
"Lo udah gila ya!!" ketus Kenzi saat ia dan Justin sudah masuk ke dalam mobil. Bukannya merasa bersalah, pemuda itu malah tertawa hingga membuat Kenzi berdecak kesal.
"Apaan sih, gue kan cuma bercanda. Ngerjain anak orang bentar gapapa kan...." sahut Justin dengan santainya.
"Ck, terserah lo deh!!!" desis Kenzi sambil mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Btw, itu yang namanya Reyhan?" tanya Justin secara tiba-tiba.
"Hmm" Kenzi hanya menjawab pertanyaan itu dengan deheman malas.
"Ganteng juga, pantesan aja lo gagal move on sampek delapan tahun" ucap Justin disertai kekehan.
Kenzi berdecak kesal. Tangan kirinya ia ulurkan untuk menjewer telinga Justin hingga membuat pemuda itu meringis kesakitan.
"Lo nyebelin banget sih......!!! kalo bukan karena lo anaknya uncle Lucas, udah gue kawinin lo sama ondel-ondel. Biar ikut keliling sekalian!!!" cerocos Kenzi setelah jewerannya terlepas.
Justin menggosok telinganya yang terasa panas karena jeweran gadis itu. Ia menatap sinis kearah Kenzi yang juga dibalas dengan tatapan sinis olehnya.
"Ondel-ondel itu siapa?, cantik?" Justin yang predikatnya adalah orang Mexico dan pertama kali berkunjung ke Indonesia tentu bingung dengan apa yang dimaksud ondel-ondel oleh Kenzi. Rasa kesalnya seketika sirna setelah mendengar ucapan gadis itu yang membuatnya penasaran.
Kenzi menyeringai iblis sambil menyusun siasat durjana dalam hati. Gadis itu berdehem sebentar sambil menegakkan punggungnya yang tadi bersandar di kursi.
"Ya cantik lahh, kalo nggak cantik nggak mungkin gue omongin. Emangnya kenapa?!" ucap Kenzi dengan nada yang masih ketus.
Mata Justin langsung berbinar saat mendengar kata 'cantik'. Jiwa playboy yang sudah melekat dalam dirinya langsung bergejolak seketika. Ia suka segala sesuatu yang berbau 'cantik'
"Kenalin ke gue dong, Ken. Lo nggak kasian sama saudara lo yang jomblo ini?" ucap Justin dengan wajah memelas. Ia memasang puppy eyes bermaksud untuk membuat Kenzi gemas. Tapi bukannya gemas, Kenzi malah menatap jijik kearahnya karena pemuda itu sekarang terlihat seperti bayi kucing yang habis kecemplung got.
"Jomblo lo bilang?, terus Clarrie, Riana, Jessie, sama Vio mau lo kemanain?" desis Kenzi sambil memutar bola matanya jengah. Malas rasanya jika harus melihat sifat playboy Justin yang sudah mendarah daging.
Justin menyengir sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal saat mendengar sebagian nama pacar-pacarnya tersebutkan. Ya, itu hanya sebagian. Jika semuanya disebut, bisa-bisa hampir seluruh gadis di kota Ciudad masuk ke dalam nominasi pacar seorang Justin Fernando Alkeda.
"Itukan yang di Mexico, yang disini kan gue belum punya" kilah Justin dengan wajah tanpa dosa.
"Dihh, emang lo aja yang dasarnya playboy cap kutil badak" cibir Kenzi sambil mendengus kesal.
**************
Siang itu, Reyhan menapakkan kakinya di lobby perusahaan KNA Company. Ia ingin mengajak Kenzi makan siang hari ini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama mereka berpisah. Anggaplah ia tak tau malu, karena ia memang nggak tau malu. Malu bahkan nggak kenal siapa Reyhan.
Dengan berbekalkan sebuket bunga mawar putih di tangannya, Reyhan melangkah menuju ruangan Kenzi diiringi senyuman cerah yang menghiasi wajah tampannya.
Reyhan berdiri di depan lift, menunggu pintu lift itu terbuka. Ia mengetukkan kakinya berulang kali ke lantai untuk mengurangi rasa gugup yang ia rasakan.
