
Kenzi terus melawan geng BD, ia mengabaikan rasa sakit di tubuhnya.
"Gue gak boleh lemah. Ayo Ken, lo pasti bisa" Kenzi menyemangati dirinya sendiri.
Sringg Sringgg
Katana Kenzi menebas satu persatu anggota BD. tinggal berkisar 30 orang lagi. ia maju tanpa takut, meski tubuhnya sudah di penuhi lebam dan luka sayatan, ia tetap melawan mereka demi menyelamatkan sahabatnya
Bughh bughh
Tendangan Kenzi mengenai perut anggota BD, mereka sedikit terpundur ke belakang sambil memegangi perutnya. Kenzi mengusap kasar keringat dan darah yang mengalir di kepalanya.
Renata, Tasya, dan Andien menatap nanar ke arah Kenzi. Mereka ingin membantu tetapi situasi tidak memungkinkan. Renata menatap ke arah Tasya dan Andien yang juga menatapnya. Renata menunjuk Kenzi dengan dagunya. ia mengisyaratkan
"Kita harus bantu Kenzi" lewat tatapannya. Entah mereka bisa telepati atau IQ yang tinggi, Tasya dan Andien mengangguk mengerti.
Tasya menaikkan sebelah alisnya pertanda.
"Gimana caranya?"
Renata langsung paham. ia nampak berfikir keras. Tiba² dia teringat sesuatu, rasanya ia ingin memukulkan kepalanya ke tembok untuk mengurangi kebodohannya. Sekarang kan dia memakai Jam tangan Smartwatch, kenapa tidak digunakan dari tadi coba.
"Shit, gue kan pake jam tangan smartwatch. Buat apa dipake kalo nggak digunain....Dasar ogeb lo Renata" Renata merutuki kebodohannya dalam hati.
Ia lalu kembali menghadap Tasya dan Andien. dia melirik ke pergelangan tangannya yang diikat lalu melirik Ke Kenzi yang tengah bertarung. Tasya yang berada di samping Renata mengikuti arah pandang renata. ia sama kesalnya dengan Renata saat dia melihat jam tangan Renata.
"Dasar Renata t*loll" hardik Tasya dalam hati.
Renata mencoba mendekatkan jam tangannya pada Tasya dengan cara memutar kursinya hingga terposisi membekakangi Tasya. Beruntung seluruh anggota BA, BD, Lena dan Rossa sedang fokus untuk melawan Kenzi, jadi mereka memiliki kesempatan untuk menghubungi seseorang.
Tasya berusaha memencet tombol di jam tangan Renata menggunakan hidungnya karena tangannya diikat. Kan gak mungkin pake mata, apalagi pake kepala, kegedean brayy 😂.
Tasya adalah orang yang sangat pintar menghafal sesuatu, jadi untuk menghafal nomor seseorang itu bukan hal yang sulit untuknya. ia bingung harus menghubungi siapa, Akhirnya dia berinisiatif menghubungi Reyhan karena dia tau jika Reyhan juga anak geng motor. ia mengirim pesan singkat dan Sharelok ke Reyhan.
*******
Mansion keluarga Alexander
Reyhan sedang berdiri di balkon kamarnya, menikmati setiap hembusan angin yang menerpa wajah tampannya. Terngiang wajah cantik Kenzi serta kenangan manis yang telah ia lalui bersama Kenzi. Senyuman terukir di wajah Reyhan, seperkian detik kemudian senyuman itu luntur berubah menjadi tatapan sendu.
"Huftt, lo terlalu indah untuk di lupakan Ken" gumam Reyhan sambil menatap bintang yang gemerlap di langit.
Drrttt drtttt
Ponsel Reyhan berdering, ia merogoh saku celananya. Ada notif chat masuk dari nomer tak dikenal. Reyhan membuka chat itu
🗨+62.......
~Bantuin kita. Kenzi dikepung. Bawa temen lo kalo kesini. Jalan Xxx sekarang!!. ini gue Tasya.
Pesan singkat itu berhasil membuat perasaan Reyhan tak karuan.
"Lo gak boleh terluka Ken, lo harus baik² aja" batin Reyhan
ia langsung menyambar jaketnya dan bergegas pergi. ia menuruni tangga dengan tergesa-gesa.
