Kenzi dengan sangat keras tepat ditelinga Renata.
Mata Renata langsung terbuka sempurna.
"Aaaa Vicky, gue bunuh lo sekarang juga!!" teriak Renata yang sudah berdiri tegak sambil memasang kuda-kuda.
"Hahahaaa"Kenzi tertawa terpingkal-pingkal sambil memegangi perutnya yang terasa kaku.
"Bangsattt lo, bikin gue kaget aja!" ketus Renata sambil menatap tajam kearah Kenzi.
"Bodo, siapa suruh dibangunin susah" jawab Kenzi acuh. ia kemudian berjalan ke kamar mandi meninggalkan Renata yang merengut kesal.
Di ruang makan, Reyhan dan yang lain masih duduk diam sambil menunggu Kenzi dan Renata turun.
"Tuh anak gantung diri di kamar apa gimana sih?, lama banget" cebik Tasya yang mulai bosan.
"Mungkin mereka lagi nyari wangsit di kamar mandi" celetuk Reza.
"HALLO EVERYBODY" baru saja mereka berbicara, yang dibicarakan sudah berteriak keras sambil berjalan menuruni tangga dengan Renata.
"Gak usah teriak², ini villa bukan hutan" ketus Ariel.
"Bodo, orang ini villa punya pacar gue. Ya kan sayang.." ucap Kenzi. Reyhan hanya membalas dengan senyuman manis.
"Sabar breee" ucap Andien sambil menepuk pelan bahu Ariel. Ariel menengok kearah Andien yang duduk disebelahnya.
"Aku akan selalu sabar kalo kamu yang nguatin" jawab Ariel sambil tersenyum manis. Andien langsung mengalihkan wajahnya yang sedikit memanas.
"Kalo kalian ribut mulu, kita kapan makannya woyy?!, gue udah laper nih" kesal Vicky yang sedari tadi diam memperhatikan pertengkaran mereka semua.
"Makan tinggal makan aja kali, ngapain nontonin kita berantem" ucap Kenzi tanpa dosa. ia kemudian mendahului mengambil makanan yang berada di depannya. Vicky melongo dibuatnya. Padahalkan yang bikin lama itu dia, kok gue yang disalahin, pikir Vicky.
Semua pun makan dengan tenang. Setelah itu, mereka langsung menuju mobil untuk pergi ke water sport dekat pantai sesuai dengan rencana mereka kemarin. Kali ini, Reyhan dapat bagian menyetir dengan Kenzi yang duduk disebelahnya. Di kursi tengah diisi oleh Renata, Tasya, dan Andien. Sedangkan dikursi belakang diisi oleh Vicky, Reza, dan Ariel.
Jarak antara villa dan pantai memang tidak terlalu jauh sehingga tak membutuhkan waktu yang lama agar bisa sampai di tempat itu.
Sesampainya disana, mereka langsung disuguhkan dengan keindahan pantai yang begitu mempesona. Angin pantai menyapu lembut wajah rupawan kedelapan makhluk ciptaan tuhan itu.
"Wih gila, gila, gila ini bagus bangettt" heboh Andien sambil memukul-mukul bahu Renata yang berada disampingnya.
"Sakit satt!" sungut Renata kesal. ia menepis tangan Andien yang berusaha untuk memukulnya lagi.
"Ributnya nanti aja, Ayo kita masuk dulu. Keburu panas nih" seru Kenzi. Mereka semua lalu memasuki area water sport yang terdapat di pantai tersebut.
"Mau main yang mana dulu kita?" tanya Reyhan pada teman-temannya.
"Snorkeling aja gimana?" usul Reza.
"Boleh tuh" jawab Andien.
"Yaudah yuk buruan!" timpal Kenzi.
Mereka lalu menuju penjaga water sport. Mereka mendaftar terlebih dahulu. Setelah mendaftar, mereka diarahkan untuk naik ke kapal. Sebelumnya mereka sudah memakai alat pengaman untuk meminimalisir resiko saat melakukan snorkeling. Mereka dibawa ke bagian laut yang agak tengah namun tidak terlalu dalam.
Pemandu yang bertugas mengikuti mereka memberikan instruksi untuk turun secara bergantian. Setelah merasa perlengkapan yang dipakai sudah komplit, mereka semua mulai terjun ke bawah laut untuk menikmati pemandangan bawag laut yang memukau.
Dan benar saja, baru beberapa menit mereka berenang, matanya langsung dimanjakan oleh keindahan yang diciptakan oleh tuhan dalam laut indonesia. Kenzi dan yang lainnya berenang menyusuri terumbu karang, tak jarang mereka mengambil potret terumbu karang beserta biota laut yang masih terjaga keasriannya menggunakan kamera waterproof yang masing-masing mereka bawa.
Tangki oksigen yang mereka bawa hanya mampu beroperasi selama 2 jam. Jadi mereka hanya mempunyai waktu dua jam untuk snorkeling.
Reyhan dan Kenzi berenang terpisah, begitupun dengan yang lainnya. Mereka sama-sama ingin menikmati waktu sendiri. Tak terasa, kini waktu 2 jam sudah berlalu. Saatnya mereka kembali kedaratan.
Sebelum kembali, Renata menyempatkan diri untuk berpose bersama terumbu karang. Setelah merasa cukup, ia berniat untuk segera muncul ke permukaan sebelum oksigen di tangkinya benar-benar habis. Namun sepertinya keberuntungan sedang tidak berpihak kepadanya. Saat ia ingin berenang keatas, kakinya serasa tidak bisa digerakan. Saat ia melihat ke bawah, ternyata kakinya terlilit oleh rumput laut dan tumbuhan hidup yang lumayan banyak.
Renata berusaha melepas liliran itu dari kakinya. Namun semakin ia berusaha untuk lepas, lilitan itu malah semakin kuat dan semakin menuju keatas hingga hampir sampai di pangkal pahanya. Disisi lain, oksigen dalam tangkinya mulai menipis dan terputus-putus.
"Ya tuhan, gimana ini" batin Renata gelisah.
Ia terus menggerak-gerakkan kakinya. Bahkan tangannya ikut berusaha melepas lilitan itu walau hasilnya nihil. Kini oksigen dalam tangkinya benar-benar habis. Renata merasa sangat sesak bahkan sudah tidak kuat untuk bergerak. Pandangannya mulai kabur seiring dengan kesadarannya yang mulai menghilang.
Di kapal, Kenzi dan yang lain sudah berkumpul disana. Mereka sudah melepas semua peralatan yang terpasang di tubuh masing-masing.
"Kok gue berasa ada yang kurang ya.." ucap Kenzi saat merasakan ada yang janggal di dalam hatinya. Semua orang saling pandang, beberapa detik kemudian, mereka memelototkan mata mereka masing-masing.
"RENATA...." pekik mereka bersama.
**Tandai typo....jangan lupa like, coment and vote ya. Maaf ya kalo jarang up, aku lagi sibuk banget soalnya:). Jangan bosen nunggu ya semua.....makasih buat yang udah mampir dan nyumbang lije and vote.
Oke, see you next time and Happy reading😘**