"TITIN...... BALIKIN SEPATU GUE!!!!" sebuah teriakan yang sangat familiar sukses membuat Reyhan menoleh.
"AMBIL AJA KALO BISA!!!" teriak balik Justin yang tengah berlari kencang sambil membawa sebelah sepatu Kenzi di tangannya.
"TITIN MARKITIN..... BERHENTI LO SEKARANG JUGA!!!" seru Kenzi yang tengah mengejar Justin dengan nafas ngos-ngosan.
"Nggak mau, wlee" ledek Justin sambil menjulurkan lidahnya.
"Kalo sampek dapet, gue sunat ulang lo ya!!!. Biar lo nggak punya burung perkutut sekalian!!!" tukas Kenzi yang langsung membuat Justin merinding. Ia melirik ke resleting celananya yang terdapat banyak kehidupan di dalam sana.
"Nak, maafin papa ya kalo nanti kamu nggak sempet keluar" ucap Justin sambil mengelus itunya tanpa sadar.
"JUSTIN, LO JANGAN PAMER BURUNG!!!!" sarkas Kenzi dari arah belakang.
Reyhan yang melihat tingkah mereka hanya melongo tak percaya. Apalagi melihat tingkah Kenzi, sang CEO perusahaan besar sedang berlarian layaknya anak TK keluar kandang.
"OII BRO..... TANGKEP!!!" sebuah seruan membuyarkan lamunan Reyhan. Mata pemuda itu langsung membulat sempurna saat melihat ada sebuah sepatu melayang kearahnya. Dengan gelagapan, Reyhan menangkap sepatu itu hingga kini sepatu itu berada dalam dekapannya.
"Reyhan, siniin sepatunya!!!" seru Kenzi dari kejauhan.
"Hah?" ucap Reyhan dengan wajah bodohnya.
"Siniin sepatu itu!!!" seru Kenzi lagi.
Layaknya seekor anjing penurut, Reyhan melempar sepatu itu dan ditangkap sempurna oleh Kenzi. Gadis itu segera memakai sepatunya pada telapak kaki kirinya yang telanjang.
"Ck, nggak asik ah lo!!" cebik Justin dengan kesal.
Kenzi berjalan kearah Justin dengan wajah kesal. Justin spontan mundur sambil menodongkan kedua tangannya kedepan.
"Mau di sunat ulang ya?!!!" desis Kenzi dengan wajah garangnya.
Kenzi memicingkan matanya setelah mendengar ucapan 'sayang' yang keluar dari mulut pemuda itu. Menyadari arti tatapan Kenzi, Justin melirik Reyhan sehingga membuat Kenzi mengerti kemana arah pembicaraan mereka.
Reyhan nampak menunjukkan raut wajah tak suka melihat interaksi mereka, namun ia berusaha bersikap sesantai mungkin. Tapi Justin bukan orang bodoh yang mampu dikelabuhi oleh fakeface seperti itu. Ia tau jika Reyhan tengah mengibarkan bendera permusuhan terhadapnya, dan ia tersenyum dalam hati melihat itu.
"Ken, aku mau ngajak kamu lunch bareng. Kamu ada waktu nggak?" tanya Reyhan dengan lugas. Kenzi termenung sejenak dengan mata yang tak berkedip menatap Reyhan.
"Kebetulan banget gue sama Kenzi emang mau makan siang. Gimana kalo gita bareng aja" sahut justin secara tiba-tiba. Reyhan mendengus kesal, yang ditanya siapa yang jawab siapa. Andai tak ada Kenzi, mungkin ia sudah menghajar pemuda itu sekarang juga.
"Kamu mau kan sayang?!" tanya Justin pada Kenzi. Kenzi yang tadi melamun langsung tersentak kaget, Ia menolehkan kepalanya kearah Justin, meminta penjelasan kepada pemuda itu melalui sorot matanya.
"I...iya" sahut Kenzi setelah mendapat kode kedipan dari Justin.
"Nice girl" ucap Justin sambil mengacak pucuk kepala Kenzi gemas.
"Aku ambil tas dulu" Kenzi bergegas berbalik badan dan berjalan menuju ruangannya, meninggalkan dua orang pemuda yang tengah saling pandang satu sama lain.
