Beautiful Bad Girl

Beautiful Bad Girl
Siapa Dia?



"Jangan!!" ucap pria itu dengan suara bergetar.


"Cepet ngomong!!" bentak Kenzi tanpa menjauhkan moncong pistolnya dari kepala pria dihadapannya.


"Gue nggak tau namanya, dia cuma bilang namanya Mr.X. Tapi dia seorang perempuan" ucap pria itu dengan terbata-bata. Kenzi terdiam sejenak, tangan kirinya merogoh saku jaketnya.


"Apa ini?" tanya Kenzi seraya menunjukkan foto seseorang di layar ponselnya.


"Bukan" jawab pria itu disertai gelengan.


"Yang ini?" tanya Kenzi sambil menunjukkan foto lain di ponselnya.


"Bukan" jawab pria itu.


Kenzi menghela nafas kasar, ia menatap pria dihadapannya dengan tatapan mengintimidasi.


"Apa omongan lo bisa dipercaya?!" ucap Kenzi dengan tatapan tajam.


"Lo boleh bunuh gue kalo gue ketahuan bohong" jawab pria itu. Kenzi menatap lekat kedua bola mata pria itu mencari kebohongan dari ucapan yang dia bicarakan. Ia tersenyum tipis.


"Oke, saat ini gue percaya sama lo. Dan mulai detik ini, lo harus gabung sama geng gue. Kalo sampek lo berkhianat, jangan salahin gue kalo lo pulang tinggal nama" ucap Kenzi.


"Kenapa lo nggak bunuh gue?" tanya pria itu.


Kenzi tersenyum kecil.


"Gue nggak bisa menghukum seseorang yang melakukan sesuatu karena paksaan. Gue tau, lo sebenernya orang baik. Tapi mungkin karena suatu hal, lo ikut dalam masalah ini. Jadi, gue harap lo nggak sia-siain kesempatan dari gue" ucap Kenzi


"Makasih, gue bersumpah nggak akan khianatin lo" ucap pria itu tulus. Kenzi hanya membalas dengan senyuman.


"Siapa nama lo?" tanya Kenzi.


"Gue Alex" jawab Alex


"Oke, kenalin nama gue Kenzia. Panggil aja Kenzi, nanti lo bisa kenalan sama yang lain setelah ini" ucap Kenzi.


"Kalo gue boleh tau, kenapa lo mau gabung sama mereka?" Reyhan yang penasaran akhirnya bertanya. Alex terdiam sejenak, wajahnya tiba-tiba sendu saat mendengar pertanyan Reyhan.


"Adek gue sakit dan harus dioperasi, sedangkan gue nggak punya uang buat bayar biaya rumah sakitnya. Terus orang itu nawarin pekerjaan ini ke gue dengan bayaran yang lumayan. Karena gue lagi butuh duit, akhirnya gue terima tawaran orang itu" jelas Alex.


"Emang adek lo sakit apa?" tanya Kenzi. Ada rasa iba yang muncul dalam hatinya saat mendengar cerita Alex.


"Adek gue sakit leukemia" jawab Alex. Kenzi semakin merasa iba kepada adik Alex, dia tahu betul bagaimana berbahayanya penyakit itu. Pasti sangat berat menghadapinya.


"Lo bawa aja adek lo ke Rumah Sakit ALS Medika, itu rumah sakit punya keluarga gue. Disana adek lo bisa dirawat intensif, kalo masalah biaya lo nggak usah khawatir. Biar gue yang tanggung semuanya" ucap Kenzi. Alex terkesiap mendengar ucapan Kenzi, ia tak menyangka kalau Kenzi mau membantunya sampai sejauh ini.


"Gue nggak tahu harus ngomong apa ke lo, rasanya gye nggak pantes nerima bantuan dari lo" ucap Alex sambil menunduk.


"Makasih, makasih banyak" ucap Alex tulus.


Setelah berkenalan satu sama lain, mereka semua kembali ke markas Red Rose. Sesampainya di markas Red Rose, Kenzi, Reyhan, Hanzo, Soffia, Andi, dan Zyan berkumpul di ruangan Kenzi.


"Kok lo gampang banget sih percaya sama dia" cebik Hanzo. Dari tadi ia sudah menahan emosi saat Kenzi dengan mudahnya mempercayai Alex.


"Lo pikir gue b*go, gue bakal terus ngawasin dia selama dia disini. Dan kalau sampek dia berkhianat, gue yang bakal bunuh dia dengan tangan gue sendiri" tegas Kenzi dengan senyuman bengisnya.


Hanzo menelan salivanya kasar. Harusnya dia sudah tau kalau Kenzi bukan orang bodoh yang mudah diperdaya, tapi dengan bodohnya dia melontarkan pertanyaan konyol kepada Kenzi.


"Yang jadi pertanyaan sekarang adalah siapa orang yang udah nyuruh mereka. Clue-nya cuma dia seorang perempuan, tapi siapa?." ucap Kenzi.


"Mungkin Lena atau Rossa" ucap Reyhan.


"Bukan, tadi gue udah nunjukkin foto Lena sama Rossa ke dia. Dan dia jawab bukan Lena atau Rossa dalang nya. Gue bisa liat kalo dia tadi bicara jujur ke gue" ucap Kenzi.


"Kita harus selidiki ini, mungkin dia salah satu musuh kita" timpal Soffia.


******


"Gimana?"


"Maaf nona, kami gagal" jawab pria dihadapannya sambil menunduk takut.


"GIMANA LO SEMUA BISA GAGAL, GUE UDAH BAYAR KALIAN MAHAL. TAPI APA YANG GUE DAPETIN?!, CIH TERNYATA KALIAN NGGAK BERGUNA" bentak perempuan itu sambil menatap tajam pria di depannya.


"Maaf nona, saat kami menjalankan perintah, ternyata ada Geng Red Rose dan Dark Dragon disana. Jadi kami terkepung dan semua anggota tewas, beruntung tadi saya sempat melarikan diri untuk menemui anda" jelas pria itu dengan suara bergetar.


"Ada Red Rose disana?" tanya perempuan itu.


"Iya nona" jawab pria itu.


"Apa ketuanya ada?" tanyanya lagi.


"Ada nona"


"Oke, kamu boleh pergi. Kali ini kamu saya maafkan, tapi lain kali jangan harap!!" seru perempuan itu.


"Baik, saya permisi dulu Mr.X" ucap pria itu seraya melenggang pergi dari ruangan.


Kini tersisalah seorang perempyan muda di dalam ruangan itu. Pakaian serba hitam melekat di tubuhnya, seringai iblis terpatri di wajahnya.


"Permainan akan di mulai" ucap perempuan itu sambil menyeringai.


Tandai typo....jangan lupa like, coment and vote ya guys....