"Rey, kamu mau kemana?" tanya Raisa saat melihat putranya terburu-buru dengan raut wajah khawatir.
"Mau nyelametin masa depan mah" sahut Reyhan sambil berlari keluar.
----
Reyhan mengendarai mobilnya dengan kecepatan kilat. ia lalu menelfon Andi dan memasang earphone di telinganya.
"Hallo" ucap Andi dari sebrang telepon.
"Siapin anggota, kita akan bertarung. Bawa mereka ke jalan XXX sekarang. Pokoknya gue dateng, kalian harus udah ada disana. Kalo nggak, ilang kepala kalian" ucap Reyhan, ia lalu mematikan sambungan telepon sepihak tanpa mendengar jawaban Andi. Reyhan kembali fokus menyetir, tapi fikirannya terus mengarah ke Kenzi.
****
Markas Dark Dragon
"Siapin anggota, kita akan bertarung. Bawa mereka ke jalan XXX sekarang. Pokoknya gue dateng, kalian harus udah ada disana. Kalo nggak, ilang kepala kalian" ucap Reyhan, ia lalu mematikan sambungan telepon sepihak.
"Anjirrr lah dimatiin" umpat Andi
"Napa lo?" tanya Zyan yang sedang duduk di samping Andi.
"Reyhan minta kita bersiap untuk bertarung sekarang" ucap Andi membuat semua yang ada disana terkejut.
"Hah?! tarung?, mendadak banget" pekik Zyan.
"Gue juga gak tau. Lebih baik kita siapin peralatan, terus kita langsung pergi ke jalan XXX sekarang. Kalo nggak, ilang kepala kalian" ucap Andi sambil menirukan ucapan Reyhan.
*****
Jalan XXX
Kenzi masih terus bertahan walaupun hampir seluruh tubuhnya dipenuhi luka sayatan dan lebam. Renata, Tasya, dan Andien hanya bisa menatap Kenzi dengan mata berkaca-kaca. Mereka merasa tidak berguna menjadi seorang sahabat, disaat-saat seperti ini mereka malah tidak bisa membantu Kenzi sama sekali.
Sringg bugh Sringg
Katana Kenzi terus terayun ke arah anak geng Black Diamond dan Black Angel, sebagian dari mereka sudah tumbang tapi sebagian lagi masih berdiri tegap.
Bughh
Riko menendang tepat di perut Kenzi hingga membuatnya terjatuh di lantai. Renata, Tasya dan Andien tak kuasa menahan air matanya. Mereka terus meronta tetapi tali ikatan itu terlalu kuat.
Kenzi meringis sambil memegangi perutnya. Rasa ngilu kembali menyerang ke tubuhnya. Kenzi meremas perutnya untuk menahan rasa sakit. Lena, Riko, dan Rossa menyeringai iblis. Mereka bertiga berjalan mendekat ke arah Kenzi.
Kenzi mencoba untuk berdiri, tapi tiba² perutnya kembali di tendang oleh Lena sehingga dia kembali terjatuh.
"Arghh" lirih Kenzi sambil memegangi perutnya. Tapi Kenzi bukan perempuan yang lemah, ia berusaha bangkit lagi.
Plakkk
Rossa menampar pipi Kenzi dengan keras hingga dia kembali terduduk di lantai. Tak ada air mata dan ketakutan yang tergambar di wajah Kenzi. Yang ada hanya tatapan tajam penuh amarah yang ditujukan untuk Rossa,Lena dan Riko.
"Ini balasan buat lo yang udah rebut semua yang gue mau" Ucap Rossa sambil tersenyum sinis.
Bughh
Bogem mentah dari Lena mendarat di kepala Kenzi. Darah yang tadinya sudah berhenti kembali mengalir dari sana.
"Ini balasan buat lo yang udah buat kakak gue meninggal" marah Lena sambil menatap tajam ke arah Kenzi. Kenzi hanya tersenyum tipis.