Reyhan menatap tajam kearah Justin yang dibalas senyuman sinis oleh pemuda itu.
"Lo liat sendirikan, Kenzi bahagia sama gue" sinis Justin dengan senyum tipis di sudut bibirnya.
"Lo tau siapa gue?" tanya Reyhan sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Ya jelaslah gue tau. Lo adalah seorang pria bodoh yang udah berani bikin hati cewek semanis Kenzia terluka. Dan lo liat sendirikan, Kenzi bahagia tanpa lo!!!. Dia bahagia sama gue. Jadi gue harap...... " Justin menggantungkan kalimatnya, Ia kemudian mendekat kearah Reyhan dan mendekatkan bibirnya di telinga pemuda itu.
"Gue harap lo cukup sadar diri buat nggak deketin Kenzi lagi, mulai dari sekarang sampek seterusnya...!!!!" lanjutnya dengan penuh penekanan di setiap ucapan yang ia ucapkan.
"Lo cuma pacarnya kan?, jadi lo nggak ada hak buat ngelarang gue. Sebelum undangan pernikahan Kenzi tersebar, gue akan tetep berusaha buat dapetin dia lagi. Apapun caranya!!!" tukas Reyhan sambil menatap tajam kearah Justin.
Pemuda itu tertawa sinis, denfan tatapan tajam yang tak surut dari matanya.
"Semoga berhasil!!!" ucap Justin dengan nada meremehkan seraya menepuk bahu Reyhan berulang kali.
************
Tiga orang yang tengah duduk satu meja itu hanya makan dalam diam. Layaknya orang asing yang disatukan dalam satu tempat, tak ada pembicaraan yang terjadi diantara mereka. Kenzi memakan makanannya tanpa mengunyah, ia menelan paksa makanan yang seakan tak mau lolos dari tenggorokan. Nafsu makannya hilang seketika karena berada dalam situasi ini.
"Sayang, aaa......" Justin menyendokkan sesendok penuh nasi goreng yang ia pesan kearah Kenzi seraya mempraktekan irang membuka mulut.
Kenzi melirik sekilas kearah Reyhan yang juga sedang menatapnya. Ia kemudian sedikit mencondongkan tubuhmya lalu menerima suapan itu.
"Goodgirl" puji Justin sambil meneruskan makannya sendiri.
Reyhan melirik keduanya. Ia kemudian meraih tissue yang terletak di pojok meja. Dengan lembut, Reyhan mengarahkan kepala Kenzi agar menatap kearahnya hingga membuat gadis itu terkejut. Kegiatan mengunyahnya bahkan berhenti seketika karena tindakan Rryhan, begitupun dengan Justin.
Reyhan mendekatkan tissuenya ke bibir gadis itu dan menghapus noda makanan yang ada disana.
"Kamu dari dulu nggak berubah ya, kalo makan selalu aja belepotan." ucap Reyhan tanpa menghentikan aktifitasnya.
Kenzi menatap kearah pemuda itu tanpa berkedip. Jarak diantara mereka sangat dekat, dan hal itu berhasil membuat jantungnya berdetak tak menentu.
Justin menatap kearah kedua orang yang tengah saling pandang itu. Ia terus makan dengan santainya sambil sesekali melihat dua orang di depannya yang sama-sama masih terjebak dalam cinta masa lalu.
"Ternyata lo cowok yang nggak gampang nyerah ya, keras kepala juga!!. It's oke, ini menyenangkan" batin Justin sambil tersenyum penuh arti.
Kenzia Nastasya Aleskey
Reyhan Saputra Alexander
*************
**Hy guys...... thanks buat dukungan dan kunjungan kalian...
Secara pribadi, aku mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan bagi yang menjalankan. Maaf telat ngucapin, kan aku up-nya juga barusan 😂. Semoga kita semua diberi kesehatan, panjang umur, dan rezeki dari tuhan dalam menjalankan semuanya.
Aku juga minta doanya ya guys, doain semoga aku bisa keterima di SMK negri yang aku tuju, doain juga semoga semuanya lancar sesuai kemauan tanpa kendala apapun, aminnn
Makasih atas support kalian, keep strong, stay happiness and happy reading. 😘**