"Gue nggak pernah buat kakak lo meninggal. Kalo emang gue yang lakuin, mana buktinya. lo cuma denger cerita dari jal*ng ini kan(Sambil menunjuk Rossa), lo tuh nggak tau apa². Jujur gue kecewa sama lo Len, kita ini dulu sahabatan. Tapi cuma gara² tuduhan tak beralasan lo sampek ngelakuin ini ke gue" Ucap Kenzi dengan suara gemetar.
"Gak usah banyak bacott deh lo. Lo itu pembunuh, lo harus mati. biar lo rasain apa yang kakak gue rasain" Bentak Lena. ia lalu menatap ke arah Riko yang berada di belakangnya. Riko mengangguk, ia lalu mengeluarkan pistol dari saku celananya dan mengarahkannya ke Kenzi. Renata, Tasya, dan Andien semakin terisak menyaksikan sahabatnya.
Riko bersiap menarik pelatuk pistol itu, tiba-tiba...
Bughh
Reyhan datang dan menendang punggung Riko dengan sangat kuat hingga pistol yang ia pegang terpental ke arah Kenzi.
"Sialan, siapa lo? berani-beraninya ikut campur urusan gue" Marah Riko.
Reyhan melihat kondisi Kenzi yang penuh dengan luka. Ia menjadi sangat marah, matanya memerah saking emasinya. ia lalu menatap tajam ke arah rossa yang terkejut melihatnya. ia kembali menatap Riko dengan penuh amarah.
Reyhan menyerang Riko dengan brutal.
Riko pun Membalas Reyhan tak kalah brutalnya. Lena dan Rossa ingin membantu tapi mereka lebih dulu dilumpuhkan oleh Dark Dragon.
Riko mengambil pisau dari saku celananya. Kenzi tak sengaja melihat Riko yang hendak menusuk Reyhan. perlahan ia mengambil pistol yang tak jauh darinya. dan
Dorrr....Argghh
Peluru itu mengenai paha Riko hingga pisaunya terlempar entah kemana. Reyhan lalu menendang luka tembakan itu hingga membuat Riko mengerang dan jatuh pingsan di lantai.
Reyhan lalu menghampiri Kenzi yang terduduk lemah setengah sadar. ia mengangkat Kenzi dalam pangkuannya.
"Ken...lo denger gue kan. Lo harus kuat, lo nggak boleh tinggalin gue. Gue sayang lo Ken" ucap Reyhan sambil memeluk Kenzi. Kenzi mendengar ucapan Reyhan samar²,sampai akhirnya dia tak sadarkan diri.
Reyhan semakin khawatir, ia menggendong Kenzi ala bridal style lalu membawanya ke rumah sakit. Anak Dark Dragon melepaskan ikatan Renata, Tasya, dan Andien. Mereka bertiga langsung menyusul Reyhan setelah mengucapkan terima kasih. Sedangkan Riko, Lena, dan Rossa, mereka disekap di tempat tetsembunyi oleh anak DD.
*****
Reyhan melajukan mobilnya seperti orang kesetanan. ia bahkan mengabaikan pengemudi lain yang bisa saja celaka karena ulahnya. Yang dia pikirkan saat ini adalah keselamatan Kenzi. Sesekali dia melirik Kenzi yang sudah pucat pasi. ia semakin menambah lanu kendaraannya.
Rumah Sakit Medika
"SUSTER...DOKTER....INI PADA KEMANA SIH. WOYY TOLONGIN TEMEN GUE, GUE BAKAR JUGA NIH RUMAH SAKIT LAMA-LAMA." teriak Reyhan sambil membawa Kenzi di gendongannya. Suster berlari sambil membawa brankar ke arah Reyhan, Reyhan lalu membaringkan tubuh Kenzi perlahan. Brankar Kenzi dibawa menuju ruang UGD.
"Mas maaf, mas tunggu disini dulu. Biar dokter yang memeriksanya" ucap suster itu.
Reyhan menurut. ia langsung duduk di kursi tunggu dengan perasaan harap-harap cemas.
"Semoga lo gapapa ken" batin Reyhan sambil menatap pintu ruang UGD
**Tandai typo,,,,,jangan lupa like, coment and vote ya guys. Like mu semangatku eaaa 😂
Mampir juga ke karyaku "Doctor Is My Wife"
Happy Reading 😘**